Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 107


__ADS_3

Mereka berdua menuju ke arah kamar Rosa karena akan bertanya kenapa Rosa melakukan itu pada Zia.


Adam menatap getir pada istri nya itu karena sekarang Zia sudah menampakkan wajah yang kurang bersahabat.


"Biar aku yang ketuk pintu nya" ucap Adam.


"Ya" ucap Zia.


Tokk


Tokk


"Ya sebentar" sahut Rosa dari dalam kamarnya.


Rosa berjalan ke arah meja dia memakai jilbab nya yang tadi sempat dia lepas.


"Ada apa mereka ini mengetuk pintu terus, Untung kalau ada yang penting ini hanya basa basi saja" gumam Rosa.


Rosa membuka pintu kamarnya itu.


"Gus Adam ada apa" tanya Rosa saat melihat ada Adam di luar pintu kamar nya itu.


"Ada yang mau bertemu dengan mu" ucap Adam.


"Siapa" tanya Rosa.


Zia datang ke sana dan menatap pada Rosa yang sekarang tengah terkejut melihat keberadaan Zia di sana.


"Z-zia kenapa ada di sini" tanya Rosa terbata bata.


"Terkejut ya" tanya Zia.


Adam mulai curiga pada Zia karena takut nya Zia lepas kendali.


"Bu-bukan terkejut hanya saja aku bersyukur karena kau bisa bebas" ucap Rosa tersenyum untuk menutupi ketakutan nya itu.


"Ya karena Gus Adam lah yang membebaskan aku" ucap Zia.


"Ya syukur lah" ucap Rosa.


"Walau pun ada seseorang yang mau mencelakai aku tapi Alloh baik pada ku dengan memperlihatkan orang yang sudah menghapus rekaman ku itu" ucap Zia melihat sinis pada Rosa.


Rosa menelan Saliva nya kasar.


"Oh ya" tanya Rosa.


"Ya dan kau tau siapa pelaku nya" tanya Zia.


"Siapa" tanya Rosa pura pura tak tau.


"Kau" sentak Zia.


"Aku" tanya Rosa.


Zia saat ini akan mendorong Rosa namun Adam mencekal tangan Zia supaya dia tak berbuat ja hat pada Rosa.


Zia melepas kan tangan nya yang di cekal Adam dengan kasar.


"Kendali kan diri mu Zia" Ucap Adam.


"Ya Gus" ucap Zia kesal.


"Baik lah Ning Rosa aku datang kemari karena aku mau bertanya pada mu kenapa kau melakukan itu pada ku hah apa salah ku pada mu" tanya Zia.


Rosa saat ini ingin sekali memberi tau kan perlakuan Zia pada nya dahulu namun dia berpikir jangan dulu karena perlakuan Zia pada Rosa dahulu belum sepadan Rosa membalas nya.


"Tapi aku tak melakukan nya" ucap Rosa berbohong padahal bukti sudah di depan mata.


"Bohong, jangan berbohong Ning aku tau semua nya bahkan Gus Adam juga tau" ucap Zia.


"Tapi aku tak melakukan nya" ucap Rosa.


"Ayo lah Ning bahkan kalau kau jujur pun aku tak akan marah" ucap Zia.


"Aku harus bersandiwara sekarang" batin Rosa tersenyum tipis.


"Aku menyesal Zia karena sudah melakukan itu" ucap Rosa.

__ADS_1


"Hah" tanya Zia.


"Ya Zia aku memang melakukan nya tapi aku sangat menyesal karena sudah melakukan nya aku terpaksa Zia karena bibi nya Gus Adam mengancam aku" ucap Rosa.


"Mengancam" tanya Adam dan Zia serempak.


"Ya dia mengancam kalau aku tak melakukan nya maka aku akan di lapor kan ke polisi karena saat itu aku telah berusaha membebaskan Zia" ucap Rosa.


"Membebaskan Zia" tanya Adam heran karena penjelasan Rosa sangat tak masuk akal.


"Ya aku dulu akan membebaskan Zia tapi ada bibi mu Gus dia mengancam" ucap Rosa.


"Terserah" gumam Adam semakin tak percaya pada Rosa.


"Tapi Ning kenapa kau melakukan itu kalau sampai Gus Adam tak menemukan rekaman itu mungkin sekarang aku masih di penjara" ucap Zia.


"Ya Zia aku sadar aku salah, aku menyesal karena sudah mendengar kan dia, aku terlanjur takut Zia " ucap Rosa.


Zia menghela nafas nya kasar.


"Baik lah aku akan maafkan kamu, tapi jangan lakukan lagi" ucap Zia pasrah.


"Ya maafkan aku" ucap Rosa.


"Tak masalah" ucap Zia.


"Maaf kan aku Gus Adam" ucap Rosa.


"Ya tak apa" ucap Adam.


"Baik lah kami permisi" ucap Zia.


"Ya" ucap Rosa.


Zia dan Adam kembali lagi ke rumah umi mereka duduk di kursi sekarang Adam merasa sangat kesal pada Rosa karena dia bertele tele dalam menjawab kebenaran.


"Kau lihat tadi, Ning Rosa sangat bertele tele aku kira dia berbohong" ucap Adam.


"Sudah Gus biarkan saja lagi pula aku sudah bebas kan sekarang" ucap Zia.


"Gus jangan begitu kau tak boleh membicarakan orang lain" ucap Zia mengingat kan Adam.


