
"Umi" ucap seseorang dari arah pintu, dan hal itu membuat Zia dan Umi kaget.
"Adam" ucap Umi.
"Jangan begitu Umi, Adam malu" ucap Adam.
"Hah kenapa harus malu Adam, Umi hanya mencarikan kamu jodoh saja" ucap Umi.
"Ya tapi tak begini juga Umi, Adam malu" ucap Adam.
"Baiklah Umi aku akan bantu mencucikan piring kotor Umi" ucap Zia yang langsung ke dapur.
"Adam, Zia sangat baik ya dia mau membantu Umi" ucap Umi.
"Kalau baik bagaimana" tanya Adam.
"Apa aku harus menjadikannya sebagai istriku" ucap Adam lagi.
"Kau mau" tanya Umi.
"Mau apa" tanya Adam bingung.
"Mau menjadikan Zia sebagai istri mu" ucap Umi.
"Umi jangan begitu" ucap Adam.
Adam keluar dan kembali ke Madrasah karena niat Adam pulang ke rumah hanya untuk membawa buku pelajaran saja, karena sebentar lagi jam pelajaran akan segera di mulai.
Sedangkan sekarang Husna sedang berusaha mendekati Haddad karena Husna tak mau kalau Ustadz muda itu jatuh ke tangan Zia.
"Ustadz Haddad" sahut Husna pada Haddad.
"Ya Ning ada apa" tanya Haddad.
"Mau kemana" tanya Husna.
"aku mau pulang dulu" ucap Haddad.
"Kenapa pulang" tanya Husna.
"Aku akan bicara pada Abi kalau aku akan segera melamar Zia, mungkin sore aku juga akan kembali lagi" ucap Haddad.
"Oh" ucap Husna yang seolah hilang harapan saat Haddad bicara begitu.
"Baiklah aku akan pulang, selamat pagi Ning Husna" ucap Haddad.
"Ya pagi" ucap Husna menatap kepergian Haddad, padahal Husna sangat suka pada Haddad namun tetap saja dia kalah dari Zia yang nota benenya santri baru.
"Ya alloh, kemarin saat aku suka pada Adam, ada Ning Marwah yang menghalangi ku sedangkan sekarang saat aku mau pada Haddad, ada Zia yang menjadi tembok penghalang aku" gumam Husna.
"Ada apa Ning" tanya Rosa yang baru saja datang kesana.
"Ustadz Haddad dia akan melamar Zia" ucap Husna.
"Apa, yang benar saja" ucap Rosa tak percaya.
"Ya" ucap Husna.
Husna berlalu meninggalkan Rosa sendirian,
"Ini tak bisa di biarkan, sebagai kawan yang baik aku harus membantu Ning Husna dekat dengan Ustadz Haddad" gumam Rosa.
"Ning tunggu aku" sahut Rosa menyusul Husna.
Sekarang sudah waktunya masuk kedalam kelas, Zia juga sudah mencuci piring kotor Umi dan sekarang dia masuk kedalam kelasnya.
Hal yang membuat Zia malas belajar adalah saat di gurui oleh Husna karena, selalu saja Husna akan bertanya pada Zia padahal Husna belum menjelaskan apa apa.
Dan dugaan Zia benar sekarang kelas itu di gurui lagi oleh Husna.
"Apa tak ada guru lagi selain dia" gumam Zia.
Husna menuliskan sebuah pertanyaan, lalu dengan usilnya Husna bertanya pada Zia,
"Zia tolong jawabkan pertanyaan yang sudah aku tulis ini" tanya Husna.
"Apa kau tak salah memberikan pertanyaan Ning" tanya Zia.
"Memang nya kau tak bisa menjawab nya" tanya Husna.
"Bukan kah ini pelajaran di kelas Ning Rena" ucap Zia.
"Ya tentu saja, bahkan kebanyakan para guru juga mengulang setiap pelajaran" ucap Husna.
Zia membaca soal pertanyaan nomor pertama yang Husna tuliskan di papan tulis.
"Orang yang di maksud dengan orang Mukalaf" gumam Zia.
"Ayo jawab" tanya Husna.
