
Ustadz Yunus melihat kalau mertua dan istri nya itu sedang bertengkar apa lagi sekarang Bu Nawang tengah menjambak kerudung Nirvana sehingga membuat Nirvana kesakitan.
"Bu lepaskan Nirvana Bu" ucap Yunus yang langsung menepis tangan ibu mertua nya.
"Apa" tanya Bu Nawang.
"Lepaskan Nirvana Bu dia tak salah" ucap Yunus.
"Oh ya lalu siapa yang salah Laras atau ibu dasar laki laki bia dab kau tak punya hati Yunus" ucap Bu Nawang.
"Bu jangan bicara begitu lagi pula aku sudah bertemu dengan Laras dan sore ini dia akan datang ke sini" ucap Yunus.
"Mau apa kau datangi putri ku apa kau ingin membuat nya semakin terluka hah" tanya Bu Nawang.
"Tidak Bu" ucap Yunus.
"Apa yang sudah kau lakukan ini Yunus Hah kau ikut siapa mem poligami seorang istri" tanya Bu Nawang.
"Sunnah Bu" ucap Yunus hanya menunduk.
"Sunnah? Kau bilang Sunnah?" Tanya Bu Nawang mendekat pada Yunus.
"Lalu kalau itu Sunnah kenapa Abah tak melakukan nya kenapa Ustadz Hasan tak melakukan nya" tanya Bu Nawang.
Namun Yunus hanya menunduk saja.
"Mereka sudah tua mereka lebih paham agama, bukan kah kau murid nya lalu kenapa kau tak belajar kehidupan juga dari mereka" ucap Bu Nawang.
"Bu alangkah baik nya kita bicarakan hal ini di rumah saya" ucap Abah.
"Abah saya hanya ingin membuat orang ini paham apa saja yang harus di lakukan agar bisa poligami" ucap Bu Nawang.
"Tapi Bu" ucap Abah yang bahkan tak di dengar oleh Bu Nawang.
"Kau bisa poligami asal kan kau bisa adil Yunus, apa kau sudah adil? Hah apa kau sudah adil? Belum kau hanya mementingkan Wanita ini dan anak ini, lalu putri ku kau membuang nya, bisa kau hitung berapa bulan putri ku tak kau beri Nafkah" ucap Bu Nawang sambil membentak bentak Yunus.
"Bahkan putri ku sudah hampir empat bulan tak kau beri Nafkah dan kau tau artinya apa tanpa tidak di sengaja kau sudah bukan suami putri ku lagi, cepat lah talak dia" ucap Bu Nawang.
"Tapi Bu" ucap Yunus.
"Dasar laki laki serakah ingin kedua nya tapi tak bisa adil dalam memberikan Nafkah" ucap Bu Nawang.
"Maaf" ucap Yunus.
Bu Nawang pergi dari sana meninggalkan semua santri yang masih melongo melihat tontonan gratis itu.
"Bubar.... Bubarrr.... " Teriak Fauzi dan Farid pada semua santri.
Semua santri yang melihat pun langsung bubar karena di minta oleh Fauzi dan Farid.
Sedangkan Yunus sekarang dia masih berdiri mematung di sana.
"Kau sadar kan apa yang sudah kau lakukan, hahahah kau serakah benar sekali aku menguntungkan kematian Asna karena kalau dia masih hidup mungkin dia yang sekarang menerima perlakuan ini" ucap Nirvana pada Yunus tak peduli kalau di sana masih ada Abah dan Umi serta guru yang lain.
Nirvana membawa Arman.
"Ayo sayang kita ke jajan" ucap Nirvana.
"Ayo mah" ucap Arman.
Nirvana hanya tersenyum meledek pada Yunus.
"Ustadz Yunus ada apa ini" tanya Abah.
"Abah hanya masalah kecil" ucap Yunus.
"Cerita lah" ucap Abah.
"Ayo ke rumah" sambung Abah lagi.
Yunus ikut Abah ke rumahnya karena mungkin sudah saat nya Yunus beri tau kan yang sebenarnya pada Abah apa lagi sekarang Yunus butuh solusi yang pas pada masalah ini.
