Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 154


__ADS_3

"ayo pulang ke rumah" ucap Zia yang langsung menggandeng Adam padahal Adam tak merasa kan apa apa.


Mereka bertiga pulang ke rumah, Zia langsung mengambil kan minum untuk Adam.


"Ayo minum lah" ucap Zia.


Adam meminumnya sampai habis.


"Ada apa" tanya Umi.


"Ini Umi Gus Adam muntah, aneh kan padahal dia gak kenapa kenapa" ucap Zia.


"Oh ya" tanya Umi.


"Ya hanya karena aku ajak dia lari masa langsung muntah" ucap Zia.


"Dulu ya saat Umi mengandung Adam, umi juga begitu bukan umi yang muntah mual, tapi Abah dia muntah bahkan dia tak kuat mencium hal yang bau bahkan harum nasi baru matang juga Abah langsung muntah" ucap Umi.


"Apa mungkin Kak Zia hamil" tanya Rena.


"Gak mungkin" ucap Zia.


"Tapi Umi kenapa bisa begitu padahal aku tak mual aku langsung muntah" ucap Adam.


"Abah juga dulu begitu" ucap Umi.


"Apa mungkin" ucap Adam menatap pada Zia.


"Gak mungkin gus aku gak mau hamil sendirian" ucap Zia.


"Kenapa" tanya Umi.


"Gus Adam mau berangkat jadi aku akan sendirian kalau aku mau mangga mentah aku mau minta siapa" tanya Zia.


"Ada aku kalau kau hamil aku tak akan jadi pergi" ucap Adam yang langsung menyentuh perut Zia.


"Gak ah nanti saja saat kamu pulang" ucap Zia.


"Kenapa begitu" ucap Adam.


"Karena kalau kau tak berangkat sekarang kau akan mengulang nya tahun depan" ucap Zia.


"Baik lah aku mengalah aku ikut apa keinginan Mu" ucap Adam.


"Baik lah sekarang kita sarapan" ucap Umi.


"Ya umi ayo" ucap Zia.


Mereka semua makan dengan sangat lahap, apa lagi Zia dia sampai nambah lagi nasi.


"Makan lah yang banyak Neng" ucap Umi.


"Ya umi" ucap Zia.


Sore hari nya Zia tengah melihat Adam yang tengah mengerjakan tugas nya.


Dia hanya menatap saja tanpa bertanya apa pun pada Adam.


"Ada apa Zia" tanya Adam.


"Gus waktu itu ada santri yang tanya tentang istibtha katanya pelajaran dari Gus Farid, istibtha itu apa" tanya Zia.


"Istibtha adalah penyakit hati yang menyebabkan seseorang berambisi untuk segera berhasil atau sukses sebelum waktunya. Istibtha menyebabkan perilaku manusia menjadi tamak, tidak bersyukur, terburu-buru, hingga mengabaikan tentang konsep takdir Allah SWT.


Contoh nya berhutang secara riba, menipu, manipulasi, korupsi, mencuri, atau perbuatan haram lainnya.


Makan nya kita tak boleh melakukan istibtha karena akan merugikan juga bagi kita, terkadang orang yang punya penyakit Istibtha itu dia takut pada kemiskinan tapi dia tak takut pada dosa.


Hal itu lah yang akan membuat orang yang punya penyakit istibtha keluar dari jalan kesyariatan hanya karena ingin kaya ingin banyak uang.


Di nyata kan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits nya.


“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu, jangan kalian memiliki penyakit istibtha’ dalam masalah rizki. (HR. Baihaqi dalam sunan al-Kubro 9640, dishahihkan Hakim dalam Al-Mustadrak 2070 dan disepakati Ad-Dzahabi).


Makan nya kita gak boleh melakukan itu Zia karena kalau kita terburu buru maka kita akan lupa caranya bersyukur.


Alloh SWT ingatkan dalam Quran surat Al Fathir ayat 5.


Yang artinya: "Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah itu benar. Karena itu, janganlah kalian tertipu dengan kehidupan dunia".


