Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 140


__ADS_3

Malam hari nya para santri tertidur sangat pulas namun ada juga yang belum tidur karena alasan belum mengantuk.


Adam saat ini tengah tadarus sedang kan Zia tertidur di sebelah Adam.


Suara merdu Adam membuat Zia cukup terpana mendengar nya hingga kantuknya pun seketika Zia lawan karena ingin mendengar kan suaminya membaca Alquran.


Zia menatap pada suaminya.


"Belum tidur" tanya Adam.


"Belum, kenapa berhenti" tanya Zia melihat Adam menyimpan Al-Qur'an nya.


"Aku ngantuk Zia" ucap Adam.


"Oh" ucap Zia.


"Zia besok aku akan mengajarkan praktek pada para santri" ucap Adam.


"Ya semoga kau berhasil" ucap Zia.


"Amin" ucap Adam.


Pagi hari nya seperti biasa para santri sahur di ruang makan, terlihat kalau saat ini masih gelap bahkan malam ini terasa sangat dingin.


Zia dan Adam sahur di rumah karena Adam meminta Zia yang menyiapkan makanan nya.


"Enak gak" tanya Zia karena saat ini Zia menggoreng nasi untuk sahur.


"Enak" ucap Adam.


"Masa sih aku pikir asin" ucap Zia.


"Tak apa ayo lah makan" ucap Adam.


Mereka berdua makan sesekali Adam melihat Ponsel nya yang terus saja menyala karena mendapat kan pesan.


"Siapa" tanya Zia.


"Gus Yasya" ucap Adam.


"Ada apa dia mengirim mu pesan sepagi ini" tanya Zia.


"Entah" ucap Adam.


Mereka melanjutkan makannya sampai habis,


"Kamu gak punya cemilan" tanya Adam.


"Punya kemarin beli" ucap Zia.


"Boleh aku minta" tanya Adam.


"Aku akan ambilkan" ucap Zia.


Zia mengambil beberapa cemilan dari dalam kamarnya.


Adam terkejut karena Zia menyembunyikan cemilan yang sangat banyak di kamar tanpa sepengetahuan Adam.


"Ini kamu beli kapan" tanya Adam.


"Tiap aku ke warung aku selalu beli aku simpan di kamar" ucap Zia.


"Sebanyak ini" tanya Adam.


"Ya" ucap Zia.


Adam membuka cemilan itu dia memakannya, sedang kan Zia dia melihat lihat ponsel Adam.


"Ini siapa" tanya Zia.


"Temen" ucap Adam.


"Kenapa chattingan nya romantis begini" tanya Zia.


"Romantis bagai mana" tanya Adam.


"Gus walau pun dalam bahasa Inggris aku tau arti nya" ucap Zia.


"Romantis apa nya, dia hanya tanya sedang apa gitu" ucap Adam.


"Dan kau balas sedang istirahat, lalu dia bilang selamat beristirahat honey" ucap Zia menatap tajam pada Adam.


Adam menelan ludah nya.


"Tapi aku tak salah" ucap Adam.


"Dengan membalas dia kau jelas salah" ucap Zia.


"Maaf" ucap Adam menunduk.


"Kau sama saja" ucap Zia yang langsung pergi dari sana menuju kamarnya.


"Zia ya ampun" ucap Adam tersenyum melihat tingkah Zia.


Adam mengambil air minum dan membawa nya ke kamar.


Adam melihat Zia sedang rebahan dengan posisi tengkurap.


"Minumlah Zia sebelum imsyak" ucap Adam yang hendak memberikan air itu pada Zia.


Namun Adam melihat kalau Zia sekarang tengah menangis terlihat dari air matanya yang menetes dari mata nya.


"Zia kau menangis" tanya Adam.


Tak ada Jawaban dari Zia.


Adam membangun kan Zia, dengan terpaksa Zia langsung bangun karena Adam maksa.


Adam mengangkat wajah Zia yang menunduk.


"Kau menangis" tanya Adam.


Dengan cepat Adam memeluk Zia.


"Maaf aku gak tau dia akan begitu, maafkan aku Zia aku ngaku aku salah" ucap Adam.


Zia hanya menangis tanpa menjawab ucapan Adam.


"Sudah jangan menangis aku minta maaf" ucap Adam yang langsung mendarat kan beberapa kecupan pada pipi Zia yang basah.


"Janji gak akan balas dia lagi" ucap Zia.


"Janji" ucap Adam.


Adam mengusap air mata Zia.


"Sudah jangan menangis lagi" ucap Adam.


Adam melepaskan pelukannya dia memberikan gelas pada Zia.


"Minum lah" ucap Adam.


