Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 137


__ADS_3

Dan benar saja Zia kesiangan sejak tadi Adam terus menghubungi Zia dari arah Madrasah namun tak ada jawaban dari Zia.


"Zia belum bangun padahal dia harus mengajar sekarang" gumam Adam yang sekarang tengah mengajar dan tak bisa di tinggal kan hanya sekedar membangun kan Zia.


Sedangkan Zia dia saat ini tengah tertidur namun Zia di ganggu oleh suara dari ponsel nya yang sejak tadi berdering.


"Siapa sih yang nelpon, berisik" gerutu Zia sambil melihat ponsel nya.


Namun pertama kali Zia melihat jam yang tertera di layar ponsel Zia.


"Astagfirullah sudah jam delapan, aku kesiangan" ucap Zia yang langsung sibuk berlari ke arah dapur untuk mencuci wajah nya supaya lebih fresh.


"Zia kenapa kau tidur lagi jadi kesiangan kan" gumam Zia.


Dengan cepat kilat Zia langsung pergi ke arah Madrasah dan benar saja kelas 1 SMA yang akan Zia ajarkan sekarang tak punya guru karena guru nya baru datang.


"Assalamualaikum maaf aku terlambat" ucap Zia.


"Waalaikum salam" serempak para santri.


"Apa yang kalian pelajari" tanya Zia.


"Yang ini kak pemberian Gus Adam" ucap santri.


"Oh baik lah lanjut kan" ucap Zia.


"Kak dari mana saja" tanya salah satu santri kelas 1 sma.


"Tadi aku..." Ucap Zia terpotong.


"Karena dia tidur lagi dan dia tak tau jadwal" sahut Bu Isma yang seperti biasa julid.


"Maaf ya" ucap Zia.


"Makan nya kalau gak sanggup jadi guru jangan, masih banyak orang orang di luar sana yang berprestasi dari pada kamu" ucap Bu Isma.


Zia tak menanggapi karena percuma saja membela diri sendiri hanya akan membuat Bu Isma Semakin senang mengolok olok Zia.


"Sudah Bu tolong kondusif" ucap Adam.


"Gus Adam dia yang salah" ucap Bu Isma.


"Ya aku tau Zia salah dia sudah terlambat tapi sebelum nya dia sudah memberikan pelajaran pada para santri" ucap Adam.


"Makan nya kalau hidup itu yang bener, masa suami nya orang baik baik istri nya berandalan" ucap Bu Isma yang sangat menyentuh hati Zia.


Rasa marah tercipta di hati Zia, padahal kemarin kemarin dia tak pernah merasa marah namun sekarang dia seolah ingin sekali membalas ucapan Bu Isma.


Tau akan amarah istri nya, Adam langsung mendekat pada Zia.


"Sabar aku akan usaha kan dia tak akan bicara yang bukan bukan lagi pada mu" ucap Adam.


Zia tak mengindahkan ucapan Adam, dia langsung duduk di kursi nya.


"Lanjut kan pelajaran kalian" ucap Zia.


Hingga siang hari nya pelajaran pun selesai, para santri bubar karena akan istirahat terlebih dahulu sebelum melaksanakan jadwal yang lain.


Zia menghapus papan tulis dan Langsung merapihkan buku buku yang tadi dia pakai belajar.


"Ustadzah Zia aku duluan" ucap Dika.


"Ya kang" ucap Zia tersenyum.


"Perlu bantuan" tanya Manda.


"Tidak usah Ustadzah" ucap Zia.


"Baik lah aku duluan ya" ucap Manda.


"Ya" ucap Zia.


Di sana hanya ada Zia, Rosa, dan Andi.


Tiba tiba saja Bu Isma datang ke sana dari tadi Bu Isma menunggu waktu ini tiba karena sejak tadi Bu Isma sangat geram pada Zia.


"Seharusnya kau berpikir dahulu sebelum berurusan dengan ku" ucap Bu Isma.


"Bu tolong jangan buat buat masalah lagi aku tak mau bermasalah" ucap Zia.


"Kau yang mulai duluan jadi kau juga yang harus mengakhiri nya" ucap Bu Isma.


"Harus apa aku? Salah apa aku pada mu Bu sampai sampai kau selalu saja menyindir ku" tanya Zia.


"Tentu saja kau salah" ucap Bu Isma.


"Sudah lah aku mau pulang" ucap Zia yang langsung akan pergi dari sana.


Namun Bu Isma mencekal tangan Zia dengan kasar.


"Kau pikir segampang itu" ucap Bu Isma.


Andi dan Rosa menatap pada Zia dan Bu Isma yang tengah beradu mulut itu.


"Ning pisah kan mereka" ucap Andi.


"Biarkan saja lah" ucap Rosa yang justru senang melihat Zia bersamalah dengan Bu Isma.


"Hah tak beres kau" ucap Andi.


Andi langsung pergi keluar karena akan memanggil Adam supaya bisa memisahkan mereka.


