Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 155


__ADS_3

Adam langsung berjalan ke arah belakang rumah nya dia ingin melihat lihat apa orang itu menempel kan alat lain lagi di sana.


Adam melihat lihat tembokan dinding kamarnya, namun tak ada yang aneh Adam terus saja melihat karena Adam yakin kalau orang itu pasti datang lagi.


"Aku harus cepat mencari karena aku yakin orang itu pasti menaruh sesuatu, akan aku pasti kan kalau dia datang lagi aku tak akan melepas kan dia, aku harus tau dalang nya siapa" gumam Adam.


Hingga lama di sana Adam mendapatkan sebuah alat yang besar nya hanya sebesar tutup botol minum saja.


"Apa ini alat yang lain" gumam Adam.


Adam mencabut alat itu dan langsung melihat lihat apa alat itu berbahaya, Adam takut nya alat itu meledak lagi karena yang namanya modif tak akan sama dengan barang yang asli.


"Tuh kan ada lagi" gumam Adam melihat dengan teliti


Adam melihat alat itu dia juga bahkan membongkar nya, namun di dalam nya hanya ada kabel kecil.


"Ini guna nya apa" gumam Adam.


Tiba tiba saja dari belakang Adam ada yang menendang Adam dengan sangat keras.


Bughh


Adam hampir saja tersungkur ke tanah namun dengan cepat dia menahs tubuh nya.


Adam melihat pada orang itu tetap saja orang yang sama yang seluruh tubuh nya di tutupi dengan pakaian hitam.


Bughh.


Orang itu memukul Adam tepat di perut Adam.


"Dasar kau" geram Adam yang langsung menarik orang itu dan menendang kakinya.


Orang itu meringis kesakitan karena kakinya yang Adam tendang.


"Bangun" geram Adam.


Adam menarik orang itu supaya merekat padanya.


"Siapa yang menyuruh mu" tanya Adam.


"Nona" ucapnya dengan ringisan.


"Siapa beritahu aku" geram Adam.


"Nona" ucapnya tanpa mau menyebut kan namanya.


Tiba tiba saja Adam mendengar suara ponsel orang itu berbunyi Adam mengambil nya dari dalam saku celana orang itu.


"Bos" gumam Adam yang membaca layar ponsel orang itu.


Adam mengangkat nya terdengar suara wanita yang berbicara di sebrang telpon itu.


"Bagaimana apa kau sudah menyelesaikan nya" tanya seorang wanita itu terdengar jelas di telinga Adam.


Namun belum juga Adam menjawab, tiba tiba saja orang itu langsung mengambil alih ponsel nya itu.


Bughh


Orang itu menendang perut Adam lagi hingga membuat Adam merasakan sakit pada perut nya.


Namun untuk kali ini Adam tak akan diam saja dia langsung mengejar orang itu.


Ambisi Adam sangat besar untuk membongkar siapa dalang di balik hal itu Adam yakin kalau orang itu adalah orang yang tak suka pada Zia karena tak mungkin dia melakukan hal ini sampai sejauh ini.


Adam melihat orang itu memanjat pagar dengan sangat cepat sekali, Adam juga Mulai memanjat pagar itu namun Adam bingung harus bagaimana turun nya karena pagarnya juga tinggi.


Adam turun dari pagar itu walaupun pagarnya tinggi tapi Adam tak menghiraukan nya, dia langsung berlari lagi mengejar orang itu yang sekarang sudah semakin jauh.


Sedangkan orang itu dengan ngos ngosan masuk ke dalam rumah Rosa.


"Ada apa" tanya Rosa.


"Adam dia melihat aku" ucap nya.


"Apa kau gi la ya bagaimana kalau Adam datang kemari" tanya Rosa panik.


"Gak akan dia pakai sarung jadi dia gak akan mungkin bisa menyusul aku" ucapnya.


Rosa memakai Khimar dan cadar yang akan menutupi wajahnya.


Dia harus berjaga jaga karena takut nya Adam akan ke sana.


Brughh


Adam menendang pintu itu Rosa dan anak buahnya merasa terkejut melihat hal itu.


"Gus Adam" gumam Rosa.


