
Sesampai nya di pesantren Adam menatap pada rumah orang tuanya, rasanya Adam sangat tak mau untuk masuk apa lagi semua pertanyaan pasti akan terdengar di telinga Adam.
"Bismilah" ucap Adam yang langsung masuk ke dalam.
"Assalamualaikum" ucap Adam.
"Waalaikum salam" ucap Abah dan Umi.
Benar saja apa yang di takut kan Adam terjadi juga.
"Dam di mana Neng Zia, kemana dia" tanya Umi.
"Zia pulang" ucap Adam.
"Ada masalah lagi? Tapi masalah apa? Ayo cerita pada umi" ucap Umi meminta penjelasan dari Adam.
"Sudah lah Umi itu masalah Adam" ucap Abah.
"Semalam Zia mendapati aku tengah berpelukan dengan Ustadzah Aulia" ucap Adam.
"Hah" umi dan abah terkejut mendengar hal itu.
Dengan cepat Umi menjewer telinga Adam sehingga membuat Adam kesakitan.
"Benar apa yang di lakukan neng Zia, mending tinggal kan saja laki laki seperti ini" ucap Umi yang semakin menjewer telinga Adam.
"Umi bukan nya membela tapi malah ikut menyalah kan" ucap Adam sambil memegang telinga nya yang terasa panas.
"Kamu pikir apa hah, seorang istri tak akan sakit hati jika melihat suami nya bersama dengan wanita lain, kamu pikir apa hah" ucap Umi marah.
"Umi dengarkan dulu" ucap Adam.
"Apa" tanya Umi.
"Aku tak melakukan apa apa dengan Ustadzah Aulia saat itu keadaan nya genting, aku tak bisa mengelak" ucap Adam.
"Jangan bohong ustadz Adam" geram Umi marah.
"Beneran umi dan secara tiba tiba Zia datang memergoki aku dan Ustadzah Aulia" ucap Adam.
"Laki laki sama saja" ucap Umi.
"Laki laki tak sama Umi, Abah berbeda" ucap Abah.
"Sudah lah umi akan lihat Neng Zia sekarang" ucap Umi yang langsung bangkit hendak pergi dari sana.
Namun Umi melihat Rena yang sudah berdiri di ambang pintu dengan membawa koper.
"Ning" tanya Umi terkejut melihat putri nya yang sangat menghawatirkan itu.
"Ning Rena ada apa di sini mana Abimana" tanya Adam yang langsung mendekat pada Rena.
"Aku sudah berpisah Gus, aku meminta dia menalak aku" ucap Rena.
"Kenapa bisa" tanya Adam.
"Masuk lah dulu" ucap Umi mengajak Rena masuk ke dalam.
Rena duduk di kursi, keadaan Rena sangat menghawatirkan apa lagi matanya sembab.
"Ada apa Ning" tanya Abah yang khawatir pada kondisi Rena.
"Ning di mana Suami mu" tanya Umi.
"Umi" ucap Rena yang langsung menjelaskan semua nya tanpa terlewatkan.
Abah dan Adam hanya diam saja sedangkan Umi dia begitu terkejut mendengar nya.
"Lalu di mana Abimana sekarang" tanya Adam menatap datar.
"Dia bersama dengan perempuan itu" ucap Rena.
"Sejak kapan kau pulang" tanya Adam.
"Tiga hari yang lalu aku tak punya Ongkos untung saja aku ingat rumah Mamah Sofi aku datang ke sana hingga aku menginap empat hari ini sampai aku bisa meminta dia mengantar kan aku pulang" ucap Rena.
"Dimana Sofi" tanya Abah.
"Dia ke luar kota kata nya ada bisnis di sana" ucap Rena.
"Sabar ning" ucap Adam yang langsung pergi dari sana meninggalkan mereka dan menuju ke arah kamar nya.
Rena menyeka air matanya.
"Dimana kak Zia" tanya Rena.
"Dia pulang karena dia melihat Adam berduaan dengan ustadzah Aulia" ucap Umi.
"Aku rasa entah kenapa banyak orang yang salah paham di sini" ucap Rena.
"Ning maafkan Abah, Abah terlalu cepat memutus kan sesuatu tapi Abah hanya tak ingin kau mendapatkan kabar tak menyenangkan nanti nya" ucap Abah.
"Sudahlah Abah aku juga sudah ikhlas" ucap Rena.
"Ning istirahat lah" ucap Umi pada Rena.
Rena menatap pada orang orang yang ada di luar, saat ini Rena sangat malu untuk bertemu dengan teman temannya.
"Umi bisa aku istirahat di sini" tanya Rena.
"Ya" ucap Umi.
