
Rosa melihat kalau sekarang Adam tengah berada di dalam rumah nya sekarang Adam tengah makan.
Adam berfikir sejenak.
"Apa aku kirimkan rekaman itu pada ponsel Zia ya" gumam Adam.
Adam berjalan ke arah kamarnya, saat ini Adam sangat takut kalau ada yang akan berniat jahat pada nya dan pada Zia.
Adam mengirim kan rekaman itu pada ponsel Zia, setelah selesai Adam mengembalikan ponsel Zia ke kamarnya dan mengunci nya dengan rapat.
Adam langsung keluar dari rumah nya karena akan mencari bukti lagi ke rumah sakit, namun sekarang Adam akan menemui Zia terlebih dahulu karena dia sangat ingin bertemu dengan Zia.
Sekarang Rosa punya kesempatan untuk menghapus rekaman itu dia melihat ke arah kanan dan kiri di sana tak ada santri di sana.
Rosa berjalan ke arah rumah umi, tanpa rasa malu Rosa langsung masuk ke dalam sana, entah kenapa Rosa sangat ingin sekali menjatuhkan Zia apa lagi Rosa sampai menghalal kan segala cara agar dia bisa membuat Zia di penjara.
Rosa melihat ada laptop di atas meja rumah Umi.
"Gus Adam sangat ceroboh" gumam Rosa tersenyum ja hat.
Rosa membuka laptop itu namun sayang sekali laptop itu memakai kata sandi,
"Apa kata sandi nya ya" gumam Rosa.
Rosa mencoba memasukan nama Zia di sana dan ternyata nama itu sangat benar.
"Kebuka" gumam Rosa.
Dengan cepat dia mengirim kan rekaman itu pada ponsel nya karena dia tak mau sampai dia kehilangan bukti itu.
Namun mata Rosa terkejut saat melihat kalau ada beberapa pengiriman berhasil di via bluetooth, Rosa melihat dan ada beberapa orang yang di kirim kan rekaman itu.
"Pak Anwar, Adam, FauAi, nama siapa ini ada FauAi" gumam Rosa berfikir sejenak.
"Oh aku tau pasti Fauzi Ainun, apa mungkin ini nama bluetooth nya Gus Fauzi" gumam Rosa.
Setelah selesai Rosa langsung menghapus rekaman itu, namun Rosa melupakan satu nama yang Adam kirim kan rekaman itu.
"Selesai" gumam Rosa.
Rosa mematikan laptop itu.
Tiba tiba saja Umi datang ke sana dan membuat Rosa sangat ketakutan.
Tanpa sadar Rosa Langsung menutup laptop itu padahal laptop nya masih menyala.
"Ning Rosa" tanya Umi.
"Umi" ucap Rosa tersenyum pada Umi.
"Sedang apa di sini" tanya Umi.
"Oh Umi tadi aku mau bertemu Gus Adam kata santri ada di rumah, aku mendengar ada suara seorang di kamar mandi aku pikir mungkin Gus Adam lagi di kamar mandi" ucap Rosa yang banyak berbohong.
"Hah tapi Adam tak ada" ucap Umi.
"Oh ya kemana Gus Adam" tanya Rosa.
"Umi tak tau" ucap Umi.
Abah datang ke sana.
"Ada apa" tanya Abah.
"Ini Abah Ning Rosa menanyakan keberadaan Adam, Umi tak tau Adam kemana" ucap Umi.
"Oh mungkin Adam ke kantor polisi" ucap Abah.
"Oh ya Abah kapan kita akan ke sana" tanya Umi.
"Nanti Umi setelah pukul dua sore" ucap Abah.
"Ya baik lah" ucap Umi.
"Masak lah yang banyak Umi bawa makanan untuk Zia ke sana" ucap Abah.
"Ya baik lah Umi akan masak banyak" ucap Umi.
"Baik lah Umi kalau Gus Adam sudah pulang tolong bilang pada nya kalau aku nyari dia" ucap Rosa.
"Ya Ning Umi akan bilang nanti" ucap Umi.
Rosa pergi dari sana karena akan mengirim kan rekaman itu pada Sofi.
Sedangkan Adam sekarang sudah berada di kantor polisi, Adam sudah menunggu di ruang tunggu karena mau bertemu dengan Zia.
