
Siang harinya Zia merasa kalau perut nya sakit apa lagi darah yang keluar juga semakin deras.
Adam yang baru saja selesai mengajar dia langsung pulang ke rumah karena ada waktu beberapa menit untuk istirahat sambil menunggu Adzan Dzuhur.
Adam masuk ke rumah dia melihat kalau rumah sangat sepi.
"Apa Zia masih tidur" gumam Adam.
Adam masuk ke dalam kamarnya.
"Zia kau masih tidur" tanya Adam.
"Gus perut aku sakit" ucap Zia sambil memegang perutnya.
"Apa kau selalu sakit saat datang bulan" tanya Adam.
"Gak sering tapi pernah lah" ucap Zia.
"Kau makan apa kalau seperti itu" tanya Adam.
"Gak makan apa apa" ucap Zia.
"Oh" ucap Adam.
"Aku pernah seperti ini saat aku dekat dengan laki laki" Ucap Zia.
"Apa alasan Datang bulan mu ini karena kau dekat dengan ku" tanya Adam.
"Ya mungkin" ucap Zia.
"Baik lah kalau begitu kau tak boleh dekat dengan ku" ucap Adam.
"Gus aku kan istri mu masa gak boleh dekat" ucap Zia.
"Lalu bagaimana sekarang kau mau apa" tanya Adam.
"Aku mau kerang ijo" ucap Zia dengan marah.
"Baiklah aku akan belikan" ucap Adam.
"Di mana kau akan belikan" tanya Zia.
"Di pasar" ucap Adam.
"Kau akan ke pasar tapi Gus jauh" ucap Zia.
"Gak papa aku pakai motor" ucap Adam.
"Aku ikut" ucap Zia.
"Tapi kan perut mu sakit" ucap Adam.
"Tak apa lah aku takut kau di goda wanita di sana" ucap Zia yang langsung bangun dan bersiap.
"Astaghfirullah Zia" gumam Adam.
"Ayo Gus berangkat" ucap Zia.
Zia dan Adam berangkat ke sana menggunakan motor punya Adam yang selalu para santri gunakan kalau ada keperluan.
"Pegangan" ucap Adam.
"Ya sayang" ucap Zia.
Mereka pergi ke pasar, sedang kan di pesantren sekarang para santri sedang bebas namun tetap saja di pantau oleh santri senior yang menjaga keamanan di sana.
Seorang laki laki datang ke sana dengan setelan jas dan kacamata hitam membuat nya sangat keren.
Bahkan para santri semua melihat nya dengan kagum.
Rena saat ini dia tengah jajan di warung, setelah selesai Rena berjalan menuju pintu gerbang pesantren.
Namun Rena saat ini hanya fokus pada belajaan nya sehingga pandangan nya tak dia lihat.
"Apa saja tadi yang Gita katakan ya, kerupuk sudah mie ada, apa lagi ya" gumam Rena melihat belanjaan nya.
Saat ini di hadapan Rena ada seorang laki laki yang keren itu hingga...
Brughh
Rena menabrak laki laki itu namun karena laki laki itu sigap menahan Rena jadi Rena tak jadi jatuh ke belakang.
Mereka saling tatap walau hanya sebentar.
"Astaghfirullah maaf kan aku" ucap Rena.
"Tak masalah" ucap nya.
"Kamu orang baru" tanya Rena.
"Ah ya nama ku Abimana, aku datang kesini ingin bertemu dengan Zia, apa kau tau Zia di mana sekarang? Karena kata Bibi Nita, Zia ada di pesantren ini" ucap laki laki yang bernama Abimana itu.
"Oh dia kakak ipar ku, ayo biar aku antar" ucap Rena.
"Terima kasih" ucap Abimana.
Abimana menatap pada Rena yang sekarang sudah berada di hadapan nya,
"Cantik" gumamnya.
Rena dan Abimana menuju ke arah rumah Abah.