Baru saja Rena akan masuk ke dalam kamar Umi, ada Aulia yang datang ke sana dengan terburu buru.
"Di mana Gus Adam" tanya nya.
"Ustadzah ada apa" tanya Rena.
"Ning kapan kau pulang, tapi aku tak akan membahas hal itu aku mau bertemu Gus Adan apa dia ada" tanya Aulia.
__ADS_1
Adam keluar dari kamar nya.
"Ada apa" tanya Adam.
"Gus aku sangat minta maaf karena Zia jadi salah paham tapi jujur saja aku tak merencanakan ini Gus" ucap Aulia.
"Sudah lah pulang saja lagi pula Zia tak percaya pada ku" ucap Adam.
"Tapi gus aku akan buktikan pada Zia kalau aku dan kamu tak melakukan apa apa" ucap Aulia.
Adam hanya tersenyum mendengar hal itu dia tau betul kalau Zia keras kepala dan tak akan mungkin bisa membujuk nya kalau sudah seperti ini.
"Pulang lah" ucap Adam.
Tanpa menunggu jawaban dari Aulia, Adam langsung masuk ke dalam kamarnya.
Aulia langsung pergi dari sana meninggal kan Rena yang sekarang sangat tak paham pada apa yang mereka bicarakan.
Sore hari nya Rena terbangun dia akan menemui Zia dan menceritakan semua kejadian yang dia alami sekarang.
"Umi aku mau ke rumah kak Zia" ucap Rena.
"Tolong sampaikan pada Zia kalau umi tak bisa datang ke sana" ucap Umi.
"Ya umi aku berangkat assalamualaikum" ucap Rena.
"Waalaikum salam" ucap Umi.
Rena sengaja keluar rumah saat para santri tengah belajar di Madrasah karena Rena tak mau sampai dia di lihat orang lain.
Karena itu dia keluar saat para santri belajar, namun sepertinya Rena salah karena di sana ada Luthfi yang tengah memunguti sampah.
"Ning Rena" ucap Luthfi yang membuat Rena berhenti di tempat nya.
"Kau datang" tanya Luthfi bahagia.
Tapi tak ada jawaban dari Rena, dia langsung saja pergi dari sana meninggal kan Luthfi yang masih terpaku pada kedatangan Rena.
"Benarkah itu Ning Rena" gumam Luthfi.
Namun Adam menyusul Rena dengan berlari dari rumah menuju gerbang tempat Rena berdiri.
"Gus ada apa" tanya Luthfi.
"Aku mau susul Ning Rena" ucap Adam dengan nafas ngos ngosan.
"Tuh kan bener Ning Rena" gumam Luthfi lagi tersenyum.
"Apa Gus jangan berteriak teriak malu" ucap Rena.
"Tolong berikan uang ini pada Zia bilang kalau uang ini sebagai nafkah untuk dia dan ini makanan untuk Zia bilang aku yang buat kan sendiri tapi kamu harus pasti kan kalau Zia memakan nya" ucap Adam.
"Ya baik lah" ucap Rena yang langsung pergi dari sana.
Adam kembali lagi namun dia melihat Luthfi yang ada di sana.
"Ada apa" tanya Luthfi.
"Hah benarkah" tanya Luthfi terkejut tapi ada rasa bahagia yang menjalar di hatinya.
"Ya tapi tolong doa kan aku juga supaya aku dan Zia baik baik saja" ucap Adam.
"Amin, memangnya ada masalah apa" tanya Luthfi.
"Hanya salah paham" ucap Adam.
Adam Langsung kembali ke kamar nya.
Di kediaman Zia saat ini ada kang cilok yang lewat depan rumah Zia.
"Mang aku mau" teriak Zia dari arah rumah nya.
"Ya neng" ucap mang cilok.
Zia langsung masuk ke dalam kamarnya namun apa yang Zia cari tak ada di sana.
"Uang" gumam Zia yang sekarang tengah mencari uang untuk membeli cilok.
Zia melihat kalau mamah nya juga jajan cilok, tak mau menyerah Zia mencari cari di saku pakaian nya yang sudah dia susun ke lemari.
Namun hasil nya zonk Zia tak menemukan uang untuk beli cilok.
"Aargh aku lupa tak membawa uang" geram Zia karena bisa sampai lupa pada uang.
"Zia kalau nanti begini lagi jangan lupa bawa uang" gumam Zia lagi.
Karena Zia sangat mau jajan dia terpaksa keluar dan menghadap pada papahnya.
"Pah minta uang" ucap Zia.
"Buat apa" tanya Topan.
"Mau jajan" ucap Zia.
Topan mengambil uang dari dompet nya dan terlihat uang receh banyak sekali di sana, tangan Topan mendarat di uang lima ribuan, Topan memberikan nya pada Zia.