Adam melihat dinding rumah itu banyak sekali foto Zia yang menggantung di dinding,


"Astaghfirullah jadi kalian dalang di balik teror ini, astaghfirullah kau seorang muslim memakai cadar tapi kelakuan mu sangat tak bermoral, aku malu mengakui kau saudara ku" ucap Adam.


"Maafkan saya Adam bukan saya yang melakukan nya" ucap anak buah Rosa.


"Kalian harus masuk penjara, aku akan laporkan kalian" ucap Adam.


Namun orang itu langsung kabur meninggalkan Rosa dan Adam yang masih di sana.


"Ikut aku" ucap Adam.


"Aku gak mau" ucap Rosa menolak Untung saja dia sudah memakai cadar jadi Adam tak melihat wajahnya.


"Aku akan laporkan kamu ke polisi" ucap Adam.


"Aku gak mau" ucap Rosa.


Adam menarik Rosa dengan paksa dia hendak membawa Rosa pada Zia.


Adam tak ingin Zia salah paham lagi karena hal itu.


Karena yang Adam takut kan adalah Zia semakin ketakutan dan trauma Zia kembali lagi.

__ADS_1


"Saya gak salah" ucapnya.


"Salah gak salah Zia yang akan menentukan" ucap Adam.


"Lepaskan aku" ucap Rosa berontak.


"Diam" geram Adam.


Hingga mereka masuk ke pesantren.


"Astaga harus apa aku" batin Rosa.


Adam membawa Rosa hingga ke rumah Abah.


"Gus siapa dia" tanya Zia.


"Zia dia yang meneror mu dia juga memasang alat untuk menakut nakuti kamu" ucap Adam.


"Apa aku mengenal mu" tanya Zia.


Rosa menggeleng dia tak bicara dia takut Zia akan mengenali nya.


"Jawab aku apa kita saling mengenal" tanya Zia melihat mata orang itu karena hanya matanya saja yang terlihat.


Rosa menggeleng.


Zia menatap tajam pada Rosa.


"Kenapa kau mau meneror aku" tanya Zia.


"Aku hanya mencoba alat ku saja" ucap Rosa dengan suara di buat buat.


"Kenapa sasaran nya aku" tanya Zia.


"Maaf bukan aku bermaksud tapi aku hanya mau mencoba alat aku saja" ucap Rosa.


"Lalu sekarang aku harus apa" tanya Zia.


"Maafkan aku Nona" ucapnya.


"Baik lah aku memaafkan kamu" ucap Zia.


"Terima kasih Nona" ucapnya.


"Jangan sekali kali lagi" ucap Zia.


"Ya nona tak akan" ucap Rosa.


"Zia yang benar saja kau akan memaafkan dia padahal jelas jelas dia meneror mu Zia" ucap Adam.


"Sudah lah Gus gak apa lagi pula dia juga gak sengaja kan" ucap Zia.


"Zia buka mata mu lihat kalian itu tak saling mengenal mana mungkin orang yang tak saling mengenal bisa meneror" ucap Adam.


"Tapi gus aku tak mengenal nya" ucap Zia.


"Setidaknya buka cadar dia lihat siapa di dalam nya" ucap Adam.


"Ishh Gus Adam ini sangat ember dia tak percaya padahal Zia sudah percaya" batin Rosa marah.


"Tak apa karena kalian sama sama perempuan kecuali kalau dia itu laki laki" ucap Adam yang sudah tersulut emosi.


"Baik lah" ucap Zia yang semakin mendekat pada Rosa.


Tangan Zia juga sudah memegang cadar yang di pakai Rosa.


Zia sudah mau mengangkat nya, saking takut nya Rosa memejamkan mata nya tangan nya pun meremas rok yang dia pakai.


"Habis riwayat ku sekarang, kalau sampai Zia tau aku siapa maka aku juga akan membongkar kebusukan Zia di masa lalu pada Gus Adam" batin Rosa menggerutu.


Namun Zia langsung menjauhkan tangan nya dari cadar Rosa.


"Sudah lah Gus kita memaafkan saja, ingat Alloh berfirman dalam Qur'an surat Al A'raf ayat 199.


Yang Artinya: "Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh." Ucap Zia.


"Ya terserah kau saja" ucap Adam.


"Terima kasih" ucap Rosa yang merasa lega karena Zia memaafkan nya.


"Baik lah lain kali jangan lagi" ucap Zia.


