Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 126


__ADS_3

Setelah selesai sholat tarawih para warga pulang ke rumah nya masing masing, para santri juga setelah tarawih tak ada kegiatan lagi karena Abah sudah memberikan jadwal baru kalau setelah tarawih para santri Langsung tidur takutnya kesiangan.


Sekarang Zia dan Adam masuk ke dalam kamarnya karena akan tidur.


"Gus apa Senin kita belajar seperti biasa lagi" tanya Zia.


"Ya" ucap Adam yang sekarang tengah melipat pakaiannya.


"Gus kapan kamu akan ke luar negeri, Gus apa waktu nya bisa di undur, beberapa bulan lagi gitu" tanya Zia.


"Tak bisa Zia itu sudah jadwal nya" ucap Adam.


"Tapi Gus satu tahun tanpa dirimu aku kesepian" ucap Zia.


"Kau ini kan ada Telpon" ucap Adam.


"Gus tak semudah itu" ucap Zia.


"Baik lah habis kan malam malam bersama dengan ku sebelum aku pergi ke luar negeri" ucap Adam.


"Gus bisa kah aku ikut" tanya Zia.


Adam tersenyum lalu menggeleng geleng kan kepala nya.


"Zia aku di sana bersama dengan Gus Yasya dan Gus Ilham kita satu kontrakan, aku gak akan mungkin membiarkan kau satu ruangan bersama dengan laki laki lain" ucap Adam.


"Tapi Gus aku harus apa" tanya Zia.


"Zia aku belum berangkat, aku masih ada di sini" ucap Adam.


"Tapi aku tak mau kau pergi" ucap Zia.


"Shutt diam Ayo kita tidur" ucap Adam.


"Ya baik lah" ucap Zia.


Malam harinya Zia kebelet ingin pipis, karena Zia tipikal orang yang penakut jadi setiap malam Zia kalau mau ke kamar mandi dia selalu membangun kan Adam.


Dengan ikhlas juga Adam mengantar Zia ke kamar mandi.


Namun malam ini Zia mendengar seseorang yang tengah memasak di dapur.


"Siapa itu" gumam Zia.


Semakin Zia mendengar kan Zia semakin mendengar suara umi bersin.


"Umi sudah bangun" gumam Zia melihat ponsel nya yang sekarang menunjukkan pukul 2 dini hari.


"Umi sudah bangun" gumam Zia.


Prakk


Zia mendengar suara gelas jatuh di dapur dengan cepat Zia melihat karena takutnya terjadi sesuatu pada Umi.


"Umi tak apa" tanya Zia saat ke dapur.


"Neng, tidak Umi tak apa" ucap Umi.


"Ada apa Umi kenapa bisa pecah" tanya Zia.


"Ya Umi tak sengaja menyenggol nya" ucap Umi.


"Umi masak sepagi ini" tanya Zia.


"Ya supaya para santri gak akan bangun kesiangan" ucap Umi.


"Aku bantu ya" ucap Zia.


"Tak apa Neng" ucap umi.


"Umi aku senang membantu" ucap Zia.


"Baik lah terimakasih" ucap Umi.


Zia membantu Umi memasak di dapur saat ini masih pukul 2 pagi tapi Umi sudah masak di dapur.


Hingga selesai Zia melihat Jam yang ada di dinding rumah Umi.


"Sudah pukul 3 Umi gak kerasa ya padahal tadi saat kita masak masih pukul 2" ucap Zia.


"Ya neng, Umi akan bangun kan Abah dahulu" ucap Umi.


"Ya aku juga akan bangun kan Gus Adam" ucap Zia.


"Ya" ucap Umi.


Zia masuk ke dalam kamarnya, dia melihat Adam yang sedang tertidur lelap.


Dalam tidur pun Adam terlihat sangat tampan apa lagi pipi Adam yang chubby membuat Zia sangat gemas.


Zia menggigit pipi Adam yang chubby itu.