Zia meminum nya lalu Adam meminum air bekas Zia.


Zia tersenyum melihat Adam.


"Sudah berdoa dulu" ucap Adam.


"Apa sudah imsyak" tanya Zia.


"Ya" ucap Adam.


Akhir akhir ini Zia terasa sedikit cengeng apa lagi Adam sangat tau sikap Zia yang terasa berubah itu.


"Zia aku akan bereskan makanan" ucap Adam.


"Ya" ucap Zia.


Namun tiba tiba saja perut Zia mulas dia sangat mual.


Dia muntah di sana hingga mengeluarkan semua isi perut nya.


Adam yang tengah membereskan makanan pun langsung terkejut mendengar Zia muntah, dengan sigap Adam langsung masuk ke dalam kamar.


"Kamu kenapa Zia" tanya Adam.


Adam melihat muntahan Zia di lantai, dengan sigap Adam mengambil lap dan membersihkan nya.


"Jangan biar aku saja" ucap Zia.


"Tak apa biar aku saja" ucap Adam.


Adam membersihkan nya sampai bersih.


"Kamu buka saja ya, takut nya terjadi apa apa" ucap Adam.


"Jangan Gus" ucap Zia.


"Aku tak mau kamu kenapa kenapa" ucap Adam.


"Aku baik baik saja" ucap Zia.


"Tapi Zia" ucap Adam.

__ADS_1


"Apa muntah bisa membatalkan puasa" tanya Zia.


"hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi:


“Barangsiapa yang muntah secara tidak sengaja maka tidak ada qadha (mengganti) baginya. Dan barangsiapa yang sengaja muntah maka wajib baginya qadha", kalau gak sengaja gak akan batal" ucap Adam.


"Kalau gak batal maka aku akan lanjut puasa saja" ucap Zia.


"Jangan memaksakan ya kalau kamu gak kuat buka saja, nanti aku akan bayar Fidiyah kalau kamu gak mau Qadha" ucap Adam.


"Ya Gus" ucap Zia.


Siang hari nya Adam saat ini akan mengajar kan santri praktek bahasa arab, banyak para santri yang bisa berbahasa bahasa Arab.


"Baik lah hanya itu saja yang bisa aku ajarkan, kalian boleh istirahat" ucap Adam yang langsung keluar dari ruangan itu.


"Ya Gus" ucap para santri serempak.


Adam kembali lagi rumah karena akan melihat Zia namun saat Adam masuk ke kamar tak ada Zia di sana.


"Kemana Zia" gumam Adam.


Saat Adam keluar lagi dia melihat Zia yang baru saja keluar dari madrasah karena mengajar.


"Zia dasar keras kepala" gumam Adam.


Adam mendekat pada Zia, dengan cepat Adam memegang tangan Zia.


"Keras kepala" bisik Adam.


"Apa" tanya Zia.


"Aku bilang istirahat jangan keluyuran" ucap Adam.


"Aku ngajar" ucap Zia tersenyum.


"Baik lah ayo kita pulang" ucap Adam.


"Gus rasanya aku mau makan kerang ijo" ucap Zia.


"Baik lah aku akan belikan nanti sore" ucap Adam.


"Tapi aku maunya sekarang" ucap Zia.


"Zia sekarang puasa lagi pula aku akan makan di mana" ucap Adam.


"Ya deh" ucap Zia.


Hingga sore hari nya Adam menuruti apa yang Zia inginkan, saat ini Zia dan Adam pergi ke pasar karena akan membeli kerang ijo.


"Mau beli apa saja" tanya Adam.


"Kerang ijo" ucap Zia.


"Kau manja sekali" ucap Adam.


"Manja kepada suami sendiri itu bukannya ibadah" ucap Zia.


"Sudah lah ayo beli" ucap Adam.


Zia dan Adam membeli kerang ijo itu, Adam sengaja membeli banyak karena Adam tau kalau Rena juga suka.


"Kasih Ning Rena sedikit ya" ucap Adam.


"Oke" ucap Zia.


Namun Adam melihat ada Rena dan Gus Luthfi juga di sana.


"Ning kau sedang apa" tanya Adam.


"Belanja" ucap Rena.


"Kau tak ajak" ucap Zia.


"Kata Umi kak Zia sudah berangkat" ucap Rena.


"Kalian datang berdua" tanya Zia.


"Tidak kami dengan Gita dan beberapa santri yang lain" ucap Rena.


"Oh" ucap Zia tersenyum.


"Baik lah ayo pulang" ucap Adam.


"Gus tapi aku belum belanja" ucap Rena.


"Baik lah jangan lama lama" ucap Adam.