Andi melihat Adam yang sekarang tengah membersihkan sampah.


"Gus Adam" ucap Andi.


"Ya ada apa Kang" tanya Adam.


"Ustadzah Zia sama guru berantem di Madrasah" ucap Andi.


"Berantem" tanya Adam.


"Ya ayo Gus pisahkan" ucap Andi.


"Baik lah ayo" ucap Adam.

__ADS_1


Mereka berjalan ke arah Madrasah karena tak mau sampai terjadi apa apa di antara mereka.


Sedangkan di Madsarah Bu Isma sejak tadi tak mau melepaskan cengkraman tangan Zia, padahal Zia sudah berontak.


"Lepaskan Bu" ucap Zia.


"Tidak akan" ucap Bu Isma.


Zia menggeleng kan kepalanya karena tak habis pikir pada tingkah kon yol Bu Isma itu.


Zia menarik tangan nya dengan paksa sehingga tangan nya bisa lepas dari cengkraman Bu Isma.


"Apa kau tak salah cari lawan Bu" tanya Zia menatap sinis pada bu Isma.


Bu Isma terkejut melihat Zia yang seperti itu.


"Kau yang mulai duluan jadi kau juga yang harus meminta maaf, gak etis bukan kalau kau yang salah dan aku yang minta maaf" ucap Zia dengan penuh penekanan.


Rosa tersenyum bahagia melihat pemandangan itu.


"Ini yang aku tunggu tunggu" gumam Rosa.


"Zia" ucap Adam yang baru saja datang ke sana karena akan melihat Zia dan Bu Isma.


"Ada apa ini" tanya Adam.


"Gus istri mu sudah gi la" ucap Bu Isma.


"Gi la" tanya Adam menatap Zia yang baik baik saja.


"Kalian semua sudah tak waras dasar kalian tak waras" ucap Bu Isma.


"Bu kau kenapa" tanya Adam pada Bu Isma.


"Tapi istri mu bermuka ja hat" ucap Bu Isma.


"Bu, Zia memang seperti ini apa salahnya" tanya Adam.


"Ayo lah Gus kita pergi saja" ucap Zia.


"Baik lah ayo aku juga mau belajar" ucap Adam.


Adam pergi lebih dulu, tetapi Zia mendekat pada Bu Isma.


"Aku mantan psiko Bu, kau tau betapa gatal nya tangan ku kalau tak menembak seseorang yang bermasalah dengan ku" gumam Zia yang berhasil membuat Bu Isma bergidig ngeri.


Zia pergi dari sana meninggal kan Bu Isma yang masih mematung di tempatnya.


Sedang kan Rosa hanya memutar bola matanya malas karena perkelahian itu tak berakhir sengit.


"Bu Isma melihat itu saja dia langsung takut" gumam Rosa.


Sore hari nya Zia, Ainun, Rena, dan Gita tengah berkumpul di kamar Rena.


Mereka semua tertawa mendengar kan cerita Zia dengan Bu Isma tadi siang.


"Hahahhaha" suara gelak tawa bergema di kamar itu.


"Itu bagus Zia sungguh bagus" ucap Ainun.


"Sebenarnya aku tak mau seperti itu tapi aku terlanjur sakit hati, dia bilang kalau aku berandalan lah aku ini aku itu lah" ucap Zia.


"Kau sangat berani Zia, kau lah teman ku" ucap Ainun.


"Aku penasaran dengan reaksi Bu Isma saat melihat kak Zia begitu" ucap Gita.


"Pokok nya seru deh kalau kamu lihat" ucap Zia.


Tokk


Tokk


Pintu di ketuk dari luar.


"Biar aku yang buka" ucap Rena yang langsung membuka pintu kamarnya itu.


"Ya ada apa" tanya Rena pada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya itu.


"Aku mau bertemu dengan Ning Rena" ucap seseorang itu.


"Aku" ucap Rena.


"Oh jadi kamu Rena, ini ada paket dari kang kurir katanya buat kamu" ucap Dika guru baru.


"Aku tapi aku gak pesen apa apa" ucap Rena.


"Tapi ini buat Rena" ucap Dika.


Ehemk


Luthfi berdehem karena melihat ada santri putra masuk ke kamar santri putri.


"Sedang apa kang" tanya Luthfi ketus.


"Ini ada paket buat Rena tapi katanya Ning Rena gak pesen" ucap Dika.


"Kang Dika sesuai dengan peraturan di sini tidak ada yang berani masuk ke kamar santri putri tanpa ijin terlebih dahulu" ucap Luthfi.


"Oh maaf aku gak tau" ucap Dika.


"Tak apa ayo kita keluar" ucap Luthfi yang langsung mengambil paket yang ada di tangan Dika dan langsung memberikan nya pada Rena.


"Tapi aku gak pesen" ucap Rena.


"Buat kamu" ucap Luthfi tersenyum.


