Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 91


__ADS_3

Malam harinya setelah selesai mengajar Zia, adam, Umi dan Abah berkumpul di ruang tamu menikmati teh hangat yang baru saja Zia sajikan.


"Oh ya Dam bagai mana tentang Gus Yasya apa mereka setuju" tanya Umi.


"Pasti setuju Umi" sahut Abah.


"Sebenarnya tidak Umi, Farida menolak lamaran Gus Yasya" ucap Adam.


"Kenapa menolak bukan nya Farida juga sudah ke sini" ucap Umi.


"Ya tapi apa ya" ucap Adam bingung mau menjelaskan dari mana.


"Farida ingin menikah dengan Gus Adam, Umi" sahut Zia sambil memutar bola matanya.


"Apa" tanya Umi tak percaya.


"Ya" ucap Adam sambil mengangguk anggukan kepala nya.


"Masa sih anak nya pemilik pesantren Al hikmah sebo doh itu" ucap Umi.


"Entah lah" ucap Adam.


"Bukan bo doh Umi cuman kayanya dia lebih ke tak tau malu saja sih" ucap Zia.


"Ya Umi tak sangka" ucap Umi.


"Apa dia tau kalau Adam sudah punya istri" tanya Abah.


"Tau Abah dua kali dia datang kemari, dan Zia juga ada" ucap Adam.


"Oh baik lah jangan di bahas lagi" ucap Abah.


"Bagai mana Neng Zia apa mengajar nya gampang" tanya Umi.


"Lumayan umi, tapi ya ada santri nanya tapi aku gak tau jadi aku gak jawab" ucap Zia.


"Memang nya tanya apa" tanya Adam.


"Dia tanya Akhlakul majmumah, katanya pekerjaan rumah dari mu" ucap Zia.


"Kau tak tau" tanya Adam.


"Jangan kan aku para santri juga gak tau" ucap Zia.


"Biar aku jelaskan, Pengertian akhlak mazmumah yaitu segala bentuk perbuatan manusia yang dapat mendatangkan kemudhorotan bagi diri sendiri dan orang lain, serta dapat membahayakan iman dan mendatangkan dosa" ucap Adam.


"Apa itu kemudhorotan" tanya Zia.


"Zia, kemudhorotan itu adalah suatu kondisi yang harus kita hilangkan, maka dari itu kita harus menolak kemudhorotan supaya mewujudkan kemaslahatan" ucap Adam.


"Lalu kemaslahatan itu apa" tanya Zia.


"Kemaslahatan itu mengambil manfaat dan menolak kemudharatan dalam rangka memelihara tujuan-tujuan syara" ucap Adam.


"Oh, lalu tadi kata santri, mereka bertanya ciri ciri Akhlakul majmumah, apa saja" tanya Zia.


"Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa akhlak adalah salah satu sifat yang tertanam di dalam jiwa manusia yang dapat menimbulkan suatu perbuatan yang mudah dilakukan tanpa adanya pertimbangan pemikiran lagi" ucap Adam.


"Contoh akhlakul majmumah ada lima yaitu:


-Bersikap takabur, kikir, sombong, dengki.


-Mengingkari janji yang sudah dibuat.


-Mencuri barang atau mengambil barang yang bukan haknya.


-Berbicara kasar atau durhaka pada orang tua.


-Berprasangka buruk pada orang lain atau suudzon dan lain sebagainya.


Ada juga sikap sikap nya, seperti:


Anamiah yaitu egois, gadab yaitu pemarah, hasad yaitu dengki, gibah yaitu membicarakan orang lain, dan namimah yaitu mengadu domba" ucap Adam.


"Seperti sombong ya Gus" ucap Zia.


"Ya ada di Al Qur'an yang artinya: Allah swt berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. ” (QS Luqman ayat 18)" ucap Adam.


"Ya aku paham sekarang" ucap Zia.


"Lalu apa arti nya Akhlakul Majmumah" tanya Adam.


"Akhlak yang harus di jauhi" ucap Zia.


"Hanya itu yang kamu tau" tanya Adam.


"Ya" ucap Zia.


"Ya sudah lah tak apa" ucap Adam.


"Oh ya Gus dulu saat aku masih sekolah aku juga pernah belajar ini tapi aku lupa dan aku tak ingat apa arti nya" ucap Zia.


