
"jangan lakukan hal itu" ucapnya.
Abah menatap pada pemilik tangan yang sudah menghentikan nya itu.
ternyata yang menghentikan Abah adalah Abimana.
"aku akan bertanggung jawab" ucapnya lagi dengan menatap pada Abah.
"kalau begitu panggil orang tua mu untuk datang" ucap Abah.
ada rasa tak rela di diri Luthfi apa lagi sekarang posisinya sangat rumit dia tak mungkin langsung bilang kalau dia ingin menikahi Rena itu tak masuk akal bahkan Abah juga menganggap nya hanya rasa empati Luthfi.
"ya Alloh berikan aku jalan untuk menghentikan ini semua" batin Luthfi berdoa dengan sungguh sungguh.
Abimana mengutak atik ponselnya dia menghubungi orang tuanya.
"Ning aku tak sangka kau menjadi begini" ucap Adam.
"Gus aku tak melakukan apa apa" ucap Rena.
"Lalu mau apa kau ke belakang" tanya Adam.
Rena menatap pada Luthfi yang sekarang hanya melihat Rena dengan tatapan menyesal.
lama mereka menunggu hingga orang tua Abimana datang ke sana mereka kaget saat mendengar kalau Abimana melakukan hal yang memalukan pada putri Abah Zakaria pemilik pesantren itu.
"Abimana" geram Puput ibunya Abimana.
"mah lamarkan wanita itu untuk ku" ucap Abimana.
"abah aku minta maaf, aku mohon maaf atas kesalahan Abimana aku terlalu sibuk memikirkan kehidupan kami hingga aku lupa pada anak aku sendiri" ucap Puput.
"tak apa saya mau mereka kita nikahkan" ucap Abah.
"baik lah Abah saya akan siapkan acaranya" ucap Puput.
Rena menatap pada orang orang itu, mata Rena berkaca kaca Rena menjatuhkan pandangan nya pada Luthfi meminta dia untuk melepaskan Rena dari masalah ini karena Luthfi lah yang mengajak Rena untuk datang ke sana.
"Abah maaf kan putra saya" ucap Arka papahnya Abimana.
Puput memeluk Rena.
"maafkan Abimana Ning, maafkan dia aku mohon maafkan dia" ucap Puput.
mata Rena tak henti hentinya menatap pada Luthfi, namun Luthfi pun tak bisa melakukan apa apa sekarang karena sudah pasti Abah tak akan mengijinkan dia menikah dengan Rena apa lagi keluarga Abimana juga sudah setuju.
"baik lah kita lakukan kan pernikahan nya besok" ucap Abah.
semua orang terkejut.
"Abah bahkan aku juga belum tamat sekolah" ucap Rena membela diri.
"lalu apa aku akan membiarkan aib ini tersebar luas Ning, kau tak tau betapa malu nya aku nanti saat orang orang tau kalau anak yang aku asuh sejak kecil menjadi seorang pela cur di usianya yang masih remaja" ucap Abah dengan menekankan perkataan nya.
"Abah biarkan Ning Rena sekolah dahulu" ucap Umi.
"kita lihat saja nanti" ucap Abah.
Rena hanya bisa menangis sesenggukan saja dia tak sanggup melihat kenyataan hidup nya yang menyakitkan ini.
Luthfi merasa sangat bersalah pada Rena, bahkan air mata Luthfi saja sudah berjatuhan membasahi pipinya.
Cengeng? Hanya itu yang akan orang lain pikirkan pada sikap Luthfi.
Tapi benar baru kali ini Luthfi sampai menangisi kehidupan nya apa lagi ini menyangkut tentang wanita.
"Zia, Aunty akan pulang aku akan persiapan kan pernikahan nya besok" ucap Puput pada Zia.
"Ya aunty" ucap Zia.
"Abah maafkan Abimana sekali lagi maaf kan dia aku akan pulang dan persiapkan itu semua" ucap Puput.