Luthfi hanya tersenyum tipis pada Adam, dia tak habis pikir kalau Adam masih saja belum merestui hubungan mereka.


"Gus aku mau beli itu" ucap Zia menarik Adam menjauh dari Rena dan Luthfi.


"Beli apa" tanya Adam.


"Mau ini tiga" ucap Zia menunjuk pada rambut nenek.


"Beli saja" ucap Adam.


Zia melihat mangga yang masih dalam pohon, tiba tiba saja keinginan Zia sangat besar untuk memakan mangga muda itu.


"Gus mau itu" ucap Zia menunjuk ke atas.


Adam melihat lalu matanya membesar.


"Zia jangan Ngada Ngada" ucap Adam.


"Kaya nya enak deh, apa lagi kalau di makan saat buka nanti" ucap Zia.


"Gak, kita beli mangga di tukang buah buahan saja" ucap Adam.


"Aku mau nya itu" ucap Zia.


"Astagfirullah Zia tapi itu punya orang" ucap Adam.


"Ayo lah Gus demi aku" ucap Zia.


Adam memegang tangan Zia, membawa Zia ke arah tukang buah buahan.


"Yang ini ya sama" ucap Adam.


"Gak mau" ucap Zia.


"Tapi Zia" ucap Adam.


"Ya aku tau kau sudah tak sayang pada ku" ucap Zia.


"Gak begitu Zia" ucap Adam.


Namun Zia tak mendengar kan dia langsung berjalan menjauh dari Adam.


"Oke, baik lah aku akan minta pada yang punya bila perlu aku beli mangga nya" ucap Adam.


Senyuman tergambar di bibir Zia.


"Ayo antar aku bilang pada yang punya" ucap Adam.


"Ayo" ucap Zia.


"Assalamualaikum" ucap Adam pada rumah bercat hijau yang di halaman nya ada pohon mangga.


"Waalaikum salam" ucap seorang ibu yang keluar dari rumah itu.


"Bu punten Bade tumaros pami Buah ye anu ibu" (Bu permisi mau tanya kalau buah ini punya ibu) tanya Adam.


"Oh muhun leres pisan" (oh ya benar sekali) ucap Ibu itu.


"Tiasa te Bu ngalironan ye bojo Abi hoyong buah anu eta" (bisa gak tuker bu, ini istri saya mau buah yang itu) ucap Adam.


"Naon ngidam" (apa ngidam) tanya Bu itu.


"Ah te biasa we hoyong aku ngora keneh" (ah gak biasa lah mau yang belum matang) ucap Adam.


"Oh sok we ngala Jang" (oh silahkan ambil saja Jang) ucap ibu itu.


"boleh Saya beli" tanya Adam.


"Te nanaon Ari di tuang mah ibu mah atoh" (gak papa kalau di makan mah ibu senang) ucap ibu itu.


"Tapi beneran Bu" tanya Adam.


"Ya sok we ambil sepuasnya" ucap Ibu itu.


"Alhamdulillah terima kasih Bu" ucap Adam.


"Ya sama sama" ucap ibu itu.


Adam langsung melihat pohon yang tinggi itu.


"Kau yakin mau naik ini tinggi loh" tanya Zia.


"Lalu mau bagaimana lagi aku malu kalau harus pinjam Gantar" ucap Adam.


"Gantar bahasa apa itu" gumam Zia.

__ADS_1


Adam naik ke atas, walau pun memakai sarung tapi memanjat pohon adalah kebiasaan Adam, dia naik dan mengambil mangga yang masih mentah.


Hanya tiga biji saja yang Adam ambil karena dalam hati Adam yakin kalau Zia tak akan mungkin menghabiskan nya apa lagi mangga mentah sangat lah masam.


"Ibu terima kasih" ucap Adam.


"Ya sama sama" ucap Ibu itu.


"Ayo pulang" ucap Adam memilih untuk pulang karena kalau di sana terus takut nya Zia semakin banyak keinginan.


Sedangkan Rena dan Luthfi saat ini Tengah bingung karena mau belanja apa.


"Mau makan apa" tanya Luthfi.


"Terserah" ucap Rena.


"Bukan aku kau" ucap Luthfi.


"Ya terserah" ucap Rena.


"Mau beli bakso" tanya Luthfi.


"Gak usah" ucap Rena.


"Mau minuman" tanya Luthfi.


"Gak usah" ucap Rena.


"Aku heran kenapa semua wanita kalau di tanya mau makan apa selalu jawab terserah" tanya Luthfi.


"Karena dahulu seorang wanita memutuskan ingin memakan sesuatu dan hal itu membuat mereka di keluar kan dari surga" ucap Rena.