Sedangkan di kamar Zia tengah duduk bersama dengan Ainun, Gita dan Rena.
"Kenapa harus punya istri dua coba" ucap Ainun.
"Entah" ucap Zia.
"Mungkin karena Sunnah kak" ucap Rena.
"Sunnah bagai mana" tanya Ainun.
"Jelas jelas kan yang tadi ibu itu ucapkan itu benar" ucap Ainun.
"Ya sih" ucap Rena.
"Ya kan Zia" tanya Ainun.
"Aku gak tau Sunnah itu apa" ucap Zia.
"Hah" ucap Gita, Rena, dan Ainun serempak.
"Kak sunnah itu adalah suatu perbuatan bila dikerjakan dapat pahala dan ditinggal tidak apa apa" ucap Rena.
"Oh" tanya Zia.
"Kakak lupa" tanya Rena.
"Ya aku lupa, aku ingat sekarang seperti sholat sunah kan setelah sholat yang dua rakaat itu" ucap Zia.
"Ya kak" ucap Rena.
"Oh ya ampun aku lupa" ucap Zia.
"Ya aku setuju pada ibu nya" ucap Ainun.
"Entah kalau kita tak tau cerita awal nya kita gak akan tau siapa yang salah dan siapa yang benar" ucap Gita.
"Ya kau benar" ucap Rena.
"Mungkin Ustadz Yunus yang bersalah" ucap Ainun.
"Gak mungkin karena yang aku tau saat Ustadz Yunus menikah lagi Ustadzah Laras ikut ke sana" ucap Rena.
"Apa mungkin mereka terpaksa" ucap Zia.
"Sudah lah kita tak tau awal nya jadi jangan saling menyalah kan bisa saja kan salah Ustadzah Laras karena tak bisa punya Anak" ucap Gita.
"Sama saja" ucap Rena.
Di bandara sekarang Adam sudah berada di kursi tempat tunggu pesawat karena sekarang jadwal pesawat Adam di undur jadi malam hari.
__ADS_1
"Bagai mana ini Gus" tanya Yasya.
"Tak apa lah semoga saja pesawat nya tak ada gangguan lagi" ucap Adam.
"Hey" ucap Ilham teman mereka yang ikut juga bersama dengan mereka.
Bisa sangat kebetulan sekali karena Ilham akan ikut juga padahal kemarin kemarin dia tak pernah bicara akan sekolah lagi ke luar negeri.
"Bagai mana" tanya Yasya.
"Katanya setengah jam lagi" ucap Ilham.
"Semoga di percepat" ucap Adam.
"Amin" ucap Yasya dan Ilham serempak.
"Bisa kita telpon seseorang" tanya Adam.
"Boleh saja" ucap Ilham.
Adam sedikit menjauh dari sana karena dia akan menghubungi Abah kalau pesawat nya di undur.
📞📞
"Assalamualaikum Umi" ucap Adam.
"Waalaikum salam Dam sudah sampai" tanya Umi.
"Belum Umi pesawat nya di undur kan karena ada masalah teknis katanya" ucap Adam.
"Oh kenapa begitu" tanya Umi.
"Ya tapi katanya sebentar lagi akan lepas landas sekitar setengah jam lagi" ucap Adam.
"Semoga kamu selamat sampai tujuan Dam" ucap Umi.
"Amin Umi" ucap Adam.
"Ya Abah tak bisa bicara sekarang dia sedang mengobrol penting dengan Ustad Yunus" ucap Umi.
"Oh ada hal penting apa" tanya Adam.
"Cerita nya panjang" ucap Umi.
"Oh Umi apa Zia ada di sana" tanya Adam.
Umi tersenyum mendengar putra sulung nya menyebut kan nama wanita.
"Mau bicara" tanya Umi.
"emang ada" tanya Adam.
"Ada" ucap Umi.
Umi keluar dari sana, saat ini Zia sedang berada di halaman karena sedang menunggu Adzan Maghrib bersama dengan Rena dan Gita.
"Neng Zia" sahut Umi yang sampai terdengar di telpon.
"Ya Umi" ucap Zia.
"Adam mau bicara katanya" ucap Umi.
Zia mengambil ponsel dan menempel kan nya ke telinga.
