Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 123


__ADS_3

Siangnya mereka melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah, namun ada hal yang membuat Zia tak fokus pada sholatnya.


Yaitu Perut nya yang sejak tadi tak berhenti bersuara Zia merasa sangat lapar sekarang.


"Kenapa perut ini" gumam Zia.


"Ada apa kak" tanya Rena saat mereka tengah melipat mukenah nya karena sudah selesai sholat Dzuhur.


"Lapar" ucap Zia.


"Gak boleh begitu kak harus kuat" ucap Rena.


Abah berceramah terlebih dahulu.


"Abah hanya mengingatkan lagi ya jaga ibadah kalian jaga iman kalian sekarang sudah hampir akhir jaman sudah banyak bukti nya sekarang, tanda tanda yang Alloh tuliskan dalam Al Quran pun sekarang sudah muncul semua, Abah harap kalian bisa siddiq, amanah, tabligh, fathonah, dan tawadhu. Anggap itu sebagai pokok dalam hidup kita, anggap sebagai inti atau visi misi dari kehidupan kita" ucap Abah.


"Ya Abah" serempak.


"Jangan ya ya saja, kita harus buktikan, setelah kita lakukan jangan lupa sebarkan karena ada dalam hadist dari (Ibnu Majah), yang artinya:


 "Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak layak seperti yang meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan"


Paham harus apa sekarang" tanya Abah.


"Paham Abah" serempak.


"Bilang pada yang lain nanti ya, sampai kan ilmu yang kalian punya untuk mereka, kita tak akan rugi kalau mereka bisa justru kita akan mendapatkan pahala karena sudah memberikan jalan pada orang yang tersesat" ucap Abah.


"Ya Abah" serempak.


"Baik lah kalian boleh bubar" ucap Abah.


"Assalamualaikum wr wb" serempak.


"Waalaikum salam wr wb" ucap Abah.


Semuanya bubar sekarang Zia langsung pulang ke rumah Umi karena katanya Umi dan Rena akan mengambil ember dahulu di kebun yang tadi mereka tanami jagung.


Zia duduk di kursi rumah Umi dia melihat lihat ponsel nya yang baru saja Zia bawa dari kamarnya.


"Seperti biasa hal membosankan" gumam Zia.


Zia berjalan ke arah dapur dia langsung mengambil gelas dan menuangkan air pada gelas itu.


Dengan mata yang masih menatap layar ponselnya, Zia Langsung meneguk air itu sampai habis.


"Emm air ini rasanya enak sekali" gumam Zia menatap gelas yang masih ada di tangan nya.


Mata Zia melotot karena dia lupa kalau sekarang dia tengah puasa.


"Astaghfirullah aku lupa, bagai mana ini? Apa lanjut kan saja makan ya, Perut aku juga lapar" gumam Zia.


Namun Zia bingung harus apa sekarang, mau lanjut makan dia takut Berdosa tapi kalau tak makan perut nya lapar.


"Aku akan tanya Gus Adam" gumam Zia yang langsung berjalan ke arah ruang tamu dan Adam juga sudah ada di sana tengah duduk di kursi.


"Gus" ucap Zia.


"Ada" tanya Adam.


"Aku barusan minum" ucap Zia.


Adam menatap Zia tak percaya.


"Kenapa minum kamu kan puasa" tanya Adam.


"Ya aku lupa" ucap zia dengan malu karena takut nya Adam akan marah.


"Oh tak apa Zia kalau kau lupa tak masalah ucapkan saja istighfar 3 kali" ucap Adam.


"Ada dalam hadits di jelaskan oleh (Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj, juz 13, hal.348). Yang artinya:


"Jika seseorang makan dalam keadaan lupa, maka puasanya tidak batal, kecuali ketika yang dimakan banyak (maka dapat membatalkan) menurut qaul ashah, karena lupa sampai makan dalam jumlah banyak adalah hal yang langka." Ucap Adam.


"Kamu lupa kan tak di sengaja" tanya Adam lagi.


"Ya Gus aku lupa, tapi tadi nya mau lanjut makan karena aku juga sudah lapar" ucap Zia.