"Orang Mukalaf adalah orang muslim yang di kenai kewajiban untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan yang di taati di agama islam" jawab Zia.
"Lalu nomor dua" tanya Husna.
"Ning apa harus aku semua yang menjawab, bahkan banyak santri disini" ucap Zia.
"Ning biar aku saja yang jawab" ucap salah satu santri.
Mau tak mau Husna pun mengiyakan karena sudah tertangkap basah hendak mengerjai Zia.
Husna sangat kesal pada Zia karena sekarang para santri juga seolah membela Zia.
"Baiklah sebentar lagi pergantian pelajaran, semoga kalina bisa memahami tentang apa yang saya bahas tadi, Assalamualaikum" ucap Husna yang langsung pergi dari sana.
Pak Didin guru bahasa inggris pun masuk kedalam kelas Zia, Pak Didin menatap heran pada Zia karena minggu kemarin dia tak melihat Zia.
"Anak baru" tanya pak Didin sambil membenarkan kacamatanya.
"Ya pak" ucap Zia.
"Maju ke depan dan perkenalkan diri, memakai bahasa inggris" ucap Pak Didin.
"Hallo, My name is Aziya Yunita Wijaya, Iam live in kota ***, Iam 24 year old, and I am the second child of two siblings, thank you" ucap Zia.
"Thank you Aziya" ucap Pak Didin.
"Youre well come Sir" ucap Zia.
"Oke, untuk Zia di pelajaran saja ini kita menggunakan bahasa inggris apa pun itu kalian harus menggunakan bahasa inggris, paham" ucap Pak Didin.
__ADS_1
"Paham" serempak.
"Oke, yesterday we discussed about goodness we just continue" ucap pak Didin.
"Apa kata pak Didin".
"Apa dia membicarakan pelajaran kemarin".
" harus apa kita"
Bisik bisik para santri yang tak tau bahasa inggris, bahkan dari sana hanya sebagian saja yang memahami bahasa inggris.
"Oh pantas saja Ning Rena dan Gita mengeluh tentang bahasa inggris, ternyata guru inggris itu menggunakan bahasa inggris di setiap perkataanya" batin Zia.
Guru bahasa inggris membacakan materi dengan menggunakan bahasa inggris, hanya Zia dan beberapa santri saya yang tau artinya.
Bahkan yang lain hanya menyimak saja walau pun tak tau artinya.
Zia mencoba untuk memahami materi itu walau bagaimana pun Zia tak mau melewatkan beberapa pelajaran penting.
"you understand" tanya pak Didin yang sudah selesai menerangkan materi yang bahkan semua santri tak tau artinya.
"Yes" ucap Zia sendirian.
"Baiklah pelajaran sudah selesai, bapak permisi dahulu, Assalamualaikum" ucap Pak Didin yang langsung pergi dari sana.
"Waalaikum salam" serempak.
"Kak Zia tau artinya" tanya santri yang duduknya tak jauh dari Zia.
"Tentu saja" ucap Zia.
"Apa kata pak Didin" tanya nya lagi.
"Katanya begini, Kebaikan itu sebagian dari iman, jika kita berbuat baik pada orang lain maka orang lain pun akan berbuat baik pada kita, karena apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai, contohnya seperti membantu orang lain itu sudah masuk kedalam kategori kebaikan, bahkan senyuman pun juga sebuah kebaikan bagi orang yang melihatnya, kurang lebih sih begitu" ucap Zia menjelaskan.
"Oh kak Zia sangat pandai bahasa inggris" tanya santri itu.
"Tidak pandai hanya sedikit sedikit bisa" ucap Zia.
"Oh ya kapan kak Zia belajar" tanya nya lagi.
"Saat aku kuliah dulu aku belajar tata bahasa jadi aku belajar bahasa inggris, namun aku lupa dengan bahasa jerman" ucap Zia.
"Kak Zia belajar bahasa Jerman" tanya santri terkejut.
"Tentu saja, kalau kau belajar di kampus akan ada jurusan tata Bahasa dan itu mengajarkan setiap bahasa, tergantung kitanya mau belajar bahasa apa" ucap Zia.