"Assalamualaikum" ucap Adam.
"Waalaikum salam" ucap Zia.
"Sedang apa" tanya Adam.
"Apa lagi" ucap Zia.
"Aku tau kau sedang menunggu Adzan, oh ya Zia maaf ya selama di sana aku tak bisa sering menghubungi mu " ucap Adam.
"Ya tak masalah lagi pula aku sibuk sekarang" ucap Zia.
"Sibuk apa" tanya Adam.
"Sibuk memikirkan mu Gus" ucap Zia.
"Oh ya" tanya Adam.
"Ya" ucap Zia.
"Zia sebentar lagi Adzan Maghrib aku tutup telpon nya" ucap Adam.
"Ya" ucap Zia.
"Assalamualaikum" ucap Adam.
"Waalaikum salam Gus" ucap Zia.
📞📞
Adam menatap ke arah belakang ternyata ada kedua teman nya yang sedang menunggu dan menguping pembicaraan Adam.
"Kalian sedang apa" tanya Adam.
"Bicara dengan siapa Gus" tanya Yasya.
"Tak ada hanya teman saja" ucap Adam.
"Jangan bohong aku dengar" ucap Ilham.
"Ya dia Zia kalian pasti tau kan, aku ingin dia aku sudah minta pada pemiliknya untuk meminang nya" ucap Adam.
"Wah kapan" tanya Ilham.
"Insya Alloh bulan depan" ucap Adam.
"Selamat" ucap Yasya dan Ilham.
"Terima kasih doa kan aku berjodoh dengan nya doa kan semoga aku bisa memimpin dia" ucap Adam.
"Amin aku tau kau bisa" ucap Ilham.
"Ya" ucap Adam.
Sedangkan di pesantren Zia sedang menjadi bahan perbincangan karena baru saja di telpon oleh Adam.
"Kak Zia ada hubungan apa dengan Gus Adam" tanya salah satu santri yang suka pada Adam yang bernama Mega.
__ADS_1
"Tak ada hubungan apa apa" ucap Zia.
"Masa sih kenapa Gus Adam telpon" tanya Mega.
"Tak ada itu Gus Adam telpon Umi dan aku hanya bicara saja dengan nya" ucap Zia.
"Ayo lah kak" ucap Mega.
"Tak ada hubungan apa apa" ucap Zia berusaha menutupi hubungan nya dan Adam.
"Sudah mau Adzan ayo ke mesjid" ucap Zia lagi.
Semua santri menuju ke mesjid karena akan melaksanakan Sholat Maghrib dan isya secara berjamaah.
"Kak" ucap Rena yang sekarang sudah selesai Wudhu.
"Tunggu di mesjid aku akan Wudhu dulu sisa kan tempat untuk ku" ucap Zia.
"Ya kak" ucap Rena.
Zia mengambil Wudhu dan langsung menuju ke mesjid.
Tiga jam berlalu para santri sekarang bubar karena akan tidur di kamar nya masing masing apa lagi sekarang sudah sangat malam.
"Zia antar aku" ucap Ainun memegang tangan Zia.
"Kemana" tanya Zia sambil ikut Ainun karena tangan Zia di tarik Ainun.
"Aku ingin temui Fauzi" ucap Ainun.
Sekarang Fauzi sedang berada di Madrasah Sekarang Fauzi tengah mengunci Madrasah karena setiap malam Madrasah selalu di kunci.
"Fau" ucap Ainun.
"Ada apa" tanya Fauzi.
Zia merasa risih karena di sana ada Haddad yang sejak tadi menemani Fauzi.
"Aku ingin bicara penting" ucap Ainun.
"Apa bicara saja" ucap Fauzi.
"Kapan kau akan menikah dengan ku" tanya Ainun yang membuat orang orang di sana melongo di buatnya.
"Yang benar saja Ai" Zia berbisik pada Ainun.
"Beneran Zia" ucap Ainun.
"Aku akan bicarakan lagi dengan orang tua ku" ucap Fauzi yang berusaha santai padahal ekspresi muka nya sudah sangat malu pada Haddad dan Zia yang ada di sana.
"Kau lama" ucap Ainun.
