Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 142


__ADS_3

Malam hari nya Zia tertidur dengan cukup pulas bahkan Zia bangun pagi sekali karena akan membantu Umi menghangatkan makanan.


"Umi, semalam ini Abah tak melihat Gus Luthfi berjaga, tapi pas Abah ke kamar dia katanya dia sakit" ucap Abah.


"Sakit apa kita perlu memberikan dia obat" tanya Umi.


"Ya Abah sudah bilang untuk tidak puasa dulu, tapi ya begitulah Gus Luthfi dia sangat keras kepala" ucap Abah.


"Baik lah nanti Umi akan suruh dia untuk minum obat" ucap Umi.


Setelah selesai para santri bangun dan akan sahur bersama.


Terlihat kalau Rena baru saja akan masuk ke ruang makan.


Zia melihat Luthfi yang akan makan juga.


"Ning" sahut Zia.


"Ya kak ada apa" tanya Rena.


"Gus Luthfi sakit kau berikan obat ini pada nya, Abah mengijinkan dia untuk tak puasa tapi dia keras kepala" ucap Zia.


"Aku ke sana" tanya Rena.


"Ya" ucap Zia.


"Tapi kak mana mungkin ada Abah juga di sana" ucap Rena.


"Aku antar" ucap Zia.


"Ya baik lah" ucap Rena.


Mereka berjalan ke arah sana,


"Assalamualaikum" ucap Rena.


"Waalaikum salam" ucap Santri putra.


"Gus aku mau bicara" ucap Rena pada Luthfi.


"Ya ada apa Ning" tanya Luthfi.


"Katanya kau sakit minum obat ini ya, kalau sakit jangan maksa buat puasa tak apa nanti bisa Qadha" ucap Rena.


"Terima kasih obatnya, tapi aku baik baik saja" ucap Luthfi.


"Jangan memaksakan" ucap Rena.


"Ya Ning" ucap Luthfi.


"Baik lah aku permisi selamat makan" ucap Rena.


"Kau juga" ucap Luthfi.


Zia dan Rena hendak kembali, namun Adam mendekat pada Zia.


"Bisa kah kita makan berdua" tanya Adam.


"Cie yang mau berdua terus" ucap Rena.


"Sibuk saja" ucap Adam pada Rena.


"Ish" Rena tersenyum melihat keromantisan kakak nya itu.


"Baik lah ayo" ucap Zia.


Rena menatap pada kerudung Zia yang seperti ada yang bergerak.


"Kak di kerudung mu ada ulat" ucap Rena.


"Aaaaaa" Zia berteriak dan Langsung memeluk Adam di hadapan para santri yang ada di sana.


Adam tersenyum, dia berusaha menjauhkan ulat itu dari kerudung Zia.


"Sudah" ucap Adam yang sudah membuang ulat itu.


"Yakin" tanya Zia.


"Yakin, lepaskan pelukan mu aku malu" ucap Adam.


Zia Langsung melepaskan pelukannya.


"Kenapa ulat itu ada di kerudung aku kenapa gak di kerudung Ning Rena saja" ucap Zia.


Rena tertawa.


"Kak kau tau ulat nya tau kalau nempel di kakak sudah pasti ada Gus Adam yang tolong kalau ulatnya ada di aku pada siapa aku harus meluk" ucap Rena tertawa.


"Kan ada Gus Luthfi" ucap Zia.


"Zia" geram Adam menatap tajam pada istri nya itu.


"Apa, aku tak salah bicara kok, aku bilang kalau ulat nya di kerudung Ning Rena nanti gus Luthfi yang akan buang dia kan keamanan" ucap Zia.


"Sudah ayo kita makan" ucap Adam.


"Ya ayo" ucap Zia.


Rena melihat pada Luthfi, senyuman manis tak henti hentinya Rena pancarkan.


Bahkan Luthfi juga membalas senyuman Rena walau pun hanya dengan senyuman singkat.