"Terima kasih nona" ucap Rosa yang langsung pulang dari sana tanpa pamitan atau salam terlebih dahulu.


"Sudah pintar ya sekarang" ucap Adam.


"Bukan pintar Gus hanya saja aku tau rasanya tak dimaafkan oleh orang lain padahal atas apa yang kita tidak perbuat" ucap Zia.


"Semoga rasa sabar dan ikhlas mu di balas oleh Alloh SWT" ucap Adam.


"Amin" ucap Zia.


Adam akhirnya bisa bernafas lega karena kalau ada apa apa lagi Adam akan mencari lagi wanita itu.


"Aku penasaran dengan wajah nya, Zia juga sih gak lihat wajah asli nya" gumam Adam yang masih punya rasa kesal.


(Entah lah Gus Adam, maafkan Mak othor karena belum bisa membongkar perbuatan Rosa, karena kalau terbongkar maka cerita kalian akan tamat)


Lanjut..


Malam hari nya Zia melakukan tadarus bersama dengan Adam.


Mereka membaca Surah Yasin.


Keutamaan surah Yasin adalah.


Pertama, membaca surah Yasin ibarat membaca Al Qur'an dengan keseluruhan sebanyak 10 kali.


Dari Anas (diriwayatkan) Nabi saw bersabda: Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati, dan hatinya Al-Qur`an adalah surah Yasin, barangsiapa membaca surah Yasin, maka Allah akan mencatat baginya (pahala) seperti membaca seluruh Al-Qur`an sepuluh kali atas bacaannya” [H.R. at-Tirmidzi No. 2812].


Kedua, membaca surah Yasin di sisi mayit maka akan di ringan kan ketika sakratul maut nya.

__ADS_1


Ketiga, membaca surah Yasin akan di ampuni segala dosanya.


Dari Ma’qil bin Yasar (diriwayatkan) Rasulullah saw bersabda: al-Baqarah adalah surah Al-Qur’an berkedudukan tertinggi dan puncaknya. Delapan puluh Malaikat turun menyertai masing-masing ayatnya. Laa ilaha illaahu al-hayyul qayyum di bawah ‘Arsy, lalu ia digabungkan dengannya, atau digabungkan dengan surah al-Baqarah. Sedangkan Yasin adalah hati AlQur’an. Tidaklah seseorang membacanya, sedang ia mengharap (rida) Allah tabaraka wa ta’ala dan akhirat, melainkan dosanya akan di ampuni. Bacakanlah surah tersebut terhadap orang-orang yang mati di antara kalian” [H.R. Ahmad No. 19415].


Keempat, orang yang membaca surah Yasin di malam hari akan di ampuni dosanya.


Dari al-Hasan (diriwayatkan), barangsiapa yang membaca surah Yasin pada malam hari karena mengharap wajah Allah atau mengharap keridaan Allah niscaya ia akan diampuni. Ia berkata lagi; Telah sampai berita kepadaku bahwa surah itu menyamai Al-Qur’an seluruhnya” [H.R. ad-Darimi No. 3281.


Kelima, orang yang membaca di siang hari maka akan di permudah urusan nya.


Keenam, orang yang membaca surah Yasin akan di mudahkan urusan nya.


Hingga selesai mereka langsung merebahkan tubuhnya di kasur, sekarang sudah hampir pukul setengah sepuluh.


Zia membuka ponsel nya dia melihat lihat sosial media nya.


"Gus lihat Ning Husna bersama Ustadz Haddad mereka lagi jalan jalan" ucap Zia.


"Oh ya" ucap Adam.


"Ya sekarang mereka sudah saling mencintai" ucap Zia.


"Kenapa sedih kau menyesal karena tak jadi menikah dengan Ustadz Haddad" tanya Adam.


"Bukan begitu hanya saja aku menyesal karena tak dari dulu aku menikah dengan mu" ucap Zia.


Adam tersenyum mendengar hal itu.


"Sudah lah lagi pula kalau pun aku jadi menikah dengan Ning Marwah mungkin aku juga tak akan menikah dengan mu" ucap Adam.


"Apa jadi kau menyesal menikah dengan ku, hah kau menyesal menikah dengan wanita beran dalan seperti diriku hah kau licik Gus" ucap Zia sampai membentak Gus Adam karena marah mendengar hal itu.