"Sabar aku belum mengumpulkan uang untuk meminang mu" ucap Fauzi kepalang malu.
"Ya aku akan tunggu awas saja kalau kau lama" ucap Ainun.
"Ya kau sabar saja" ucap Fauzi.
"Ya aku akan tidur sekarang, kau jangan lupa tidur sudah malam" ucap Ainun.
"Ya" ucap Fauzi.
"Ayo Zia" ucap Ainun pada Zia.
"Ya ayo" ucap Zia.
Mereka berdua pergi dari sana namun sekarang Fauzi dia tengah melupakan rasa malu nya itu.
"Wanita memang begitu Gus Agresif" ucap Haddad tersenyum tipis.
"Ya aku sangat malu maaf kan aku Ustadz" ucap Fauzi pada Haddad.
"Malu kenapa aku juga pernah seperti diri mu jadi untuk apa malu" ucap Haddad.
"Ya" ucap Fauzi.
Di rumah Abah saat ini Abah dan Umi tengah mengobrol.
"Abah apa yang terjadi pada Ustadz Yunus" tanya Umi yang masih penasaran.
"Kata nya begini" ucap Abah menceritakan kejadian tadi siang.
Flash back onn (pembicaraan Abah dan Yunus)
"Cerita saja Yunus" ucap Abah.
"Abah aku gak tau harus mulai dari mana tapi begini, aku menikah dengan Nirvana itu terpaksa karena dulu aku menikah diam diam dengan Asna teman Nirvana, aku gak bilang pada Laras bahkan aku bilang pada Asna kalau aku belum menikah, aku menikah dengan dia beberapa hanya selama satu tahun saat itu Arman masih bayi berusia dua bulan Laras datang ke kota entah dari mana dia tau aku menikah di kota, laras datang hendak melabrak Asna namun saat itu Asna sakit, tapi tak hanya itu Abah Laras melabrak Nirvana bukan Asna karena yang Laras tau Nirvana lah wanita yang aku nikahi itu bukan Asna, karena saat melabrak hanya ada Nirvana dan aku di luar rumah, Laras kira Nirvana lah istri aku, beberapa Minggu setelah itu sakit Asna semakin parah di saat itu hanya Nirvana lah yang merawat Asna, hingga di ujung usia Asna dia memberi Wasiat pada ku dan Nirvana, yang isi nya dia ingin aku dan Nirvana menikah dia belum tau aku sudah menikah karena Nirvana juga bungkam pada masalah itu, Nirvana mempunyai hutang budi pada Asna hingga dia mau mengurus Arman dan menikah dengan ku walau pun pernikahan kami tak pernah sampai tidur bersama" ucap Yunus menjelaskan.
Sedangkan Abah hanya mendengar kan cerita Yunus dengan teliti.
"Abah saran kan beri tau Laras bagai mana pun nantinya, ingat kalau Laras mau memaafkan mu lepaskan Nirvana kasihan dia hanya tersiksa menikah dengan mu" ucap Abah.
"Mana mungkin Abah kalau begitu bagai mana dengan Arman" tanya Yunus.
"Nirvana sayang pada Arman aku yakin dia tak akan menelantarkan nya" ucap Abah.
"Tapi Abah Laras sekarang marah pada ku" ucap Yunus.
"Apa kau sanggup melepas Laras" tanya Abah.
"Tidak" ucap Yunus menggeleng.
"Lepaskan Nirvana" ucap Abah.
Yunus hanya diam saja.
"Jangan menjadi orang yang serakah" ucap Abah.
Yunus masih diam saja.
"Lepaskan jika memang kau tak nyaman" ucap Abah.
namun Yunus hanya memikirkan apa yang di katakan Abah tanpa berani menjawab nya.
"Abah akan antar kau menemui Laras siapa tau saja Laras mau mendengarkan mu kalau ada Abah ikut ke sana, ingat kata kata Abah Yunus kau harus bijak dalam mengambil langkah kau pemimpin masa seorang pemimpin tunduk pada anak buah nya" ucap Abah.
"ya Abah" ucap Yunus.
Flash back off..
bersambung..
__ADS_1
(tidak ada yang setia menunggu mu selain kematian)