Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 95


__ADS_3

Adam memeluk Zia dengan sangat erat, saat ini Zia sangat ketakutan terlihat dari matanya yang seperti mencari cari sesuatu namun tak dia temukan.


"Zia sadar lah" ucap Adam.


"Gus aku takut, ada sosok hitam yang sedang mengawasi ku" ucap Zia sambil mengeratkan pelukannya pada Zia.


"Ada aku Zia, kau jangan takut" ucap Adam.


Zia mengerat kan pelukan nya pada badan Adam.


"Tenang lah Zia" ucap Adam mendarat kan beberapa kecupan di kepala Zia.


Tanpa sadar air mata Adam menetes juga, namun dengan cepat Adam hapus karena tak mau sampai Zia lihat.


"Mau makan Zia" tanya Adam.


"Ngak aku hanya ingin tidur saja" ucap Zia.


"Minum lah dulu supaya kau sedikit lebih tenang" ucap Adam memberikan teh yang tadi Umi buatkan.


"Ya" ucap Zia.


Setelah minum Zia berbaring kembali dan tidur walau pun tak terlalu nyenyak karena sering kali Zia bermimpi buruk.


Pagi harinya semua santri baru saja selesai melaksanakan Sholat subuh berjamaah.


Sedangkan Adam dia terlambat bangun karena semalam tidur larut malam, Adam melaksanakan Sholat di rumahnya.


Zia terbangun dia langsung berjalan ke arah dapur karena akan ke kamar mandi.


Ada umi juga di sana Umi melihat Zia yang baru datang ke dapur.


"Neng Zia susah bangun" tanya Umi.


"Ya Umi" ucap Zia.


"Syukur lah kau selamat, semalam Umi cemas Neng" ucap Umi.


"Umi aku terkunci di gudang tapi aku lupa apa yang aku lakukan di sana sampai aku terkunci" ucap Zia.


"Apa Neng Zia datang ke sana bersama orang lain" tanya Umi.


"Aku lupa Umi" ucap Zia.


"Baik lah jangan di paksakan, Neng kalau ingat nanti cepat beritahu Adam atau Umi karena Umi yakin kalau Neng Zia di sana karena di jebak orang lain" ucap Umi.


"Ya Umi" ucap Zia.


Saat ini Zia masuk ke kamar mandi dan langsung cuci muka dan kembali lagi ke kamarnya.


"Gus" tanya Zia.


"Zia" ucap Adam yang langsung memeluk Zia dengan sangat erat.


"Ada apa Gus" tanya Zia.


"Mulai sekarang aku tak mau kau pergi sendiri lagi kalau mau kemana mana bilang pada ku oke" ucap Adam.


"Ya Gus Adam" ucap Zia.


"Aku takut kau pergi Zia" ucap Adam.


"Tenang saja Gus, Aziya hanya untuk ustadz Adam" ucap Zia tersenyum menatap pada Adam.


"Zia aku hanya ingin kau paham kalau aku sangat takut kehilanganmu" ucap Adam.


"Ya Gus aku janji tak akan pergi, tapi Gus kata Umi aku ada yang menjebak dan aku juga yakin kalau aku ada yang menjebak" ucap Zia.


"Ya aku berpikir begitu Zia, coba kau ingat ingat apa saja yang kau lakukan saat itu" ucap Adam.


"Ya Gus aku lupa" ucap Zia.


"Jangan di paksa kan nanti saja" ucap Adam.


"Aku akan ke luar aku sangat ingin melihat luar sekarang" ucap Zia.


"Ya tak masalah lagi pula banyak santri di luar" ucap Adam.

__ADS_1


Zia jalan jalan ke luar, hanya sampai halaman rumah umi saja, sedang kan Adam melihat Zia dari arah jendela kamar nya.


Saat ini Rosa baru saja keluar dari kamarnya, dia merasa senang karena Zia masih belum di temukan apa lagi semalaman Zia di gudang fikir Rosa.


Namun matanya terkejut saat melihat ada Zia yang sekarang tengah menyiram bunga di halaman rumah Umi.


"Apa itu hantu nya Zia yang gentayangan" gumam Rosa.


Rosa mengucek matanya karena masih tak percaya kalau Zia ada di sana, apa lagi semalaman tak ada santri yang mencari Zia.


"Gak mungkin itu Zia, siapa yang sudah mencari Zia malam hari" gumam Rosa.


Ada santri putri yang datang ke sana.


"Hey apa kalian tau Zia kapan pulang" tanya Rosa.


"Katanya malam hari Gus Adam menemukan di gudang belakang" ucap nya.


"Oh syukur lah kalau sudah di temukan" ucap Rosa berpura pura karena tak mau sampai santri tau kalau Rosa lah yang mengurung Zia di sana.


"Ya".


Rosa berjalan ke arah Zia yang sekarang tengah menyiram tanaman Umi.


"Zia kapan pulang" tanya Rosa yang langsung memeluk Zia.


"Ning aku pulang malam hari, Gus Adam menemukan aku di Gudang, aku lupa apa yang terjadi saat kau pergi" ucap Zia.


Seketika Zia ingat kalau Zia pergi ke gudang bersama dengan Rosa.


"Kau kan yang ajak aku ke sana" tanya Zia.


"Ya aku ke sana dan saat itu aku kan pulang karena akan membawa senter" ucap Rosa.


"Lalu kalau kau tau aku di gudang kenapa kau tak bilang pada Gus Adam" tanya Zia.


"Aku gak tau kalau kau ada di sana karena saat aku ke sana lagi, kau sudah tak ada" ucap Rosa berbohong pada Zia.


"Kata Umi aku ada yang jebak kira kira siapa ya" tanya Zia.