"Aku pikir" gumam Zia.
"Mau gak" tanya Topan.
"Mau" ucap Zia menerima uang itu.
"Terima kasih".
Zia langsung membeli cilok itu dan kembali lagi ke kamar.
Sedangkan Rena saat ini dia sampai di kediaman Orang tua Zia.
"Assalamualaikum" ucap Rena yang sekarang sudah mulai membaik.
__ADS_1
"Waalaikum salam" ucap Nita membuka kan pintu.
Nita sangat terkejut karena Rena datang ke sana karena setau Nita, Rena ada di kota bersama Abimana.
"Ning Rena kamu datang, di mana Abimana" tanya Nita.
"Kami sudah berpisah Bu" ucap Rena hanya bisa tersenyum saja.
"Apa kenapa bisa, aku bahkan gak tau" ucap Nita.
"Ya mungkin sudah jalan nya saja" ucap Rena.
"Ayo masuk dulu tolong ceritakan pada ku ada apa, apa ini salah Abimana" tanya Nita.
Rena menceritakan nya hingga selesai dan cerita sampai dia pulang ke pesantren.
"Astaghfirullah aku tak sangka Abimana akan seja hat ini" ucap Nita.
"Tak apa Bu mungkin sudah jalan nya" ucap Rena.
"Aku sebagai uwa nya aku merasa sangat bersalah Ning maafkan Abimana" ucap Nita.
"Tak apa Bu aku paham kok, lagi pula apa yang akan kak Abi dapat kan jika hidup bersama dengan ku" ucap Rena.
"Ning" ucap Nita sedih dengan kabar itu.
"Oh ya aku dapat kabar kalau kak Zia pulang jadi aku datang ke sini untuk melihat nya" ucap Rena.
"Oh ada di kamarnya" ucap Nita.
"Oh kata Umi dia belum bisa datang kemari karena di pesantren umi sangat sibuk" ucap Rena.
"Tak apa ayo aku antar" ucap Nita.
Di depan kamar Zia, Nita mengetuk pintu sampai beberapa kali.
"Zia ini ada Ning Rena" sahut Nita.
Zia yang sedang melamun pun terkejut saat mendengar nama Rena.
"Masuk lah" ucap Zia antusias.
Rena masuk ke dalam.
"Kak" ucap Rena yang langsung memeluk Zia.
"Mamah tinggal ya" ucap Nita yang langsung keluar dan menutup pintu.
"Ning ada apa, mana Abimana" tanya Zia.
"Kak aku mendapat kan pernikahan buruk" ucap Rena.
"Apa" tanya Zia.
Rena menceritakan nya hingga selesai.
"Abimana melakukan itu" tanya Zia yang di balas anggukan oleh Rena.
Tak ada gurat sedih di wajah Rena dia hanya menangisi kesalah pahaman itu.
Justru kalau di jabarkan Rena sangat senang karena bisa lepas dari Abimana.
"Oh ya ini aku bawakan uang dari Gus Adam katanya buat nafkah" ucap Rena.
"Ck bilang gak usah so peduli" ucap Zia yang langsung mengambil uang itu dan menyimpan nya di saku bajunya.
Rena hanya tersenyum Melihat hal itu, Zia menggerutu tapi masih menerima uang nya.
"Ini makanan khusus Gus Adam yang buat kan dengan cinta" ucap Rena.
"Ning" ucap Zia.
Rena tersenyum dan menyerah kan kotak makan itu pada Zia.
"Makan kak nanti makanan nya nangis karena tak di makan" ucap Rena.
"Terserah" ucap Zia yang langsung memakan makanan pemberian Adam.
"Apa Aulia datang ke rumah" tanya Zia pada Rena.
"Ya datang dia mau minta maaf katanya, tapi Gus Adam habis habisan mengacuhkan nya" ucap Rena.
"Bagus lah" ucap Zia.
"Kak kenapa harus pulang" tanya Rena.
"Aku cemburu Ning" ucap Zia.
"Aku harap marah kak Zia tak akan lama" ucap Rena.
"Aku sudah mengurus perceraian aku dan Gus Adam" ucap Zia.
"Hah" tanya Rena terkejut.
**bersambung..
bagi kalian yang penasaran dengan cerita Rena yang di khianati Abimana, Mak othor akan buat kan khusus novel Rena..
jangan lupa mampir ya Novel nya masih Mak othor rilis.
bagi kalian yang penasaran dengan cerita mamahnya Zia ya**..
**novel nya yang ini ya.
ada juga novel kakak nya Zia dan di sana juga ada asal usul Zia yang patah hati karena Akash**.
__ADS_1
jangan lupa mampir ya
Terima kasih