Siang hari nya para santri langsung pulang saat sudah selesai pelajaran karena sekarang akan tadarus Al-Qur'an para santri sudah bersiap di Madrasah dengan membawa Al Qur'an masing masing.


"Mana Quran kamu" tanya Adam pada Zia.


"Aku akan ambil dulu" ucap Zia.


Adam lebih dahulu berangkat ke madrasah.


Zia keluar dari kamar nya dengan membawa Al Qur'an.


"Ning ayo ke mesjid" ucap Zia melihat Rena yang sekarang sudah di ambang pintu rumah Umi.


"Aku lagi datang bulan baru saja" ucap Rena.


"Gak puasa dong" tanya Zia.


"Gak" ucap Rena.


"Kau sangat beruntung" ucap Zia.


"Beruntung apa, aku harus meng Qadha nanti" ucap Rena.


"Harus kah" tanya Zia.


"Berdasarkan hadits yang disebutkan dalam Kitab Sahih Muslim juz I halaman 150, hadits nomor 787,

__ADS_1


 Yang Artinya: Dan telah menceritakan kepada kami ‘Abd ibn Humaid, telah mengabarkan kepada kami, ‘Abdurrazzaq, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari ‘Ashim dari Mu'adzah dia berkata: Saya bertanya kepada ‘Aisyah seraya berkata: “Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha' puasa dan tidak mengqadha' shalat?” Maka Aisyah menjawab: “Apakah kamu dari golongan Haruriyah ? “ Aku menjawab: “Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.” Dia menjawab,: “Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat. Begitu lah kira kira" ucap Rena.


"Apa itu haruriyah" tanya Zia.


"Haruriyah adalah sekelompok dari golongan Khawarij yang mewajibkan qadha shalat bagi wanita haid ketika sudah suci" ucap Rena.


"Oh jadi kemarin saat aku tak puasa aku wajib meng qadha" tanya Zia.


"Terserah kakak kalau mau meng Qadha silahkan kalau tidak pun kakak harus membayar fidyah" ucap Rena.


"Oh oke, kenapa kamu juga tak bayar fidyah saja" tanya Zia.


"Kak aku belum bekerja aku gak punya uang jadi dari mana aku mau bayar Fidyah" ucap Rena.


"Oh baik lah aku akan ke mesjid, bantu Umi ya" ucap Zia.


"Ya kak" ucap Rena.


Zia berjalan ke arah Madrasah, Zia baru ingat sesuatu.


"Kayanya aku belum datang bulan" gumam Zia sambil berpikir.


"Ahh mungkin belum, aku langsung saja ke Madrasah" gumam Zia yang melihat kalau para santri sudah mulai tadarus.


Setelah selesai tadarus para santri langsung istirahat karena sebentar lagi akan melaksanakan sholat Ashar hanya menunggu beberapa menit lagi saja.


Zia dan Adam pulang ke rumah Abah.


"Gus bulan ini aku belum datang bulan" ucap Zia.


"Jangan jangan" ucap Adam tersenyum menatap pada Zia.


"Ah gak ah nanti kamu pergi" ucap Zia.


"Pergi ke mana" tanya Adam.


"Ke luar negeri nanti aku hamil sendiri" ucap Zia.


"Zia" ucap Adam yang langsung memeluk istrinya itu.


Tanpa Adam sadar Zia hampir saja meraih bibir Adam, namun dengan cepat Adam memalingkan wajahnya.


"Jangan begitu Zia" ucap Adam.


"Sedikit kok" ucap Zia.


"Nanti ya" ucap Adam.


"Aku mau ful service" ucap Zia.


"Ngaco" ucap Adam mencubit pipi Zia.


Drtt drtt


"Siapa yang telpon gangu saja" ucap Zia.


Adam tersenyum dan Langsung mengangkat telpon itu.


📞📞


"Ya Gus ada apa" tanya Adam.


"Bukber yu" ucap Ilham yang menelpon.


"Di mana" tanya Adam.


"Siapa saja" tanya Adam.


"Aku istriku dan yang lain pokok nya" ucap Ilham.


