Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 121


__ADS_3

Malam harinya Zia dan Adam sedang berada di kamar nya karena sekarang Rena menginap di rumah Abah jadi rumah terasa ramai.


"Oh ya Gus, apa yang harus kita lakukan saat puasa" tanya Zia.


"Jangan bilang kamu tak tau" tanya Adam yang sekarang tengah menatap layar laptop nya.


"Ya aku lupa" ucap Zia.


"Baik lah akan aku beri tau" ucap Adam.


"Zia puasa itu bukan hanya menahan lapar dengan haus saja tapi Puasa itu menahan amarah, menahan hawa nafsu, dan menahan semua organ tubuh kita supaya tak termasuki sesuatu, contoh nya mulut kita harus menjaga mulut supaya tak memakan sesuatu dan mengucap sesuatu yang tak penting, kedua telinga, kita harus jaga itu supaya tak mendengar ucapan orang yang menghibah atau menghina orang, bahkan semua organ kita harus kita jaga dengan sangat baik" ucap Adam.


"doa puasa dengar kan aku baik baik ya kamu harus hapal.


Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhani hadzihissanati lillahi ta'ala. Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala." ucap Adam.


"oh aku tau kalau doa itu" ucap Zia.


"Sebelum puasa kamu juga harus mandi dulu Zia" ucap Adam lagi.


"Mandi apa" tanya Zia.


"Mandi wajib" ucap Adam.


"Bagai mana niat nya" tanya Zia.


"Seperti biasa, Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar, fardhu karena Allah Ta'ala" ucap Adam.


"Oh kapan mandi nya" tanya Zia.


"Besok lah" ucap Adam.


"Oh baik lah, lalu apa lagi yang harus dilakukan saat bulan Ramadhan" tanya Zia.


"Di bulan Ramadhan, yang pertama ya puasa" ucap Adam mencoba mengingat ingat.


"Harus memperbanyak i’tikaf. Menghabiskan waktu luang selama menjalankan ibadah puasa dengan berdiam diri di Masjid dan memperbanyak doa, ibadah, tak hanya membantu memperteguh keimanan tapi juga menjauhkanmu dari perbuatan-perbuatan yang tak baik. Tapi bagi kita yang bekerja ya kita lakukan saja bekerja.


Yang kedua terawih..


Melakukan sholat tarawih berjamaah merupakan sunnah yang juga akan menambah pahala" ucap Adam.


"Sunnah itu yang bila di kerjakan mendapatkan pahala kalau tak di kerjakan juga tak apa apa ya" tanya Zia.


"Ya tapi Zia sebagai seorang muslim, jika kita masih mampu sholat maka lakukan sholat tarawih untuk memperoleh pahala" ucap Adam.


"Berapa rakaat Sholat tarawih" tanya Zia.


"Di pesantren ini kita melakukan sholat tarawih 20 rakaat + 3 rakaat witir.


dari riwayat Imam Malik dari Yazid ibnu Ruman: “Orang-orang (sahabat dan tabiin) menjalankan sholat pada masa Khalifah Umar bin Khatab ra di bulan Ramadhan sebanyak 23 rakaat.”


Jadi di pesantren melakukan 23 rakaat" ucap Adam.


"Hah sebanyak itu" tanya Zia terkejut karena jujur saja Zia tak tau apa itu tarawih.


"Ya tentu saja, tapi Zia ada yang melakukan 11 rakaat ada yang 13 rakaat ada juga yang 21 rakaat" ucap Adam.


"Apa 23 rakaat itu langsung sekaligus" tanya Zia.


"Ya enggak lah, 2 rakaat berarti kita melakukan nya 10 kali sholat, dan 3 rakaat witir" ucap Adam.


"Bagai mana doa niat nya" tanya Zia.


"Niat Sholat tarawih, Ushalli sunnatat tarawihi rak'atayni mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala.


Lalu sholat witir, Ushallii sunnatam minal witri rak'ataini ma'muman lillaahhi ta'aalaa. " Ucap Adam.


"Apa ke sana nya sama seperti sholat" tanya Zia.


"Ya sama" ucap Adam.


"Oh" ucap Zia.