Hal itu membuat Adam kesakitan dan Adam terbangun.


"Astaghfirullah Zia jangan ganggu aku masih ngantuk" ucap Adam.


"Gus ayo bangun sudah jam 3 pagi" ucap Zia.


"Jam 3" tanya Adam.


"Ya ayo bangun" ucap Zia.


"Ya sayang aku bangun" ucap Adam yang masih mengantuk.


"Mau aku buatin apa" tanya Zia.


"Aku mau teh manis saja" ucap Adam.


"Baik lah aku akan buatkan" ucap Zia.


"Aku akan membangunkan para santri dulu" ucap Adam.


"Baik lah" ucap Zia.


Adam keluar dari dalam rumah nya dia hendak membangun kan para santri, Adam melihat Fauzi yang sekarang akan ke mesjid.


"Gus kau bangunkan Lewat speaker mesjid aku akan bangunkan ke kamar santri" ucap Adam.

__ADS_1


"Gus santri putra sudah di bangun kan oleh Gus Luthfi, tinggal santri Putri" ucap Fauzi.


"Baik lah aku akan bangunkan santri putri" ucap Adam.


Adam berjalan ke arah kamar santri putri, Adam mengetuk semua jendela kamar santri putri, ada beberapa yang bangun apa lagi Fauzi juga sudah membangun kan lewat speaker mesjid.


Semua santri Langsung menuju ke ruang makan mereka makan walaupun tak terlalu berselera karena baru saja bangun tidur.


Abah masuk ke ruang makan santri putri.


"Kalian makan lah yang kenyang" ucap Abah.


"Baik Abah" serempak.


Saat ini Adam melihat ruang makan santri putra di sana ada Luthfi juga yang tengah makan sambil memantau para santri.


"Selamat makan" ucap Adam.


"Ya Gus" serempak.


Adam berjalan ke arah rumah nya, karena dia ingin makan sahur bersama dengan Zia.


"Gus dari mana saja teh mu dingin" ucap Zia di ambang pintu rumah Abah.


"Tak apa ayo makan" ucap Adam.


"Ya ayo" ucap Zia.


Mereka hanya berdua di sana karena Abah dan Umi makan di ruang makan santri.


"Siapa yang masak" tanya Adam.


"Umi" ucap Zia.


"Oh, kamu makan lah yang banyak" ucap Adam.


"Ya" ucap Zia.


Setelah selesai makan para santri langsung membaca niat akan puasa, setelah itu mereka langsung menuju ke arah mesjid karena akan Sholat Subuh berjamaah.


Setelah selesai sholat berjamaah Abah akan memberi tau kan pada para santri tentang peraturan baru.


"Assalamualaikum wr wb" ucap Abah.


"Waalaikum salam wr wb" serempak para santri menjawab salam Abah.


"Abah mau memberi tau kan tentang peraturan yang baru, mulai besok Senin kalian belajar seperti biasa, siang setelah sholat Dzuhur ada sedikit kajian atau ngaji ya, kalian istri dari pukul 2 siang sampai Adzan Ashar, setelah Adzan Ashar kalian tadarus sebentar, lalu setelah itu dari pukul 4 sore kalian bebas, siapa tau ada yang mau jajan kan, nah setelah Adzan Maghrib kalian boleh makan cemilan atau makanan yang akan umi siap kan nanti, kalian sholat Maghrib terlebih dahulu lalu setelah itu boleh makan, setelah makan kalian dapat waktu luang beberapa menit setelah itu sholat isya dan tarawih, paham" tanya Abah.


"Paham Abah" serempak.


"Ada yang mau merubah? Siapa tau aturan ini terlalu ketat" tanya Abah.


"Abah kalau bagi wanita yang haid bagai mana" tanya salah satu santri putri.