"Wah sangat hebat" ucapnya.
Waktu istirahat pun sudah datang Zia menemui Rena dan Gita yang sekarang sedang berada di rumah Umi.
"Assalamualaikum Umi" ucap Zia.
"Waalaikum salam Neng Zia" ucap Umi.
"Lagi apa kalian" tanya Zia.
"Ini kak, Gus Adam sedang mencari guru les bahasa inggris tapi belum menemukan juga" ucap Rena.
"Oh" ucap Zia.
"Hah aku" tanya Zia menunjuk diri sendiri.
Sedangkan di sisi lain Haddad sudah sampai ke rumahnya, dia langsung masuk kedalam, sang Umi langsung menyambut hangat putranya itu.
"Haddad kenapa pulang, apa ada masalah Nak" tanya Umi Haddad.
"Tidak Umi, dimana Abi aku ingin bicara" ucap Haddad.
"Ada di kamarnya" jawab Umi.
Dengan cepat Haddad langsung masuk kedalam kamar Abinya,.
"Abi Assalamualaikum" ucap Haddad.
"Waalaikum salam Haddad, akhirnya kau pulang" ucap Ustadz Mansyur yang tak lain adalah Abinya Haddad.
"Abi ada hal penting yang harus Haddad sampai kan" ucap Haddad.
"Apa" tanya Abi
"Aku akan melamar Zia Abi" ucap Haddad yang membuat senyum di bibir Abi hilang dan bergantikan dengan raut wajah marah.
"Sudah Abi beri tau kan kalau Zia tak baik untuk mu Haddad, dia anak Na kal yang tak tau sopan santun, hanya karena cantik saja kau tertarik padanya" ucap Abi marah.
"Tapi Abi aku suka pada Zia, aku juga sudah bilang kalau aku akan membawa Abi dan Umi datang kesana dan akan melamar Zia" ucap Haddad kecewa pada keputusan Abinya itu.
"Menikah lah dengan Ning Husna, Abi pastikan kalau kau akan bahagia" ucap Abi.
"Ayolah Abi aku suka pada Zia" bantah Haddad.
Umi datang kesana dan melihat pertengkaran kecil itu.
"Ada apa ini" tanya Umi.
"Umi lihat putra mu dia akan menikah dengan wanita Na kal" ucap Abi.
"Lalu apa masalahnya bukan kah ini hidup Haddad dan pilihan Haddad" ucap Umi mencoba menengahi.
"Umi tapi wanita itu akan membuat kita malu" ucap Abi.
"Abi, umi yakin kalau Haddad bisa membimbingnya Umi yakin wanita itu akan baik" ucap Umi.
"Kalian sama saja, pokoknya Abi tak merestui hubungan kalian Haddad" ucap Abi.
"Umi" ucap Haddad pada ibunya itu.
"Sabar ya, Abi mu memang keras kepala dia ingin menang sendiri" ucap Umi.
"Ya Umi" ucap Haddad pasrah.
Haddad terpaksa mengalah dan kembali lagi ke pesantren, Haddad sejak kecil memang hidup di atur oleh sang Abi bahkan sampai sekolah pun semuanya Abi Haddad yang mengurusnya.
Haddad sangat kecewa pada keputusan Abinya itu apa lagi, ini tentang kehidupan Haddad seharusnya Abinya tak terlalu ikut campur apa lagi ini tentang masa depan Haddad.
"Bagaimana nanti aku menjelaskannya" ucap Haddad.
Zia mencuci pakaiannya, karena sekarang sudah sore dan istirahat juga, maka Zia memilih mencuci pakaian karena pakaian nya banyak yang kotor.
__ADS_1
Saat Zia sedang mencuci di tempat cuci pakian para santri, Adam mendekat pada Zia dan membuat Zia kaget.
"Zia" ucap Adam.
"Hah" ucap Zia kaget dan replek saja dia langsung melempar gayung pada Adam, namun untung saja tak mengenai Adam.
"Gus, kau mengagetkan aku saja" ucap Zia.
"Maaf aku hanya ingin bicara" ucap Adam.
"Bicara apa" tanya Zia.
