Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 105


__ADS_3

Malam hari Adam tak bertemu Zia lagi dia lebih banyak mengurung diri di kamar nya karena dia bingung mau apa sekarang apa lagi rekaman itu sudah tak ada.


"Astaghfirullah kenapa aku merasa seperti ini, seharusnya aku yakin kalau Alloh tak akan memberikan masalah melebihi kekuatan manusia itu, astagfirullah aku lupa arti Quran surat Al Baqarah ayat 286:


"Alloh tak akan membebani seseorang melainkan dengan kesanggupan nya" ucap Adam.


Adam membuka laptop nya dia melihat cctv yang merekam kejadian tadi siang, Adam mempercepat rekaman itu namun saat Adam keluar dari rumah karena akan ke mesjid.


Ada umi dan Abah juga yang ikut keluar dari rumah.


Tak lama setelah itu ada Rosa yang masuk ke dalam rumah nya.


"Ning Rosa ada apa masuk ke dalam rumah padahal Sedang tak ada orang di rumah" tanya Adam.


Tokk


Tokk


Adam mendengar ada suara pintu yang di ketuk dari luar.


Adam yakin kalau Umi dan Abah sudah tertidur.


"Siapa" gumam Adam.


Adam membuka pintu rumah nya itu.


"Ada apa Gus" tanya Adam yang melihat Fauzi dan Ainun yang ada di ambang pintu.


"Aku tadi tanya pada Gus Luthfi siapa yang masuk ke kamar ku, katanya ada Ainun dan Ning Rosa..." Ucap Fauzi terpotong.


"Masuk lah sudah malam" ucap Adam mempersilahkan Ainun dan Fauzi masuk.


"Ada apa" tanya Adam.


"Begini Gus kata Gus Luthfi ada Ning Rosa dia ke kamar ku lalu saat itu di susul oleh Ainun dan Ning Rena ke sana, aku tanya pada Ainun apa dia menghapus rekaman itu tapi dia tak menjawab" ucap Fauzi menatap Ainun dengan tatapan sinis.


"Fau aku tak salah, Gus Adam aku berani bersumpah kalau aku tak menghapus rekaman itu aku bahkan tak tau kalau di ponsel Fauzi ada rekaman itu" ucap Ainun.


"Ya aku tau kau tak melakukan nya" ucap Adam.


"Tuh kan Gus Adam juga percaya" ucap Ainun pada Fauzi.


"Lalu siapa yang salah" tanya Fauzi.


"Ning Rosa" ucap Adam.


"Aku sudah duga kalau wanita itu pelaku nya, ck bo doh aku kenapa tadi aku tak ce kik saja dia" geram Ainun.


"Diam" ucap Fauzi melotot pada Ainun.


"Dari mana kau yakin kalau Ning Rosa yang melakukan nya" tanya Fauzi.


"Dari rekaman cctv, Gus dia masuk ke dalam rumah ini padahal saat itu aku, Umi dan Abah sedang di mesjid karena sedang melaksanakan Sholat Ashar" ucap Adam.


"Tadi siang" tanya Fauzi.


"Ya" ucap Adam.


"Astaghfirullah aku tak percaya kalau Ning Rosa akan seburuk itu" ucap Fauzi.


"Bukan kau saja aku malah lebih tak percaya, tapi itu kebenaran nya Gus" ucap Adam.


"Tuh kan bukan aku pelaku nya jadi aku akan ke kamar, aku mengantuk" ucap Ainun.


"Terserah" ucap Fauzi ketus.


"Ya sudah" ucap Ainun yang langsung pergi dari sana.


"Jangan terlalu ketus Gus, bagai mana kalau setelah menikah Ainun ketus pada mu" ucap Adam tersenyum meledek teman nya itu.

__ADS_1


"Gus kau bisa saja" ucap Fauzi.


Adam mengambil laptop nya dari kamar nya.


"Lihat saja Gus" ucap Adam memperlihatkan rekaman cctv yang menunjukan kalau Rosa masuk setelah Adam sekeluarga keluar dari rumah.


"Aku gak percaya lagi pada kepolosan Ning Rosa" ucap Fauzi.


"Apa dia melakukan ini karena perintah Sofi" ucap Adam.


"Mungkin saja" ucap Fauzi.


Mereka melihat rekaman cctv sampai selesai, tak ada yang aneh lagi di sana.


"Kita lihat cctv di kamar santri putra ya" ucap Adam.


"Ya Gus siapa tau saja kalau Ning Rosa terlihat di cctv" ucap Fauzi.


Mereka melihat rekaman cctv di kamar santri putra, Adam mempercepat rekaman itu karena terlalu lama kalau mereka lihat dari awal.


Namun mereka melihat suatu yang aneh, dan benar saja mereka melihat Rosa mengendap endap dan masuk ke kamar Fauzi.


"Kau salah Gus lihat Ning Rosa bisa masuk sendiri berarti kamu gak kunci pintu" ucap Adam.


"Ya Gus aku lupa" ucap Fauzi.


Adam mempercepat rekaman itu sampai mereka melihat ada Rena dan Luthfi yang sedang bicara berdua.


"Lihat adik mu Gus" ucap Fauzi.