Terkadang manusia itu lebih serakah Zia karena ketika dia punya uang banyak dia langsung terobsesi untuk memperbanyak lagi uang nya.


Apa lagi banyak sekali orang orang yang kurang bersyukur karena hal itu.


Benar apa yang di katakan Rasulallah Saw


"Andai manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, mereka akan mencari lembah emas yang kedua. Andai dia diberi 2 lembah penuh emas, mereka akan mencari lembah ketiga. Dan tidak ada yang bisa memenuhi perut manusia, kecuali tanah. (HR. Bukhari 6438 & Muslim 1462).


Aku berdoa semoga kita di jauhkan dari hal seperti itu" ucap Adam.

__ADS_1


"Amin" ucap Zia.


"Sebenarnya Zia kalau kau mau belajar kau akan tau segala nya, tapi Zia Setelah kita tau ilmu yang baru kita akan merasa sangat bo doh" ucap Adam.


"Ya kau benar rasanya kita hanya punya ilmu sekecil kerikil saja" ucap Zia.


"Imam Syafi'i pun pernah berkata.


Setiap aku mendapat kan ilmu baru semakin aku tau kebo dohan aku" ucap Adam.


"Ya sih" ucap Zia.


"Oh ya bisa bantu aku pijat punggung aku Zia rasanya sangat sakit sekali" ucap Adam.


"Boleh" ucap Zia.


Adam merebah kan tubuh nya di atas kasur dia tidur dengan posisi tengkurap.


"Buka baju nya" ucap Zia.


"Ya" ucap Adam yang langsung membuka baju nya.


"Buka sarung nya sekalian" ucap Zia.


"Kenapa yang sakit punggung bukan kaki" ucap Adam.


"Dasar gak peka" ucap Zia yang langsung memijat mijat punggung Adam.


Adam hanya tersenyum saja mendengar nya.


"Nanti aku kasih" ucap Adam.


"Gak ah" ucap Zia.


"Kenapa" tanya Adam.


"Mau nya sekarang" ucap Zia.


"Sabar sayang aku sakit punggung" ucap Adam.


"Ya deh" ucap Zia sambil tersenyum melihat suami nya itu.


Sedangkan di sisi lain seseorang tengah memasang sebuah alat yang bisa menghasilkan suara mengerikan dari dalam alat itu.


"Sudah" gumamnya.


📞📞


"Baik lah Pastikan kalau Zia sendirian di kamar nya" ucap Rosa dari arah belakang pesantren dia menyewa rumah warga yang kosong di sana.


"Baik nona" ucapnya.


"Aku tak sabar ingin mengerjai Zia lagi, sudah cukup aku libur selama seminggu ini karena orang tua itu" ucap Rosa.


"Ya nona" ucapnya.


📞📞


Adam membalikkan tubuhnya.


"Sudah lah aku mau mandi dahulu" ucap Adam.


"Baik lah" ucap Zia.


Adam pergi dari sana menuju kamar mandi karena akan mandi.


Zia menyiapkan pakaian untuk Adam.


"Hahhaha" suara tawa menggelegar di kamar Zia suara tawa khas wanita itu terdengar jelas di telinga Zia.


Bahkan Zia juga sampai menutup telinga nya karena tak sanggup mendengar suara itu.


"Hahahaha Aziya aku mengutuk mu" ucap wanita dengan suara serak.


"Aku gak takut" ucap Zia.


"Kau gak akan bahagia Aziya, hidup mu akan menderita apa lagi kesalahan mu di masa lalu sangat lah banyak" ucapnya lagi.


"Aku gak takut, kalau pun iya karena kesalahan aku di masa lalu kenapa kau tak datang dari dulu saja kenapa datang sekarang, aku tau kau adalah penipu kau pembohong" geram Zia.


Jangan di tanya perasaan Zia sekarang bagai mana rasa nya Zia sangat ketakutan bahkan lututnya gemetar, hanya saja dia masih ingat ucapan Adam saat di kota jadi Zia mulai memberanikan diri.


"Aku pasti kan kau akan menderita" ucap serak.