Rena hanya menundukkan kepalanya karena malu pada Luthfi.


Rena masuk lagi ke dalam kamar nya.


"Siapa Ning" tanya Zia.


"Gak tau ada paket katanya buat Rena" ucap Rena.


"Rena kamu" tanya Zia.

__ADS_1


"Ya kak Rena siapa lagi" ucap Rena.


"Buka" ucap Ainun.


Rena membuka nya ternyata isi nya sebuah baju gamis yang sangat mewah dengan kerudung senada.


"Wah bagus" ucap Zia.


"Kira kira ini dari siapa" tanya Ainun.


"Dari my crush" ucap Rena.


"Hah benarkah dia membeli kan ini untuk mu" tanya Zia.


"Katanya sih" ucap Rena.


"Memang siapa Crush nya Rena" tanya Ainun.


"Ada deh" ucap Zia.


"Ah kalian ja hat" ucap Ainun.


"Nanti juga tau" ucap Zia.


Rena hanya tersenyum saja melihat hal itu karena dia tak menyangka kalau Luthfi akan sangat berani membeli kan baju untuk nya.


Malam hari nya setelah selesai melaksanakan Sholat Tarawih para santri bubar karena akan istirahat.


Zia dan Adam sekarang akan tertidur di kamarnya.


"Gus tadi saat sholat witir kenapa kau pulang" tanya Zia.


"Aku gak sholat witir" ucap Adam.


"Kenapa" tanya Zia.


"Karena kalau aku sholat witir aku tak bisa sholat tahajud" ucap Adam.


"Kenapa begitu" tanya Zia.


"Ya karena sholat witir itu sholat penutup Zia, jadi kalau kita sholat witir maka kita tak bisa sholat Sunnah lagi sampai subuh" ucap Adam.


"Sholat witir merupakan sebuah amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Sholat ini dilakukan di malam hari dengan jumlah rakaat yang ganjil, jadi Sholat witir ini merupakan penutup dari ibadah qiyamul lail, seperti sholat tahajud, sholat hajat, atau salat tarawih" ucap Adam lagi.


"Oh, aku baru tau" ucap Zia.


"Ya makan nya Harus tau" ucap Adam.


"Ya sekarang aku tau" ucap Zia.


Pagi hari nya para santri seperti biasa melaksanakan sahur bersama sama.


Abah datang ke ruang makan santri putra.


"Assalamualaikum wr wb" ucap Abah.


"Waalaikum salam wr wb" serempak para santri.


"Hari ini tanggal 7 merah ya kalian bisa libur sekarang masuk lagi besok" ucap Abah.


"Ya Abah terima kasih" ucap para santri.


"Sama sama, lanjut kan makan nya" ucap Abah.


Pagi nya para santri Langsung melakukan aktivitas nya Seperti biasa ada yang mencuci pakaian ada juga yang membantu membangun kelas.


Zia saat ini tengah melihat layar laptop nya, Zia iseng saja membuka hasil pelajaran yang Adam kerjakan kemarin.


Zia membaca nya dengan teliti.


"Jawaban Gus Adam semuanya baik dan cukup masuk akal juga" gumam Zia.


Zia mematikan layar laptop nya itu, dia beralih membuka ponsel Adam yang selama beberapa Minggu ini tak Zia lihat.


Zia terkejut saat melihat banyak sekali pesan dari aplikasi gagang telepon, dan kebanyakan yang memberikan pesan itu adalah seorang wanita terlihat dari fotonya.


"Kenapa orang orang ini" gumam Zia.


Zia memblokir semua nomor dari wanita itu, Zia melihat ada seorang wanita yang mengirim pesan dan Adam balas.


"Gus Adam membalas nya" geram Zia.


{“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang .” (QS. Maryam: 96)} balasan dari Adam.


{Kamu berhak untuk suka tapi maaf aku suka pada istri ku} balasan dari Adam lagi.


Zia tersenyum saat melihat balasan itu.


"Tak apa lah setidaknya Gus Adam ingat pada ku" ucap Zia tersenyum.


"Sedang apa" tanya Adam yang sekarang sudah ada di ambang pintu.


"Gus" ucap Zia.


"Lagi balas chat siapa" tanya Adam.


"Gak ada" ucap Zia.


"Ya baik lah" ucap Adam.


"Banyak wanita yang mengirimkan pesan pada mu" ucap Zia.


"Aku tak membalas nya" ucap Adam.


"Ya sih" ucap Zia.


"Tidur yu aku ngantuk" ucap Adam.


"Tidur sekarang tapi Gus masih pagi" ucap Zia.


"Aku libur sekarang" ucap Adam.


"Kamu tidur saja terserah aku mau nyuci" ucap Zia.


"Peluk" ucap Adam.

__ADS_1


"Kau manja" ucap Zia yang langsung memeluk Adam sambil tertidur di samping Zia.


bersambung


__ADS_2