Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 64


__ADS_3

Sore harinya Zia sudah sadar dan aktivitas seperti biasa, bahkan sekarang orang tua Zia sudah pulang karena Zia juga yang maksa.


"Kak bagai mana kronologi nya aku sangat penasaran" tanya Rena.


"Aku gak tau persis tapi saat aku ke sana Ainun sudah pingsan di tanah" ucap Zia.


"Oh" ucap Rena.


Adam datang ke sana karena akan bicara hal penting pada Zia.


"Zia " sahut Adam di ambang pintu kamar Zia.


"Ya" ucap Zia pada Adam.


"Bisa kau datang kemari" tanya Adam.


"Apa" tanya Zia yang mendekat pada Adam.


"Aku mau bicara sesuatu penting dengan mu" ucap Adam.


"Apa bicara saja" ucap Zia.


"Zia aku mau kita menikah" ucap Adam.


"Hah" tanya Zia kaget mendengar hal itu.


"Jangan bercanda Gus" ucap Zia.


"Aku ga bercanda" ucap Adam.


"Lalu" tanya Zia.


"Abah sudah tau kalau kita temenan, aku harap kau mau menikah dengan ku aku mohon Zia" ucap Adam.


"Gus tapi pernikahan itu bukan hal yang main main" ucap Zia.


"Ayo Zia kita sudah terlanjur kita sudah terlalu dekat selama ini aku gak mau kalau sampai Abah berfikir kita yang tidak tidak" ucap Adam.


"Wajar saja kan seorang laki laki dan perempuan berteman" tanya Zia.


"Ya tapi bagi keluarga ku itu tak biasa Zia, ayo lah" ucap Adam.


"Gus aku gak bisa" ucap Zia.


"Zia aku mohon, aku gak mau kalau kita sampai di anggap gak bener oleh orang orang" ucap Adam.


"Kau terlalu takut pada omonga orang Gus" ucap Zia.


"Zia ayo lah, demi aku demi Abah" ucap Adam.


"Aku gak bisa" ucap Zia yang langsung pergi dari sana meninggal kan Adam sendirian.


"Huh bagai mana ini, Zia masih tak paham juga" gumam Adam.


Adam melihat ke arah belakang nya ternyata di jarak yang sangat jauh ada Abah yang sedang melihat Adam, dengan cepat Adam berjalan dari sana menuju ke rumah nya.


"Abah kenapa selalu memantau ku" gumam Adam.


Sekarang Fauzi masih berada di UKS karena menunggu Ainun bahkan sekarang Fauzi tengah menyuapi Ainun karena sejak tadi Ainun belum makan.


"Fau apa jarum ini tak bisa di lepas, ini terasa sakit di kulit ku" ucap Ainun.


"Sabar ya kata Bidan boleh di cabut asal nanti kalau sudah habis" ucap Fauzi.


"Tapi sakit" ucap Ainun.


"Tahan ya" ucap Fauzi.


"Fau di mana Zia apa dia selamat" tanya Ainun menatap pada Fauzi.


"Dia selamat dia baik baik saja sekarang" ucap Fauzi.


"Bisa kah aku bertemu dengan nya aku merasa bersalah pada nya karena sudah keterlaluan aku ingin minta maaf" ucap Ainun.


"Nanti aku akan panggil dia kemari " ucap Fauzi.


"Ya" ucap Ainun.


Sekarang waktunya Adzan Maghrib, Zia yang masih berada di kamar nya pun langsung keluar dengan menenteng mukenah, Zia sebenar nya kesal pada Adam karena selalu saja mengajak nya menikah.


Namun mata Zia menatap pada Haddad dan Husna yang baru saja datang ke sana.


"Assalamualaikum Abah" ucap Haddad.


"Waalaikum salam Ustadz Haddad kau datang" tanya Abah.


"Ya Abah kami datang lagi" ucap Haddad


"Ya ayo masuk kita Sholat Maghrib berjamaah" ucap Abah.


"Ya Abah" ucap Haddad dan Husna bersamaan.


"Abah duluan" ucap Abah yang langsung pergi dari sana.


"Ning aku akan ambil wudhu" ucap Haddad pada Husna yang sekarang sudah menjadi istrinya.


"Ustadz nanti malam kita menginap saja di sini ya" ucap Husna sambil membawa kan sorban yang di pakai Haddad.


"Ya terserah kau saja" ucap Haddad.