"Kau itu manusia kan kau iri pada ku kan jadi kau seperti ini, kalau ya tunjukan wajah asli mu" sahut Zia.


Suara itu menghilang dengan di akhiri gelak tawa dari wanita itu.


Zia memberanikan diri mau membuka jendela karena hari juga masih siang Jadi Zia berani.

__ADS_1


Namun belum juga Zia membuka jendela nya,


Brugh


Sebuah benda keras terdengar terjatuh di samping rumah itu.


Zia yang sangat ketakutan langsung pingsan dengan seketika.


Sedangkan asal suara itu dari orang suruhan Rosa yang sekarang masih ada di pesantren untuk merekam reaksi Zia saat mendengar hal itu.


Walau pelan tapi dia bisa mendengar semua ucapan Zia.


Saat dia akan pergi dia tak sengaja menginjak tanah yang becek sehingga membuat nya terpeleset sehingga dia terjatuh ke tanah.


Adam baru saja Adam ke sana, dia melihat Zia yang rebahan di atas kasur.


Adam berpikir Zia hanya lah tengah tiduran.


"Zia mau ikut" tanya Adam.


Adam tak mendengar jawaban dari Zia.


"Zia aku mau beli cemilan ke indo kau mau ikut" tanya Adam lagi.


Namun tetap tak ada jawaban dari Zia.


"Apa Zia tidur sampai lelap begitu, apa jangan jangan dia marah karena gak aku kasih, ah mana mungkin Zia baik baik saja tadi" gumam Adam.


Setelah selesai memakai baju.


"Zia" ucap Adam lagi yang tetap saja tak ada jawaban dari Zia.


"Wah alamat gak akan dapat jatah makan kalau Zia marah" gumam Adam panik dan langsung mendekat pada Zia.


Saat Adam membalikkan tubuh Zia dia melihat Zia yang lemas, Adam mengecek denyut nadi nya ternyata masih ada.


"Apa Zia pingsan" tanya Adam.


"Zia bangun Zia ayo bangun" ucap Adam menepuk nepuk Pipi Zia.


Tak ada respon dari Zia hingga Adam pun membalur kan minyak kayu putih pada kening Zia.


"Sadar lah" ucap Adam.


Mata Zia terbuka dia melihat Adam.


"Zia kau sudah bangun" tanya Adam.


Zia terbangun dia seperti mencari sesuatu yang tak ada di sana.


"Zia ada apa" tanya Adam yang langsung memeluk Zia dengan sangat erat.


"Gus tadi aku dengar suara kuntil anak" ucap Zia.


"Hussh gak ada Zia" ucap Adam.


"Ada Gus aku malah mendengar nya" ucap Zia.


"Gak ada kau hanya halusinasi saja" ucap Adam.


"Aku gak halu" ucap Zia.


Adam mengambil kan minum untuk Zia.


"Kamu tenang aku yakin itu hanya lah orang yang mau menjebak mu" ucap Adam.


"Tapi Gus aku mendengar dengan jelas" ucap Zia.


"Tapi ini siang hari Zia mana mungkin ada hantu" ucap Adam.


"Ya bisa saja kan" ucap Zia.


"Pokok nya aku gak percaya dan kamu juga jangan percaya oke" ucap Adam.


"Ya deh" ucap Zia.


"Baik lah aku akan ke mesjid dulu" ucap Adam yang saat ini akan menyelidiki masalah itu Adam yakin kalau orang itu pasti menaruh sesuatu di luar pesantren.


Sedangkan di rumah kecil itu, Rosa tengah mendengar apa yang Zia katakan.


"Bohong ini pasti bohong kenapa Zia gak ketakutan" tanya Rosa.


"Ya karena dia tau kalau ada orang yang sedang mempermainkan nya" ucap anak buahnya.


"Berani sekali kau bicara begitu" ucap Rosa.


"Ya karena aku yakin kalau Zia sudah tak percaya pada kita karena kita berbohong" ucap nya.


"Kita lakukan lagi nanti untuk membuktikan nya" ucap Rosa.

__ADS_1


"Baik nona" ucapnya.


bersambung


__ADS_2