
Semua santri melaksana kan sholat ashar berjamaah, setelah selesai mereka akan belajar di Madrasah seperti tadarus Alquran bersama.
sedangkan sekarang Adam tengah merajuk pada Zia karena sikap Zia yang tak peka tadi.
"Gus apa kau akan mengajar sekarang" tanya Fauzi.
"ya sudah ayo" ucap Adam.
sedang Zia sekarang tengah membaca Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 58.
Ainun melihat pada Al Qur'an milik Zia.
"kau masih yang itu" tanya Ainun.
"lihat aku, aku sudah surat ke lima dan aku sudah tamat dua kali" ucap Ainun sombong pada Zia.
"sudah lah buat apa berlomba" ucap Zia.
"kau takut tersaingi kan" tanya Ainun sambil tertawa terbahak bahak.
"diam kau" ucap Zia yang sekarang sudah terlanjur emosi pada ucapan Ainun.
"hahah aku tau kau takut tersaingi" ucap Ainun.
"terserah" ucap Zia.
"kau takut" ucap Ainun meledek Zia.
"takut? kau tak salah pilih lawan Ainun, bahkan aku tak akan pernah takut pada siapa pun" ucap Zia.
"berani nya kau pada ku" geram Ainun pada Zia yang sejak tadi melawan nya.
Ainun menarik kerudung Zia, sehingga membuat Zia terhuyung ke belakang.
"kau gi la apa" tanya Zia marah.
"kau yang sudah berani pada ku kakak tua jadi rasakan ini" ucap Ainun.
"lepaskan aku Ainun kau benar benar gi la" ucap Zia.
"rasa kan ini" ucap Ainun yang semakin menarik kerudung Zia dengan sangat erat.
"dasar bar bar lepaskan aku wanita be de bah" geram Zia.
"Gus" teriak para santri wanita yang melihat pertengkaran itu.
Adam dan Fauzi melihat pertengkaran Antara Zia dan Ainun.
"astagfirullah Gus lihat" ucap Fauzi pada Adam.
"inalillahi" ucap Adam
mereka berdua langsung berjalan ke sana untuk memisahkan Zia dan Ainun saat ini Adam tengah menarik Zia dan Fauzi menarik Ainun supaya melepaskan cengkraman tangannya pada kerudung Zia.
"Ainun lepaskan Zia" bentak Fauzi.
karena merasa di marahi Ainun pun melepaskan cengkraman tangannya,
"ikut aku" ucap Fauzi.
"mau kemana" tanya Ainun.
"kau tak apa Zia" tanya Adam.
"rambut aku sakit Gus" ucap Zia.
"Zia ikut aku" titah Adam.
Zia mengikuti Adam keluar dari madrasah karena Adam akan bicara sekarang.
"Zia ayo lah jangan cari masalah" ucap Adam.
"masalah apa" tanya Zia.
"ya masalah dengan Ainun, ayo lah Zia kau sudah besar kan jadi tolong jangan cari masalah lagi" ucap Adam.
"Gus yang cari masalah itu dia bukan aku" ucap Zia.
"aku harap kau bisa menjauh dari nya" ucap Adam.
"kau tak tau saja Gus" ucap Zia membela diri.
"tak tau apa lagi Zia aku paham semua nya" ucap Adam.
"Gus aku tau aku sering salah tapi sekarang aku tidak salah" ucap Zia.
"lalu" tanya Adam.
"kau tak akan paham Gus" ucap Zia.
Zia pergi dari sana masuk lagi ke dalam madrasah, sedangkan sekarang Fauzi tengah membawa Ainun ke tempat yang cukup jauh.
"ai ada apa" tanya Fauzi.
"Fauzi aku tak salah, dia yang mulai duluan" ucap Ainun.
"aku tau betul bagai mana kamu Ai jadi aku mohon jangan pernah buat masalah dengan siapa pun termasuk Zia" ucap Fauzi.
