
Keesokan harinya Adam terbangun namun dia melihat Zia yang tengah memperhatikannya.
"Apa" tanya Adam.
"Kau belum menjawab pertanyaan aku semalam" ucap Zia.
"Baik lah aku akan jawab" ucap Adam yang langsung bangun dari tempat tidur nya.
Adam berdoa dan kembali memakai kopiah yang dia lepas.
"Tuh kan mau pergi" ucap Zia.
"Aku mau jawab" ucap Adam.
"Ya sudah apa" tanya Zia.
"Bagai mana kalau Ya Habibati" tanya Adam.
"Kok gitu sih gak ah" ucap Zia.
"Apa ya, Humaira" tanya Adam.
"Tidak itu seperti nama bagai mana kalau nanti wanita yang bernama Humaira langsung menjawab" ucap Zia.
"Ehh apa ya, Ya Qallbi artinya Wahai hatiku" ucap Adam.
"Gak mau" ucap Zia.
"Umi" tanya Adam.
"Gak" ucap Zia.
"Ya umma Aulaadi" tanya Adam.
"Gak mau Gus" ucap Zia.
"Ya Zaujati" tanya Adam.
"Gak" ucap Zia.
"Maunya apa" tanya Adam.
"Terserah" ucap Zia.
"Kamu aja ya yang pikirkan aku ikut saja" ucap Adam.
"Tuh kan gitu" ucap Zia.
"Baik lah istri ku yang paling cantik aku gak tau nama panggilan apa yang kau inginkan, tolong jangan buat suami mu ini pusing ya sayang, aku sibuk sekarang" ucap Adam.
"Gitu lagi kan" ucap Zia.
"Baik lah Zia aku akan berikan kau nama panggilan ya qallbi" ucap Adam.
"Gak mau" ucap Zia.
"Baik lah aku mau tau nama apa yang kau berikan pada ku" tanya Adam.
"Tadinya aku mau panggil Gus aja" ucap Zia.
"Ya sudah aku panggil kamu Zia saja" ucap Adam.
"Tuh kan" ucap Zia.
"Baik lah kamu pilih mana pilih aku panggil Zia atau aku panggil ya habibati" tanya Adam.
"Zia aja" ucap Zia.
"Ya sudah jangan buat aku ribet ya sayang aku mau mandi aku harus Sholat subuh dulu" ucap Adam.
"Ya" ucap Zia.
"Kamu sudah sholat" tanya Adam melihat sajadah yang membentang di lantai kamarnya itu.
"Ya" ucap Zia.
"Kenapa tak bangunkan aku" tanya Adam.
"Aku tak tega kau pasti kecapean sampai sampai kamu tertidur pulas" ucap Zia.
"Ya mungkin aku cape" ucap Adam.
Pagi hari nya para santri selesai makan mereka langsung masuk ke dalam kelas, para guru juga langsung masuk karena bel sudah berbunyi.
Zia berjalan ke arah kelas 2 SMP dia berpapasan dengan Bu Isma, sekarang Bu Isma sudah mulai baik pada Zia bahkan kalau mereka bertemu pun Bu Isma selalu tersenyum pada Zia.
Entah apa alasannya tapi Zia cukup senang melihat nya.
Hari ini Luthfi kembali ke pesantren dia menuju ke rumah Abah karena dia ingin bersalaman dengan Abah dan keluarga Abah.
"Assalamualaikum" ucap Luthfi.
"Waalaikum salam" ucap Abah.
"Bah mohon maaf lahir dan batin" ucap Luthfi yang langsung menyalami tangan Abah dan Umi.
"Ya Gus maafkan Abah yang selalu menyuruh mu" ucap Abah.
"Tak apa abah" ucap Luthfi.
"Kau mau makan dulu" tanya Abah.
"Tak usah Abah aku akan ke kamar dulu" ucap Luthfi.
"Ya baik lah" ucap Abah.
Luthfi pergi dari sana menuju kamarnya.
Dia ingin beristirahat sejenak.
Rena melihat dari arah Kelas kalau Luthfi pulang.
"Baru datang ternyata" gumam Rena.
Saat ini tak ada pelajaran Rena hendak pulang ke rumah untuk meminta pelajaran pada Abah.
__ADS_1
Tapi Rena melihat umi yang membawa rantang makanan.
"Mau kemana" tanya Rena.
"Tolong antarkan ini pada Gus Luthfi" ucap Umi.
"Tapi Umi aku gak boleh masuk ke sana" ucap Rena.
"Kamu tinggal berikan saja lewat gerbang" ucap Umi.
"Baik lah aku akan coba" ucap Rena.
Rena berjalan ke arah gerbang santri putra belum juga sampai gerbang Luthfi sudah keluar dari sana.
"Mau kemana" tanya Luthfi.
"Nganter ini buat calon suami" ucap Rena.
"Siapa" tanya Luthfi.
Rena kesal pada pertanyaan Luthfi padahal dia sangat sudah payah bicara Begitu karena Rena tak bisa menggombal.