"Baik lah aku akan datang bersama istri ku" ucap Adam.


"Ya aku harap kau datang" ucap Ilham.


"Baik lah aku sedang sibuk" ucap Adam.


📞📞


"Sibuk apa" tanya Zia.


"Sibuk memandang wajah istri ku yang paling cantik" ucap Adam.


"Gombal" ucap Zia.


"Oh ya Zia kata nya nanti kita bukber" ucap Adam.


"Di mana" tanya Zia.


"Di restoran ada yang baru buka" ucap Adam.


"Oh baik lah" ucap Zia.


Adzan ashar berkumandang saatnya para santri akan melaksanakan Sholat Ashar berjamaah di mesjid.


Para santri melaksanakan nya dengan khusyuk karena di malam terakhir sekarang ada malam yang sangat istimewa.


Setelah sholat para santri membaca kan sholawat hingga suara sholawat terdengar sampai ke luar mesjid.


"Assalamualaikum wr wb" ucap Abah.


"Waalaikum salam wr wb" serempak para santri.


"Sekarang kita sudah masuk ke hari 21, semoga amal ibadah kita di terima di sisi Alloh dan yang paling penting ingat kalian harus perbanyak sholat Taubat ya, kita gak akan tau Umur kita sampai kapan,


Dan ingat juga ada dosa yang sangat besar dari Zi na, yaitu Ghibah ingat ya jaga mulut kita jangan sampai membicarakan orang lain.


Ada hadits riwayat at thabrani.


Yang artinya: "ghibah itu lebih berat dari Zi na, ada seorang sahabat yang bertanya pada Rasulallah 'bagai mana bisa ya Rasulullah Ghibah lebih berat dari Zi na' Rasulallah Saw pun menjelaskan.


'seorang laki laki yang berzi na lalu bertaubat maka Alloh bisa langsung menerima taubat nya, namun pelaku Ghibah tak akan di ampuni sampai di ampuni oleh orang yang di ghibahi nya'.


Jadi Abah harap jaga lisan kalian ya karena sebuah lisan jika kita pergunakan dengan baik maka akan baik juga tapi kalau di pergunakan dengan semena mena maka akan sangat tajam setajam pisau yang akan melukai seseorang, penting nya kita mempergunakan lidah dengan bijak" ucap Abah.


Rasulallah Saw bersabda


"Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (Hadist Riwayat. al-Bukhari)" ucap Abah.


"Alloh SWT berfirman, dalam Quran surat an-Nisa ayat 114


 yang artinya "Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kami akan memberinya pahala yang besar." Ucap Abah lagi.


"Jadi paham ya Penting nya menjaga ucapan, terkadang lidah itu bisa saja melukai seseorang dan bisa juga membahagiakan seseorang" ucap Abah.


Para santri mengangguk angguk kan kepalanya.


"Baik lah ada waktu satu setengah jam sebelum berbuka kalau kalian mau jajan silahkan dan ingat jangan pulang kemalaman, dan seperti biasa akan ada santri senior yang akan menjaga kalian" ucap Abah.

__ADS_1


"Siap Abah" serempak.


Saat ini Zia dan Adam sudah bersiap untuk melaksanakan sholat Maghrib di rumah karena sekarang mereka akan ikut bukber bersama.


Setelah selesai sholat Adam menyodorkan tangan nya pada Zia dan Zia mencium tangan Adam dengan takzim.


Adam mencium kepala Zia yang di balut oleh mukenah.


Namun Zia suka iseng dia mendekat pada Adam dia langsung mendaratkan kecupan di pipi Adam.


"Astaghfirullah Zia" ucap Adam.


"Apa" tanya Zia.


"Sudah lah ayo kita bersiap" ucap Adam.


"Aku pakai baju yang mana" tanya Zia.


Adam berdiri dan akan memilih kan pakaian untuk Zia pakai sekarang.


"Yang ini bagus" ucap Adam menunjuk pada gamis hitam dengan Khimar panjang yang panjang hingga bisa menutup sampai Perut.