"Apa aku salah bicara" batin Adam.


"Zia dengar kan aku dulu, bukan begitu hanya saja aku bicara tentang takdir" ucap Adam menjelaskan.


"Aku tau kau menyesal karena aku tak seperti Ning Marwah yang Sholeh dan alim, ya Gus aku paham aku juga sangat sadar diri" ucap Zia.


"Ya Zia maafka..."


"Tapi Gus kalau pun benar aku seorang beran dalan tapi aku gak akan menjual sesuatu yang berharga hanya karena pendidikan, lebih baik tak sekolah dari pada punya ilmu dari hasil menjual diri" ucap Zia langsung ngegas tanpa rem.


Adam hanya mendengar kan Zia saja, namun saat Zia menjeda ucapan nya karena kehabisan nafas, Adam langsung mendekat kan mulut nya pada mulut Zia.


Hingga berlangsung lama mereka melakukan hal itu.


(Tak apa ya karena kan mereka sudah menjadi suami istri)


Adam melepaskan c iuman panas itu.


"Sudah bicaranya" tanya Adam.


"Sudah" ucap Zia kesal.


"Zia aku tak akan menyesali sesuatu yang sudah berlalu, sudah maafkan aku kalau aku salah bicara" ucap Adam.


"Tak apa" ucap Zia.


"Tidur ayo sudah malam" ucap Adam.


"Aku mau di peluk" ucap Zia.


"Ya ayo" ucap Adam.


Sebagai seorang wanita Zia merasa bahagia karena ada laki laki yang memperlakukan nya dengan baik apa lagi selama ini Adam belum pernah berani menghina atau mengucilkan Zia dari orang orang.


Terlihat tak romantis oleh orang orang tapi sebenarnya Adam itu sangat lah romantis di hadapan Zia.


Berbeda dengan kedua insan itu saat ini Rosa tengah marah marah pada orang tuanya, dia ingin kalau orang tuanya mau menjual tanahnya hanya untuk membayar biaya yang sudah Rosa keluar kan untuk meneror Zia.


"Ayo lah mah aku hanya butuh uang" ucap Rosa.


"Nak kau sudah jual sawah kita di kemana kan uang puluhan juta itu" tanya ibunya Rosa.


"Bu hidup itu butuh uang jadi uang nya habis" ucap Rosa marah.


"Hanya karena kamu dendam dengan orang lain kamu rela melakukan ini nak, sadar nak mamah menyekolahkan kamu itu hanya karena mamah mau kamu jadi seorang yang pemaaf, lagi pula karma Alloh itu nyata" ucap Ibunya Rosa.


"Tapi kapan? Kapan karma Alloh itu akan datang? Aku lihat kehidupan Zia itu senang terus gak kaya aku" ucap Rosa.


"Karena kau punya penyakit hati Rosa" sahut bapaknya.


"Diam pak tua kau sudah tua lihat bahkan kau hanya bisa berbaring di ranjang saja" geram Rosa.


Plak


Satu tamparan mendarat di pipi Rosa.


"Mamah tak mengajarkan kamu untuk seperti ini, taubat lah Rosa mamah gak mau kau tersesat jalan" ucap Ibunya Rosa.


"Aku gak perduli mah aku hanya butuh uang" geram Rosa.


"Anak durhaka kamu Rosa" ucap Ibunya.


Bapak nya Rosa langsung merasa sakit di dadanya, dia sangat susah untuk bernafas.


"Pak kenapa pak" tanya Ibunya Rosa.


"Mati lah pak tua mati lah, untuk apa hidup juga kalau menyusahkan saja" ucap Rosa.


"Astaghfirullah" ucap ibunya Rosa yang langsung menangis dan mengusap dadanya yang sesak.


Hingga saat itu bapak nya Rosa meninggal, banyak orang yang berbela sungkawa namun tak dengan Rosa dia hanya diam saja tanpa bicara atau pun menangis.


**bersambung..


Rosa itu bener bener anak durhaka ya..


rela menjual harta orang tuanya hanya untuk kepentingan pribadi..


nausdzu bilahi mindalik..

__ADS_1


semoga kita di jauhkan dari hal seperti itu.


amin**...


__ADS_2