Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 138


__ADS_3

Zia saat ini tengah mencuci pakaian, tak sengaja Zia mendengar percakapan abah dengan Umi.


"Umi sekarang malam Nuzulul Qur'an, kita adakan makan makan bersama saja" ucap Abah.


"Tapi Abah kalau begitu kita harus makan dengan lauk pauk lengkap" ucap Umi.


"Umi seadanya saja" ucap Abah.


"Tapi Abah di setiap ada acara kita akan membuat nasi tumpeng jadi kita harus pakai lauk yang enak" ucap Umi.


"Baiklah kalau begitu umi beli saja lauk di pasar, ini uangnya" ucap Abah menyodorkan beberapa lembar uang pada umi.


"Ya baik lah" ucap Umi.


Zia yang mendengar pun langsung penasaran pada arti Nuzulul Qur'an ini.


"Apa itu Nuzulul Qur'an" gumam Zia.


Zia masih berpikir sambil menumpahkan sabun ke ember yang di isi cucian kotor.


"Aku akan tanya Gus Adam nanti" gumam Zia lagi.


Setelah selesai mencuci pakaian, Zia langsung menjemur nya tanpa aba aba lagi Zia langsung masuk ke dalam kamarnya karena akan bertanya pada Adam apa itu Nuzulul Qur'an.


"Gus" ucap Zia pada Adam yang baru saja bangun tidur.


"Ya ada apa" tanya Adam.


"Nuzulul Qur'an itu apa" tanya Zia.


"Nuzulul Qur'an" tanya Adam.


"Ya aku dengar dari Umi katanya malam ini itu malam nuzulul Qur'an" ucap Zia.


"Oh ya aku lupa kalau malam ini Nuzulul Qur'an" ucap Adam.


"Ishh Gus beri tau aku dulu, apa itu Nuzulul Qur'an" ucap Zia.


"Zia Nuzulul Qur'an itu adalah malam di turunkan nya Al Qur'an untuk pertama kalinya, di sebutkan dalam hadits riwayat Ibnu Abbas Ra.


"Al-Qur'an diturunkan sekaligus ke langit dunia pada malam Qadar, kemudian diturunkan sesudah itu sepanjang 20-an tahun".


Ada juga firman Alloh tentang di turun kan nya Al Qur'an ini.


Yang Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). (Quran Surat. Al Baqarah ayat 185)" ucap Adam.


"Apa saja yang di lakukan di malam Nuzulul Qur'an ini" tanya Zia.


"Yang pertama, perbanyak doa dan sholat malam, karena malam Nuzulul Quran ini merupakan malam di mana para malaikat turun ke bumi untuk memberikan doa kepada setiap umat Islam yang beribadah pada malam yang penuh keberkahan ini,


Yang kedua, itikaf di mesjid, maksud nya kita harus memperbanyak amalan amalan contoh nya seperti, membaca Al-Quran, berdzikir, berdoa, dan melaksanakan sholat malam.


Ada dalam hadits riwayat Muslim yang menyarankan untuk melakukan itikaf.


Yang Artinya: "Bahwa Nabi saw melakukan i'tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i'tikaf setelah beliau wafat".


Dan yang ketiga adalah, tadarus Al Qur'an.


Yang ke empat, Melakukan dzikir.


Dan yang kelima adalah mengadakan pengajian" ucap Adam.


"Oh jadi malam Nuzulul Qur'an itu adalah malam di turunkan nya Al Qur'an" ucap Zia.


"Ya dan kau tau Zia Surat apa yang pertama kali di turun kan ke bumi" tanya Adam.


"Al Fatihah kan karena yang pertama dalam Al Qur'an adalah Al Fatihah" ucap Zia.


"Salah, surat Paling pertama di turun kan adalah surat Al alaq ayat 1 sampai 5, kamu harus tau Zia dengan hal ini" ucap Adam.


"Kenapa harus Al alaq tidak surat yang lain" tanya Zia.


