
Kehamilan yang kedua ini adalah pengalaman Adam yang sangat berharga apa lagi Zia malah semakin manja pada Adam.
Tengah malam Zia meminta Adam untuk membelikan bakso yang pedas, namun Adam menolak karena tengah malam tak ada yang menjual bakso.
Hingga pagi hari nya Zia merajuk pada Adam bahkan dia juga tak bicara pada Adam.
"Ayo lah maafkan aku" ucap Adam.
Zia tak menjawab dia hanya diam saja tak menanggapi Adam, saat ini Zia tengah mengasuh bayi pertama nya.
"Baik lah aku akan berikan bakso dengan gerobaknya sekalian asal kan kamu gak marah" ucap Adam.
"Sudah lah aku gak mau" ucap Zia.
"Ayo lah jangan marah" ucap Adam.
"Ya" ucap Zia malas.
Adam tersenyum dan langsung memeluk tubuh istri nya itu.
"Aku sayang kamu" bisik Adam.
"Terserah" ucap Zia.
"Jangan benci lagi nanti bayi yang kedua mirip aku lagi" ucap Adam.
"Hahah lucu" ucap Zia ketus.
-------+ sembilan bulan kemudian+------
Zia baru saja selesai melahirkan, senyuman Adam merekah saat melihat kalau anak keduanya itu adalah laki laki.
"Alhamdulillah ya Alloh" gumam Adam.
Adam masih setia menggendong Shabi yang sekarang berusia 14 bulan, Adam mengadzani bayi keduanya itu.
"Jadilah anak penyebar agama, buatlah diri mu berguna bagi banyak orang" bisik Adam pada telinga bayi laki lakinya.
"Neng nama apa yang akan kalian berikan pada bayi ini" tanya Umi.
"Aku belum menyiapkan nya Umi" ucap Zia.
"Nak Adam mau kasih nama apa" tanya Nita mamahnya Zia.
"Kalau aku Muhamad Ridwan saja bagaimana" tanya Adam.
"Gak" ucap Zia.
"Kenapa" tanya Adam.
"Muhamad Yazdan Airik" ucap Zia tersenyum.
"Bagus" ucap Adam.
"Muhamad Raja yang penyayang" ucap Zia mengucapkan arti nama bayi nya.
Kebahagiaan Zia dan Adam lengkap sudah apa lagi setelah punya dua anak, Adam memutus kan untuk membuat rumah yang sederhana di samping rumah Umi dan Abah.
Walau pun kecil setidaknya keluarga mereka hidup dengan berkecukupan.
Kalau di jumlah kan Mungkin Adam pantas menjadi crazy rich namun Adam tak mau hidup bergelimang harta dia mau hidup sederhana.
Bahkan Adam juga tiap bulan selalu memberikan uang untuk anak Yatim yang ada di kampung itu.
Kehidupan mereka semakin bahagia, bahkan Adam dan Zia juga bisa menikmati suka dukanya membesar kan putra dan putri nya.
Hingga beberapa bulan Adam di nyatakan lulus dari universitas di luar negeri.
__ADS_1
Adam sekarang menjadi kepala sekolah di pesantren itu.
Walau pun pemilik nya tetap Abah dan Umi.
Dan Zia dia tetap mengajar namun saat waktu dia sengang saja apa lagi punya dua anak membuat Zia kesusahan.
Namun sejatinya Anak adalah sebuah titipan kita harus menjaga dan merawat nya hingga dewasa nanti.
Zia sekarang menjadi wanita yang semakin sabar dan pandai bersyukur, setelah gelarnya menjadi seorang ibu Zia bahkan di sebut Umi juga oleh para santri.
Hal yang paling membahagiakan bagi Zia adalah orang orang menghormati nya.
Tak seperti kehidupan sebelumnya.
Zia juga aktif dalam acara pengajian dia lebih suka menghabiskan waktu nya di rumah karena menghabiskan waktu bersama dengan keluarga adalah sebuah momen yang sangat berharga.
Adam semakin perhatian pada Zia dia bahkan rela bergadang semalaman karena anak anaknya tak bisa tidur.
Adam membiarkan Zia tidur dengan nyenyak karena Adam tau kalau Siang hari Zia sangat kecapean.
Adam tersenyum melihat putra dan putri nya yang sering bertengkar dan menangis karena berebut mainan.
"Shabi jadilah wanita yang suci seperti Maryam nak, jadilah sepatuh Ibunda Khodijah, dan sepintar Siti Aisyah, Abi akan doa kan semoga kau menjadi pengikut dari Ibunda Fatimah Az-Zahra, amin ya Alloh" ucap Adam mendaratkan ciuman pada putri kecilnya itu.
Adam melihat Yazdan yang suka sekali memainkan pedang.
"Putra kecil Abi, kau tau kau sangat Abi percaya kalau kau akan menjadi pembuka Agama, jadilah orang yang berjalan di jalan kebaikan, jadilah seperti Usman yang sangat kuat dan tak takut pada siapa pun selagi kau benar, sebarkan kebaikan dan ilmu yang berguna Nak karena sekarang banyak yang menyimpan jalan, Abi harap kau bisa ingat kan mereka" ucap Adam.