"Ya kau benar juga" ucap Luthfi.


Rena tersenyum.


"Baik lah aku mau beli kue basah" ucap Rena.


"Ya sudah aku akan antar" ucap Luthfi.


Saat ini Adam dan Zia sudah di perjalanan akan pulang.


"Gus aku mau itu" ucap Zia.


Adam menghentikan motornya.


"Mau apa" tanya Adam.


"Itu kayanya enak" ucap Zia menunjuk pada kang soto.


"Baik lah ayo beli" ucap Adam.


Adam menatap pada kantong kresek yang Zia bawa dan itu banyak sekali.


"Apa Zia yakin akan memakan semuanya" gumam Adam.


Adzan Maghrib berkumandang para santri semua sudah berbuka puasa bersama, mereka memakan apa yang mereka beli di pasar.


Setelah itu mereka melaksanakan Sholat Maghrib terlebih dahulu.


Adam dan Zia melaksanakan sholat Maghrib di rumah karena Zia akan membantu Umi menyiapkan makanan nanti nya.


Setelah selesai Zia Langsung membantu Umi membawakan makanan ke arah ruang makan para santri.


Zia sudah tak sabar ingin memakan makanan yang dia beli tadi.


"Ning buka di rumah yu" ucap Zia pada Rena.


"Baik lah ayo" ucap Rena.


Rena membawa satu kantong kresek hitam ke dalam rumah.


"Aku beli kerang ijo kau mau" tanya Zia.


"Benarkah, boleh aku minta" tanya Rena.


"Tentu saja" ucap Zia.


Mereka berdua makan namun Rena memakan kerang ijo dengan nasi sedang kan Zia tidak.


"Kau beli kue banyak begitu buat siapa" tanya Zia.


"Gus Luthfi yang belikan katanya buat aku" ucap Rena.


"Cie yang jalan berdua bersama dengan pacar nya" ucap Zia.


Ehemk


Abah berdehem membuat Zia dan Rena langsung terdiam.


"Abah makan" ucap Zia.


"Ya terimakasih, abah cari Umi" ucap Abah.


"Umi di ruang makan" ucap Rena.


"Baik lah Abah akan ke sana" ucap Abah yang langsung pergi dari sana.


"Huhh hampir saja" ucap Rena.


"Kamu sih" ucap Zia.


"Apa jadi aku yang salah kak Zia yang bilang duluan" ucap Rena.


"Ada apa" tanya Adam dengan suara berat.


Zia dan Rena terkejut karena mereka takut kalau Abah balik lagi.


Saat mereka melihat ke arah pintu ternyata ada Adam di sana.


"Gus aku pikir kau Abah" ucap Zia.


"Ada apa" tanya Adam.


"Tak ada" ucap Zia.


"Kenapa kamu tak makan" tanya Adam.


"Makan" ucap Zia.


"Kenapa gak pakai nasi" ucap Adam.


"Aku mau makan ini saja" ucap Zia.


"Pakai nasi Zia" ucap Adam.


"Ya nanti" ucap Zia.


Zia memakan kerang ijo bersama dengan Rena sampai habis, tak ada kekenyangan dalam perut Zia dia langsung mengupas buah mangga yang mentah itu.


"Kak kau beli mangga mentah" tanya Rena.


"Aku minta pada pemiliknya dan kau tau Gus Adam yang naik ke atas pohon untuk mengambil buah ini" ucap zia.


"Gus Adam memanjat" tanya Rena.


"Ya" ucap Zia.


Zia memakan potongan mangga itu.


"Ahh ini sangat enak" ucap Zia.


Rena bergidik ngeri karena terlihat dari warna buah itu yang masih sangat muda dan putih.


Zia memberikan satu potong mangga itu pada Rena.


"Coba lah ini enak, seger Ning" ucap Zia.


"Gak ah masam" ucap Rena.


"Jangan di lihat dari warnanya ayo coba" ucap Zia.


Rena mengambil nya dia memakan nya satu gigitan, Rena langsung bergidik karena mangga itu sangat masam.


"Kak ini sangat masam" ucap Rena.


"Engak ah" ucap Zia.


"Biar Gus Adam coba" ucap Rena.


Zia memberikan potongan mangga yang ada di tangan nya.


"Coba Gus apa ini masam" tanya Zia.


Adam mencoba nya, namun tetap saja Adam bergidik karena rasanya sangat masam.


"Zia ini sangat masam loh, jangan di makan kita biarkan saja sampai matang" ucap Adam.


"Tapi ini enak" ucap Zia.


"Yang Bener kak" ucap Rena.


"Beneran Ning" ucap Zia.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2