Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 134


__ADS_3

Malam hari nya setelah selesai tarawih para santri langsung bersalaman dengan para warga yang datang ke sana.


Karena malam ini adalah malam terakhir para warga ke sana karena mesjid yang di bangun mereka baru saja selesai.


Para warga membawa banyak makanan untuk para santri karena mereka tau kalau para santri pasti hanya makan makanan yang di suguhkan di pesantren saja.


"Abah mohon di terima makanan ini" ucap seorang ibu dari majelis taklim.


"Alhamdulillah terima kasih Bu" ucap Abah.


"Sama sama" ucap ibu itu.


Tanpa berpikir panjang Abah langsung membagi kan makanan itu dengan tertib karena seperti biasa pada santri langsung paham kalau akan di bagi makanan.


"Gus Adam" sahut Fauzi yang datang ke rumah Umi.


"Ya" tanya Adam.


"Kata yang lain kita kumpul, sekalian kenalan dengan guru yang baru" ucap Fauzi.


"Oh baik lah di mana" tanya Adam.


"Di halaman saja sambil buat api unggun" ucap Fauzi.


"Baik lah aku akan ke sana" ucap Adam yang langsung masuk ke dalam rumah karena akan mengajak Zia.


"Mau ikut gak" tanya Adam.


"Kemana" tanya Zia.


"Kenalan dengan guru baru" ucap Adam.


"Baik lah aku ikut" ucap Zia yang langsung pergi ke sana bersama dengan Adam.


Di sana sudah di gelar karpet anti air dengan di tengah tengah nya ada api unggun.


"Ayo Gus" ucap Farid.


Adam dan Zia duduk bersama dengan Fauzi dan Ainun, saat ini Ainun merasa sangat malu karena dia bukan seorang guru.


"Aku pergi" bisik Ainun pada Zia.


"Jangan" ucap Zia.


"Aku malu aku bukan guru" bisik Ainun.


"Kau istri dari seorang guru" ucap Zia.


"Ya baik lah" ucap Ainun.


"Baik lah aku mulai ya, Assalamualaikum wr wb" ucap Fauzi.


"Waalaikum salam wr wb" serempak.


"Perkenalkan nama saya Fauzi dan ini istri saya nama nya Ainun" ucap Fauzi.


"Saya Adam dan dia Aziya istri saya" ucap Adam.


"Saya Farid dan saya masih lajang" ucap Farid.


"Saya Luthfi" ucap Luthfi dengan tatapan datar dan dingin.


"Saya Rosa" ucap Rosa.


"Kalau saya Halimah biasa di panggil Ustadzah Halimah" ucap Ustadzah Halimah.


"Perkenalkan nama saya Andi saya lulusan S1 di universitas GM" ucap guru baru.


"Kalau saya Dika" ucap guru baru yang satu nya lagi.


"Perkenalkan saya Aulia" ucap Aulia.


"Kalau saya Manda" ucap seorang wanita yang duduk nya dekat dengan Aulia.


"Selama datang di pesantren semoga kalian betah" ucap Adam.


"Ya terima kasih" ucap nya.


"Kita biasa panggil Gus pada sesama kalau kalian di panggil nya apa" tanya Farid.


"Kita paling panggil kang" ucap Andi.


"Baiklah kita panggil kang saja" ucap Farid.


"Baik lah Kang Andi, apa sudah menikah" tanya Fauzi.


"Oh saya belum" ucap Andi.


"Kalau kang Dika" tanya Fauzi.


"Saya juga belum" ucap Dika.


"Kalau Gus Luthfi sudah menikah" tanya Andi pada Luthfi.


"Belum" ucap Luthfi yang hanya menggeleng saja karena kalau dia bicara lebih banyak takut nya akan mengarah pada Rena apa lagi Adam sudah tau hubungan mereka.


"Saya lihat tadi Adik Gus Adam, putri bungsu Abah sangat cantik kelas berapa dia" tanya Dika pada Adam.


Adam tersenyum dan menatap pada Luthfi.


"Dia kelas 3 SMP" ucap Adam.


"Oh" ucap Dika.


Wajah kesal terlihat di raut wajah Luthfi apa lagi kalau soal Rena, Luthfi tak bisa mengontrol diri untuk tak emosi.

