
Sekarang di rumah sakit Adam tengah menunggu dokter kandungan yang sedang menangani pasien yang akan melahirkan.
Sejak tadi hanya Fauzi lah yang setia pada Adam dari mulai menunggu Adam di kantor polisi sampai menunggu di rumah sakit, Fauzi setia bersama dengan Adam.
"Gus makasih kau sudah mau ikut dengan ku" ucap Adam.
"Tak masalah lagi pula kau teman ku kan" ucap Fauzi.
"Ya, aku tak sangka kau ada di saat aku susah" ucap Adam.
"Gus teman harus saling membantu, bahkan bukan hanya teman saja bahkan semua manusia juga harus membantu" ucap Fauzi.
"Ya" ucap Adam.
Di pesantren sekarang Abah dan keluarga Zia akan datang ke kantor polisi karena akan melihat Zia.
Namun sekarang mereka masih berada di pesantren karena mobil yang mereka sewa belum datang, sebenarnya jarak nya cukup dekat hanya saja kalau berjalan kaki pasti akan lama.
"Abah bagai mana kalau bibi nya Adam itu semakin memasukan Zia ke penjara" tanya Topan.
"Tak akan pak saya akan urus semuanya jangan sampai dia memasukkan Zia ke penjara lagi" ucap Abah.
"Ya saya hanya takut saja Abah" ucap Topan.
"Akan saya pasti kan kalau Sofi itu mendapat Kifarah nya" ucap Abah.
"Kifarah" tanya Topan dan Nita.
"Ya Kifarah" ucap Abah.
"Seperti karma kah" tanya Topan.
"Kifarah adalah balasan Allah di dunia akibat dosa yang dilakukan oleh seorang hamba-Nya, juga ujian-ujian Allah itu berlaku, yang mungkin melibatkan kematian orang yang dikasihi, kehilangan harta benda ataupun penyakit, tidak kira sama ada penyakit tersebut berlaku dalam tempo masa yang lama ataupun sekejap bergantung kepada ketentuan Ilahi atau selama-lamanya sehingga mati" ucap Abah.
"Oh ya" ucap Topan.
"Ya sama seperti karma" ucap Nita.
"Ya keduanya sama suatu pembalasan namun kaedah dan hikmahnya sangat berbeda" ucap Abah.
"Oh" ucap Nita.
"Contoh Kifarah ada dalam Qur'an surat (Al-Zalzalah: 7-8) yang artinya:
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (biji atom), niscaya dia akan menerima (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah (biji atom) pun, niscaya dia akan menerima (balasan)nya" ucap Abah.
"Oh ya aku paham sekarang" ucap Nita.
"Syukur lah" ucap Abah.
"Apa mungkin ini juga Kifarah untuk Zia karena dahulu juga Zia bukan orang baik" ucap Nita.
"kifarah yang menimpa pada kita itu bisa menghapuskan dosa, kita dapat bersabar dengan dugaan tersebut.
Sesungguhnya balasan orang yang sabar itu amat besar ganjarannya di sisi Allah. Selari dengan firman Allah:
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)" ucap Abah menjelaskan.
"Ya Abah, saya sadar kalau Zia juga bukan orang baik dulunya" ucap Nita.
"Bu, baik buruk nya seseorang hanya Alloh saja yang tau, karena yang kita anggap baik terkadang di belakang kita bisa saja dia buruk dan bahkan bisa sebaliknya" ucap Abah.
"Ya Abah cuman saya tau betul Zia itu bagai mana" ucap Nita.
"Bu Nita, ada di dalam Qur'an surat Al Baqarah ayat 216 yang artinya:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu sedangkan ia adalah baik bagi kamu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia jahat bagi kamu.” mungkin dahulu juga Zia begitu, tapi saya lihat sekarang Zia sudah cukup baik dia banyak berubah sekarang, saya juga yakin kalau didikan Adam tak akan salah" ucap Abah.
"Ya Abah kami tepat menikah kan Zia" ucap Topan.
"Semuanya sudah di atur pak" ucap Abah.
Adam saat ini masih menunggu Dokter kandungan itu karena Adam yakin kalau Dokter itu pasti tau tentang Sofi.
"Lama ya" ucap Adam.
"Kita tunggu sebentar lagi Gus" ucap Fauzi.
"Ya" ucap Adam.
Dokter keluar juga dari ruangan itu.
"Assalamualaikum Dok maaf saya menganggu" ucap Adam.
"Waalaikum salam, ada apa ya" tanya dokter itu.
"Saya mau tanya Dok, apa tadi pagi ada pasien yang mengalami keguguran" tanya Adam.
"Keguguran? Setau saya tak ada" ucap Dokter itu.