"Fauzi aku tak salah ayo lah sedikit saja kau percaya pada ku Fauzi aku beneran ga salah" ucap Ainun.
"ya sudah kembalilah ke madrasah jangan buat masalah lagi" ucap Fauzi.
__ADS_1
"kamu jahat "ucap Ainun.
"dengarkan aku Ainun" ucap Fauzi karena sekarang Ainun sudah pergi dari sana.
"selalu saja apa begitu kebiasaannya "ucap Fauzi
saat ini Adam dan Zia tengah berada di madrasah mereka tengah melakukan tadarus Al-Qur'an, saat ini dia tengah marah karena Adam tak mempercayainya bahkan Adam selalu saja menyalahkannya.
"Gus Adam selalu saja menyalahkanku padahal bukan aku yang mulai duluan tak bisakah dia percaya sedikit saja padaku "gumam Zia marah.
sedangkan Adam hanya menatap Zia dengan tatapan menyesal karena sudah memarahinya tetapi Adam berpikir kalau dia benar, tadarus pun akhirnya selesai semua santri kembali ke kamarnya masing masing karena sebentar lagi akan ada magrib.
"kenapa kak "tanya Rena
"aku marah pada Gus Adam, entah kenapa dia selalu saja memarahi aku padahal aku tak salah kau lihat betul kan kalau dia yang memulai duluan "ucap Zia.
"sudahlah kak jangan pikirkan dia mungkin dia memang bar bar" ucap Rena.
di dalam kamar sudah ada Ainun yang sedang duduk di bibir ranjang, sedangkan dia saat ini tengah marah pada Zia.
"ini semua karena kau Zia aku jadi di salahkan oleh Fauzi padahal kau yang salah, kau juga yang sudah memancing aku agar aku emosi kan" tanya Ainun.
"sadar Ainun kau yang salah tapi kau yang menyalahkan aku" ucap Zia.
"Halah kau saja yang ngada ngada" ucap Ainun.
"ah kau hanya menyalah kan aku saja Zia" ucap Ainun.
"terserah" ucap Zia.
"awas saja kalau kau sampai berani macam macam lagi aku tak akan segan segan membuat mu malu depan semua santri yang lain" ucap Ainun.
"aku tunggu kalau begitu" ucap Zia.
"baik aku akan tunggu" ucap Zia.
"oke" ucap Ainun karena merasa tertantang.
malam harinya semua santri sudah melaksanakan Sholat magrib dan isya berjamaah, sekarang mereka tengah berada di kamar nya masing masing, semua santri istirahat di kamar nya.
berbeda dengan Zia dan Ainun mereka tengah berdebat karena masalah tempat tidur yang sekarang mereka rebut kan, kalau Zia mempertahankan ranjang nya maka Ainun dengan sengaja ingin merebut ranjang punya Zia.
"pokoknya aku harus di sini, kau harus mengalah karena kau sudah lama kan di sini jadi setidaknya kau mengalah lah pada ku Zia" ucap Ainun.
"enak saja, siapa yang cepat dia yang dapat, benar kan Ning Rena" tanya Zia.
"ya kak Ainun, kak Zia benar kau yang salah kau yang harus mengalah, tolong jangan debat lagi" ucap Rena.
"hah enak saja" ucap Ainun.
"Ning aku akan panggil Gus Adam dan Gus Fauzi, biar mereka yang akan tentukan" ucap Gita.
Gita pergi dari sana menuju ke madrasah yang sekarang ada Gus Adam dan Gus Fauzi,
"Gus tolong itu kak Zia dan kak Ainun bertengkar lagi" ucap Gita.
"apa mereka bertengkar lagi, ck kapan mereka akan akur" ucap Adam.
"ayo Gus kita ke sana saja akan berabe kalau sampai mereka debat lagi" ucap Fauzi.
"ya ayo" ucap Adam.
mereka berdua pergi ke kamar Zia dan Ainun sedang kan Gita mengikuti dari belakang.