"Apa saja yang kamu ingat" tanya Adam.


"Tak ada" ucap Zia.


"Lalu apa saja yang kau ingat" tanya Adam.

__ADS_1


"Jajan, belanja, salon, apa lagi" ucap Zia.


"Terserah" ucap Adam tersenyum melihat tingkah Zia.


"Baiklah Umi akan tidur sekarang" ucap Umi yang langsung pergi dari sana dan di susul oleh Abah.


"Ya Umi" ucap Adam.


"Shutt... Shutt.. sayang tidur yu" ucap Zia setengah berbisik.


"Aku mau sholat tahajud" ucap Adam.


"Tapi Gus setau aku kan sholat tahajud harus tidur dulu" ucap Zia.


Adam menelan Saliva nya, karena dia sudah salah bicara pada Zia.


"Ya aku akan tidur di mesjid" ucap Adam.


"Tidur di mesjid? Gus tidur saja di sini nanti malam bangun dan sholat" ucap Zia.


"Bukan begitu Zia kalau dekat dengan mu aku tak bisa nahan diri dan kamu juga suka mancing mancing jadi pliss untuk malam ini ya jangan dulu" ucap Adam.


"Gus aku istri mu kan jadi wajar lah kalau aku minta" ucap Zia.


"Tapi malam ini aku gak mau mandi" ucap Adam.


"CK ga usah mandi saja" ucap Zia.


"Tapi Zia aku harus mandi wajib" ucap Adam.


"Aku janji tak akan minta" ucap Zia.


"Baik lah aku tidur dengan mu" ucap Adam.


"Ayo" ucap Zia menuntun Adam untuk masuk ke dalam kamar.


Zia mengunci kamar itu.


Adam langsung berbaring di kasur, sedang kan Zia saat ini tengah Menganti pakaian nya di hadapan Adam.


Adam menatap pada Zia yang sekarang berganti pakaian, karena tak mau melihat lekuk tubuh Zia, Adam pun mengusap wajah nya dan memaling kan wajah nya sampai Zia selesai ganti pakaian.


Zia membaring kan tubuh nya di samping Adam.


"Gus apa suami istri kalau punya Wudhu terus saling ber sentuhan apa wudhu nya batal" tanya Zia.


"di kalangan umat Islam khususnya di Indonesia, menyentuh istri membatalkan wudhu jika tanpa penutup atau penghalang seperti kain walau pun tipis, kecuali jika memegang rambut, gigi, dan kuku itu tak akan batal" ucap Adam.


"Oh jadi batal ya" ucap Zia.


"Tentu saja" ucap Adam.


Pagi harinya setelah Sholat Subuh, Zia dan Adam pulang karena akan Makan di rumah sedangkan para santri sekarang tengah makan di ruang makan.


Datang beberapa warga ke sana dengan para anak nya.


"Assalamualaikum" sahut Beberapa warga itu menuju ke rumah Abah.


"Waalaikum salam" ucap Zia dan Adam yang ada di rumah.


Adam keluar dari rumah untuk melihat siapa yang datang ke sana.


"Ya Bu Ada apa" tanya Adam.


"Apa Abah ada di dalam" tanya ibu ibu itu.


"Oh Abah sekarang sedang mencari buku di Madrasah" ucap Adam.


"Apa ada penting" tanya Adam Lagi.


"Ya kami mau bertemu Abah" ucap nya.


"Baik lah tunggu di dalam saja, aku akan panggil kan Abah" ucap Adam.


"Ya terima kasih Gus" ucap mereka serempak.


"Zia" sahut Adam memanggil Zia dari dalam.


"Ya Gus Ada apa" tanya Zia.


"Ajak ibu ibu ini masuk, aku akan ke Madrasah" ucap Adam.


"Oh baik lah" ucap Zia.


Adam pergi dari sana menuju ke Madrasah karena akan memanggil Abah.


"Ibu ibu ayo masuk" ucap Zia mempersilahkan ibu ibu itu masuk.


Zia menyuguhkan minuman pada ibu ibu itu.


"Silahkan bu maaf hanya air putih saja" ucap Zia.


"Tak masalah Neng" ucapnya.


Adam sekarang berada di madrasah.


"Abah" ucap Adam.

__ADS_1


"Ya" sahut Abah.


"Ada tamu yang nyari Abah" ucap Adam.