"Yang ketiga menghidupkan Malam Lailatul Qadar, malam Lailatul Qadar biasanya berada di 10 malam terakhir di Bulan Ramadan, terutama malam-malam ganjil. Pada malam ini, pahala yang di dapat akan lebih besar dibandingkan malam-malam lainnya di Bulan Ramadan. Jadi perbanyak amal di terakhir akhir bulan ramadhan" ucap Adam.


"Oh" ucap Zia.


"Yang ke empat, membaca Alquran.


Yang kelima, memperbanyak sedekah.

__ADS_1


Yang ke enam, umrah bagi yang mampu.


Yang ke tujuh, perbanyak istighfar.


Yang ke delapan, taubat


Yang ke sembilan, dakwah.


Jadi maksudnya dakwah itu bukan Setiap orang harus dakwah tapi mereka harus saling mengingatkan kalau misal kamu membicarakan orang lain dan aku wajib mengingat kan kamu kalau membicarakan orang lain itu dosa" ucap Adam.


"Oh aku paham sekarang Alhamdulillah terima kasih suami ku yang baik" ucap Zia.


"Ya sama sama bidadari surga ku" ucap Adam.


Pagi hari nya semua santri yang semalam menginap di pesantren pun pulang satu persatu karena ingin merayakan sahur pertama bersama dengan keluarga nya.


Zia menatap pada kondisi pesantren yang sekarang sangat sepi bahkan hanya ada keluarga Abah dan Luthfi saja yang tersisa.


"Abah aku akan ke kamar dulu" ucap Luthfi.


"Gus apa tak sebaik nya kau menginap saja di rumah Abah karena kan kamu di kamar santri putra akan sendirian jadi menginap lah di rumah Abah" ucap Abah.


"Ehh bagai mana ya Abah aku malu" ucap Luthfi.


"Malu kenapa ayo lah Abah sudah anggap kau putra Abah" ucap Abah.


"Baik lah Abah aku akan tidur di rumah Abah" ucap Luthfi.


"Ya Abah senang" ucap Abah.


Umi, Zia dan Rena keluar dari rumah dengan Adam yang keluar paling ujung.


"Mau kemana" tanya Abah karena melihat mereka sudah rapih.


"Mau belanja Abah" ucap Umi.


"Belanja? Belanja apa" tanya Abah.


"Belanja buat nanti sahur" ucap Umi.


"Oh baik lah" ucap Abah.


"Oh baik lah ayo" ucap Luthfi.


"Baik lah ayo" ucap Adam.


Sekarang Luthfi selalu YA saja kalau di ajak asal ada Rena dia merasa sangat bersemangat untuk ikut ikutan karena dengan melihat Rena membuat Luthfi bisa melupakan masalah nya walau pun hanya sebentar tapi Luthfi cukup senang.


Di pasar Adam dan Luthfi hanya menunggu dan mengikuti para wanita berbelanja.


Suatu hal yang membuat Adam sangat kesal kalau menemani wanita berbelanja karena mereka akan banyak nawar dan akan banyak milih.


"Entah lah aku sangat bosan" ucap Adam.


"Hah biasa saja, bahkan hidup ku mungkin lebih membosankan" ucap Luthfi.


"Gus ya ampun, aku bukan nya tak bersyukur tapi entah lah wanita itu sangat lama kalau belanja" ucap Adam.


"Ya aku tau itu, tapi karena mungkin dengan mu jadi aku tak terlalu merasa bosan" ucap Luthfi padahal dia tak merasa bosan karena ada Adam tapi karena ada nya Rena yang mampu membuat nya bersemangat.


"Ya sih aku juga beruntung karena ada kamu Gus kalau tak ada, entah lah mungkin aku akan sangat bosan" ucap Adam.


"Ya" ucap Luthfi.


Lama mereka Belanja akhirnya mereka pulang juga ke pesantren, perjalanan yang memakan waktu sekitar setengah jam itu akhirnya mereka sampai juga ke pesantren.


Di sana sudah ada Abah dan beberapa tukang yang akan membangun kelas itu.


"Gus ayo bantu Abah" ucap Luthfi.


"Gus apa kau tak merasa lelah atau capek" tanya Adam.


"Tak ada" ucap Luthfi.


"Gus aku masih lelah dan aku mau istirahat sebentar" ucap Adam.


"Baik lah aku akan bantu Abah" ucap Luthfi yang langsung membantu Abah mengangkat bahan bangunan dari atas mobil.