"Ya" ucap Abah.
Puput pulang dengan membawa Abimana pula juga.
Saat ini Abah hanya menatap datar saja dia tak menyangka kalau putri yang dia jaga diperlakukan seperti itu oleh orang lain.
"Aku akan hubungi Sofi" ucap Abah yang langsung pergi dari sana.
"Aku akan mengajar lagi" ucap Adam yang sekarang sangat kecewa pada Rena.
Zia duduk di kursi sebelah Rena.
"Ning ada apa cerita lah pada ku" ucap Zia.
"Kak aku tak melakukan apa apa" ucap Rena yang langsung menangis sesenggukan.
Zia memeluk Rena dengan sangat erat.
"Sabar ya coba cerita kan pada ku" ucap Zia.
"Kak tapi Gus Luthfi mengajak aku ketemu di belakang pesantren aku datang ke sana tapi saat aku ke sana aku tak melihat Gus Luthfi, aku malah melihat Kak Abimana, tanpa aku bayangkan dia langsung merobek baju ku, dia juga memeluk aku kak, tapi sumpah aku tak melakukan apa apa" ucap Rena.
"Ning maafkan Abimana ya" ucap Zia.
"Kak aku bagai mana sekarang" tanya Rena.
"Kamu tenang ya, aku akan bicara pada Gus Luthfi untuk mempertanggung jawabkan ini semua" ucap Zia.
"Tapi bagaimana" tanya Rena.
"Aku tak terima adik aku di perlakukan seperti ini" ucap Zia.
"Sudah lah kak tak apa aku akan coba untuk menerima kenyataan ini" ucap Rena.
"Tapi Ning" ucap Zia.
"Kak aku harus apa ucapan Abah tak akan ada yang bisa membatalkan nya" ucap Rena.
"Kau masih sekolah, kalau kau menikah bagaimana sekolah mu" ucap Zia.
"Hughh Insha Alloh aku ikhlas menerima ini semua" ucap Rena dengan menarik nafas berat.
Sedangkan di sisi lain Luthfi merasa sangat hancur dia tak mungkin bisa melihat wanita yang dia inginkan menikah dengan orang lain.
Luthfi membuka kita emas kecil yang sengaja dia beli di kota hanya untuk Rena.
Rencana nya Luthfi akan melamar Rena.
"Ya Alloh apa sangat susah, untuk kau mempersatukan aku dan Ning Rena" gumam Luthfi.
Malam hari nya, Zia menangisi Rena bahkan dia juga sejak tadi tak makan karena menangis di kamar menangisi Rena.
"Zia sudah" ucap Adam.
"Gus, bagai mana nasib Ning Rena nantinya" ucap Zia.
"Sudah kita pasrah kan saja pada Alloh" ucap Adam.
Zia langsung memeluk Adam dengan sangat erat.
"Sudah" ucap Adam.
"Tak bisa kah kau membebaskan Ning Rena" tanya Zia.
"Bagai mana caranya" tanya Adam.
"Aku kasihan melihat Ning Rena" ucap Zia.
Sedang kan malam ini Rena sangat tak bisa tidur dia terus saja menangis mengingat hal itu.
Rena mengambil kain di lemari nya.
Rena memakai kan nya untuk menutupi tubuh nya.
Rena berjalan ke arah kamar santri putra dia melangkah dengan pasti, seakan Rena tak takut dengan peraturan Abah yang melarang santri Putri Untuk masuk ke dalam sana.
Rena membuka gerbang dengan satu tangan nya padahal kalau hari hari biasa gerbang itu sangat macet dan susah di buka.
Rena berjalan ke arah kamar Luthfi, saat ini Luthfi sedang berdoa dia meminta Rena untuk nya padahal hal itu cukup mustahil bagi Luthfi karena Rena akan menikah.
Luthfi menengadah kan tangan nya.
"Ya Alloh tolong" gumam Luthfi.