"Gus apa perlu kita pisahkan saja mereka jangan satu kamar" ucap Fauzi.
"ya mungkin itu akan lebih baik, dari pada mereka debat terus kan" ucap Adam.
"aku tak sangka kalau mereka akan tak akur" ucap Fauzi.
Adam dan Fauzi sampai di kamar Zia dan Ainun, terlihat kalau sekarang Ning Rena sedang mencoba memisahkan mereka, namun mereka tetap ingin menang sendiri.
"ada apa" tanya Adam dengan sedikit meninggi kan suara nya.
"tak bisa kah kalian diam sejenak saja, aku bahkan belum selesai mengerjakan tugas dan kalian ribut terus" ucap Adam marah.
"Gus aku ber sumpah kalau bukan aku yang mulai duluan, kalau kau tak percaya tanya saja pada Ning Rena" ucap Zia.
"benar Gus" ucap Ning Rena.
"Gus Fauzi tolong urus Ainun" titah Adam.
"ya Gus" ucap Fauzi.
"Ai ikut lah dengan ku" ucap Fauzi menarik tangan Ainun untuk pergi dari sana.
Adam menatap pada Zia.
"apa kau mau menyalahkan aku lagi" tanya Zia saat mendapat tatapan dari Gus Adam.
"tidak aku akan kembali kalian tidur lah, oh ya Zia aku minta maaf karena sudah menyalahkan Kamu padahal yang salah Ainun" ucap Adam.
"tak apa lain kali jangan begitu lagi aku tak bisa terima Gus" ucap Zia.
"maaf" ucap Adam dengan rasa menyesal.
"ya tak apa" ucap Zia.
Adam kembali lagi ke madrasah karena akan menghafalkan ceramah untuk besok di acara pengajian.
karena besok adalah hari yang spesial bagi Adam karena besok dia akan bertemu dengan para santri sahabat nya dahulu.
__ADS_1
sedangkan Fauzi sekarang tengah menceramahi Ainun yang sangat susah untuk di atur.
"sekarang kau mau apa Ai, kalau begini terus aku tak bisa menjaga kamu lagi karena kau sudah membuat aku malu Ai" ucap Fauzi.
"Fauzi aku kira kau Fauzi yang dulu yang pernah aku kenal ternyata kau sangat berbeda sekarang" ucap Ainun.
"Ai kau tau tak aku begini karena aku mau kau menjadi lebih baik dari sebelumnya tapi yang aku lihat kau malah semakin bar bar" ucap Fauzi.
"lalu kau mau aku seperti apa hah" tanya Ainun.
"aku mau kau berubah, sudah hanya itu saja maaf aku harus pergi sekarang karena aku harus menyelesai kan tugas bersama dengan Gus Adam" ucap Fauzi yang langsung pergi dari sana menuju madrasah lagi.
"arghhh aku sangat benci pada si Zia itu" ucap Ainun.
karena melihat Fauzi yang tadi marah Ainun pun mencoba untuk membiarkan Zia menang sekarang karena dia tak mau Fauzi semakin marah pada nya.
Fauzi sekarang sudah masuk ke madrasah di sana ada Gus Adam juga.
"bagai mana Gus apa sudah baik baik saja" tanya Adam.
"aku tak sangka Ainun akan se parah ini Gus karena kata mamah nya Ainun sudah mulai baik tapi nyata nya malah semakin parah" ucap Fauzi.
"hahah sudah lah Gus mungkin dia belum nyaman saja, dan Ainun salah pilih lawan karena Zia sudah pasti akan melawan siapa pun orangnya" ucap Adam.
"apa mereka sama sama bar bar" tanya Fauzi sambil tersenyum.
"mungkin saja" ucap Adam.
sedangkan di kamar Ainun dan Zia mereka berdebat lagi, dan Rena dan Gita hanya menutup telinga mereka saja karena perdebatan mereka sangat menganggu.