"Karena Dalam wahyu pertama yang difirmankan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw ditegaskan bahwa perintah Allah pertama kepada manusia adalah membaca. Perintah tersebut memberikan pengertian bahwa membaca adalah kunci untuk mengetahui segala sesuatu yang ada di muka bumi ini" ucap Adam.


"Artinya Al alaq itu apa" tanya Zia.


"Al alaq itu arti nya Segumpal darah" ucap Adam.


"Oh" ucap Zia.


"Tapi Zia di ayat pertama di sebut kan Iqra dan iqra ini arti nya adalah bacalah, jadi penting nya kita membaca itu ya begini karena dengan membaca kita jadi tau" ucap Adam.


"Oh" ucap Zia lagi.


"Paham" tanya Adam.


"Paham" ucap Zia.


"Syukur lah kalau kau paham, tapi jangan lupa amal kan lalu bagikan" ucap Adam.


"Siap bos" ucap Zia menghormat pada Adam yang membuat Adam tersenyum menatap istrinya.


Siang hari nya Umi sudah pulang dari pasar bersama dengan Rena.


Namun saat ini Rena akan menemui Luthfi untuk menanyakan tentang baju yang dia berikan.

__ADS_1


"Kak" ucap Rena pada Zia yang sekarang membantu Umi membuka barang belanjaan.


"Apa" tanya Zia.


"Antar aku ke kamar Gus Luthfi" ucap Rena sedikit berbisik dengan mata yang celingak celinguk mencari sesuatu.


"Ya ampun Ning kau baru saja pulang masa mau jalan lagi" ucap Zia.


"Kak kamar santri putra itu tak jauh" ucap Rena.


"Baik lah ayo" ucap Zia.


"Terima kasih kakak ipar" ucap Rena.


"Umi aku akan keluar sebentar" ucap Zia pada umi yang sekarang ada di dapur.


"Baik lah" ucap Umi.


Zia mengantar Rena ke kamar santri putra, Zia sudah duga kalau para santri putri pasti memperhatikan, apa lagi tempo lalu Zia mendengar kalau mereka membicarakan Rena dan Luthfi.


"Ning aku saran kan kau jangan terlalu dekat dengan Gus Luthfi" ucap Zia.


"Kenapa" tanya Rena.


"Takut nya abah tau" ucap Zia.


"Gak akan sekali ini saja" ucap Rena.


"Ya baik lah" ucap Zia.


Mereka masuk ke dalam kamar santri putra namun belum juga masuk benar Luthfi sudah ada di sana.


"Ehemkk" Luthfi berdehem.


Zia dan Rena melihat ke arah belakang mereka ternyata ada Gus Luthfi di sana.


"Gus kau ada di sini" tanya Rena.


"Ada apa" tanya Luthfi.


"Aku mau tanya" ucap Rena.


"Apa Ning" tanya Luthfi.


"Soal baju, kenapa kau belikan aku pakaian" tanya Rena.


"Karena aku suka kalau kau bahagia" ucap Luthfi.


"Tapi Gus cukup aku tak butuh baju" ucap Rena.


"Gak ada aku tak mau merepotkan mu" ucap Rena.


"Tak merepotkan" ucap Luthfi.


"Baik lah Terima kasih tapi untuk kedepannya jangan ya" ucap Rena.


"Ya" ucap Luthfi menjaga image di hadapan Zia dengan bersikap dingin dan cuek.


Padahal jika di hadapan Rena saja Luthfi sangat lah bucin.


"Kami permisi" ucap Rena.


"Ning" tanya Luthfi.


"Ya" tanya Rena menatap pada Luthfi namun hanya sekilas.


"Siapa nama lengkap mu" tanya Luthfi.


"Rena Az Zahra Zakaria" ucap Rena yang terhenti, dia berpikir sejenak tentang namanya itu.


"Aku bukan lagi anak Abah apa aku pantas memakai nama Abah di belakang nama ku" batin Rena.