"Kata Ning Rena kau bisa bahasa inggris, bisa ajari aku bahasa inggris" ucap Adam.
"Ning Rena bilang begitu" tanya Zia.
"Ya".
"Tapi Gus aku tak bisa hanya sedikit sedikit saja" ucap Zia.
"Ayolah Zia aku mohon" ucap Adam.
"Memangnya kalau kau bisa bahasa inggris kau mau apa" tanya Zia.
"Aku akan mengejar kuliah ke london 3 bulan ke depan, tolong ajari aku ya" ucap Adam memohon dengan mata memelas.
"Oh ya" tanya Zia.
"Ya" ucap Adam.
"Baiklah aku akan ajarkan, kita bicara kan lagi nanti karena sekarang aku akan mencuci pakian aku dulu" ucap Zia.
"Baiklah" ucap Adam yang langsung pergi dari sana.
Zia menyelesaikan cuciannya dia langsung menjemurnya dan kembali ke kamar, namun Zia di kejutkan dengan kedatangan Adam yang secara tiba tiba berada di hadapannya.
"Gus kau" ucap Zia kaget melihat Adam.
"ayo ajari aku bahasa inggris" ucap Adam.
"besok" ucap Zia.
"kenapa besok kalau bisa sekarang" ucap Adam.
"baiklah, apa kita akan belajar di kamar ku" tanya Zia.
"terserah kau saja" ucap Adam.
"hah Gus bukannya santri laki laki gak boleh masuk ke kamar santri wanita" ucap Zia.
"lalu kita mau belajar di mana" tanya Adam.
"di taman saja ayo" ucap Zia yang langsung jalan terlebih dahulu.
"Gus bawalah buku catatan" ucap Zia.
"sudah" ucap Adam yang langsung mengeluarkan buku dan Balpoin dari saku baju kokonya.
Zia hanya bisa geleng geleng kepala saja melihat tingkah Adam,
"memangnya kau mau berapa lama disana" tanya Zia.
"sampai belajar aku selesai, aku akan langsung pulang" ucap Adam.
"memangnya mau apa kau belajar di sana" tanya Zia.
"aku ingin menjadi serjana Zia, aku ingin menjadi guru bahasa Inggris" ucap Adam.
"oh seperti pak Didin" tanya Zia.
"ya begitu lah" ucap Adam.
"Gus kalau kau belajar dengan rajin bahasa inggris, kau tak perlu pergi kesana karena di Indonesia juga banyak kampus yang menyediakan bahasa inggris" ucap Zia.
"ya tapi London adalah impian aku Zia, aku sangat ingin kuliah di sana bahkan aku sudah mendaftar disana" ucap Adam.
"oh baiklah" ucap Zia.
"apa yang harus aku pelajari" tanya Adam.
"kita akan belajar satu persatu kata, seperti Good Morning kau tau artinya" tanya zia yang di balas anggukan kepala oleh Adam.
"good Morning Gus" tanya Zia lagi.
"aku gak tau" ucap Adam.
"good morning itu selamat pagi" ucap Zia.
"aku akan tulis" ucap Adam sambil menuliskan setiap kata kedalam buku yang dia bawa.
"always artinya selalu" ucap Zia.
"about artinya tentang" ucap Zia lagi.
"apa bisa kita langsung belajar ke kata kata yang panjang saja" tanya Adam.
"kau ini, Gus kata yang pendek saja kau belum paham bagaimana mau ke kata kata yang panjang" ucap Zia.
"ya baiklah ayo beri tau aku apa lagi" ucap Adam.
"because artinya karena".
" happy artinya bahagia".
"eat artinya makan".
"good Night, selamat malam".
" fillow artinya bantal".
"kitchen artinya Dapur" ucap Zia lagi.
Adam menulis setiap kata yang Zia bicara kan, Adam mulai membaca dan menyimpan setiap kata itu di benaknya.
"aku tak sangka ternyata bahasa Inggris itu sangat susah, lebih baik aku membaca Al Quran saja dari pada menghafal ini" ucap Adam.
Zia hanya tersenyum saja melihat tingkah Adam.
Bersambung..
__ADS_1