"Jangan ucapkan saja istighfar 3 kali puasa kamu tak batal asal kamu benar benar lupa" ucap Adam.


"Oh baik lah" ucap Zia.


"Ya, harus kuat puasa nya ingat kamu sudah cukup dewa sa Zia" ucap Adam.


"Ya Gus" ucap Zia.


Sore hari nya Zia menatap pada jam dinding yang sekarang menunjukkan pukul lima sore hari.


"Kapan waktu nya buka" gumam Zia.


"Sudah kak jangan di lihat terus, kalau sudah waktunya juga nanti buka" ucap Rena.


"Lama Ning aku gak tahan" ucap Zia.


"Kita Jajan mau gak" tanya Rena.

__ADS_1


"Jajan apa" tanya Zia.


"Di warung Bu Ani ada SOP buah kita beli itu saja" ucap Rena.


"Oh ya" tanya Zia.


"Ya kak aku sambil ngebuburit" ucap Rena.


"Ngebuburit itu apa" tanya Zia.


"Ngebuburit kak jalan jalan sore saat puasa" ucap Rena.


"Oh" ucap Zia hanya iya iya saja.


"Baik lah ayo" ucap Rena.


"Aku ambil dulu uang" ucap Zia.


"Ya" ucap Rena.


Rena berjalan ke arah Umi yang sekarang tengah di dapur.


"Umi mau nitip gak, aku dan kak Zia mau jajan ke warung Bu Ani" ucap Rena.


"Beli SOP buah 6 bungkus ya" ucap Umi.


"Buat siapa" tanya Rena.


"Buat buka nanti kita kan ber enam" ucap Umi.


"Oh baik lah" ucap Rena.


Zia dan Rena berangkat karena akan jajan, sekarang Adam dan Luthfi tengah membantu para tukang memasang batu bata untuk membangun kelas.


Setelah selesai jajan mereka langsung pulang ke pesantren sedang kan Umi sudah menyiapkan semua nya karena beberapa menit lagi buka.


Zia tampak ngos ngosan padahal perjalanan tak terlalu jauh.


"Aku cape Ning" ucap Zia.


"Kak sebentar lagi sampai pesantren hanya tinggal beberapa langkah lagi" ucap Rena menunjuk pada pintu gerbang pesantren.


"Ternyata begini ya rasanya puasa" ucap Zia.


"Ya begitulah" ucap Rena.


Luthfi datang ke sana.


"Sedang apa" tanya Luthfi.


"Oh" ucap Luthfi yang langsung pergi dari sana.


"Ayo kak sebentar lagi Adzan" ucap Rena.


"Baik lah ayo" ucap Zia.


Sesampainya di rumah Abah.


Adzan berkumandang di mesjid sekarang Luthfi yang adzan di mesjid.


Zia Langsung mengambil air dan hendak meminum.


"Zia berdoa dulu" ucap Adam.


"Ya ya aku lupa" ucap Zia.


"Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin" serempak.


Mereka langsung meneguk air itu sampai habis.


"Sebaik nya kita sholat dulu" ucap Abah.


"Ya Abah" ucap Umi.


"Kita gak akan makan" tanya Zia heran karena Perut nya sudah lapar tapi semua orang Belum mau makan.


"Kita sholat dulu" ucap Adam.


"Oh ya Ning bawakan air untuk membatalkan puasa Gus Luthfi" ucap Abah.


"Baik Abah" ucap Rena.


"Jangan biar aku saja" ucap Adam yang langsung berjalan ke arah dapur dan mengambil air untuk Luthfi.


"Gus Adam aneh" gumam Zia.


"Apa jangan jangan dia sudah tau kalau aku dan Gus Luthfi" bisik Rena.


"Hah gak mungkin" ucap Zia.


"Tapi kak aku pikir kalau Gus Adam itu tau hubungan aku dengan Gus Luthfi" ucap Rena.


"Nanti setelah ada waktu aku akan tanya" ucap Zia.


"Ya" ucap Rena.

__ADS_1


Sedangkan di kampung yang cukup jauh dari kota sekarang Rosa tengah berada di rumah seorang dukun yang bisa mengobati penyakit.