"Assalamualaikum Kak" sahut Rena.
"Kak ada tamu" teriak Rena lagi.
Namun tak ada jawaban karena Zia dan Adam tadi berangkat ke pasar.
"Mungkin kak Zia tak ada" ucap Rena.
"Kemana dia" tanya Abimana.
"Entah aku kurang tau" ucap Rena.
"Ning Gus Adam tadi naik motor dengan kak Zia" ucap salah satu santri.
"Oh, terima kasih" ucap Rena.
"Apa nama mu Ning" tanya Abimana.
"Nama ku Rena, aku biasa di panggil Ning" ucap Rena.
"Oh" ucap Abimana.
"Kak aku harus mengantar kan dulu ini, kau bisa kan tunggu di sini sebentar saja" ucap Rena.
"Tak masalah" ucap Abimana.
Rena hendak pergi dari sana.
"Tunggu Ning, apa kau akan balik lagi" tanya Abimana.
"Tentu saja" ucap Rena.
"Baik lah aku tunggu di sini" ucap Abimana.
Sedangkan di pasar Zia sekarang sudah membeli kerang ijo yang sudah menjadi makanan favorit nya tapi sayang sekali kakak nya melarang Zia memakan ini.
"Sudah atau mau jajan lagi" tanya Adam.
"Sudah aku mau ini saja" ucap Zia.
__ADS_1
"Ya sudah ayo pulang sebentar lagi akan Adzan Dzuhur" ucap Adam.
"Ya ayo" ucap Zia.
Adam mengendarai motor nya dan kembali ke pesantren, tak salah Zia ikut ke sana karena memang benar Adam sangat di kagumi banyak wanita.
Zia merasa cemburu kalau tiba tiba Ada wanita yang memanggil Adam.
"Suka di panggil begitu" tanya Zia.
"Cemburu" tanya Adam.
"Gak" ucap Zia.
"Zia bukan kah wajar jika ada orang yang bertanya" ucap Adam.
"Ya wajar tapi mereka kegirangan karena kau tersenyum pada mereka" ucap Zia.
"Gak aku hanya senyum biasa" ucap Adam.
Sesampainya di pesantren Adam menghentikan motornya di depan rumahnya.
Ada Abimana di sana yang menatap pada Zia.
"Kak" sahut Abimana.
"Hah Abi kau datang" ucap Zia yang langsung memeluk adik sepupu nya itu.
"Dari mana saja kau aku menunggu lama" ucap Abi.
"Aku habis beli ini" ucap Zia menunjukkan kresek yang isinya kerang ijo.
"Kak Zia kau tak boleh memakan itu" ucap Abimana.
"Kenapa" tanya Adam yang baru saja mendekat pada mereka.
"Dulu kak Zia hampir meninggal karena tersedak kerang nya" ucap Abimana.
"Apa" tanya Adam.
"Ya makan nya kak Rayhan gak mengijinkan kak Zia memakan ini" ucap Abimana.
"Zia benar kah itu" tanya Adam.
Zia hanya mengangguk kan kepala nya.
"Tapi Gus ini itu makanan favorit aku jadi aku mohon untuk sekarang boleh ya" ucap Zia.
"Ya sudah" ucap Adam.
"Oh ya kau suami nya kak Zia" tanya Abimana pada Adam.
"Ya" ucap Adam.
"Oh perkenalkan aku Abimana adik sepupu nya Kak Zia" ucap Abimana.
"Oh" ucap Adam.
Mereka masuk ke dalam dan berbincang bincang, Abimana memberikan hadiah pada Zia.
Terlebih oleh Adam kalau Zia sekarang membawa piring akan memakan kerang itu.
Adam mengambil alih piring dan kerang itu.
"Biar aku yang suapi aku akan cuci tangan dulu" ucap Adam yang langsung pergi dari sana karena akan cuci tangan.