Zia datang ke sana dengan di temani polisi wanita.
"Gus" ucap Zia.
Adam langsung mendekat pada Zia, tanpa sadar Adam langsung memeluk Zia dengan sangat erat.
"Gus lepas kan aku malu banyak orang" ucap Zia.
__ADS_1
"Ya" ucap Adam.
"Ada apa" tanya Zia.
"Aku rindu" ucap Adam.
"Apa mamah dan papah tau aku di sini" tanya Zia.
"Ya" ucap Adam tak henti hentinya menatap Zia.
"Apa dia marah" tanya Zia.
"Tak ada, nanti sore pukul 2 mereka akan datang kemari" ucap Adam.
"Oh baik lah, apa kau sudah makan" ucap Zia.
"Sudah tapi Ning Rosa bilang kalau istri ku menyuruh ku untuk makan" ucap Adam mencubit hidung Zia yang tak terlalu mancung itu.
"Gus" ucap Zia yang tak bisa melakukan perlawanan karena tangan nya di borgol.
"Baik lah Zia aku sedih karena harus berpisah dengan mu, tapi sekarang aku sibuk karena aku harus ke rumah sakit kata pengacara yang di sewa papah mu aku harus datang ke sana" ucap Adam.
"Oh baik lah" ucap Zia.
"Aku janji tak akan membiarkan kau berlama lama di sini" ucap Adam.
"Ya aku harap kau tepati janji mu itu" ucap Zia.
"Ya aku akan bukti kan itu" ucap Adam.
"Baik lah Gus hati hati di jalan ya" ucap Zia.
"Kau tak akan memberikan aku penyemangat dulu" ucap Adam.
"Penyemangat apa" tanya Zia.
Adam menunjuk pipinya yang pada Zia.
"Nanti ya setelah aku bebas" ucap Zia.
"Yah tak apa lah" ucap Adam.
"Aku akan kembali ke sel" ucap Zia.
"Aku juga akan pergi" ucap Adam.
Adam berjalan ke arah luar kantor polisi itu, dia menatap pada teman nya yang setia menunggu nya di luar kantor polisi.
"Sudah" tanya Fauzi.
"Ya syukur lah kalau begitu" ucap Fauzi.
"Ayo" ucap Adam.
Mereka berangkat dari sana menuju ke rumah sakit, mereka berniat semoga saja mereka dapat informasi dari sana karena Adam sangat berharap kalau dia mendapatkan kabar kalau Bibinya itu tak mengalami keguguran.
"Bismillah ya Alloh semoga dapat" gumam Adam berdoa.
Sedangkan di pesantren saat ini Rosa tengah menyelundup ke kamar santri putra, karena mau Rosa itu santri senior tetap saja Luthfi tak akan membiarkan santri putri masuk ke dalam sana.
Rosa melihat pada setiap kamar santri mereka semua sedang rebahan dan ini kesempatan buat dia untuk masuk ke kamar Fauzi.
Dengan lambat akhir nya Rosa masuk juga ke dalam.
"Hah syukur lah ponsel nya di cas" gumam Rosa.
Rosa langsung saja mengutak Atik ponsel Fauzi yang terletak di atas meja kecil.
"Selesai" ucap Rosa.
"Ning Rosa sedang apa" tanya Luthfi yang sudah pasti mengagetkan Rosa yang masih memegang ponsel Fauzi.
"Hah Gus Luthfi" ucap Rosa terkejut dan langsung menaruh ponsel itu ke meja.
"Sedang apa di sini" tanya Luthfi ketus.
"Aku sedang" ucap Rosa terbata bata.
"Sedang apa bukan kah kau tau peraturan nya kan" ucap Luthfi ketus.
"Ya Gus" ucap Rosa.
"Keluar dari sini" ucap Luthfi memegang lengan baju Rosa karena akan menyeret nya keluar.
"Ampun Gus" ucap Rosa.
Namun tanpa mereka duga, Ainun dan Rena datang ke sana karena akan memberikan makanan untuk Gus Luthfi itu pun di suruh oleh Abah.
"Gus" ucap Rena.
Luthfi menatap pada Rena dan Ainun yang sekarang berada di ambang pintu kamar itu.