"Baik lah" ucap Zia yang langsung melepaskan pakaian nya di hadapan Adam dan langsung memakai gamis yang adam pilihkan.


"Astaghfirullah Zia kau bar bar sekali" ucap Adam.


"Bar bar depan suami kan ga papa" ucap Zia.


"Ya" ucap Adam yang langsung memilih pakaian untuk nya.


Zia memunggungi Adam dengan punggung putih yang terbuka karena Zia tak bisa mengancing kan nya sendiri.


"Astaghfirullah apa lagi" tanya Adam terkejut melihat punggung mulus Zia terpampang di hadapan nya.


"Tolong pasangkan kancing nya" ucap Zia.


"Huhh aku pikir apa" gumam Adam.


"Lama lama aku tak bisa mengendalikan naf su ku kalau selalu bersama dengan Zia" batin Adam.


"Kau seperti ketakutan" tanya Zia.


"Aku takut hilang kendali dan tanpa sadar aku menyentuh mu" ucap Adam.


"Aku kan istri mu" ucap Zia.


"Aku tak mau mandi lagi" ucap Adam.


"Aku mandiin" ucap Zia.


"Zia jangan Begitu kita akan terlambat" ucap Adam.


"Baik lah aku akan pilih kan baju untuk mu" ucap Zia.


"Baik lah tuan putri pilihkan untukku" ucap Adam.


Zia memilih pakaian warna hitam supaya bisa couple dengan Zia.


"Terima kasih sayang" ucap Adam.


Zia merias wajah nya dengan make up natural.


"Jangan terlalu menor aku tak mau kau jadi tatapan mata orang orang" ucap Adam.


"Ya" ucap Zia.


Mereka berangkat ke restoran yang akan mereka datangi dan benar saja di sana sudah ada teman teman Adam saat SD.


"Assalamualaikum" ucap adam.


"Waalaikum salam" serempak.


"Lama nunggu" tanya Adam.


"Lumayan" ucap teman Adam yang laki laki.


"Oh" ucap Adam.


"Adam siapa dia, gak mau di kenalin" tanya teman Adam yang laki laki yang sudah Adam hapal kalau mereka belum menikah.


"Nama nya Aziya dia istri aku" ucap Adam.


"Cantik ya salam kenal" ucap nya.


"Ya" ucap Zia tersenyum.


Orang orang berdatangan bahkan Ilham dan istri nya pun juga sudah datang.


"Oh ya Gus Adam apa istri kamu sudah hamil" tanya teman Adam wanita yang sudah membawa anak.


"Oh belum" ucap Adam.


"Ya aku doa kan semoga segera hamil" ucapnya.


"Amin ya Alloh ya rabbal Al-Amin" ucap Adam dan Zia.


"Oh ya Zia kamu beruntung karena mendapat kan Adam, semasa SD Adam tak pernah bicara pada wanita bahkan untuk bercanda pun rasanya Adam sangat berat" ucap teman wanita.


"Oh ya" tanya Zia.


"Ya hanya satu wanita yang mampu membuat Adam tersenyum" ucapnya.


"Siapa" tanya Zia.


"Marwah" ucapnya.


"Oh ya bagaimana kabar Marwah sekarang" tanya wanita yang lain.


"Dia di luar negeri" ucap yang lain.


"Katanya dia mau sama Adam" ucap yang lain.


"Ya gak jadi" ucap Adam.


"Kenapa padahal Marwah alim loh sama kaya kamu" ucap yang lain.


"Bukan jodoh saja, aku jodoh nya sama Zia" ucap Adam.


Zia tersenyum menatap pada Adam.


"Syukur lah Gus Adam mau membela ku" batin Zia.


Mereka makan bersama sampai selesai hari ini mereka pulang Larut malam karena mengobrol banyak.


Hingga malam nya Adam dan Zia pulang memakai motor Adam.


Sesampainya di pesantren Adam dan Zia Langsung melaksanakan Sholat Isya dan tarawih bersama di kamar.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2