Mereka berdua berjalan terpisah karena Husna akan ke kamar mandi santri putri dan Haddad ke kamar mandi santri laki laki.


Zia hanya menatap mereka berdua dengan tatapan sendu karena jujur saja Zia masih punya rasa pada Haddad, namun takdir sudah mempermainkan Cinta Zia.


"Makan nya Zia lain kali kalau pacaran jangan pakai perasaan" gumam Zia.


Kemudian Zia teringat pada ucapan Adam yang memintanya untuk menikah.


"Apa aku terima saja Gus Adam" gumam Zia sambil berfikir.


Sholat Maghrib dan Isya sudah para santri laksanakan, sekarang mereka semua akan belajar di Madrasah.


Zia berjalan ke Madrasah sendirian di antara kerumunan para santri putri yang akan ke madrasah.


Tiba tiba saja seseorang menarik Zia dan membawa Zia menjauh dari sana.


"Ning ada apa" tanya Zia pad Husna yang baru saja menarik Nya.


"Tak ada aku hanya ingin bicara saja dengan mu" ucap Husna.


"Bicara apa" tanya Zia.


"Terima kasih karena kau sudah merelakan Ustadz Haddad pada ku, Zia dua hari terakhir Uatadz Haddad akhir nya bisa menganggap ku sebagai istrinya kau tau Zia satu hari setelah menikah bahkan dia tak mau bicara dengan ku tapi sekarang aku sangat senang karena dia mau juga bicara pada ku" ucap Husna.


"Syukur lah kalau begitu" ucap Zia.


"Oh ya lalu kau kapan menikah dengan Gus Adam" tanya Husna.


"Secepatnya" ucap Zia.

__ADS_1


"Ya aku yakin Gus Adam Baik bahkan aku sangat sangat yakin kalau Gus Adam itu sangat mencintai mu, bahkan kau tau Zia jika Gus Adam suka pada wanita, itu artinya wanita itu adalah wanita paling baruntung" ucap Husna.


"Hah mana ada" ucap Zia.


"Beneran" ucap Husna.


"Aku harap begitu, oh ya aku akan ke madrasah" ucap Zia.


"Ayo bareng" ucap Husna.


Belajar dan tadarus pun selesai, sekarang para santri bubar karena sudah waktunya untuk tidur.


Zia berjalan bersama dengan Rena dan Gita karena akan ke kamarnya.


"Zia" sahut Adam.


"Apa lagi" tanya Zia.


"Ajar kan aku bahasa Inggris karena tiga hari lagi aku akan pergi" ucap Adam.


"Hah bukan nya satu Minggu lagi" tanya Zia.


"Ya tadinya begitu tapi kata teman aku kita harus datang awal ke sana karena harus mencari tempat tinggal dan daftar hadir" ucap Adam.


"Baik lah" ucap Zia.


"Ke rumah Umi" ucap Adam.


"Ya ayo" ucap Zia.


Mereka berada di rumah Umi, di sana juga ada Umi yang sedang duduk di ruang tamu.


"Neng Zia" ucap Umi.


"Ya Umi aku akan mengajarkan lagi bahasa Inggris pada Gus Adam" ucap Zia.


"Ya Zia ajar kan karena keberangkatannya di awal kan" ucap Umi.


" Ya umi" ucap Zia.


"Gus sampai mana kau bisa" tanya Zia.


"Aku bisa kalau berdialog cuman aku mau melancarkan saja dengan mu" ucap Adam.


"Oke ayo" ucap Zia.


"Hallo Zia my name is Adam" ucap Adam.


"Jangan begitu coba yang lain" ucap Zia.


"How are you" ucap Adam.


"Bagus coba yang lain" ucap Zia.


Adam mengucapkan semua bahasa inggris, sekarang Adam sudah cukup bisa bahasa Inggris bahkan sudah hampir lancar.


"Sudah lancar" ucap Zia.


"Assalamualaikum Umi kata Abah Umi di panggil ke madrasah" ucap Salah satu santri yang baru saja datang ke sana.


"Waalaikum salam" serempak.


"Ya Umi akan ke sana " ucap Umi.


"Ya Umi" ucap nya.


"Dam neng Umi ke sana dulu ya" ucap Umi.


"Ayo lanjutkan lagi" ucap Zia.


Namun Adam malah melihat ke arah luar pintu yang terbuka, di sana sudah tak ada siapa siapa lagi.