Brakk
Pintu kamar Luthfi terbuka, dengan terkejut Luthfi melihat ke arah pintu dia terkejut saat melihat seorang wanita dengan kain yang menutupi seluruh tubuhnya.
Rena langsung melepaskan kain itu.
"Ning Rena" tanya Luthfi.
Rena mendekat pada Luthfi yang sekarang tengah melipat sajadah nya.
"Selamat atas kemenangan mu Gus" ucap Rena yang langsung menutup pintu nya.
"Apa maksudmu" tanya Luthfi.
Rena mendekat pada Luthfi.
"Aku kalah, aku sudah menyerah, apa pun yang akan terjadi nanti nya aku akan terima dengan ikhlas, dan ini semua karena salah mu" ucap Rena tersenyum melihat Luthfi.
"Ning maafkan aku" ucap Luthfi.
"Apa maaf mu bisa merubah kehidupan ku" tanya Rena.
Luthfi tersentak kaget mendengar hal itu.
"Ning ayo keluar lah kita bicara kan ini di luar, aku tak mau orang lain melihat kita yang bukan bukan" ucap Luthfi.
"Kenapa? Apa kau takut, aku sudah di cap seorang pela cur Gus lalu kenapa aku tak menghabiskan malam ini dengan mu bukan nya kau ingin bersama dengan ku" ucap Rena.
__ADS_1
"Ning sadar Ning kau akan menikah" ucap Luthfi.
"Ya aku akan menikah karena itu aku datang kemari" ucap Rena.
"Ning aku tak bermaksud membuat hidup mu jadi seperti itu, kedatangan Abimana ke sana bukan karena kehendak aku, bahkan aku gak tau kalau Abimana ada di sana" ucap Luthfi.
"Oh ya lalu Abah, kau sengaja bukan aku sadar kau datang ke sini dengan terlambat karena kau bersama pacar mu kan di kota, lalu kau datang bersama dengan Abah dan menjebak aku, selamat Gus kau menang" ucap Rena.
"Ning bahkan tak ada pemikiran aku ke sana" ucap Luthfi.
"Oh masih tak ngaku juga" ucap Rena.
"Ning sumpah aku terlambat karena aku ada pekerjaan, dan sekarang aku datang aku membawakan ini untuk mu" ucap Luthfi memperlihatkan kalung emas.
"Alasan, hidup aku sekarang hancur Gus dan itu semua karena dirimu, aku benci kau Gus" ucap Rena sambil meneteskan air mata nya.
"Bukan kah ini kemauan kamu Ning, kau mau kisah cinta mu seperti Layla Majnun kan dan kau mendapatkan nya" ucap Luthfi.
"Aku hanya suka pada kisahnya bukan ingin hidup ku seperti dia" ucap Rena marah.
"Kau menikah lah mungkin ini jalan satu satunya, kau tenang saja aku akan menjadi Qais yang hanya setia pada Layla dan bahkan tergil a gil a padanya" ucap Luthfi.
"Baik lah berarti aku menang dan kau kalah" ucap Rena.
Rena semakin mendekat pada Luthfi, dia meraih tangan Luthfi.
"Karena kau kalah maka kau harus di hukum dan hukuman nya adalah Sentuh aku, nodai aku Gus" ucap Rena.
"Hah kau bilang apa Ning" ucap Luthfi terkejut mendengar hal itu.
"Aku ingin menghabiskan malam ini bersama dengan mu" ucap Rena.
"Gak aku gak mau menyentuh wanita yang bukan makhrom ku" ucap Luthfi.
"CK kau muna fik Gus, dulu kau menyentuh ku bahkan kau menggendong aku saat aku pingsan, kau memegang bahu ku bahkan kau juga berpa caran dengan ku" geram Rena marah namun dengan air mata yang berjatuhan.