"Benar Dok saya bisa pastikan kalau dia ke sini, nama nya Sofi Anjani" ucap Adam.
"Oh Bu Sofi Anjani" ucap Dokter itu.
"Dokter kenal" tanya Adam.
"Ya tentu saja saya yang menangani nya" ucap Dokter itu.
"Bisa saya minta hasil pemeriksaan nya" tanya Adam.
__ADS_1
"Oh boleh ayo ke ruang saya" ucap Dokter itu.
"Ya" ucap Adam dan Fauzi yang mengikuti dokter itu menuju ruang nya.
"Hubungan apa yang terjalin antara kalian" tanya Dokter.
"Aku keponakan nya dan dia bibi saya" ucap Adam.
"Oh ya hasil pemeriksaan nya belum Bu Sofi bawa kata dia tadi akan kembali lagi, tapi ada sedikit masalah dia bilang tadi anak buah nya akan datang dan melunasi biaya berobat nya" ucap Dokter itu.
"Apa Bu Sofi belum membayar nya" tanya Fauzi.
"Bukan belum cuman dia hanya memberikan uang setengah nya tidak kontan" ucap Dokter itu.
"Oh baik lah biar saya yang bayar dan saya minta hasil nya" ucap Adam.
"Ya ini hasil nya dan ini biaya administrasi nya, anda perlu tanda tangan saja di sini" ucap Dokter itu memberikan Adam selembar kertas yang isinya detail biaya perawatan Sofi di rumah sakit.
Adam mengambil hasil itu dan pergi dari sana, namun sebuah kehendak Allah yang tak terduga, saat itu anak buah Sofi juga datang ke sana dan sedikit lagi mereka akan bertemu.
Tetapi ada pasien yang baru saja datang menggunakan blangkar yang melewati di samping Adam saat dia akan berpapasan dengan anak buah Sofi.
Hingga akhirnya mereka pergi dari sana, anak buah Sofi yang akan menemui Dokter dan Adam Akan pergi dari sana.
"Gus kita buka hasil nya di pesantren saja" ucap Fauzi.
"Ya itu ide bagus" ucap Adam.
Baru saja anak buah Sofi datang ke ruangan dokter spesialis kandungan.
"Saya mau mengambil hasil pemeriksaan Bu Sofi" ucap anak buah Sofi.
"Oh maaf pak hasil nya sudah ada yang ambil bahkan uang kurang nya pun sudah di bayar" ucap Dokter itu.
"Apa? tapi siapa" tanya nya.
"Kurang tau pak, pokok nya dia tanda tangan di sini" ucap Dokter itu memperlihatkan tanda tangan Adam.
"Adam" ucapnya.
"Baik lah kalau begitu saya sedang sibuk saya permisi" ucap Dokter itu yang langsung pergi dari ruangan nya itu.
"Apa jangan jangan Adam keponakan Nyonya Sofi" ucap anak buah Sofi.
"Ya mungkin saja" ucap teman nya.
Mereka langsung pergi dari sana.
Sedangkan Adam sekarang tengah berada di perjalanan karena jalan menuju ke rumah sakit itu cukup jauh.
"Gus bisa kah kita berhenti aku penasaran dengan hasil nya" ucap Adam.
"Baik lah kita berhenti di warung itu" ucap Fauzi.
"Gus lihat dia bukan keguguran tapi karena dia pakai KB dan KB nya terlalu lama" ucap Adam.
"Maksudnya" tanya Fauzi.
"Ya dia pendarahan karena pasang KB terlalu lama" ucap Adam.
"Bisa gitu ya" tanya Fauzi.
"Ya benar bisa pas begitu kenapa saat Zia tendang perut nya dia baru pendarahan, apa mungkin sudah lama dia pendarahan" tanya Adam.
"Ya bisa jadi" ucap Fauzi.
Sedangkan di kantor polisi keluarga Abah dan keluarga Topan, sedang menjenguk Zia di kantor polisi.
Nita tak henti hentinya memeluk putri nya itu.
"Mah, pah kalian marah" tanya Zia yang sejak tadi hanya menunduk.
"Zia kenapa aku harus marah" tanya Nita.
"Mah aku merasa aku salah karena sudah membu nuh seorang janin di dalam kandungan" ucap Zia.
"Jangan bicara begitu Neng, Umi yakin kalau Sofi itu berbohong karena Umi tau siapa dia" ucap Umi.
"Ya Umi tapi mau bagai mana lagi aku sudah terlanjur mencelakai janin nya, bahkan banyak orang yang lihat" ucap Zia.
"Kalau pun benar, harus nya Umi yang di penjara karena kamu begini karena menyelamatkan Umi" ucap Umi.
