
Adam terpaksa pulang karena dia tak mungkin menunggu Zia apa lagi Adam juga banyak pekerjaan, dia harus mempaking barang yang akan dia bawa ke London.
Rasanya Adam sangat malas untuk berangkat kalau Zia masih marah padanya apa lagi Adam ingin menjelaskan semua nya.
Bahkan untuk bicara kalau Adam akan pergi pun Zia tak perduli padanya.
"Zia apa semarah ini kamu padaku hingga membuat aku tak berharga lagi di mata mu" batin Adam.
Sedangkan Zia saat ini dia tengah menangis dia tak tega melakukan itu pada Adam namun Zia juga seorang wanita dia tak akan rela melihat suami nya berpelukan dengan orang lain.
Walau pun Zia melihat penyebab mereka berpelukan tapi tetap saja rasanya sangat menyakitkan.
"Astaghfirullah Zia kenapa kau menjadi baperan begini, biasa saja bukan nya Gus Adam itu tampan jadi wajar kalau banyak yang suka padanya, tapi ya Alloh aku gak sekuat itu" ucap Zia bermonolog sendiri sambil menangis.
Zia memegang perut nya yang terasa sangat kram dan kesakitan.
"Astaghfirullah kenapa perut ini sakit" gumam Zia yang ingat kalau dia belum makan dari pagi karena orang tua nya sangat bersemangat untuk menjemput Puput aunty nya Zia jadi Nita dan Topan pergi meninggalkan Zia.
Zia memakan nasi yang ada di sana, Zia menghabiskan nya namun perut nya masih sakit.
"Apa jangan jangan aku hamil, sudah dua bulan aku gak datang bulan apa mungkin ini beneran" gumam Zia sambil berjalan ke arah wastafel untuk mencuci piring bekas nya makan.
Zia kembali merebahkan diri di ranjang karena akhir akhir ini Zia merasa gampang lelah apa lagi sekarang jika mencium bau yang menyengat Zia langsung muntah.
Sudah beberapa Minggu, saat masih bersama dengan Adam pun Zia merasa mood nya yang sering berubah bahkan kalau sekarang masih ceria dua menit kemudian bisa jadi gampang marah, bisa juga sangat gampang sedih.
Adam masuk ke dalam kamar nya dia langsung mempaking barang barang nya semua pakaian yang dia akan bawa dengan lemas Adam melipat nya.
Apa lagi hari ini Adam harus mempersiapkan pelajaran untuk para santri Bahkan Adam juga harus membuat soal dan jawaban nya untuk para santri ulangan.
"Ya Alloh" keluh Adam.
Di luar ada tamu yang datang, Rena yang ada di ruang tamu pun langsung membuka kan pintu rumahnya itu.
Wajah Rena berubah saat melihat Luthfi yang datang ke sana.
"Apa Gus Adam ada" tanya Luthfi.
"Ada" ucap Rena ketus.
__ADS_1
"Ini ada titipan dari kang kurir katanya buat Adam Al Zakaria" ucap Luthfi.
"Terima kasih" ucap Rena yang langsung menutup pintu nya dengan sengaja padahal di luar masih ada Luthfi.
(Jangan gitu Ning nanti jodoh loh)
Rena langsung masuk ke kamar Adam.
"Gus ada surat cinta dari kang kurir" ucap Rena yang langsung memberikan nya pada Adam.
"Terima kasih" ucap Adam.
"Sama sama" ucap Rena yang langsung pergi dari sana.
Adam membuka nya dan betapa kecewanya Adam saat melihat kalau surat itu adalah surat dari pengadilan.
Adam merasa sangat lemah menghadapi Zia apa lagi Zia ngotot ingin berpisah.
"Ya Alloh tak bisa kah aku dan Zia kembali lagi" gumam Adam.
Tak beda jauh dengan Adam saat ini di dalam kamar Zia tengah menangis karena mendapatkan amplop dari pengadilan agama, dia sangat tak mau pisah apa lagi Adam adalah kehidupan nya.
Lanjut..
Adam menyeka air matanya dia tak akan bisa bicara lagi sekarang apa lagi Zia sangat keras kepala.
Adam keluar dari kamar nya dia melihat abah yang ada di sana bahkan dia sekarang akan meminta saran pada Abah.
"Bagai mana ini" tanya Adam menyodorkan amplop itu pada Abah.
"Gus bicara kan lah yang benar, bicara lah dari hati ke hati" ucap Abah.
"Zia tak mau bertemu dengan ku" ucap Adam.
"Dam kau tau seorang wanita kalau dia cemburu, saat itu kau sedang mendenati hati dan perasaan nya bukan akalnya, kamu mundur lah, minta maaf dan dengarkan keluh kesah nya" ucap Abah.
"Tapi Abah, Zia tak mau mendengarkan aku" ucap Adam.
"Adam wanita cemburu itu memang wajar, kau tau saat itu Siti Hawa cemburu pada Nabi Adam karena nabi Adam pulang terlambat padahal saat itu Siti Hawa lah satu satu nya wanita di dunia" ucap Abah.
__ADS_1
"Ada lagi, Zulaikha istri nya nabi Yusuf yang cemburu pada tanah hanya karena saat mereka bertemu nabi Yusuf sering menunduk" ucap Abah.
"Ya Abah" ucap Adam.
"Ada tentang rasulallah, istri Rasulullah yaitu Siti Aisyah yang cemburu karena Rasulallah selalu menyebut nama Siti Khodijah padahal Siti Khadijah sudah wafat sebelum rasulallah menikah dengan nya" ucap Abah.
"Nah dari sana kita sadar kalau wanita itu mendebat kan hal yang sepele dan tak masuk akal tapi kita ulang lagi ke awal, wanita memang di ciptakan seperti itu" ucap Abah lagi.
"Rasanya aku ingin menyerah saja" ucap Adam.
"Jangan Begitu perjuangan dulu saja siapa tau kan bisa terselamatkan" ucap Abah.
"Abah aku sangat paham kalau Zia itu keras kepala" ucap Adam.
"Lalu" tanya Abah.
"Aku gak bisa membujuk nya aku akan serahkan pada Alloh saja" ucap Adam.
"Ya" ucap Abah.
Sedang kan di kamar salah satu santri putri, saat ini Rosa tengah berbahagia sejak kemarin dia merasa kan bahagia apa lagi salah satu musuh nya bisa dia buat hancur.
Rosa menari nari layak nya cacing tengah kepanasan.
Bahkan Rosa juga merayakan kemenangan nya itu dengan minum minuman beralkohol.
"Kenapa gak dari dulu saja ya aku hancur kan Zia, menyesal aku karena sudah menunda nunda rencana ini dahulu, aku bahagia sekali" gumam Rosa.
Baru saja Rosa mendengar kalau ada kang kurir yang mengantar kan surat dan ada salah satu santri yang membacanya kalau amplop itu untuk Adam dan pengirim nya dari pengadilan agama.
"Hahahaha kenapa aku bisa ceroboh Kemarin, kenapa aku susah susah menakut nakutin Zia dengan hantu palsu itu, kalau dengan cara sederhana ini saja Mereka sudah mau bercerai" gumam Rosa.
Hari ini Puput ibunya Abimana datang ke sana karena akan bertanya pada Rena apa yang sebenarnya terjadi karena hubungan mereka bisa renggang seperti itu.
Rena menceritakan semua nya rasa penyesalan tersirat di hati Puput, hingga beberapa kali Puput meminta maaf untuk putra nya itu.
Adam tak menemui nya dia malah sibuk di kamar memikirkan masalah itu.
bersambung
__ADS_1