"Buat kamu" ucap Rena.
"Oh terima kasih" ucap Luthfi.
Rena akan pergi dari sana.
"Siang ini setelah istirahat datang lah ke belakang pesantren" ucap Luthfi.
Rena tak menjawab dia hanya pergi dari sana karena akan belajar lagi.
Siang hari sekarang sudah istirahat, namun ada yang membuat Rena sangat senang yaitu dia di ajak bertemu di belakang pesantren dengan sangat antusias Rena langsung menuju ke arah yang di sebut kan oleh sang ta'aruf nya itu.
di belakang pesantren tak ada Luthfi hanya ada Abimana sepupunya Zia.
Rena berusaha mencari Luthfi namun tak dia temukan.
Rena berniat akan kembali lagi namun tanpa Rena sadar Abimana sudah berada di dekat nya.
"selamat siang" ucap Abimana.
"siang kak" ucap Rena.
"sedang apa" tanya Abimana.
"mencari teman aku namun kayanya gak ada" ucap Rena yang saat itu akan kembali lagi ke pesantren.
Tanpa Rena duga Abimana malah menarik lengan baju nya sehingga membuat nya sobek karena tarikan dari Abimana.
"astaghfirullah kau tak sopan sekali kak" ucap Rena marah.
"maafkan aku aku pikir tak akan sobek" ucap Abimana.
Rena menutupi bajunya yang sobek itu dengan kerudung nya, Untung sobek nya tepat di bahu Rena.
Rena hendak pergi dari sana karena tak mau meladeni Abimana yang sudah keterlaluan itu.
"Rena aku minta maaf" ucap Abimana.
"maafkan aku" ucap Abimana.
karena Abimana bisa di bilang juga seorang Casanova dia tak pernah terima jika mendapat kan penolakan.
Abimana menarik Rena sehingga membuat Rena berada di pelukan nya.
Rena berontak dia tak mau di peluk apa lagi mereka bukan lah makhrom, Rena berontak bahkan saking tak maunya di peluk Rena menggigit dagu Abimana supaya bisa melepaskan nya.
Abimana meringis karena Rena menggigit nya, dengan cepat Rena langsung berlari dari sana namun apa yang di lakukan Rena sia sia saja.
dia akan terjebak ke dalam masalah yang baru lagi, tak jauh dari sana ada Abah dan Luthfi yang sudah pasti melihat mereka.
jantung Rena berdetak tak karuan dia Takut akan mendapatkan hukuman dari Abah.
Luthfi langsung berjalan ke arah Rena, dia sangat marah bahkan tangan nya sudah terkepal kuat ingin sekali membogem mentah laki laki yang sudah berani menyentuh wanita nya.
bahkan selama menjalani masa taaruf Luthfi tak pernah sampai memeluk Rena bahkan pegangan tangan pun rasanya sangat jarang atau mungkin belum pernah.
Luthfi melewati Rena sedang kan Rena menatap ke mana arah Luthfi berjalan tepat nya ke hadapan Abimana.
"berani sekali kau menyentuh Ning Rena" geram Luthfi.
bughh.
satu bogem mentah mendarat di wajah Abimana, tak ingin melepaskan mangsa nya Luthfi menarik kerah baju Abimana dengan cepat Luthfi membogem mentah perut Abimana.
bughh
"kau sadar siapa kau" tanya Luthfi menatap tajam pada Abimana yang saat ini sudah babak belur.
"aku tak sengaja" hanya itu yang keluar dari mulut Abimana yang saat ini hidung nya sudah mengeluarkan darah segar.
"tak sengaja, kau bilang tak sengaja apa memeluk seorang wanita kau bilang tak sengaja, lalu aku juga akan menghabisi mu tanpa aku sengaja" ucap Luthfi yang sudah hampir mendaratkan puku lan lagi.
dengan cepat Rena menghentikan tangan Luthfi yang sudah akan memu kul Abimana.
"jangan Gus, jangan" ucap Rena memegang tangan Luthfi.
karena Rena yang minta Luthfi pun melepaskan Abimana walau pun dalam hati nya dia sangat ingin menghabisi laki laki itu sekarang juga.
"kau masih punya urusan dengan ku" geram Luthfi.
Luthfi menatap pada baju Rena yang sobek,
"Ning baju mu" ucap Luthfi yang langsung menutupinya dengan sorban yang selalu dia pakai.
"apa ini ulah dia" tanya Luthfi yang sudah selesai menutupi robekan di baju Rena.
bughh
bughh
Luthfi mendarat kan lagi beberapa bogem pada Abimana.
"berani sekali kau" geram Luthfi namun di hentikan lagi oleh Rena.
__ADS_1
Abah mencerna semua yang dia lihat itu kalau dari pandangan Abah, Rena berusaha melindungi Abimana kemudian dari sikap itu Abah berasumsi kalau Rena memang ada apa apa dengan Abimana.