"Sekarang aku ingin bicara serius Zia" ucap Adam.


"Bicara apa" tanya Zia.


"Kamu mau kan menikah dengan ku" tanya Adam.


"Ck itu lagi" ucap Zia.


"Ayo lah Zia aku janji akan mem bahagia kan kamu" ucap Adam.


"Tapi aku belum siap Gus" ucap Zia.


"Per siap kan saja dulu Zia ada waktu satu bulan untuk kau berfikir" ucap Adam.


"Tapi" ucap Zia.


Drttt drtt


Ponsel Adam berdering tanda ada yang menghubungi nya.


Adam mematikan panggil itu karena sudah Adam pastikan kalau panggilan itu dari wanita yang Adam temui saat pengajian di Tasik.


"Angkat saja siapa tau penting" ucap Zia.


"Ini gak penting" ucap Adam.


"Wanita itu lagi" tanya Zia.


"Ya" ucap Adam.


"Gus bagai mana aku bisa percaya pada mu kalau kau saja masih berbalas pesan dengan wanita itu" ucap Zia.


Adam menyodorkan ponsel nya pada Zia.


"Terserah kamu, mau kamu hapus atau mau kamu uninstal apk itu silahkan aku tak akan marah" ucap Adam.


"Gus Adam se nekad itu" batin Zia.


"Tak perlu aku gak mau ikut campur" ucap Zia.


"Tapi kau mau kan menikah dengan ku" tanya Adam.


"Tanpa cinta, sangat mustahil Gus" ucap Zia.


"Kenapa mustahil Zia tak ada yang mustahil bagi Alloh" ucap Adam.


"Bahkan kau tau Zia pada jaman dulu semua orang menikah bukan karena cinta, tapi kepercayaan, bahkan Zia cinta itu bisa saja hilang namun ada satu yang tak akan hilang kasih sayang" ucap Adam.


"Ya aku tau tapi Gus, aku masih ragu" ucap Zia.


"Aku tau kau juga suka pada ku Zia" ucap Adam.


"Mana ada" tanya Zia.


"Jangan bohong terlihat dari mata mu kalau kau berbohong" ucap Adam.


"Tidak" ucap Zia.

__ADS_1


"Kau mau dengar sebuah kisah Zia" tanya Adam.


"Kisah apa" tanya Zia.


"Kisah cinta antara Ali bin Abi Tholib teman rasulallah yang menikah dengan Fatimah Az-Zahra putri Rasulullah, mereka saling suka Zia namun mereka tak berani mengungkapkan sehingga mereka hanya mencintai dalam diam, bahkan Syaitan pun tak bisa mengendus nya, mereka bisa menjaga Izzah nya hingga Alloh sudah meng halal kan mereka" ucap Adam.


"Apa mereka menikah" tanya Zia.


"Tentu saja, saat itu ada banyak sekali lamaran untuk Fatimah Az-Zahra bahkan dari kalangan saudagar bahkan sahabat Rasulullah yang tak lain adalah ayah nya Fatimah Az-Zahra, tetapi Fatimah menolak nya bahkan ada yang sampai membawa harta kekayaan nya namun tetap saja di tolak, karena hampir semua pemuda di tolak teman teman Ali pun mendukung Ali untuk mencoba melamar Fatimah, Ali datang ke rumah Rasulullah awal nya dia ragu karena dia dari keluarga miskin dan tak punya apa apa, lalu Ali mengutarakan isi hatinya nya pada Rasulullah dan kau tau Zia, Fatimah Az-Zahra menerima nya namun Ali tak punya harta untuk di berikan mahar Ali lalu menjual baju besi atas perintah Rasulullah, dan uang nya ia jadi kan mahar untuk meminang Fatimah Az-Zahra" ucap Adam.


Zia sangat antusias mendengarkan nya.


"Lalu bagai mana pernikahan mereka" tanya Zia.


"Lancar saja bahkan kau tau ada yang menyebutkan kalau rasulallah melihat tangan putri nya yang kasar karena harus menepung gandum untuk membantu suami nya, di malam pernikahan mereka, Fatimah Az-Zahra berkata pada Ali, "maaf karena sebelum menikah aku pernah jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku sangat ingin menikah dengan nya" ucap Fatimah lalu Ali pun bertanya, apa Fatimah menyesal menikah dengan nya? Lalu Fatimah Pun menjawab "pemuda itu adalah diri mu" ucap Fatimah, hanya ucapan itu saja bisa membuat Ali sangat bahagia" ucap Adam.