"Aku gak tau, baik lah Zia aku senang karena sudah di temukan baiklah aku akan ngajar sekarang" ucap Rosa.


"Ya" ucap Zia.


"Kenapa Gus Adam harus menemukan nya" gumam Rosa marah.


Adam melihat bahkan mendengar semuanya, Adam datang ke sana.


"Zia ada apa Ning Rosa" tanya Adam.


"Gus aku ingat kemarin saat aku ke gudang aku bersama dengan Ning Rosa karena katanya Ning Rosa mau mengambil sapu di sana karena dia takut jadi dia ngajak aku, saat sedang di sana aku lihat gudang itu sangat gelap kata Ning Rosa dia akan ambil senter dan setelah dia pergi ada yang mukul aku dari belakang dan itu sangat sakit hingga membuat kepala aku pusing dan aku pingsan hanya itu yang bisa aku ingat" ucap Zia.


"Berarti benar kalau ada orang yang sedang menjebak mu" ucap Adam.


"Ya tapi siapa" tanya Zia.


"Kita akan cari tau" ucap Adam.


"Tapi Zia aku sekarang malah curiga pada Ning Rosa karena aku yakin dia tau kalau gudang itu tak terpakai lagi" ucap Adam.


"Bukan nya itu tempat penyimpanan sapu dan alat yang lain yang masih baru" tanya Zia.


"Gak bahkan sudah hampir tiga tahun nan lah gudang ini tak terpakai, Abah menyaran kan kalau gudang itu di pakai untuk bekas buku dan alat alat yang lain yang sudah bekas" ucap Adam.


"Oh, tapi apa Ning Rosa sengaja melakukan ini" ucap Zia.


"Jangan jangan Ning Rosa yang menjebak ku" ucap Zia.


"Jangan suudzon Zia" ucap Adam.


"Gak suudzon Gus" ucap Zia.


"Baik lah lupakan saja" ucap Adam.


"Gus aku bisa kan aku istirahat dulu" tanya Zia.


"Ya tak masalah" ucap Adam.

__ADS_1


"Ya aku akan diam saja di rumah" ucap Zia.


"Ada Umi di rumah diam lah di rumah jangan keluar rumah ya" ucap Adam.


"Ya Gus Adam yang paling ganteng" ucap Zia.


"Ya sudah aku akan ngajar dulu" ucap Adam.


"Ya" ucap Zia.


Saat ini Adam tengah mengajar kelas 3 Smp, Adam menyuruh mereka menulis yang sudah Adam tulis di papan tulis.


Adam tengah memikirkan ucapan Rosa dan ucapan Zia yang menurut Adam ada yang ganjil, karena Adam masih ingat pada ucapan Rosa yang saat itu Adam bertanya ke kamar Rosa.


(Percakapan Adam dan Rosa kemarin malam)


"Ning Rosa kata santri yang lain katanya kau tadi bersama dengan Zia" tanya Adam.


"Oh ya tadi aku dan Zia akan ambil sapu di kelas dan setelah itu aku tak lihat lagi Zia" ucap Rosa.


"Oh ya" tanya Adam.


"Beneran Gus, aku tak enak badan jadi aku tak bisa membantu mu mencari Zia" ucap Rosa.


"Tak masalah, ya sudah kau istirahat saja" ucap Adam.


"Ya Gus" ucap Rosa.


Adam menatap pada semua santri yang sekarang masih menulis.


"Kenapa kata Rosa kalau dia dan Zia akan mengambil Sapu di kelas, tapi kata Zia mereka pergi ke gudang untuk mengambil sapu, astagfirullah siapa yang benar di sini aku jadi bingung sendiri" gumam Adam.


"Gus sudah" ucap santri.


"Baik lah aku akan jelas kan semuanya" ucap Adam yang langsung menjelaskan secara detail bahkan para santri pun sekarang hanya mendengar kan dengan sabar.


Setelah Adam selesai menjelaskan Adam menatap pada jam tangan nya ternyata masih banyak waktu.


"Ada yang mau di tanyakan" tanya Adam.


"Gus kenapa semalam Kak Zia di gudang" tanya santri.


"Entah lah, kata kak Zia sendiri dia ada yang pukul jadi pingsan" ucap Adam.


"Siapa" tanya nya.


"Tentang masalah siapa nya, aku juga masih cari tau" ucap Adam.


"Semoga segera ketemu pelaku nya" ucap para Santri.


"Ya Amin" ucap Adam.


"Apa mungkin pelaku nya orang pesantren Gus" ucap salah satu santri yang membuat semua nya menatap pada diri nya.


"Hushh jangan suudzon" ucap Adam.


"Gak suudzon Gus hanya saja siapa lagi yang tau kalau gudang kosong selain pesantren lama di sini apa lagi para warga pun tak tau kalau gudang itu sudah terbengkalai" ucap Nya.


"Dan aku juga yakin kalau kak Zia tak tau tentang gudang itu" sambung nya lagi.


"Kau benar juga" ucap Adam.


"Gus cek saja cctv" ucap yang lain.


"Cctv hanya menampilkan halaman pesantren saja tidak dengan belakang pesantren" ucap Adam.


"Ah sayang sekali" ucapnya.


"Apa kalian mau bantu aku meroboh kan gudang, karena takut nya ada orang yang jahil yang melakukan ini lagi" ucap Adam.


"Ayo Gus" serempak para santri.


"Nanti setelah aku tanya dulu pada Abah" ucap Adam.


bersambung


mohon maaf Author nya lambat Up lagi sibuk sama dunia nyata jadi hanya bisa up sedikit.

__ADS_1


insya Alloh besok up seperti biasa..


selamat membaca..


__ADS_2