Abah mendekat pada Rena.
tanpa Rena pikirkan Abah langsung mengangkat tangan nya ke udara dan menampar Rena dengan sangat keras.
plakk..
suara tamparan menggema di telinga semua orang yang ada di sana, bisa di bayangkan rasanya akan seperih apa.
Luthfi terkejut melihat Abah menampar Rena.
Rena hanya bisa memegang pipi nya yang sekarang terasa sangat perih dan linu.
air mata Rena semakin membasahi pipinya itu.
"murahan" hanya itu kata yang keluar dari mulut Abah.
lidah Rena rasanya sangat kelu untuk membela diri nya sendiri.
dia tak bisa bicara lagi sekarang apa lagi Abah menatap nya dengan tatapan tajam.
"Abimana panggil Ibu dan ayah mu datang kemari" ucap Abah dengan penuh penekanan.
Abah langsung menyeret Rena untuk pergi dari sana.
"Gus Luthfi bawa Abimana ke rumah abah" ucap Abah pada Luthfi.
tanpa ampun Abah menarik Rena untuk segera sampai di rumah nya.
para santri melihat hal itu, mereka semua bertanya tanya ada apa dengan Ning Rena yang di tarik paksa oleh Abah.
Sedangkan Zia yang sekarang ada di kelas santri putra melihat hal itu.
"Ada apa" tanya Zia.
"Seperti nya ada masalah" ucap santri.
Dengan cepat Zia langsung pergi dari sana menuju Rumah Abah.
sesampai nya di rumah Rena langsung di tatap tajam oleh Abah.
"mau apa kau ke belakang pesantren" tanya Abah.
"a-ku ak-aku" ucap Rena terbata bata.
"jawab" bentak Abah.
"aku ingin hanya ingin melihat saja" ucap Rena dengan wajah yang menunduk karena takut pada abah.
Zia datang ke sana dia baru saja mendapat kan kabar kalau Rena di tarik paksa oleh Abah,
"ada apa Abah" tanya Zia.
hal yang membuat Zia berpikir yang tidak tidak itu adalah di sana juga ada Abimana dan juga Gus Luthfi.
bukan hanya itu bahkan yang semakin Zia khawatir kan adalah Abimana yang sudah babak belur.
"mereka berdua ingin melakukan me sum di belakang pesantren" ucap Abah tanpa perasaan membicarakan hal seperti itu.
"hah, astaghfirullah" ucap Zia yang terkejut dan langsung menutup mulutnya.
"Abimana" geram Zia.
plak
sebuah tamparan keras mendarat pada pipi abimana bahkan Zia tak memandang siapa yang di tamparnya itu.
"berani sekali kau mau melecehkan adik ku itu" ucap Zia geram.
"aku tak melakukan apa apa kak" ucap Abimana.
"aku tau betul kau Abimana, aku tak sangka kau akan menjadi seperti ini aku kecewa pada mu" ucap Zia marah dengan air mata juga yang mulai berjatuhan.
"Abah, demi Alloh aku tak melakukan apa yang Abah ucapkan" ucap Rena dengan mulut yang bergetar.
"apa buktinya, baju mu sobek? kau habis habisan membela Abimana? Lalu posisi kalian saat aku melihat kalian dengan mata kepala aku sendiri?" tanya Abah.
"abah aku bahkan tak melakukan apa apa" ucap Rena.
"Abah tak mau tau pokok nya kalian harus menikah, panggil segera orang tua Abimana untuk datang kemari" ucap Abah dengan wajah yang sangat marah.
"hah" Luthfi terkejut bukan main mendengar hal itu dia tak terima gadis yang sangat dia cintai bahkan sangat dia jaga kesucian nya akan di nikahi orang lain.
"Abah aku akan bertanggung jawab" ucap Luthfi.
Abah terkejut mendengarnya.
"jangan Ngada Ngada Gus" ucap Abah sambil memijat keningnya.
"aku yang akan tanggung jawab Abah" ucap Luthfi datar.
"jangan kalau kamu mau menikah dengan Rena hanya karena kasihan sebaik nya jangan aku tak mau kau menderita karena menikahi wanita seperti Rena" ucap Abah.
umi dan Adam datang ke sana mereka terkejut saat mendengar dari para santri kalau Rena di tarik paksa oleh abah.
"Abah ada apa" tanya Umi.
"umi kita akan menikah kan Rena dengan Abimana" ucap Abah.
"tapi kenapa" tanya Umi.
"mereka berbuat tak senonoh di belakang pesantren" ucap Abah.
"astaghfirullah" ucap Umi dan Adam bersamaan.
Abah menatap Rena yang hanya menunduk saja.
"hanya karena ibu mu seorang pela cur apa kau akan menuruti nya hah, apa kau akan menuruti apa yang dia lakukan hah" geram Abah bahkan tangan Abah sudah akan mengenai pipi mulus Rena.
namun tangan Abah ada yang memegang.
"jangan lakukan hal itu" ucapnya.
Siapa yang memegang tangan Abah??
__ADS_1
bersambung