"Ning tolong jangan mendekat, aku juga laki laki aku juga punya na fsu" ucap Luthfi karena sekarang Rena sudah berada tepat di hadapan nya.
"Sentuh saja aku noda i saja aku mudah kan" ucap Rena.
"Sadar Ning" ucap Luthfi.
Rena langsung memeluk Luthfi dengan sangat erat, dia menangis di pelukan Luthfi seolah Rena merasakan Luthfi adalah tempat dia untuk mengadu.
"Sentuh aku Gus aku ingin menghabiskan malam ini bersama dengan mu" ucap Rena di sela sela tangis nya.
(Jangan Ning, kalau gak kamu akan menyesal, kau menikah saja dengan Abimana biarkan Gus Luthfi bersama dengan Mak othor, hehe)..
Keesokan harinya di pesantren sedang ribut dengan berita Ning Rena akan menikah para santri libur sekolah karena akan ada acara.
Semua persiapan di tanggung oleh pihak Abimana, Abah hanya menyiapkan tempat dan makanan saja.
Para santri langsung menyiapkan tempat untuk pernikahan mendadak itu.
Sejak pagi tadi Gus Luthfi tak terlihat rupanya dia terus saja berdoa dari semalaman, dia meminta pada Rabb nya supaya memberikan Rena dengan cara apa pun.
Walau pun terkesan memaksa tapi Luthfi tetap melakukan nya.
Sofi datang ke sana dia terkejut mendapat kabar kalau Rena akan menikah.
Dia turun dari mobil dan Langsung menuju rumah Abah untuk melihat Rena.
"Rena" ucap Sofi yang langsung memeluk Putri nya itu.
"Mah" ucap Rena.
"Kenapa bisa begini nak kau masih sekolah" ucap Sofi.
"Ikutlah denganku" ucap Abah pada Sofi.
Dengan terpaksa Sofi ikut pada Abah karena saat ini Abah akan menceritakan masalah nya pada Sofi.
"Kak" ucap Rena pada Zia.
"Kau tenang ya" ucap Zia, yang selalu menemani Rena bahkan sekarang Rena sedang di rias pun Zia tetap menunggu Rena.
"Aku gak mau" ucap Rena.
"Jangan nangis" ucap Zia.
"Jangan nangis neng, nanti riasan nya rusak" ucap Pihak Mua yang merias Rena.
"Sudah jangan nangis" ucap Zia.
Zia merasa sangat geram bicara pada Adam pun tak ada gunanya.
Zia hendak pergi dari sana karena ingin melihat Gus Luthfi dan meminta bantuan padanya.
"Kak mau kemana" tanya Rena.
"Sebentar ya aku akan ke dapur dulu" ucap Zia.
Zia langsung pergi dari sana menuju ke kamar Luthfi.
Zia sangat marah sekarang bahkan di masalah seperti ini tak ada orang yang mau membantu Rena.
Zia menuju ke kamar Luthfi.
Brughh
Brughh
"Gus buka Gus" ucap Zia sambil menggedor pintu kamar Luthfi.
Pintu itu terbuka dengan sendirinya karena Luthfi tak mengunci nya.
"Gus sedang apa kau, lihat Ning Rena dia menderita Gus, apa kau tak berpikir bagaimana dia sekarang" tanya Zia.
"Aku sudah minta pada Rabb ku Zia biarkan dia yang menentukan" ucap Luthfi.
"Kau pecundang kau bo doh, kau tau Rena sangat ingin dirimu tak bisa kah kau datang ke sana dan menenangkan Dia" tanya Zia dengan air mata yang menetes di pipi nya.
"Pulang lah Zia bilang padanya, aku sayang padanya" ucap Luthfi.
"Kau memang pecundang Gus, Ning Rena sangat mengharap kan mu" ucap Zia.
"Aku hanya menunggu kapan Doa ku terkabul" ucap Luthfi.
"Setidaknya datang lah ke sana" ucap Zia.
"Baik lah aku akan datang" ucap Luthfi.