"Ning Rena" ucap Luthfi yang langsung melepaskan baju Rosa yang baru saja dia pegang.
__ADS_1
"Kalian sedang apa, di kamar Fauzi ku" tanya Ainun.
"Kami sedang" ucap Luthfi terbata bata karena takutnya Rena akan marah pada nya.
"Oh ya Gus maaf kami lancang datang kemari tapi aku di suruh Abah mengantar kan makanan untuk mu, di makan ya" ucap Rena menyerah kan makanan yang di bungkus rantang.
"Terima kasih" ucap Luthfi.
"Ayo kak kita pergi" ucap Rena pada Ainun.
"Bentar Ning aku akan berikan wanita ini pelajaran aku yakin dia datang ke sini karena dia akan mengganggu kebahagiaan aku dan Fauzi" ucap Ainun maju pada Rosa.
"Baik lah aku duluan" ucap Rena.
Rena berjalan ke luar dari kamar Fauzi.
"Ning" sahut Luthfi menyusul Rena.
"Ya" tanya Rena.
"Jangan marah" ucap Luthfi.
"Marah? Kenapa harus marah?" Tanya Rena.
"Hah tidak soal nya aku takut kau berfikir yang bukan bukan karena melihat aku dan Ning Rosa" ucap Luthfi.
"Tak apa Gus Luthfi, itu kan urusan mu" ucap Rena.
"Ning jangan begitu, kau tau aku malah merasa bersalah kalau kau seperti ini" ucap Luthfi.
"Gus aku bukan siapa siapa mu, jadi apa yang harus aku larang" ucap Rena.
"Ning aku mau bicara serius" ucap Luthfi.
"Bicara apa" tanya Rena yang pipi nya sudah merona karena malu di tatap oleh Luthfi.
"Mau kah kau ta'aruf dengan ku" ucap Luthfi.
"Hah tapi Gus, kau tak salah ngajak ta'aruf padaku" tanya Rena.
"Tentu saja tidak" ucap Luthfi.
"Tapi aku masih anak kecil, aku masih SMP Gus, kau tak bisa mengharapkan sebuah pernikahan dari anak yang masih SMP" ucap Rena.
"Tapi aku tak akan mengajak mu menikah buru buru hanya saja aku mau mengenal mu lebih jauh" ucap Luthfi.
"Baik lah aku terima asal dengan satu syarat" ucap Rena.
"Syarat apa" tanya Luthfi.
"Jangan beri tau siapa pun" ucap Rena.
"Ya baik lah" ucap Luthfi.
Luthfi melepaskan gelang yang selalu dia pakai,
"Pakai lah ini, mulai sekarang kau wanita ta'aruf ku" ucap Luthfi.
"Terima kasih" ucap Rena yang langsung memakai gelang itu.
"Ya sama sama" ucap Luthfi.
Sedang kan di dalam kamar sekarang Ainun dan Rosa sedang terjebak adu mulut.
Keduanya sekarang adu mulut seakan tak ingin kalah dari yang lain.
"Kau pikir apa hah, setelah kau masuk ke kamar Fauzi, kau bisa menjadi istri nya hah, jangan harap" ucap Ainun.
"Diam kau wanita cerewet aku bahkan tak suka pada Fauzi mu itu" ucap Rosa.
"Muna fik" ucap Ainun.
"Apa kau cemburu kalau Gus Fauzi mengijinkan aku masuk" tanya Rosa meledak.
"Aku tak cemburu aku tau Fauzi tak mau pada mu" ucap Ainun.
"Benar kah" tanya Rosa.
"Diam kau wanita pelakor" ucap Ainun.
"Aku tau kau cemburu" ucap Rosa.
"Enak saja" ucap Ainun yang langsung mendorong Rosa.
"Kau kalah Ainun, aku lebih baik dari mu karena aku seorang guru dan kau" ucap Rosa meledek Ainun.
"Awas kau" geram Ainun.
Luthfi datang ke sana dan Langsung memisahkan kedua wanita yang sedang bertengkar itu.
"Diam dan keluar lah" geram Luthfi mengusir kedua wanita itu.
"Ya Gus" ucap Rosa yang langsung pergi dari sana.
__ADS_1
bersambung