"Ning Rena sedang apa dia di sana bersama dengan Gus Luthfi" ucap Adam.


"Percepatan Gus" ucap Fauzi.


Adam mempercepat dan terlihat kalau setelah itu Luthfi memberikan gelang nya pada Rena.


"Apa mereka pacaran" tanya Fauzi.


"Gus ya ampun aku salah, mungkin maksud ku mereka ta'aruf" ucap Fauzi.


"Gak ada, Ning Rena masih anak anak" ucap Adam.


"Gus jangan begitu Ning Rena berhak memilih pasangan nya" ucap Fauzi.


"Tapi aku gak akan setuju" ucap Adam.


"Jangan terlalu keras Gus" ucap Fauzi.


"Aku gak keras hanya saja aku tak mau Ning Rena terlalu terburu buru" ucap Adam.


Fauzi menatap pada Adam yang sekarang tengah marah.


Sedangkan di kamar santri putri Rosa yang sudah terlelap tidur dia harus terbangun karena mendengar suara ponsel nya yang terdengar sejak tadi.


Drtt drtt


"Siapa yang malam begini telpon" gumam Rosa sambil mengambil ponsel nya.


📞📞


"Ya ada apa" tanya Rosa dengan mata yang masih mengantuk.


"Besok aku akan lakukan sidang, kau yakin Adam sekarang tak mempunyai bukti kan" tanya Sofi.


"Ya sudah aku yakin" ucap Rosa.


"Lalu apa hasil pemeriksaan kau ambil" tanya Sofi.


Rosa langsung tersadar kalau surat hasil pemeriksaan itu belum dia ambil dari Adam.

__ADS_1


"Belum" ucap Rosa.


"Dasar tak becus kau bilang akan mengambil nya" geram Sofi.


"Bu kenapa harus takut ibu bilang saja kalau hasil pemeriksaan itu bohong" ucap Rosa.


"Terserah" geram Sofi.


📞📞


"Ganggu saja" gumam Rosa yang langsung kembali tertidur pulas.


Sedangkan di penjara Zia sekarang tak bisa tidur dia mendengar dari beberapa polisi yang ada di sana katanya besok Zia akan sidang.


Zia berdoa kalau Adam dan yang lain nya bisa mengumpulkan bukti dan Zia bisa segera bebas.


Zia menyandarkan tubuhnya ke tembok.


Dia melihat Tasya yang sekarang sudah tertidur pulas di samping nya, Zia merasa tertekan dengan kondisi nya sekarang.


Zia sangat tak bisa membayangkan bagaimana tanggapan orang orang saat Zia bebas nanti.


"Ya Alloh aku hanya ingin bebas dan orang lain tak pernah mengungkit kejadian ini" gumam Zia.


Saat ini Zia merasa mengantuk tapi dia sedih karena takut Keluarga nya akan kalah, dan justru Sofi lah yang akan menang terpaksa Zia Harus berlama lama di penjara nantinya.


Zia mengusap wajah nya karena tak bisa bayangkan kalau dia lama lama di penjara.


"Kalau aku bebas bagai mana dengan Tasya" tanya Zia.


Zia menatap wajah Tasya dia terlihat masih sangat muda bahkan mungkin lebih muda dari Zia.


"Apa masalah yang Tasya hadapi sampai dia masuk ke penjara apa dia melakukan sesuatu" gumam Zia.


Pagi harinya di pesantren, Abah baru saja bangun kira kira sekarang waktu menunjukkan pukul setengah empat pagi.


Abah berjalan ke arah selembar kertas yang ada di dinding karena akan melihat siapa yang akan jadi imam sekarang.


"Oh sekarang yang jadi imam adalah Farid, apa Gus Farid apa? Aku tak pernah melihat nya" gumam Abah.


Abah juga menatap pada kalender yang sekarang menggantung di sana, sudah lama Abah tak melihat nya.


"Tanggal berapa sekarang" gumam Abah melihat tanggal di sana.


"Astaghfirullah puasa sudah 13 hari lagi, dan kita melewatkan nifsu syaban" gumam Abah.


Umi terbangun saat Abah mengucap kan Astagfirullah karena Takut nya ada apa apa.


"Ada apa Abah" tanya Umi.


"Umi kita melewat kan malam nifsu syaban" ucap Abah.


"Apa tapi kenapa bisa" tanya Umi.


"Ya Umi lihat kita akan puasa 13 hari lagi, ya Allah karena masalah ini Abah sampai lupa malam nifsu Syaban" ucap Abah.


"Lalu bagaimana" tanya Umi.


"Kita lakukan saja malam ini" ucap Abah.


"Apa yang akan kita lakukan" tanya Umi.


"Kita akan sholat dan membaca surat Yasin nanti malam, umi jangan lupa siapkan nasi untuk kita makan nanti nya" ucap Abah.


"Nasi kuning" tanya Umi.


"Terserah Umi pokok nya kita rayakan saja malam nifsu syaban ini, kita akan makan makan sambil menyambut datangnya bulan suci Ramadhan" ucap Abah.


"Baik Abah" ucap Umi.

__ADS_1


"Karena masalah ini Abah jadi lupa" gumam Abah.


__ADS_2