Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 169


__ADS_3

8 bulan kemudian..


Di sebuah klinik persalinan Zia merasakan kontraksi yang luar biasa dia sampai di temani mamahnya dan Umi di sana.


Kata bidan pembukaan nya baru 2 tapi Zia sudah merasa sangat lemas.


"Bagai mana apa sudah mau melahirkan" tanya Topan yang langsung masuk ke dalam kamar persalinan Zia.


"Mamah suruh papah keluar" ucap Zia.


"Aku hanya tanya Zia" ucap Topan.


"Mah suruh papah keluar dia banyak bicara" ucap Zia.


"Mas ayo keluar lah" ucap Nita yang cemas pada Zia.


Sejak tadi Zia mengalami kontraksi sehingga membuat Zia gampang marah marah.


"Awws mah sakit" ucap Zia meringis kesakitan.


Zia melihat seorang dokter laki laki datang ke sana.


"Mau apa anda" tanya Zia ketus.


"Saya mau cek pembukaan" ucapnya.


"Tak sopan sekali anda ingin sembarangan melihat punya orang, keluar saya mau sama dokter wanita saja" ucap Zia dengan nada ketus.


"Dok maaf menantu saya maunya dokter yang perempuan" ucap Umi.


"Oh baiklah umi tak apa" ucapnya.


"Gak tau malu sekali dia" geram Zia saat dokter itu pergi dari sana.


"Zia sudah lah diam" ucap Nita.


"Bu mungkin Neng Zia meluapkan kesal nya karena selama hamil Neng Zia jarang bicara karena tak mau sampai menghina orang lain" ucap Umi.


"Ya mungkin" ucap Nita.


Sedangkan abah sekarang dia tengah menelpon Adam.


📞📞


"Bagai mana Abah" tanya Adam yang sekarang akan naik taksi karena Adam akan pulang.


"Zia masih kontraksi kata bidan baru pembukaan 2" ucap Abah.


"Aku akan datang tapi tolong jangan beri tau Zia" ucap Adam.


"Ya" ucap Abah.


📞📞


Adam naik ke dalam taksi dia akan pulang dia sengaja pulang karena akan menemui pujaan hati nya yang akan melahirkan sekarang.


Adam sudah tak sabar untuk bertemu dengan Zia, apa lagi saat ini Adam sangat rindu pada Zia.


Flash back dua bulan yang lalu...


📞📞

__ADS_1


"Aku rindu Gus" ucap Zia.


"Ya sabar aku akan pulang Beberapa bulan lagi" ucap Adam.


"Gus aku sangat ingin melahirkan tapi di temani kamu" ucap Zia.


"Ya aku akan usaha kan" ucap Adam.


"Gus cepat lah pulang aku tak bisa tanpa mu" ucap Zia.


Adam mengutak atik ponselnya dia mentransfer uang pada Zia.


"Belanja lah sayang kau butuh uang bukan butuh aku" ucap Adam.


"Aku beneran Gus rasanya aku tak bisa begini terus" ucap Zia.


"Baiklah aku akan pulang" ucap Adam.


"Jangan Gus kau selesaikan saja belajar mu" ucap Zia.


Adam mengernyit kan kening nya, karena Zia ingin ada Adam tapi Adam tak boleh pulang.


"Kamu sabar ya Zia aku pasti akan langsung pulang" ucap Adam.


"Ya deh" ucap Zia pasrah saja sambil mengaduk aduk susu ibu hamil nya itu.


"Jangan banyak ngeluh ya sayang aku janji akan segera pulang" ucap Adam.


"Ya aku tunggu" ucap Zia.


📞📞


Hari demi hari Zia lalui dengan rasa rindu pada Adam bahkan sering kali Zia berkhayal tengah di peluk oleh Adam.


Bukan hanya Zia, Adam pun sama dia selalu saja merindukan Zia bahkan Adam merasa kalau waktu itu berjalan dengan sangat lambat.


Hanya telponan setiap hari lah yang membuat Adam dan Zia terasa sangat dekat, Walaupun tak bisa saling pandang tapi saling mendengar suara pun bisa membuat mereka lega.


"Sabar Gus Adam sebentar lagi kita pulang" ucap Yasya.


"Ya 4 bulan lagi" ucap Ilham.