"Wanita haid?, tertulis jelas dalam hadits yang dinarasikan Fathimah bintu Abi Hubaisy RA,


Yang Artinya: "Apabila datang masa haidmu, tinggalkanlah sholat; dan jika telah berlalu, mandilah kemudian sholatlah." Hadist Riwayat Bukhari" ucap Abah.


"Sudah jelas di beri tau kan kalau wanita tak boleh sholat jika tengah haid, Sementara larangan puasa bagi perempuan haid disebutkan dalam hadits yang dinarasikan Aisyah RA,


Yang Artinya: "Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha' puasa dan tidak mengqadha' sholat?" Maka Aisyah menjawab, "Apakah kamu dari golongan Haruriyah?" Aku menjawab, "Aku bukan Haruriyah," akan tetapi aku hanya bertanya. Dia menjawab, "Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha' puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha' shalat." Hadist Riwayat Muslim" ucap Abah.


"Baik Abah" ucap para santri putri.


"Baik lah kalian boleh bubar sekarang" ucap Abah.


"Baik Abah" ucap serempak para santri yang langsung bubar.


Siang hari nya para santri ada yang mencuci baju dan ada juga yang membantu tukang yang membangun kelas.


Saat ini Zia tengah menjemur pakaian di halaman rumah Umi.


Namun Ainun datang ke sana karena ingin meminta saran pada Zia.


"Zia" ucap Ainun yang langsung menarik tangan Zia.


"Apa" tanya Zia.


"Aku mau minta saran" ucap Ainun.


"Saran apa" tanya Zia.


"Aku mau tanya dong begini Zia aku dan Fau itu kan sudah menikah beberapa hari yang lalu tapi kau tau gak dia belum pernah menyentuh aku selama beberapa hari ini" ucap Ainun curhat pada Zia.


"Cerita kita sama" ucap Zia.


"Kau juga begitu" tanya Ainun.


"Ya sih dulu Begitu" ucap Zia.


"Apa yang kau lakukan" tanya Ainun.


"Aku maksa dong" ucap Zia.


"Hah yang benar" tanya Ainun.


"Beneran aku maksa lagi pula apa salah nya aku kan istri nya jadi aku bebas" ucap Zia.


"Benar juga ya aku akan maksa" ucap Ainun.


"Bukan kah kita berhak meminta nafkah batin dari suami kita" ucap Zia.


"Oh baik lah aku akan minta sekarang" ucap Ainun.


"Kau ini jangan kata Gus Adam siang hari tak boleh melakukan hal itu apa lagi saat bulan puasa" ucap Zia.


"Kenapa begitu" Tanya Ainun.


"Entah tapi gak boleh" ucap Zia.


"Oh nanti lah malam" ucap Ainun.


"Kau masih mau belajar" tanya Zia.


"Tidak kata Fau juga aku boleh tak lagi belajar karena aku sudah punya guru khusus" ucap Ainun.


"Terserah" ucap Zia.

__ADS_1


"Baik lah aku permisi" ucap Ainun.


"Ya" ucap Zia.


Zia kembali ke kamarnya, dia hendak menyimpan ember yang baru saja dia pakai jemuran tadi.


"Hey" ucap Zia saat melihat ada Adit di dalam rumah Abah.


"Kak" ucap Adit.


"Mau apa" tanya Zia.


"Aku mau bertemu Abah kata Gus Adam aku harus menunggu di sini" ucap Adit.


"Oh baik lah" ucap Zia yang langsung duduk di kursi yang dekat dengan Adit.


Zia mengutak atik ponsel nya di hadapan adit,


"Kak bisa aku bertanya" tanya Adit.


"Apa" tanya Zia menatap pada Adit.


"Bisa kah aku suka pada mu" tanya Adit.


"Hah apa maksud mu" tanya Zia.


"Maaf kak aku tak bermaksud tapi aku mau bilang hal jujur, aku tak bisa tidur karena memikirkan mu" ucap Adit.


"Jangan keterlaluan Adit aku guru mu" ucap Zia.


"Ya aku tak bermaksud kak tapi ini benar" ucap Adit.