Sedangkan di dalam rumah Zia, umi dan Rena tengah memasak untuk sahur nanti.


Sekarang keadaan rumah akan sangat ramai karena ada Zia juga di sana.

__ADS_1


Sore hari nya Zia langsung mandi wajib karena Adam juga sudah melaksanakan mandi wajib nya.


Sekarang Zia yang akan melakukan nya.


"Bagai mana doa nya" gumam Zia yang sekarang sudah di kamar mandi.


Zia menengadah kan tangan nya.


"Ya Alloh aku berniat mau mandi wajib menghilangkan najis yang ada di badan ini, fardhu karena Alloh ta'ala" ucap Zia berdoa.


Malam harinya sekarang keluarga Abah di tambah Luthfi sekarang tengah melaksanakan shalat Maghrib dan isya karena sekarang akan sholat tarawih pertama jadi mereka akan melaksanakan nya.


"Alhamdulillah sekarang kita akan melaksanakan shaum Ramadhan selama satu bulan ya, jadi perbanyak amal kalian karena kalian tak akan tau kalau tahun depan kalian akan mendapati bulan ramadhan ini, bukti nya banyak yang meninggal di usia muda banyak juga yang tak bisa melaksanakan shaum Ramadhan, jadi kita harus melaksanakan ibadah ini dengan sungguh sungguh" ucap Abah.


"Ya Abah" sahut yang lain.


"Abah mohon maaf lahir dan batin karena kita tak akan tau sampai kapan umur kita jadi lebih baik bermaaf maafan sekarang, jangan sampai kita meminta maaf pada orang lain hanya saat lebaran saja, lebih baik tiap hari juga kita minta maaf, karena begini kita membuat salah tiap hari tapi minta maaf satu tahun sekali, jangan ya" ucap Abah.


"Ya Abah" serempak.


"Baik lah kita mulai tarawih nya, Adam jadi bilal" ucap Abah.


“Shallu sunnatat tarawihi jami’ata rahimakumullah” ucap Adam yang menjadi bilal


“Ash-shalatu la ilaha illallahu, wahdahu la syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu yahyi wa yumitu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir” serempak para makmum yang lain.


Zia hanya menatap karena tak tau bacaan itu.


Mereka melaksanakan sholat tarawih sampai selesai, Zia sudah mengeluh karena kaki nya pegal.


"Kenapa gak selesai selesai" gumam Zia.


Hingga rakaat terakhir, Zia merasa bersemangat karena akan berakhir sholat tarawih nya.


"Tenang kak sudah selesai" ucap Rena.


"Alhamdulillah" ucap Zia.


Namun setelah selesai sholat, Adam masih membacakan lagi doa.


“Shallu sunnatal witri rak’ataini jamiata rahimakumullah” ucap Adam


“Rahimakumullah” serempak


“Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadin” ucap Adam


“Allahumma shalli was alim ‘alaih” serempak.


Abah bangun lagi dan akan mengimami shalat lagi.


"Katanya sudah selesai" tanya Zia.


"Witir kak 3 rakaat lagi" ucap Rena.


"Baik lah" ucap Zia.


"Hati hati bacaan nya beda" ucap Rena.


"Ushallii sunnatam minal witri rak'ataini ma'muman lillaahhi ta'aalaa. Kan" tanya Zia.


"Ya kak" ucap Rena.


Mereka melaksanakan sholat witir nya dua rakaat.


“Shallu sunnatal witri rak’ataini jamiata rahimakumullah” ucap Adam.


“Rahimakumullah” serempak.


Mereka melaksanakan sholat hingga selesai dan segera pulang ke rumah Abah.


Tak lupa Luthfi dan Adam mengunci gerbang dan melihat lihat ke arah kamar santri putra dan santri putri.


Tak ada yang mencurigakan, hanya saja beberapa santri lupa mengunci jendela kamarnya.


Luthfi langsung mengunci nya karena tak mau sampai ada yang masuk secara diam diam.


Mereka kembali ke rumah Abah di sana sudah ada keluarga Abah lengkap di sana, Luthfi merasa sangat canggung karena baru pertama kali dia kumpul dengan keluarga Abah.


Mereka semua berbincang bincang sampai akhir nya mereka tidur, sekarang Adam dan Luthfi tidur di ruang tamu sedang kan Zia dan Rena tidur di kamar Zia.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2