Adam membuka Al Qur'an yang ada di atas meja kecil di sana.
Adam melantun kan setiap ayat dari dalam surat Al Araf itu.
Terdengar sangat merdu bahkan kedua bayinya itu sangat terpaku pada lantunan surat yang abinya bacakan itu, hingga tak sadar mereka tertidur di lantai.
Hingga selesai Adam melihat kalau kedua bayinya itu sudah tertidur.
Sedangkan bayi keduanya saat ini tengah berusia 7 bulan tapi dia sudah pandai merangkak.
Apa lagi sekarang Shabi sangat na kal pada adiknya.
Pernah suatu hari Shabi memukul Yazdan dengan mainan sehingga membuat kepala Yazdan benjol.
Tak ada yang di salahkan Zia juga tak terlalu memarahi anak anaknya itu karena dia tau mereka masih anak anak.
Adam merebah kan tubuhnya di samping Zia.
"Ya Alloh terimakasih atas kebahagiaan ini aku harap tak akan ada lagi masalah di antara aku dan Zia" gumam Adam.
POV Aziya
Assalamualaikum
Terima kasih kalian sudah mengikuti kisah hidupku ini dari awal sampai akhir, maaf jika kehidupan ku membuat kalian merasa bosan.
Aku senang karena kisah ku berakhir bahagia..
Terima kasih pada kalian yang sudah memberikan like dan menyempatkan waktu untuk berkomentar, aku senang setidaknya hal itu bisa membuat Mak Author senang dan bersemangat.
Mohon maaf jika kisah ku ini menyinggung kalian karena ini benar benar hanyalah kisah halusinasi Author.
Mohon maaf jika ada salah kata salah bahasa salah tempat dan salah dalam pengucapan, mohon di maklumi karena Author juga manusia saja seperti kita.
Aku harap kalian bisa memetik sebuah pelajaran yang berharga dari kisah ini, jangan pernah lupakan aku.
Kalian harus ingat satu hal kalau orang yang buruk sekali pun jika Alloh SWT sudah berkehendak baik maka dia akan menjadi baik.
Aku ini dahulu nya adalah seorang yang na kal dan pem abuk, jangan pernah menghina seseorang karena kita benar namun jangan merasa sakit hati jika kita salah.
__ADS_1
Belajar lah dari kesalahan itu semoga tak terulang lagi di kemudian hari.
Ali bin Abi Tholib pernah berkata.
"Jangan menjelaskan tentang diri mu pada siapa pun karena orang yang menyukai mu tak butuh itu, sedang kan yang tak menyukai mu tak akan percaya itu".
Jadi ingat jangan pernah merasa kalau kita adalah orang yang paling bener jangan merasa bahwa kita manusia yang lebih pintar.
Ingat di atas langit malam ada langit di atas tanah masih ada tanah dan kita hanya ada di tengah tengah nya.
Jangan pernah lupakan Sholat karena mau bagaimana pun Sholat itu adalah tiang nya agama.
Saling hormati sesama manusia mau beda agama mau beda kepercayaan, kalau mereka masih hidup mereka harus tetap di hormati.
Kaya miskin nya seorang manusia mereka juga manusia.
Mereka ciptaan Alloh juga, mereka ingin di hormati juga.
Sekali lagi terima kasih karena sudah menyempatkan waktu nya membaca kisah ini.
Mohon maaf kalau ada hadist atau ayat Al Qur'an yang salah dalam penulis sesungguhnya Author juga orang awam dia hanya baru belajar tentang agama.
Bukan orang alim bukan orang yang pandai dalam agama.
Sekali lagi kalau ada kisah ku yang menyinggung perasaan saya ucapkan mohon maaf sebesar besarnya.
Wabilahi Taufiq wal hidayah
Wassalam mualaikum warahmatullahi wabbarakatu..
... TAMAT...
ALHAMDULILLAH..
akhirnya novel ini tamat juga ya..
buat kalian yang penasaran pada Visual nya ya..
visual Adam Al Zakaria..
author pakai Joshua ya
untuk visual Zia
author pakai foto jiso black pink yang di edit pakai kerudung ya.
jangan lihat agama mereka ya tapi kalian bayangkan saja kalau mereka itu Zia dan Adam.
tadinya mau pakai ustadz indo tapi gak ada yang cocok, jadi yang ini saja kebetulan Author juga penggemar mereka...
kalau gak sesuai kalian bisa cari sendiri ya..
mohon maaf kalau ending nya gak sesuai sama pemikiran kalian..
jangan lupa mampir ke novel Author yang lain ya..
ada sedikit bocoran nih.
buat yang penasaran dengan cerita Rena dan Luthfi ya.
ini judulnya ya tapi nanti launching nya bulan Juni ya bulan ini Author nya lagi sibuk ingin istirahat...
__ADS_1
Terima kasih pada kalian yang sudah baca....