"Tapi Umi tetap saja aku yang salah" ucap Zia.
"Tak apa Neng, nanti kalau ada apa apa Umi akan maju paling depan" ucap Umi.
"Tenang saja, aku sangat yakin kalau pak Anwar bisa memenangkan sidang nanti" ucap Topan.
"Ya semoga saja" ucap Zia menunduk.
"Jangan begitu Nak, kita akan berusaha keras untuk membebaskan mu" ucap Abah.
"Ya Abah" ucap Zia.
"Oh ya Zia, Umi sudah masak untuk mu makan ya" ucap Nita.
"Ya Neng Umi masak banyak untuk mu" ucap Umi.
"Benar kah" tanya Zia.
__ADS_1
"Ya" ucap Umi.
"Aku kangen masakan Umi, aku di sini hanya makan nasi tahu dan sayur saja" ucap Zia.
"Ya makan lah" ucap Umi.
Zia memakan makanan itu hanya ada rasa haru dalam diri nya karena tak percaya kalau ternyata akan banyak orang yang akan sayang pada Zia.
"Oh ya di mana Gus Adam" tanya Zia.
"Dia ke rumah sakit karena akan menanyakan hasil pemeriksaan Sofi" ucap Abah.
"Oh" ucap Zia.
"Ya aku harap kalau pemeriksaan nya itu tak benar, aku tak percaya kalau bibi nya Adam akan hamil di usia sudah cukup tua" ucap Topan.
"Ya kami juga berpikir begitu" ucap Abah.
Polisi datang ke sana,
"Mohon maaf waktu menjenguk nya sudah habis, jadi silahkan untuk kalian untuk segera meninggalkan ruangan ini" ucap polisi itu.
"Tapi Pak apa tak bisa di beri waktu beberapa menit lagi" tanya Topan.
"Tak bisa pak peraturan kantor begini" ucap polisi itu.
"Oh baik lah" ucap Topan.
"Ayo masuk" ucap polisi itu pada Zia.
"Mah pah, Umi Abah, aku akan masuk lagi" ucap Zia.
"Ya sayang mamah janji akan secepatnya mengeluarkan kamu" ucap Nita.
"Ya mah" ucap Zia.
"Neng bawa makanan nya ke dalam" ucap Umi.
"Ya Umi terima kasih" ucap Zia.
Mau tak mau Zia harus masuk ke dalam walau pun dia masih Rindu pada orang tuanya.
Mereka semua pulang karena waktu jenguk sudah Habis.
Selain Zia ada juga tahanan yang lain yang sama seperti Zia doa seorang perempuan.
Namun umur nya lebih muda dari Zia.
Dia melihat Zia saat Zia sedang makan, sejak kemarin mereka tak saling bertegur sapa karena terasa sangat canggung apa lagi perempuan itu tak bicara pada Zia.
"Kau mau" tanya Zia.
Perempuan itu hanya mengangguk kan kepala nya.
"Makan lah bersama dengan ku" ucap Zia.
Mereka makan bersama di dalam sel itu, terlihat kalau perempuan itu sangat lahap memakan masakan Umi.
"Siapa nama mu" tanya Zia.
"Tasya" ucap nya.
"Baik lah Tasya sejak kapan kau ada di sini" tanya Zia.
"Sa minggu lewih" ucap nya menggunakan bahasa Sunda.
"Oh dia tak pandai bicara bahasa Indonesia" gumam Zia.
Walau pun belum belajar tapi Zia selalu mendengar orang orang di pesantren bicara bahasa Sunda jadi Zia tau sedikit sedikit.
"Oh kamu di mana rumah na" tanya Zia.
"Di jalan ** deket bumi na pak RW" ucapnya.
"Oh Abdi mah ti pesantren Al Zakaria" ucap Zia.
"Kenal ka Rosa" tanya nya.
"Rosa? Oh Ning Rosa, aku tau" ucap Zia.
"Jauhan jelema kitu mah embeun" ucapnya.
"Apa maksud mu, embeun tuh apa" tanya Zia tak paham.
"Ck" dia hanya berdecak.
"Mungkin maksudnya ambeien kali ya" gumam Zia.
bersambung
Alhamdulillah terimakasih buat kalian yang masih setia membaca novel Aziya untuk ustadz.
mohon maaf kalau sekarang sering telat up karena akhir akhir ini mak othor sibuk jadi maaf ya..
Terima kasih yang sudah setia menunggu..
jangan lupa mampir ke Novel baru Mak othor yang judul nya "Menjadi Istri Tua di usia Muda".
kisah ini tentang Rahma teman nya Raya kakak iparnya Zia ya..
__ADS_1
jangan lupa mampir ya..