"Aku tunggu kau" ucap Zia.
Zia pergi dari sana lebih dahulu.
Sedangkan Luthfi dia sungguh hancur hati nya seolah remuk, belahan jiwa nya sudah hancur.
Apa bisa kah dia melihat orang yang dia cintai menikah dengan orang lain?
Apa bisa kah air mata nya tak jatuh saat melihat hal itu?
Bahkan mengingatnya pun Luthfi sudah menangis.
"Memang pada dasarnya aku tak akan pernah punya kasih sayang yang nyata" gumam Luthfi.
Luthfi datang ke sana dia langsung masuk ke rumah Abah, Luthfi melihat Rena yang sekarang tengah duduk di kursi ruang tamu.
"Kau sangat cantik" ucap Luthfi.
Adam keluar dari kamar nya dia mendengar ucapan Gus Luthfi.
"Gus" ucap Adam.
"Ya Gus" ucap Luthfi.
"Sabar ya" ucap Adam.
"Tak apa mungkin bukan takdir nya" ucap Luthfi.
"Baik lah aku akan keluar, kalau kau mau bicara aku persilahkan" ucap Adam.
"Terima kasih" ucap Luthfi.
Luthfi langsung duduk di kursi bersebrangan dengan Rena.
"Selamat" hanya itu kata yang keluar dari mulut Luthfi.
"Terima kasih" ucap Rena.
"Maaf aku berdoa tak baik untuk mu" ucap Luthfi.
"Berdoa apa" tanya Rena.
"Aku meminta kau, aku meminta kau pisah dengan Abimana, bo doh sekali aku bukan aku tak berpikir kedepannya, tapi ning yang jelas aku akan menjadi Qais nya Layla aku akan menunggu mu, walaupun aku tak yakin akan hal itu" ucap Luthfi.
"Aku harap kau melupakan kejadian semalam" ucap Rena.
"Tak apa" ucap Luthfi.
"Aku akan membenci mu Gus" ucap Rena.
"Ya aku sadar diri" ucap Luthfi.
Suara mobil terdengar di halaman rumah Abah.
"Baik lah aku permisi lagi pula calon mu sudah datang" ucap Luthfi.
"Aku akan selalu membenci mu Gus" gumam Rena.
Hingga pernikahan itu selesai Rena hanya menangis saja, bahkan hal itu mengundang tanya para santri dan warga di sana.
Sedangkan Luthfi dia tak kuat melihat itu dia langsung pergi dari sana dan menangis di belakang pesantren.
__ADS_1
Hingga selesai para santri bubar bahkan para warga juga ada yang sudah pulang.
Bahkan keluarga Puput juga sudah pulang karena hari juga sudah malam.
Rena hanya diam saja sedang kan Zia tetap berada di samping Rena.
"Abi aku harap kau bisa menjaga ning Rena" ucap Zia.
"Aku akan jaga dia" ucap Abimana.
"Sekali saja kau menyakiti Ning Rena maka aku tak akan segan segan untuk membu nuh mu" ucap Zia.
"ya kak" ucap Abimana.
Hari ini Abah menyiapkan kamar pribadi untuk Rena dan Abimana, walau begitu Abah tetap merestui hubungan mereka karena mau bagaimana pun ini juga sudah terjadi.
"Kamar nya sudah siap" ucap Abah.
"Oh ya Abah, rencana nya aku akan membawa Rena ke kota di sana aku punya rumah" ucap Abimana.
"Ya terserah kau saja" ucap Abah.
"Ya Abah aku hanya ingin hidup mandiri" ucap Abimana.
"Rena sekarang sudah menjadi istri mu jadi kamu bebas untuk membawa nya kemanapun" ucap Abah.
"Ya Abah terima kasih" ucap Abimana.
Rena dan Abimana pulang ke kamarnya yang sudah di persiapkan oleh Abah.
