
Sesampainya di pesantren, Rosa sudah stay di sana menunggu Adam dan Fauzi.
"Gus dari mana kalian" tanya Rosa.
"Kami dari rumah sakit" ucap Fauzi.
"Mau apa ke rumah sakit apa kalian sakit" tanya Rosa.
"Tidak kami mengambil hasil pemeriksaan Bibi Sofi" ucap Adam yang langsung pergi dari sana menuju ke kamar nya.
Saat ini Rosa masih berdiri mematung di sana, karena dia tak percaya kalau Gus Adam menemukan bukti baru lagi.
"Belum juga aku menghapus video yang ada di ponsel Gus Adam dan sekarang di tambah lagi bukti baru tentang hasil pemeriksaan Bu Sofi" gumam Rosa.
Rosa mengutak Atik ponsel nya karena akan menghubungi Sofi.
📞📞
"Bu gawat, Gus Adam sudah menemukan bukti baru tentang hasil pemeriksaan Ibu" ucap Rosa.
"Oh ya" tanya Sofi dari sebrang sana.
"Ya Bu aku tak percaya kalau Gus Adam akan dapat bukti itu" ucap Rosa.
"Aku tak mau tau pokok nya kamu harus hapus semua bukti, karena sekarang aku sudah menyuruh anak buah ku untuk mengurus pengacara Adam itu" ucap Sofi.
"Tapi Bu bagai mana caranya" tanya Rosa.
"Ya itu terserah kamu ini kan tugas kamu" ucap Sofi.
"Baik Bu akan saya kerjakan" ucap Rosa.
📞📞
Abah baru saja datang ke sana setelah mengantar kan keluarga Topan pulang Abah langsung menuju pesantren karena para santri pasti belum makan.
"Abah apa Adam sudah pulang ya" tanya Umi.
"Ya kayanya sudah" ucap Abah.
Mereka masuk ke dalam rumah dan benar saja mereka melihat Adam yang sedang membaca hasil itu.
"Dapat" tanya Abah.
"Dapat Abah Alhamdulillah" ucap Adam.
"Lalu bagai mana hasil nya" tanya Abah.
"Bah di sini terbukti kalau Sofi itu tak hamil dia pendarahan karena dia pasang KB dan KB nya terlalu lama belum dia ganti" ucap Adam.
"Oh ya" tanya Umi.
"Ya Umi" ucap Adam.
"Simpan bukti itu rapat rapat Dam, takutnya akan ada yang ja hat pada mu atau ada yang tak suka lalu mereka mencuri barang bukti itu" ucap Abah.
"Ya Abah aku akan simpan" ucap Adam.
"Ya" ucap Abah.
"Oh ya bagai mana Zia" tanya Adam.
"Neng Zia dia baik baik saja malahan saat tadi Umi bawa makanan neng Zia memakan nya dengan lahap" ucap Umi.
"Oh ya, syukur lah" ucap Adam.
"Kalau begitu kamu hubungi pengacara itu kalau bisa kita lakukan persidangan besok" ucap Abah.
"Ya Abah aku akan telpon pengacara nya" ucap Adam.
📞📞
"Pak saya sudah dapat bukti nya, apa kita bisa memberikan sekarang pada polisi nya" tanya Adam.
"Ya nak Adam kita berikan sekarang saja" ucap pak Anwar.
"Ya pak aku akan memberikan sekarang" ucap Adam.
"Nak Adam bisakah tunggu bapak dulu kita akan usut semuanya sekarang" ucap Pak Anwar.
"Ya pak saya akan tunggu di pesantren" ucap Adam.
"Ya bapak sedang dalam perjalanan" ucap Pak Anwar.
📞📞
"Pak Anwar akan datang Bah" ucap Adam.
"Ya bagus lah" ucap Abah.
Namun di perjalanan pak Anwar sekarang tengah di cegat oleh sekelompok orang orang, dia terpaksa menghentikan laju kendaraan nya karena takutnya mereka akan nekad.
"Turun... Turunn..." Gertak mereka pada pak Anwar.
Saat itu pak Anwar mengunci mobil nya.
Orang orang itu hendak membuka pintu mobil tapi tak bisa.
Brakk
Kaca jendela mobil di hancur kan dengan batu yang cukup besar, hingga serpihan kaca itu mengenai pak Anwar.
"Ada apa" tanya Pak Anwar.
Bughh
Buggh
__ADS_1
Pak Anwar mendapatkan bogem mentah dari orang orang yang tak bertanggung jawab itu.
Salah seorang dari mereka mengambil ponselnya dan menghapus semua data data yang ada di ponsel pak Anwar.
"Kita biarkan saja dia" ucap yang lain setelah pak Anwar babak belur.
Semuanya pergi dari sana meninggal kan pak Anwar.