"Hah ya aku lupa Zia, tanpa sadar aku sudah membicarakan keburukan orang lain" ucap Adam.


"Ya Gus biarkan saja terserah Ning Rosa saja, mau dia bagai mana pun kita tak berhak mengurus kehidupan nya" ucap Zia.


"Ya Zia aku lupa" ucap Adam.


"Sudah jangan menyalah kan lagi Ning Rosa, mau bagai mana pun terserah dia" ucap Zia.


Sedangkan di kamar Rosa, dia tengah mencoba menghubungi Sofi karena dia akan menanyakan pada Sofi kenapa Zia sampai bisa bebas.


"Angkat" gumam Rosa.


📞📞


"Ya ada apa" tanya Sofi Dengan suara berat di sebrang sana.


"Kenapa Zia bisa bebas" tanya Rosa.


"Ya kau yang salah" ucap Sofi geram.


"Kenapa aku" tanya Rosa.


"Katanya kau sudah menghapus semua nya tapi apa tadi Adam masih punya rekaman itu dan hakim memutuskan kalau Zia tak salah dan aku kena denda karena sudah membuat laporan palsu" ucap Sofi marah.


"CK kau tau Zia dan Adam juga menanyakan hal itu dia marah karena mereka tau aku yang menghapus rekaman nya" ucap Rosa.


"Terserah lah sekarang aku tak bisa berbuat apa apa karena kalau sampai aku mendekat ke pesantren maka aku akan di penjara, lagi pula tanah itu sudah menjadi milik pak tua itu sepenuhnya" ucap Sofi.


"Oh baik lah aku akan pikiran rencana sekarang" ucap Rosa.


📞📞


"Arghh aku kesal sekarang, apa aku harus menjadi psiko sekarang" gumam Rosa.


Malam hari nya sekarang semua santri melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah karena sekarang mereka akan sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan.

__ADS_1


Di mesjid itu terdengar suara suara ayat suci Al Quran surat Yasin karena sekarang Abah memerintahkan para santri untuk membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali.


Setelah selesai dua kali membaca surat Yasin mereka melaksanakan Shalat Isya terlebih dahulu karena sudah waktunya sholat isya.


Setelah sholat mereka melanjutkan lagi membaca surat Yasin yang ketiga kali nya.


Setengah jam kemudian mereka semua selesai membaca Yasin.


Abah langsung merapalkan doa doa dan semua santri hanya mengamini saja.


Setelah selesai membaca Doa.


Semua santri makan bersama dengan membagi delapan kelompok dengan satu nasi tumpeng di tengah nya.


Semua santri makan bersama di sana, hingga selesai mereka semua kembali lagi ke kamar masing masing karena akan tidur apa lagi sekarang sudah sangat malam.


Adam dan Zia langsung kembali ke kamar nya karena akan tidur juga.


Zia langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur karena dia sangat lelah.


"mau sekarang" tanya Adam.


"apa" tanya Zia.


"ayo lah Zia kenapa ga peka" ucap Adam.


"aku harus apa" tanya Zia tersenyum melihat suami nya yang bertingkah lucu itu.


"ayo lah Zia pliss sekarang ya" ucap Adam.


"ya sudah ayo" ucap Zia.


"begitu dong" ucap Adam.


"kita mau ngapain" tanya Zia.


"masih tak peka juga" ucap Adam menepuk jidatnya.


"bicaralah yang benar Gus jangan Lika liku Begitu" ucap Zia.


"aku mau dan malam ini kau harus layani aku" ucap Adam.


"baik lah kau maksa rupanya" ucap Zia.


""baik lah kau maksa rupanya" ucap Zia.


"Ya aku maksa" ucap Adam.


Skipp


Malam hari nya Adam terbangun karena sekarang Adam akan melakukan Sholat tahajud di kamar.


"Aku harus mandi dulu" gumam Adam yang langsung mengingat rasa nya air dingin yang akan membasahi badan nya.


"Aku harus mandi kalau tak mandi bagai mana aku bisa Sholat" gumam Adam lagi.


Dia langsung pergi ke kamar mandi dengan cepat Adam mandi dan mengambil wudhu.


Adam memakai baju Koko dan sarung kesukaan Adam, Adam melaksanakan Sholat tahajud nya dengan khusyuk.


Setelah selesai Adam menengadahkan tangan nya.


Adam berdoa untuk keselamatan pesantren dan keluarga nya, tak lupa Adam juga berdoa untuk keselamatan Zia yang akhir akhir ini Zia sangat banyak yang menyakiti.


Setelah selesai Adam kembali lagi ke arah tempat Zia tertidur sekarang.


Adam mengecup kening Zia dengan penuh perasaan sayang.


"Aku tak sangka Zia yang dulunya angkuh dan sangat ko nyol ini sekarang menjadi Zia yang lemah lembut" ucap Adam tersenyum menyentuh wajah Zia yang pipi nya mulai Cubi itu.


Pagi hari nya semua santri Bangun dan langsung menuju ke arah mesjid, hari ini akan di mulai lagi belajar seperti biasa walau pun kata Abah semua santri akan belajar di Madrasah dan otomatis akan di satukan.


Semua santri menerima keputusan itu walau pun ada beberapa santri yang tak setuju tapi karena Abah yang memerintah jadi mereka setuju.


Sebelum kelas di bangun kembali para santri akan seperti itu untuk sementara.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2