__ADS_1


"Aku yakin kalian akan menemukan jodoh di pesantren ini" ucap Farid.


"Aku lama di pesantren tapi sampai sekarang belum dapat jodoh" sahut Rosa.


"Itu karena kau belum menemukan jodoh yang tepat" ucap Farid.


"Oh ya Ustadzah Halimah, apa kau sudah menikah" tanya Andi.


"Aku kebetulan seorang janda" ucap Ustadzah Halimah.


"Oh ya" ucap Andi.


"Ada apa dengan status Janda, kenapa banyak sekali yang punya status Janda, ngomong ngomong apa permasalahan nya" tanya Dika.


"Biasa lah kami sudah tak menemukan kecocokan" ucap Ustadzah Halimah.


"Kalau kamu Ustadzah Aulia" tanya Dika.


"Suami ku ingin menikah lagi" ucap Aulia.


"Kenapa kamu pisah, bukan nya pahala nya akan besar kalau mengijinkan suami menikah lagi" tanya Dika.


"Mana ada begitu" sahut Zia.


"Ada tanya saja Gus Adam" ucap Dika.


"Gus apa benar begitu" tanya Zia.


"Sebenarnya gak ada dalil yang memerintah kan seorang suami menikah lagi, atau poligami gak ada kan" tanya Adam.


"Gak ada" ucap mereka semua.


"Hanya saja begini, jika seorang wanita rela kalau suami nya menikah lagi maka dia akan mendapatkan pahala dari kesabaran nya itu sebagai mana firman Allah SWT dalam Qur'an surat Az Zumar ayat 10.


Yang artinya : “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. 


Jika seorang istri menerima suaminya berpoligami lalu dia tetap berbuat baik pada suaminya dan pada istri kedua nya maka si istri akan dapat pahala karena berbuat baik.


Seperti dalam firman Allah SWT:


“Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik". (Quran Surat . Yusuf ayat 90).


Ada pula di dalam Qur'an surat Ar Rahman ayat 60.


Yang artinya: "Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”.


Ada juga dalam Qur'an surat Al Ankabut ayat 69.


Yang artinya: "Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”.


ada pun Jika seorang istri marah namun meredam amarahnya dan menahan lisannya, maka dia akan mendapatkan pahala menahan amarah.


Alloh SWT berfirman tentang penduduk surga.


“dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (Quran Surat. Ali Imran ayat 134).


Tetapi yang saya lihat sekarang itu seorang laki laki menikah lagi bukan karena dia ingin menjalankan Sunnah nabi tapi dia ingin menikah lagi karena Na fsu nya, karena dia tertarik pada lawan jenis yang lebih sempurna dari istri nya" ucap Adam menjelaskan.


"Betul" ucap Fauzi.


"Ya betul sekali tapi kalau aku tipikal laki laki yang punya satu wanita" ucap Farid.


"Ya sih tapi bisa saja kan kalau dengan suaminya menikah lagi si istri nya bisa lebih mampu menjaga kemalu annya dan menahannya dari perbuatan haram" ucap Dika.


"Istri saya cemburuan jadi saya tak mungkin menikah lagi" ucap Adam.


Zia memukul pelan paha Adam.


"Diam ihh" ucap Zia.


Malam ini di penuhi dengan candaan hingga malam hari nya mereka semua tidur di kamar mereka masing masing.


Tak lupa setiap malam Luthfi selalu bangun untuk mengecek keadaan pesantren karena takut nya ada santri yang belum tidur atau tak bisa tidur.


Benar saja ada beberapa santri yang belum tidur terdengar mereka tertawa tawa.


Tokk


Tokk


"Tidur" sahut Luthfi.


"Ya Gus" ucap para santri putra dari dalam.


Luthfi kembali lagi ke kamar nya dia sangat ngantuk sekali malam ini.


Pagi ini Zia bangun kesiangan bahkan Zia juga tak membantu Umi menghangatkan makanan, saat Zia bangun dia melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul tiga dini hari.


"Gus ayo bangun" ucap Zia membangunkan Adam.


"Jam berapa" tanya Adam.


"Tiga" ucap Zia.


"Ya aku akan bangun" ucap Adam.


Sekarang hari ke 13 mereka berpuasa, tak terasa padahal baru saja kemarin kita awal puasa tapi sekarang sudah mau ke 13 hari saja.