"Baik lah akan aku minta kau pada Rabb ku" ucap Luthfi.


"Minta lah sampai kau dapatkan" ucap Rena.


Malam hari nya para santri melaksanakan Sholat tarawih berjamaah di mesjid, bahkan sekarang Abah menyarankan para santri untuk bertadarus bahkan sejak tadi siang pun para santri hanya bertadarus.


Setelah selesai tadarus para santri berdzikir menyebutkan nama nama kebesaran Alloh SWT.


Mesjid itu bergema dengan suara suara Dzikir dari setiap mulut para santri.


Hingga selesai Umi dan beberapa santri Langsung membagikan makanan yang sudah umi Bungkus dengan kertas nasi, isinya adalah nasi tumpeng dengan lauk pauk.


Semua santri di bagi satu orang satu sama rata,


"Alhamdulillah akhirnya kita masih di kasih umur untuk merayakan malam Nuzulul Qur'an, sekarang kalian bisa menikmati makanan kita makan bersama sama" ucap Abah.


"Ada satu pengumuman lagi, sekarang yang sudah bisa hafal Al Qur'an 30 juz bertambah ya, Alhamdulillah, selamat pada Haykal, Fajar, Mayra, Hanna, dan gendis" ucap Abah.


"Terima kasih Abah" ucap mereka.


"Abah melihat kegigihan kalian, dan yang lain kalian jangan malas malasan ayo karena kalau kalian punya ilmu, suatu saat akan berguna, itu pun terserah pada kalian pribadi Abah tak akan maksa karena kalau kalian tak punya ilmu pun abah tak akan rugi tapi kalau kalian punya ilmu Abah akan merasa sangat senang karena anak santri Abah bisa mengamalkan dan membagikan ilmu itu" ucap Abah.


"Ya Abah" serempak.

__ADS_1


"Baiklah selamat di nikmati" ucap Abah.


Sekarang sudah pukul 10 malam para santri belum juga tidur karena masih berada di mesjid.


Hingga selesai para santri bubar dan Langsung tidur supaya subuh tak susah bangun untuk sahur.


Pagi hari nya para santri belajar seperti biasa lagi, Abah tengah mempersiapkan pelajaran pelajaran yang di kirim kan oleh pihak pendidikan untuk ujian praktek santri kelas 3 smp dan SMA.


"Alhamdulillah Ujian sudah selesai sekarang tinggal praktek" gumam Abah.


Para santri sudah berkumpul di Madrasah dan para guru juga sudah memulai jam pelajaran.


Sampai saat ini Zia merasa senang karena Bu Isma tak menganggu nya lagi.


Walau pun Zia merasa bersalah karena sudah bersikap tak sopan pada bu Isma.


Sekarang Zia menggurui kelas 3 SMP kelas nya Rena.


"Tulis lah dulu lalu isi ya" ucap Zia.


"Tapi kak kami tak bisa" ucap yang lain.


"Gak ada yang gak bisa, ingat aku juga dulu gak bisa tapi Alhamdulillah sekarang bisa" ucap Zia.


"Baik kak" serempak.


"Aku akan ajarkan" ucap Zia.


Zia membuka bukunya.


"Kalian hanya Tinggal membuat ucapan selamat, misal Happy birthday Ani, I hope that at the age of 15 you can get what you want, artinya selamat ulang tahun Ani, saya harap di usia 15 tahun ini kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan" ucap Zia.


"Paham gak" tanya Zia.


"Ucapan selamat kak" tanya salah satu santri.


"Ya kamu bisa ganti misal kan dengan happy night dream, atau happy new year, happy ending, atau apa pun terserah kalian" ucap Zia.


"Baik kak" ucap para santri serempak.


Zia melihat para santri yang menulis, mata Zia menatap pada Aulia yang tengah mengajarkan bahasa Arab pada para santri.


Aulia terlihat sangat tegas namun lemah lembut, Zia terus menatap Aulia tanpa henti.