Rosa sejak tadi menunggu di sana karena sekarang katanya dukun itu tengah berbuka puasa.


"Kemana lama sekali" gumam Rosa.


Seorang laki laki paruh baya keluar dari dalam rumah nya.


"Ada apa cari saya" tanya nya.


"Eh pak ini saya ada keperluan" ucap Rosa.


"Masuk lah" ucapnya.


Rosa ikut masuk ke dalam rumah itu, rumah minimalis yang bernuansa putih membuat rumah itu terlihat sangat indah Walaupun sederhana.


"Ini pak saya mau minta tolong" ucap Rosa.


"Apa" tanya nya.


"Ini ada poto nya, saya mau mereka pisah" ucap Rosa.


"Dengan alasan" tanya nya.


"Alasan karena saya suka pada laki laki itu saya mau dia menjadi milik saya" ucap Rosa.


Dia tersenyum lebar mendengar keinginan Rosa.


"Apa kau tak pernah belajar, kau pakai kerudung tapi kau mau memisahkan hubungan orang lain di mana hati nurani mu" tanya orang itu.


"Saya cinta pada nya" ucap Rosa.


"Lalu apa kau tak merasa kasihan pada wanita yang akan kau khianati itu kau tak merasa kan bagai mana rasanya jadi dia" tanya orang itu.


"Tapi pak" ucap Rosa.


"Sudah aku tak bisa membantu mu, aku siap kalau harus membantu menyatukan orang yang sudah berpisah, tapi kalau harus memisahkan pernikahan aku tak bisa" ucapnya.


"Katanya kau dukun yang serba bisa" ucap Rosa.


“apa kau lupa dari sebuah hadits di jelaskan, "Perbuatan halal yang sangat dibenci Allah adalah thalaq (cerai)”(Hadist Riwayat. Abu Dawud dan Ibnu Majah), lalu tak akan mungkin bisa membuat seseorang pisah" ucapnya.


"Menyesal aku datang jauh jauh dari kota ke sini" ucap Rosa marah.


"Kau salah sangka pada ku, tapi kalau kau masih mau memisahkan mereka silahkan cari yang lain" ucap Nya marah pada Rosa.


Rosa Langsung pergi dari sana dengan rasa marah.


"Katanya Dukun serba bisa tapi memisahkan Zia dan Adam saja dia tak bisa" geram Rosa.


Sedangkan di pesantren sekarang Zia sudah melaksanakan sholat Maghrib dia langsung pulang ke rumah dia langsung mengambil makanan dan langsung makan lebih dahulu.


Keluarga Abah baru saja keluar dari mesjid sedang kan Zia sudah berada di rumah.


"Ning kemana Zia" tanya Adam.


"Sudah pulang Gus" ucap Rena.


"Pulang" tanya Adam.


"Biarkan Dam kasihan Neng Zia dia sangat kelaparan" ucap Umi.


"Ya Umi" ucap Adam.


Mereka semua makan bersama dan Zia sekarang tengah memakan SOP buah yang tadi Umi belikan.


"Mau gus" tanya Zia.


"Aku masih kenyang Zia" ucap Adam.


"Oh baik lah" ucap Zia.


"Ya terserah kamu saja" ucap Adam.


"Gus besok beli lagi ini ya aku suka" ucap Zia.


"Ya beli saja" ucap Adam.


Pagi harinya mereka sahur lagi sekarang hari kedua Zia melaksanakan ibadah puasa.


"Kalau aku lapar apa bisa aku buka" tanya Zia.


"Kenapa" tanya Adam.


"Aku gak kuat" ucap Zia.


"Zia kamu harus kuat karena kan ini puasa pertama kamu, Nikmati puasa mu ini Zia karena kita gak tau apa yang akan terjadi di tahun depan apa mungkin kita gak akan mendapati puasa lagi" ucap Adam.


"Ya Gus aku tau" ucap Zia.


"Seharusnya kamu bersyukur Zia karena kau lihat saja yang meninggal tadi siang, dia tak bisa merasakan lebaran tahun ini" ucap Luthfi.


"Ya itu benar kak" ucap Rena.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2