"aku harap kau tak mendekat pada ku" ucap Ainun.
"mendekat bagai mana kita saja sangat jauh, mungkin posisi ini sangat benar supaya aku tak dekat dengan mu" ucap Zia.
posisi mereka sekarang adalah Rena dan Gita berada di ranjang atas sedang kan Zia dan Ainun berada di ranjang bawah, tetapi tetap saja Zia dan Ainun memang tak akur, padahal mereka baru saja bertemu tapi mereka langsung tak akur.
hingga sampai tengah malam mereka berdebat, Zia tidur duluan karena sudah tak kuat menahan kantuk yang sejak tadi terasa oleh nya.
adzan subuh pun berkumandang di mesjid pesantren itu, bahkan semua santri sudah berada di mesjid, namun beda dengan Zia dan Ainun mereka masih tidur di kamar nya karena semalam mereka tidur tengah malam jadi mereka kesiangan.
bahkan sampai selesai sholat subuh mereka masih tidur bahkan gita dan Rena saja tak bisa membangunkan karena Zia dan Ainun sangat sudah untuk di bangun kan.
"Ning di mana Zia" tanya Adam pada Rena.
"kak Zia dan kak Ainun masih tidur Gus" ucap Rena pada Adam.
"Apa tidur" tanya Adam pada Rena dengan nada terkejut.
"Maaf tapi benar Gus mereka sangat sudah untuk di bangun kan" ucap Rena.
"Tak masalah biar aku saja yang akan bangun kan" ucap Adam.
"Ya Gus" ucap Rena.
Adam berjalan ke arah kamar Zia dan benar saja mereka masih tidur,
"Ya Alloh kenapa mereka malah masih tidur padahal kan sekarang seharusnya mereka bangun dan Sholat subuh" gumam Adam.
"Zia bangun Zia, ayo bangun" ucap Adam membangun kan Zia dengan cara yang dahulu pernah Adam lakukan pada Zia menggunakan tongkat kecil dan sekarang Adam membangunkannya dengan menggunakan gagang sapu.
"Bangun Zia ayo sudah siang" ucap Adam.
"Ada apa Ning aku masih mengantuk" ucap Zia namun matanya masih terpejam.
"Bangun sudah siang" ucap Adam.
Zia merasa aneh karena suara Rena menjadi suara laki laki.
Zia membuka mata nya dan melihat pada orang yang sekarang sedang membangunkannya.
"Gus Adam" gumam Zia.
"Bangun dan segeralah Sholat ajak juga Ainun" titah Adam.
"Ya baik lah Gus" ucap Zia yang langsung bangun dari tidurnya.
"Ya ampun aku terlambat, ini pasti gara gara semalam dia mengajak aku debat" ucap Zia menggerutu.
"Hey Inun bangun lah sudah siang ayo bangun sholat subuh" ucap Zia membangun kan Ainun.
"Inun" ucap Zia.
"Ya ada apa" tanya Ainun yang langsung bangun dari tidurnya.
"Sudah siang ayo kita akan kena marah dari Gus Adam kalau kita belum bangun juga" ucap Zia.
"Yang kena marah kan kau bukan aku" ucap Ainun.
"Bukan hanya dari Gus Adam tapi juga dari Gus Fauzi" ucap Zia.
"Hah benar kah" tanya Ainun.
"Ya tentu saja" ucap Zia yang langsung pergi dari sana menuju ke kamar mandi karena akan wudhu.
Sedangkan Ainun hanya mengikuti Zia dari belakang, Adam memantau mereka dari jarak jauh karena takut nya mereka akan bertengkar lagi.
Zia dan Ainun melaksanakan Sholat subuh hanya berdua saja karena yang lain sekarang sudah berada di kelas karena sebentar lagi akan belajar.
sedangkan Adam dan Fauzi sekarang mereka tengah bersiap karena akan pergi ke acara pengajian itu.
bersambung...
__ADS_1