Tanpa berlama lama lagi pak Anwar hendak menelpon Adam tapi sayang sekali ponsel nya di restart ulang jadi tak ada nomor atau foto video di dalam nya.
"Ada apa ini, kenapa mereka hanya mau ponsel ku saja apa ada sesuatu di dalam ponsel ku" gumam pak Anwar.
Tanpa berlama lama pak Anwar melakukan kembali mobil nya menuju pesantren karena akan mengurus masalah itu.
Di pesantren sekarang Adam tengah melakukan Shalat Ashar di mesjid bersama dengan santri yang lain.
Sedangkan Rosa sekarang dia akan melancarkan aksinya untuk menghapus rekaman itu dari ponsel Adam.
Rosa mengendap endap ke rumah Umi saat ini tak ada orang di sana jadi Rosa bisa dengan mudah menghapus rekaman itu.
Rosa masuk ke dalam rumah Umi, saat itu ponsel Adam ada di atas meja di rumah itu.
"Gus Adam sangat ceroboh" gumam Rosa.
Rosa mengutak atik ponsel Adam, karena Adam orang nya Jujur dia tak pernah memakai kunci di ponsel nya apa lagi Zia selalu membuka ponsel Adam jadi Adam tak pernah memakai kunci.
Setelah selesai menghapus Rosa pergi dari sana menuju ke arah kamar nya karena sekarang dia tengah datang bulan jadi dia tak sholat.
"Ning Rosa dari mana" tanya santri yang sekarang sedang halangan untuk sholat.
"Kepo" ucap Rosa ketus.
"Ihh apa salah nya jawab" geram santri itu.
Setelah selesai melaksanakan Sholat Adam langsung pulang menuju rumah nya karena tadi dia mendengar ada suara mobil yang terparkir di halaman rumah nya.
"Assalamualaikum pak Anwar" ucap Adam yang langsung menjabat tangan pak Anwar.
"Waalaikum salam" ucap Pak Anwar.
"Ayo masuk pak" ucap Adam.
Mereka masuk ke dalam rumah.
"Nak ada yang akan bapak bicarakan, bisa kau tutup pintu nya" ucap Pak Anwar.
"Ya pak" ucap Adam.
"Bapak saat akan kesini bapak di cegat oleh segerombolan orang dia memukul bapak lihat ada bekas nya kan, bapak bingung karena mereka me restart ponsel bapak" ucap pak Anwar.
"Me restart" gumam Adam.
"Ya semua rekaman dan data data bapak hilang semua bahkan nomor ponsel kamu pun hilang" ucap pak Anwar.
"Apa ada yang penting lagi di dalam nya" tanya Adam.
"Tak ada hanya rekaman saja yang penting nak Adam coba lihat di ponsel nak Adam apa rekaman nya masih ada" tanya pak Anwar.
"Sebaik nya kau lihat dulu" ucap Pak Anwar.
"Ya aku akan lihat" ucap Adam yang langsung mengambil laptop dan ponsel nya.
Sedangkan di kamar, Rosa saat ini tengah kegirangan bahkan dia tertawa memikirkan nasib Zia di dalam penjara, terlintas di pikiran Rosa kalau saja Zia masuk penjara dia akan menikah dengan Adam.
"Aku akan bujuk Gus Adam Untuk menikah dengan ku" ucap Rosa.
Hahahaha
Rosa tertawa memikirkan itu, padahal dia belum tau saja kalau Adam lebih pintar dari nya.
Adam membuka ponsel nya dan benar saja di ponsel nya tak ada rekaman itu, Adam melihat foto dan video yang baru saja di hapus dan di sana juga tak ada.
"Di ponsel saya tak ada pak" ucap Adam.
"Coba di laptop" ucap Pak Anwar.
Adam mengutak atik laptop nya dan di sana juga tak ada rekaman itu, Adam cemas karena tak ada lagi rekaman yang seperti itu di laptop nya.
"Astaghfirullah pak gak ada" ucap Adam.
"Berarti benar dugaan saya kalau ada orang yang akan menghapus semua bukti supaya kita gagal di persidangan" ucap pak Anwar.
"Astaghfirullah siapa yang berani berbuat ja hat di pesantren" gumam Adam.
"Oh ya bukan nya kau mengirimkan juga ke teman kamu" tanya pak Anwar.
"Ya pak aku mengirim kan nya pada Gus Fauzi" ucap Adam.
"Suruh dia datang" ucap pak Anwar.
"Ya pak" ucap Adam yang langsung pergi dari sana menuju ke arah di mana Fauzi ada sekarang.
Topan baru saja datang ke sana karena akan melihat bagai mana hasil tadi di rumah sakit.
"Adam" sahut Topan.
"Pah ayo masuk pah, aku ada hal yang penting di dalam rumah ada Pak Anwar dia sendirian" ucap Adam.