"Romantis nya" ucap Zia.


"Cerita cinta yang simple kan" tanya Adam.


"Ya" ucap Zia.


"Lalu kenapa cerita kita sangat rumit Zia" ucap Adam.


"Gus jangan sangkut pautkan dengan masalah ini" ucap Zia.


"Lalu mau bagai mana lagi" tanya Adam.


"Sekarang sudah malam, Inggris mu sangat bagus Gus aku akan pulang ke kamar" ucap Zia.


"Biar aku antar" ucap Adam.


"Tak usah" ucap Zia.


"Kenapa" tanya Adam.


"Katanya Abah tak suka kalau kita berduaan makan nya jangan berduaan" ucap Zia.


"Terserah kau saja" ucap Adam.


"Assalamualaikum" ucap Zia.


"Waalaikum salam" ucap Adam sambil menatap Zia sampai Zia pulang ke arah kamarnya.


Sedangkan di kamar Zia ada Rena dan Gita di sana yang sedang ngobrol sambil merebahkan diri di atas ranjang.


Zia masuk ke dalam kamar nya.


"Kak baru pulang" tanya Rena.


"Ya kakak mu tuh banyak bicara sekarang" ucap Zia.


"Oh ya kak tadi Gus Fauzi datang ke sini nanyain kakak" ucap Rena.


"Mau apa kata nya" tanya Zia.


"Kata nya Kak Ainun mau bicara" ucap Gita.


"Oh ya" tanya Zia.


"Ya" ucap Rena.


"Tapi kata Gus Fauzi kalau kak Zia sibuk besok saja datang ke UKS" ucap Gita.


"Besok saja lah aku datang" ucap Zia.


"Ya tak masalah" ucap Rena.


"Oh ya kak ada apa memang nya Gus Adam panggil apa belajar Inggris lagi" tanya Gita.


"Bisa aku cerita" tanya Zia.


Rena dan Gita langsung bangun dari rebahan nya dan mendekat pada Zia.


"Cerita apa" tanya Rena.


"Tentang horor kah" tanya Gita.


"Tidak horor cuman ini sangat menakutkan" ucap Zia.


"Apa" tanya Rena.


"Ning kau tau kakak mu ngajak aku nikah" ucap Zia.


"Hah" tanya Rena dan Gita terkejut secara bersama an.


"Beneran" ucap Zia.


"Aku harus apa sekarang mana dia maksa lagi aku sudah bilang tidak tapi dia maksa" ucap Zia.


"Kak terima saja kau wanita paling beruntung karena bisa di nikahi Gus Adam" ucap Rena.


"Ya kau paling beruntung" ucap Gita.


"Tapi mana mungkin aku menikah" ucap Zia.


"Memang nya apa alasan Gus Adam memaksa begitu karena yang aku tau Gus Adam bukan orang pemaksa" ucap Rena.


"Alasan nya karena Abah tau kalau aku dan Gus Adam berteman" ucap Zia.


"Kak maaf kalau untuk ini aku gak bisa bantu ya kan Git karena kan ini urusan kakak" ucap Rena.


"Lalu aku sekarang harus apa" tanya Zia.


"Kak begini saja kakak lakukan Sholat istikharah minta supaya kakak di dekat kan dengan jodoh kakak" ucap Rena.


"Apa niat nya" tanya Zia.


"Usholli sunnatal istikharah rak'ataini lillahi ta'ala" ucap Rena.


"Apa cara sholat nya sama" tanya Zia.


"Dua rakaat di rakaat pertama kakak bacakan surat Al Fatihah dengan Al kafirun dan di rakaat kedua kakak bacakan Al Fatihah dengan Al Ikhlas" ucap Rena.


"Ada juga bacaan nya" ucap Gita yang sekarang mencari buku buku nya.


Setelah ketemu dia memberi kan nya pada Zia.


"Setelah Sholat kakak baca Doa ini" ucap Gita menunjuk buku catatan nya.


"Aku akan coba" ucap Zia.


"Tapi kapan aku melakukan nya" tanya Zia lagi.


"Boleh siang atau malam hari" ucap Rena.


"Aku akan coba, Doa kan aku" ucap Zia.


"Ya amin" ucap Rena dan Gita secara bersamaan.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2