"Oh jadi begitu sistem Ustadzah Aulia mengajar para santri" gumam Zia.


"Apa kalian mau bisa bahasa Inggris" tanya Zia.


"Mau kak" para santri serempak.


"Aku mau bocor kan satu rahasia, dulu aku juga gak pandai bahasa Inggris cuman aku melakukan ini rutin tiap hari, aku dulu sama seperti kalian aku buat lima kata bahasa Inggris dan artinya, setiap hari aku menghapal lima kata terus menerus hingga aku bisa, setelah itu aku menghapal lima kalimat setiap hari, contoh nya, I have, I bring, I want, I like, dan I hope, Itu terus sampai aku bisa hanya lima kata dalam satu hari" ucap Zia.


"Oh jadi itu rasasianya" ucap para santri.


"Ya itu pun kalau kalian mau" ucap Zia.


"Ya kak kami mau" ucap para santri.


"Baik lah setiap pagi aku akan berikan kalian lima kata bahasa Inggris kalian harus menghapal nya" ucap Zia.


"Ya kak" serempak.


Siang hari nya pelajaran pun selesai karena sekarang hari Sabtu para santri harus belajar Pramuka juga karena baru sekarang sekarang di adakan lagi Pramuka setelah lama Abah tak mengadakan pelajaran Pramuka tapi kata pihak pendidikan harus ada maka Abah mengadakan kembali.


Itu pun dengan guru yang baru juga karena di pesantren tak ada santri senior yang bisa memimpin Pramuka kecuali Luthfi yang terkenal sangat kasar dan tegas.


Maka dari itu Abah tak pernah mengijinkan Luthfi untuk mengajar karena dia sangat Abah kenal sikap nya, Luthfi itu sangat keras walau pun tak pernah abah lihat dia sampai memukul seseorang tapi tetap saja Abah takut Luthfi malah membentak para santri apa lagi jaman sekarang banyak para santri yang mengadukan sikap guru pada orang tuanya.


Hingga menyebabkan permusuhan antara guru dan orang tua santri.


Maka dari itu Abah memilih Luthfi menjadi keamanan, setidaknya para santri takut kalau harus melanggar peraturan di pesantren.


Abah melihat para santri yang tengah belajar Pramuka, bukan apa apa Abah hanya ingin kelas dan pesantren segera selesai di bangun karena hal yang paling Abah takutkan adalah para santri putra.


Apa lagi Abah juga seorang laki laki, Abah tak mau kalau para santri putra berpikir yang macam macam apa lagi Pramuka itu banyak bergerak.


Abah juga sekarang tengah di desak para santri untuk mengadakan ekskul bela diri, hal yang paling Abah takut kan adalah para santri putra tak bisa menjaga pandangan nya dari bukan mahram nya.


Jadi rencana nya setelah selesai pembangunan itu abah akan adakan ekskul bela diri untuk santri putri namun dengan pelatih perempuan supaya kalau ada apa apa Abah bisa tenang.


Bahkan rencana Abah juga ingin mengadakan ekskul memanah dan kuda, namun Abah hanya bisa berdoa semoga Alloh mengabulkan keinginan nya itu.


"Abah ada pesan dari Ustadz Arifin katanya dia akan datang kemari" ucap Umi.


"Biarkan dia datang" ucap Abah.


"Abah yakin" tanya Umi.


"Terserah dia mau melakukan apa pun, Abah tak akan menghalangi jalan nya" ucap Abah.


"Tapi Abah para santri sudah kecewa padanya apa Abah yakin akan memanggil nya" ucap Umi.


"Biarkan saja Umi kita hanya perlu diam setelah itu lihat apa yang terjadi" ucap Abah santai saja.


Sebenarnya karena kejadian itu Abah sudah hilang kepercayaan pada Arifin apa lagi dahulu nya dia adalah murid yang paling Abah puji puji namun ternyata sifat asli nya muncul saat dia sudah di atas dan merasa sombong pada apa yang dia punya.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2