Zia hanya menatap pada mereka dengan tatapan sedih.
"Ayo tidur" ucap Adam.
"Gus tapi Ning Rena" ucap Zia yang langsung menangis memeluk Adam.
"Sudah ini sudah menjadi jalan Ning Rena kamu harus kuat Zia" ucap Adam.
"Tapi Gus aku tau kalau Ning Rena tak suka pada Abimana" ucap Zia.
"Ya aku juga tau" ucap Adam.
"Kenapa kau tak membebaskan nya Gus" tanya Zia.
"Bagai mana cara nya" tanya Adam.
Zia hanya menangis saja di pelukan Adam hingga lama kelamaan Zia mulai mengantuk dia tertidur juga di perlukan Adam.
Adam mengangkat Zia untuk masuk ke dalam kamar karena sekarang Zia ada di ruang tamu.
"Kamu sedih karena Ning Rena seperti ini maka aku juga lebih sedih Zia" ucap Adam bersedih.
Pagi harinya benar saja Rena sudah berkemas, banyak teman Rena yang datang ke sana karena perihatin pada kondisi Rena yang saat ini sangat terluka secara mental.
Zia selalu ada di sisinya, mata Zia sembab karena semalaman dia menangis.
"Ning jaga diri ya" ucap Zia memeluk adiknya itu.
"Ya kak" ucap Rena.
"Abi jaga Ning Rena jangan sakiti dia kalau kau mau menyakiti nya lebih baik kau pulang kan saja dia pada ku" ucap zia marah.
"Ya kak" ucap Abimana.
"Baik lah kak aku harus segera pergi" ucap Rena.
"Ya jaga diri" ucap Zia.
Teman Rena menangisi kepergian Rena.
"Oh Ayo lah jangan menangis aku akan pulang lagi nanti" ucap Rena.
"Hati hati Ning" ucap yang lain.
Apa lagi Gita yang menjadi temannya Rena dia sangat sedih atas kepergian Rena yang mendadak itu.
"Ayo" ucap Abimana pada Rena.
Mereka naik ke dalam mobil, sedang kan di sisi lain Luthfi menatap Rena yang sekarang pergi dia menangis karena tak sanggup melihat hal itu.
Bahkan untuk membayangkan kenyataan ini pun Luthfi sangat lah lemah.
"Ya Alloh tolong Kabul kan doa ku" gumam Luthfi.
Dalam kitab Imam Turmudzi, dalam riwayat dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Berdoalah kalian kepada Allah seraya merasa yakin akan diperkenankan, dan ketahuilah oleh kalian bahwa Allah SWT tidak akan memperkenankan doa dari hati yang lalai dan tidak hadir."
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seluruh hati adalah wadah. Sebagiannya ada yang lebih memuat sebagian yang lainnya. Jika kalian meminta kepada Allah SWT, mintalah kepada-Nya sembari kalian merasa yakin akan diperkenankan. Karena sungguh Allah tidak akan memperkenankan hamba yang berdoa kepada-Nya dengan hati yang lalai" (hadis ini hasan).
Imam Nawawi memaparkan, tujuan doa adalah menghadirkan hati dengan sepenuhnya. Ada banyak dalil yang menjelaskan tentang hal tersebut. Dalam banyak hadis itu, pengetahuan tentang doa sepenuh hati cukup jelas.
"Tetapi, kami mengambil berkah dengan menyebutkan salah satu hadis (hadis di atas yang diriwayatkan dari Abu Hurairah) mengenai hal itu," demikian penjelasan Imam Nawawi.
Di pesantren Zia merasakan kesepian tak ada Rena padahal para santri banyak tapi tak ada yang sama seperti Rena.
Sedangkan di kamar salah satu guru.
"Hahahaha aku tak sangka ternyata niat aku menghancurkan hubungan Gus Luthfi dan Ning Rena ternyata berhasil juga, hhahah ternyata aku gak perlu mengotori tangan ku sendiri untuk hal ini" ucap Rosa tertawa bahagia mentertawakan hidup Rena yang sekarang ada di tangan laki laki lain.