"Ini gara gara Kau karena kau bicara jadi Gus Adam marah" ucap Zia pada Abimana.
"Aku tak salah" ucap Abimana.
"Assalamualaikum" ucap Rena yang baru datang ke sana.
"Waalaikum salam" ucap Zia.
"Ya aku tadi ke pasar dulu" ucap Zia.
"Kak dimana Gus Adam" tanya Rena.
"Ada di dapur" ucap Zia.
"Aku mau minta antar dia untuk mengantarkan aku ke pasar" ucap Rena.
"Mau apa" tanya Zia.
"Aku mau beli ini kak, aku lagi datang bulan" ucap Rena.
"Kalau begitu sama aku juga lagi dapat, tapi Ning pakai saja punya ku, kemarin Gus Adam membeli nya banyak" ucap Zia.
"Oh ya" tanya Rena.
"Ya" ucap Zia yang langsung masuk ke dalam kamarnya mengambil pem ba lut.
Sedangkan di sana hanya ada Rena dan Abimana saja, saat Rena menatap pada Abimana terlihat kalau Abimana Tengah memperhatikan nya.
Rena hanya tersenyum saja melihat Abimana.
Adam datang ke sana karena dia baru saja memasang gas yang habis, jadi dia lama di dapur.
"Ning kau ada di sini" tanya Adam.
"Tadinya mau minta kau antar aku ke pasar tapi kata kak Zia tak usah dia punya" ucap Rena.
"Punya apa" tanya Adam.
"Biasa wanita" ucap Rena.
"Oh" ucap Adam.
Zia datang ke sana dengan membawa pem ba lut untuk Rena.
"Ini aku banyak" ucap Zia.
"Terima kasih kak" ucap Rena.
"Ayo makan lah" ucap Adam saat ini dia tengah memisahkan kerang dengan kulit nya.
"Gus kau ini" ucap Zia.
"Biar kamu gak kesedak lagi" ucap Adam.
"Ciee kalian romantis" ucap Rena.
"Biasa saja" ucap Zia.
Adzan berkumandang di mesjid, Adam dengan cepat menyudahi aktivitas nya memisahkan daging kerang dan kulit nya.
"Zia aku akan ke mesjid dulu, kalian tunggu lah di sini" ucap Adam.
"Ya Gus" ucap Zia.
"Abi ayo sholat" ucap Adam.
"Tapi aku gak tau cara nya Sholat" ucap Abimana.
"Hah tapi apa kau muslim" tanya Adam.
"Entah" ucap Abimana.
"Oh baik lah, kalau kau tak ikut tak masalah" ucap Adam.
"Ya" ucap Abimana.
__ADS_1
Mereka berbincang bincang membicarakan semua hal yang Zia rasakan di pesantren.
Sedangkan Abi membicarakan indah nya Indonesia.
Hingga lama mereka di sana, Abimana pamit mau pulang karena akan pulang ke kota nanti sore.
"Maaf aku tak bisa lama lama" ucap Abimana.
"Kapan kau akan datang lagi ke sini" tanya Zia.
"Nanti ya kalau aku ada waktu senggang" ucap Abimana.
"Oh baik lah" ucap Zia.
Abimana tersenyum pada Rena.
"Aku pamit" ucap Abimana.
"Ya hati hati lah di jalan" ucap Zia.
Abimana pergi dari sana karena akan pulang, sedangkan sekarang Zia menatap pada adik ipar nya itu.
"Kau kaya nya suka pada Abi" tanya Zia.
"Kak tidak" ucap Rena malu malu.
"Ning aku tau dari lirikan mata mu" ucap Zia.
"Tidak " ucap Rena.
"Oh ya Abah dan Umi Kapan pulang " tanya Zia.
"Entah mungkin nanti" ucap Rena.
"Ya" ucap Zia.
Zia memakan kerang nya bersama dengan Rena, mereka bercerita tentang Abimana apa lagi Zia sangat antusias membicarakan Abimana pada Rena.