"Baik lah papah akan ke rumah kamu" ucap Topan.
"Ya pah langsung saja" ucap Adam yang langsung pergi menuju tempat Gus Fauzi berada.
"Kenapa Adam" gumam Topan.
Adam menuju ke arah Fauzi yang sekarang tengah berjalan menuju ke arah kamarnya.
"Gus Fauzi" sahut Adam.
__ADS_1
"Ya Gus ada apa" tanya Fauzi.
"Aku mau minta rekaman yang tadi aku kirimkan ke ponsel mu" ucap Adam.
"Oh baik lah Ayo" ucap Fauzi mengajak Adam ke kamar nya karena Fauzi jarang sekali membawa ponsel nya.
Mereka masuk ke dalam kamar Fauzi.
"Gus" sahut Luthfi yang sekarang tengah berada di ambang pintu.
"Ada apa Gus" tanya Fauzi.
"Tak ada Gus takut nya ada santri putri yang datang kemari seperti tadi" ucap Luthfi.
"Santri putri siapa" tanya Fauzi.
"Ainun" ucap Luthfi.
"Oh" ucap Fauzi.
"Baik lah aku tinggal dulu" ucap Luthfi.
"Ya Gus" ucap Fauzi.
Adam yang sejak tadi mengutak atik ponsel Fauzi pun tak menemukan apa apa hanya foto dan video ceramah saja yang ada di sana.
"Gus di ponsel mu juga gak ada, apa kau menghapus nya" tanya Adam.
"Hapus? Aku tak menghapus nya Gus malahan aku gak tau rekaman nya gak ada" ucap Fauzi.
"Tapi gak ada" ucap Adam.
"Aku bersumpah aku tak menghapus nya" ucap Fauzi.
"Berarti benar dugaan ku di pesantren ini ada mata mata Sofi" ucap Adam.
"Hah masa sih" tanya Fauzi.
"Gus Aku permisi dulu" ucap Adam yang langsung pergi dari sana menuju rumah nya.
Fauzi yang penasaran pun dia menuju ke arah kamar Gus Luthfi.
"Apa Ainun yang melakukan nya" gumam Fauzi.
Fauzi menuju ke arah kamar Luthfi.
"Assalamualaikum Gus Luthfi" sahut Fauzi.
"Waalaikum salam" ucap Luthfi sambil membuka pintu kamar nya.
"Ada apa Gus Fauzi ada yang bisa saya bantu" tanya Luthfi.
"Begini kata mu tadi ada santri putri yang datang ke kamar ku siapa saja" tanya Fauzi.
"Aku lihat ada Ning Rosa kata nya dia meminta pelajaran dari ponsel mu, lalu saat itu datang Ainun dan Ning Rena yang mengantarkan aku makanan, malahan Ning Rosa dan Ainun sempat beradu mulut Gus" ucap Luthfi.
"Ning Rosa" ucap Fauzi
Fauzi berfikir sejenak.
"Kapan aku mengijinkan dia untuk menyentuh ponsel ku" gumam Fauzi.
Adam kembali ke rumah nya di sana sudah ada pak Anwar, Topan, dan Abah.
"Bagai mana Adam" tanya pak Anwar.
"Tak ada pak, di ponsel Gus Fauzi juga ada yang hapus" ucap Adam.
"Siapa yang berani menghapus rekaman itu" tanya Topan.
"Apa mungkin ada mata mata yang masuk ke dalam pesantren" tanya Pak Anwar.
"Aku yakin tak ada, pak di sini itu banyak santri kalau ada orang baru pasti mereka akan langsung memberikan kabar pada ku" ucap Abah.
"Tapi Abah apa mungkin orang itu adalah santri abah sendiri" tanya Topan.
"Ya bisa jadi" ucap Adam.
"Bagai mana sekarang" tanya Abah.
Drtt drtt
📞📞
"Assalamualaikum Adam" ucap polisi yang menghubungi Adam.
"Waalaikum salam pak" ucap Adam.
"Bu Sofi meminta sidang nya di maju kan jadi besok bagai mana ini apa kalian siap" tanya polisi itu.
"Bagai mana ya pak kami belum siap" ucap Adam.
"Tapi permintaan Bu Sofi mau nya besok, siap tak siap kau harus siap nak Adam" ucap nya.
"Ya baik lah" ucap Adam prustasi.
📞📞
"Ada apa Dam" tanya Topan.
"Sidang nya besok, Sofi mau sidang nya besok" ucap Adam frustasi.
"Apa" tanya Pak Anwar.
"Mereka sangat terburu buru" ucap Abah.
"Tapi kita belum siap" ucap pak Anwar.
__ADS_1
Adam sekarang sangat frustasi bahkan sekarang Adam sangat bingung harus apa karena sekarang dia tak bisa berbuat apa apa lagi.
bersambung