"Diam lah" ucap Zia.


"Tapi kak aku tak bermaksud maafkan aku, aku hanya bicara tentang perasaan aku saja" ucap Adit yang langsung memegang tangan Zia.


"Kau terterlaluan lepaskan aku" ucap Zia.


Tiba tiba saja Adam datang ke sana dan dia melihat tangan Zia yang sedang di pegang oleh Adit.


Dengan cepat Zia langsung melepas kan tangan dari cekakan tangan Adit.


"Gus, Adit mau bertemu Abah katanya" ucap Zia yang langsung pergi dari sana menuju kamarnya.


"Ya mau apa" tanya Adam yang sekarang sudah merasa marah karena Adit sudah berani memegang tangan Zia.


"Ini Gus Adam ada titipan uang dari mamah buat uang makan" ucap Adit.


"Oh terima kasih" ucap Adam dingin.


"Baik lah aku permisi" ucap Adit.


Adam mengelus dada nya karena marah namun saat bulan puasa dia sadar tak bisa marah.


Adam masuk ke dalam kamar nya karena dia ingin mengambil buku karena Fauzi meminjam nya.


"Gus sudah selesai" tanya Zia namun tak di jawab oleh Adam.


"Gus kau kenapa" tanya Zia namun tetap saja tak ada jawaban dari Adam.


Adam keluar dari sana sambil mengambil buku nya itu.


"Apa Zia ada hubungan dengan bocah itu" gumam Adam.


"Astaghfirullah aku terlalu berfikir jauh" gumam Adam lagi.


Hingga sore hari Adam mendiamkan Zia, saat ini Abah sudah mencari guru untuk mengajar, Abah mendapatkan rekomendasi dari sahabat lama nya.


"Dam" sahut Abah.


"Ya Abah" tanya Adam.


"Besok akan ada guru baru yang datang ke sini jadi Abah minta kamu bersih kan kamar santri putri" ucap Abah.


"Baik Abah, tapi ada berapa orang yang akan datang" tanya Adam.


"Mungkin 3 sampai 4 karena yang 1 dia tinggal di sini" ucap Abah.


"Oh aku bersih kan tiga kamar saja" ucap Adam.


"Ya dua kamar santri putri dan dua kamar santri putra" ucap Abah.


"Baik lah" ucap Adam.


Keesokan harinya seperti biasa Zia membantu umi menyiapkan makanan untuk sahur karena Kasihan umi sendirian.


Para santri sahur, namun sejak kemarin Adam mendiamkan Zia padahal semalam Zia juga sudah meminta maaf pada Adam tetapi Adam tak bicara apa pun pada Zia.


"Gus mau makan" tanya Zia saat melihat Adam sudah bangun.


Namun Adam hanya melengos pergi tanpa mengamini perkataan Zia.


"Kenapa Gus Adam ini" gumam Zia.


Zia makan bersama dengan Umi di ruang makan santri putri sedang kan Adam makan di ruang santri putra.


Zia makan dengan tak selera.


"Apa Gus Adam sudah makan" gumam Zia ingat pada Adam.


Para santri semua melaksanakan sholat subuh berjamaah, karena sekarang mereka akan sekolah lagi jadi mereka tak boleh tidur lagi.


Zia sedang bersiap di kamarnya.


Adam masuk ke dalam dan Langsung mengganti pakaian nya di hadapan Zia.


Zia mendekat pada Adam dia memeluk Adam dari arah belakang.


"Kau kenapa" tanya Zia.


"Aku harus pergi sekarang" ucap Adam.


"Gus jangan cemberut begitu" ucap Zia.


Adam melepas kan tangan Zia yang melingkar di Perutnya.


"Segera lah bersiap" ucap Adam.

__ADS_1


Zia hanya menatap pada Adam dengan tatapan aneh, karena baru sekarang Adam bersikap seperti itu.


bersambung


__ADS_2