Adam sekarang berada di mesjid karena sedang melakukan tadarus bersama sama.
Adam membaca Surat Al Qur'an, sampai di mesjid itu menggema suara orang mengaji.
"Gus belajar apa kita sekarang" tanya Fauzi.
"Sekarang kita menghafal hadits hadits saja" ucap Adam.
"Oh baik lah" ucap Fauzi.
Sekarang Husna dan Haddad baru saja datang ke pesantren lagi karena ada acara pengajian di kampung sebelah yang mengundang Haddad, karena propesional Husna pun harus ikut.
"Mau ke kamar" tanya Haddad.
"Ustadz aku sangat lelah sekarang" ucap Husna.
"Apa kau sakit" tanya Haddad.
"Entah lah" ucap Husna.
Zia dan Rena Keluar dari rumah karena akan melihat ke arah sekitar.
Zia melihat Haddad dan Husna bersama, ada rasa bahagia dalam diri Zia karena Haddad sekarang bisa menerima Husna sepenuhnya.
Namun tiba tiba Husna merasa pusing dia pingsan di sana, dengan sigap Haddad menangkap nya sehingga Husna tak jatuh ke tanah.
"Astaghfirullah Ning Husna" ucap Rena.
"Ayo kesana Ning" ucap Zia.
Zia dan Rena ke sana untuk melihat Husna.
"Ustadz Haddad bawa Ning Husna ke UKS" ucap Rena.
"Ya" ucap Haddad.
Haddad membawa Husna ke UKS sedangkan Zia dan Rena sekarang menelpon Bu Bidan Nina bidan desa di sana.
Tak lama setelah nya Bidan datang ke sana dan masuk ke dalam pesantren.
"Bu ayo yang sakit ada di Uks" ucap Zia.
Mereka menuju ke uks karena akan melihat Husna yang sekarang berada di UKS yang sedang pingsan.
"Dia kenapa" tanya Bidan pada Haddad.
"Tadi dia merasa lemas Bu" ucap Haddad.
"Oh coba saya akan periksa dulu" ucap Bu bidan.
Setelah di periksa, ternyata Bidan menemukan sesuatu di perut Husna.
"Dia sedang hamil" ucap Bidan.
"Apa" tanya Haddad.
"Alhamdulillah" ucap Rena dan Zia serempak.
"Apa beneran hamil" tanya Haddad tak percaya.
"Ya kalau ingin tau berapa bulan nya, bawa saja dia ke rumah saya" ucap Bidan.
"Oh baik lah terima kasih Bu" ucap Haddad.
"Jangan sampai kelelahan dan jangan telat makan ya" ucap Bidan itu.
"Ya Bu".
"Saya permisi" ucap Bidan.
"Ya, terima kasih Bu" ucap Zia.
"Wah selamat ya ustadz Haddad sebentar lagi akan jadi Abi" ucap Rena.
"Ya terima kasih" ucap Haddad tersenyum bahagia.
"Selamat" ucap Zia singkat.
"Ya terima kasih" ucap Haddad.
Zia dan Rena kembali lagi ke rumah Umi,
"Kak aku akan ke kamar" ucap Rena.
"Oh baiklah" ucap Zia.
Adam mendekat pada Zia karena pelajaran juga sudah selesai.
"Masuk" tanya Adam.
"Gus kau tau tak" tanya Zia.
"Apa" tanya Adam.
"Ning Husna mengandung" ucap Zia.
"Hamil" tanya Adam.
"Ya" ucap Zia.
"Alhamdulillah, kalau begitu lalu kau kapan" tanya Adam.
"Sekarang juga aku siap namun sayang suami ku tak peka" ucap Zia.
__ADS_1
"Kenapa tak bujuk suami mu supaya dia peka" ucap Adam.
"Ya nanti kalau datang bulan ku sudah selesai" ucap Zia.