"Sekarang aku tinggal memisahkan hubungan Gus Adam dan Zia, aku sadar kalau aku salah kemarin Gus Adam sangat lah baik dia cepat memaafkan Zia tapi aku pasti kan sekarang aku akan buat Zia yang marah karena aku tau Zia itu keras kepala dia tak mungkin memaafkan Adam dengan mudah" ucap Rosa lagi.
Di kamar Zia tengah menatap pada suami nya yang sejak tadi mencari sesuatu.
"Cari apa" tanya Zia.
"Cari senyuman kamu dari kemarin hilang entah kemana" ucap Adam.
"Gus" ucap Zia.
"Senyum dong aku gak mau kamu sedih begini Zia aku kesepian kalau kau begini" ucap Adam.
"Tapi Gus bagai mana Ning Rena" ucap Zia.
"Aku yakin dia bahagia" ucap Adam.
"Amin" ucap Zia.
(Untuk kelanjutan Rena dan Luthfi mak othor akan buat novel Rena pisah ya, jangan lupa mampir nanti keluar saat novel ini tamat).
"Gus kalau kau pergi aku sendiri dong" ucap Zia.
"Gak kamu gak akan sendiri ada umi kan" ucap Adam.
"Tapi Gus tetap saja tak ada Ning Rena tak rame" ucap Zia.
"Zia sudah lah lupakan Ning Rena dia sudah punya kehidupan sendiri" ucap Adam.
Adzan Dzuhur berkumandang Adam langsung mengajak Zia untuk sholat berjamaah di kamarnya karena Adam tau situasi mood Zia cukup berantakan Sekarang.
"Assalamualaikum......" Ucap Adam sambil melihat ke arah kanan kemudian ke arah kiri sebagai penutup Sholat Dzuhur nya.
Zia mengikuti Adam karena Zia menjadi makmum.
"Ya Alloh tolong bahagia kan Ning Rena" hanya itu doa yang Zia panjat kan.
"Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar" doa penutup yang Adam panjat kan setelah berdoa.
Zia mengalami tangan Adam.
"Maafkan aku karena Gus" ucap Zia.
"Tak apa aku maafkan" ucap Adam.
"Gus bisa kah temani aku tidur" tanya Zia.
"Baik lah ayo" ucap Adam.
Setelah lama akhirnya Zia tertidur juga, Adam keluar dari kamar dia berjalan menuju ke arah kamar Luthfi karena Adam akan mengambil buku yang waktu itu sempat Luthfi pinjam.
"Gus" sahut Adam yang langsung membuka kan pintu kamar Luthfi.
Terlihat kalau Luthfi tengah berdoa.
(Ya ampun Gus Luthfi nya lagi patah hati, tenang Gus Mak othor akan buat kamu bahagia kok nantinya tapi sabar ya).
"Gus" ucap Adam yang melihat Luthfi mengakhiri doa nya.
"Ya ada apa" tanya Luthfi.
"Kau sedang berdoa" tanya Adam.
"Ya" ucap Luthfi.
"Aku mau ambil buku" ucap Adam.
"Oh baik lah" ucap Luthfi.
"Gus maafkan aku" ucap Adam.
"Apa" tanya Luthfi.
"Maaf karena aku tak pernah merestui hubungan kalian, tapi sekarang aku paham kalau kau paling baik untuk Rena tapi sayang aku terlambat mengakui nya" ucap Adam.
"Tak apa sudah berlalu juga" ucap Luthfi.
"ya aku minta maaf Gus" ucap Adam.
Luthfi menyerah kan bukunya pada Adam.
"aku doa kan semoga kau bahagia" ucap Adam.
"amin".
__ADS_1
bersambung
versi panjang nih mna like dan hadiah nya dong, canda..