"Di mana" tanya Abah.


"Di Rumah" ucap Adam.


"Baik lah Abah akan ke sana" ucap Abah yang langsung pergi dari sana menuju ke rumahnya.


Adam hanya mengikuti Abah saja karena dia juga akan pulang dan akan bersiap untuk mengajar.


"Assalamualaikum" ucap Abah yang langsung masuk ke dalam rumah nya.


"Waalaikum salam" serempak.


"Apa ada yang penting" tanya Abah karena Abah bukan tipikal orang yang pandai ber basa basi.


"Begini Abah kedatangan kami ke sini karena kami ingin bicara penting pada Abah" ucapnya.


"Ya" ucap Abah.


"Kami ingin menyekolahkan anak kami di sini tapi kami tak akan memondok kan mereka hanya belajar saja" ucap ibu itu.


"Oh boleh tentu saja boleh, berarti mereka hanya akan belajar dari jam setengah tujuh sampai pukul dua belas siang" ucap Abah.


"Ya Abah terima kasih" ucapnya.


"Apa di sini para santri suka makan dulu" tanya salah satu ibu yang lain.


"Oh ya pagi pukul setengah tujuh mereka makan dulu setelah makan ada istirahat beberapa menit lalu masuk kelas" ucap Abah.


"Oh baik lah Abah berapa biaya nya" tanya nya.


"Biaya? Buat apa" tanya Abah.


"Buat daftar" tanya ibu ibu yang lain.


"Bu biaya nya gratis, bayar kalau mau beli pakaian dan itu pun bayar nya pada Bu Isma, gak ada biaya yang lain lagi" ucap Abah.


"Kalau biaya makan" tanya yang lain.


"Para santri di sini membayar biaya makan satu bulan sebesar dua ratus ribu saja, itu pun tidak dengan uang jajan, jadi uang jajan mereka beda lagi" ucap Abah.


"Baik lah kami akan bayar uang makan karena takut nya mereka mau makan" ucap Ibu ibu itu.


"Ya tak masalah" ucap Abah.


"Baik lah kalau untuk pakaian kami akan tanya pada bu Isma" ucap nya.


"Ya tanya saja pada nya, memang nya kelas berapa anak ibu ini" tanya Abah.


"Kelas 2 SMA" ucapnya.


"Oh emang nya di mana sekolah sebelum nya" tanya Abah.


"Sekolah SMA Budi Utomo" ucap nya.


"Ya tak apa Bu Sekarang bisa langsung masuk" ucap Abah.


"Ya Abah terima kasih" ucap Ibu ibu itu.


Setelah selesai berbincang bincang, mereka pulang dan anak mereka langsung masuk ke kelas.


"Gus mau kemana" tanya Zia yang melihat Adam sudah siap dan rapih.


"Mau ngajar" ucap Adam.


"Sudah siap, tapi aku belum siap" ucap Zia.


"Ayo lah bersiap" ucap Adam.


Adam masuk ke kelas 1 SMA di sana santri nya hanya sedikit, jadi Adam santai saja.


"Baik lah kumpul kan pekerjaan rumah kalian" ucap Adam.


Semua nya mengumpulkan buku nya ke depan.


Adam memeriksa satu persatu namun Adam heran dengan satu buku yang di dalam nya ada nama laki laki yang di buat seperti lukisan.


Adam melihat nama pemilik buku itu padahal nama nya adalah santri putri.


Adam tersenyum dia paham pada kelakuan santri yang sedang masa pubertas itu.


"Baik lah siapa yang nama nya Feby" ucap Adam.


Seorang santri putri maju ke depan.


"Ini" ucap Adam menyodorkan buku nya.


"Terima kasih Gus" ucapnya.


"Lain kali jangan tulis nama laki laki di buku ya, sebut kan saja si sepertiga malam insya Allah kalau memang jodoh kalian akan menyatu dan Ingat, jangan dulu pacaran Karena kalian masih kecil" ucap Adam.


"Baik Gus" ucapnya tersenyum malu.


bersambung

__ADS_1


mohon maaf ya Mak othor sekarang telah up nya, entah kenapa beberapa hari ini Mak othor sangat susah untuk cari inspirasi tapi Mak othor usahain akan up tiap hari..


terima kasih yang sudah mau menunggu


__ADS_2