"Rasanya aku tak sabar ingin menemui Zia" ucap Adam.


"Ya aku juga rasanya ingin pulang, istri aku sudah bermanja-manja padaku, hah rasanya aku ingin cubit dia" ucap Ilham merasa gemas.


"Kalian ini" ucap Yasya.


"Yang belum nikah gak akan merasakan rasa ini Gus" ucap Ilham.


"Kalian lihat saja aku akan menikah saat pulang nanti" ucap Yasya.


"Ya aku percaya" ucap Adam.


"Aku juga ingin merasakan jatuh cinta dan rindu jarak jauh" ucap Yasya.


"Aku harap kau tak pernah merasakan nya karena rasanya itu berat ibarat khatam Al-Qur'an dalam waktu satu bulan" ucap Ilham.


"Aku khatam satu bulan saat puasa Alhamdulillah tak terlalu berat" ucap Adam.


"Gus kau tak mendukung aku" ucap Ilham.

__ADS_1


"Kau salah rasanya itu berat seperti belajar kitab Fathul Izhar saat usia kita 15 tahun" ucap Adam.


"Ya kau benar" ucap Ilham.


"Yang berat itu bukan kitab nya tapi syahwat yang kita punya" ucap Yasya.


"Sudah lah ayo sholat" ucap Adam.


"Sholat apa sekarang di sana sudah malam sedang kan di kita baru siang" ucap Yasya.


"Sholat malam" ucap Adam.


"Aku tau kau mau sholat hajat kan" ucap Ilham.


"Sudah lah" ucap Adam yang langsung mengambil wudhu dan melaksanakan sholat nya.


Adam juga lebih rutin membaca surat Yusuf dan Surat Maryam untuk calon bayinya.


Hari demi hari berlalu hingga tepat nya kandungan Zia berusia sembilan bulan lebih satu Minggu.


Adam mendengar kalau janin yang Zia kandung itu berjenis kelamin perempuan.


Hal itu menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Adam apa lagi dia juga ingin punya anak perempuan yang lucu.


Abah menelpon Adam kalau sudah dua hari ini Zia merasa kan kontraksi Adam Mulai cemas mendengar hal itu.


Adam langsung menyelesaikan pelajaran nya untung saja dosen di sana mengijinkan Adam belajar lebih dahulu.


Hingga selesai Adam langsung pulang ke Indonesia tanah kelahirannya, Adam ingin menyaksikan kedatangan Putri pertama nya itu.


Adam langsung pesan tiket pesawat hari itu juga walaupun harganya lumayan mahal tapi demi anak nya dia rela menghambur kan uang untuk pulang padahal bisa saja Adam pulang saat harga tiket nya murah.


"Ya Alloh semoga Zia dan Bayinya selamat" gumam Adam.


Sedangkan di pesantren Zia yang kontraksi itu tengah menahan rasa sakit nya karena rasanya malu saja kalau orang tua dan mertua nya itu tau kalau Zia Sangat merasa kesakitan.


"Kita ke klinik saja ya" ucap Nita pada Zia yang sesekali meringis kesakitan.


"Ga usah mah" ucap Zia.


"Jangan begitu ayo lah kita ke klinik" ucap Nita.


"Ya Bu Nita ayo kita ke klinik saja siapa tau kan mau melahirkan sekarang" ucap Umi.


"Baik lah ayo" ucap Nita.


Mereka langsung menuju ke arah klinik, Zia melampiaskan rasa sakit nya dengan marah marah pada papah nya.


Padahal papah nya Zia tak melakukan apa apa.


Yang lain hanya lah tersenyum saja mendengar Zia mengomeli papahnya, mereka paham pada apa yang Zia rasakan sekarang.


Hingga sampai di klinik Zia langsung mendapat kan penanganan namun saat di cek pembukaan Zia baru saja pembukaan ke 2.


Hingga Zia harus lama lagi menunggu pembukaan nya bertambah.


Zia sangat mengharap kan kedatangan Adam dia ingin persalinan nya itu di temani Adam.


"Gus Adam aku mau kau" batin Zia.


bersambung

__ADS_1


maaf ya mak othor up nya telat, akhir akhir ini mak othor sedang tak bersemangat


apa lagi Mak othor juga lagi sibuk sekarang


__ADS_2