Jangan lupa perbanyak tadarus ya, sholat lima waktu nya jangan lupa, sholat tarawih juga jangan sampai tertinggal..


Kita nikmati momen Ramadan kali ini karena kita gak akan mungkin tau kalau ramadhan tahun depan apa umur kita akan sampai atau malah mungkin kita sudah di panggil malaikat pencabut nyawa.


Kematian itu tak memandang umur tapi memandang pada garis takdir, tak hanya orang tua saja bahkan anak kecil juga banyak yang meninggal.


Tak hanya orang sakit saja bahkan orang yang sehat pun kalau sudah waktunya meninggal maka akan meninggal.

__ADS_1


Ingat ya kematian itu tidak menunggu kita taubat tetapi kita yang menunggu kematian dengan bertaubat.


Lanjut..


Para santri sudah bangun, mereka berbondong bondong masuk ke dalam ruangan makan.


Umi sudah siap dengan makanan yang sudah di tata rapih di atas meja.


"Ayo makan lah yang banyak ya" ucap Umi.


"Ya Umi" ucap para santri dengan mata yang masih mengantuk.


Zia makan bersama dengan Adam di rumah karena saat ini Adam ingin makan bersama dengan istri nya.


"Aku sekarang belajar lagi, mungkin aku tak akan ngajar sekarang" ucap Adam.


"Belajar lagi" tanya Zia.


"Ya sekarang Gus Ilham dan Gus Yasya akan datang ke mari" ucap Adam.


"Ya baik lah" ucap Zia.


"Tapi Gus kamu gak akan berangkat sekarang sekarang kan" tanya Zia lagi memastikan.


"Paling sudah lebaran" ucap Adam.


"Gus masa habis lebaran" ucap Zia.


"Mau bagai mana lagi Zia, aku berangkat setelah lebaran aku pulang sebelum puasa tahun depan" ucap Adam.


"Yang benar saja Gus kau akan meninggalkan aku selama itu" tanya Zia.


"Terpaksa Zia" ucap Adam.


Zia mendekat pada Adam, dia langsung memeluk Adam dengan sangat erat.


"Zia ada apa" tanya Adam.


"Jangan tinggalkan aku" ucap Zia.


"Astaghfirullah Zia kan ada Ponsel" ucap Adam.


"Gak mau aku maunya kamu" ucap Zia.


"Zia jangan manja begitu aku juga gak mau pergi tapi bagai mana lagi" ucap Adam.


"Kalau kamu pergi aku gimana" tanya Zia.


"Kan ada Umi ada Ning Rena" ucap Adam.


"Aku mau kau elus perut aku" ucap Zia.


"Kenapa mau elus perut" tanya Adam.


"Aku suka aja Gus" ucap Zia.


"Baik lah istri manja ku" ucap Adam yang langsung mengelus perut Zia.


Siang hari nya Zia mulai mengajar seperti biasa karena Adam gak masuk jadi Zia juga yang akan mengganti kan Adam mengajar.


"Assalamualaikum" ucap Zia pada santri kelas 1 SMA.


"Waalaikum salam" serempak.


"Kak apa ada pelajaran bahasa Inggris" tanya santri.


"Saya akan mengajar pelajaran Gus Adam" ucap Zia.


"Oh" ucapnya.


Zia mengajar sampai selesai, sekarang sudah waktunya para santri pulang karena pelajaran juga sudah selesai.


Zia pulang ke rumah dan benar saja ada Ilham dan Yasya di sana.


"Assalamualaikum" ucap Zia.


"Waalaikum salam" ucap Adam, Ilham, dan Yasya.


"Sudah ngajar nya" tanya Adam.


"Sudah Gus" ucap Zia.


"Oh ya Zia, istri nya Gus Ilham sudah mengandung" ucap Adam.


"Oh ya berapa bulan" tanya Zia.


"Sekarang sudah 1 bulan" ucap Ilham.


"Oh selamat ya" ucap Zia.


"Ya terima kasih" ucap Ilham.


"Semoga aku cepat nyusul" ucap Zia.


"Amin" serempak.


Sekarang seperti biasa Zia membantu Umi memasak, Rena juga datang ke sana dia melihat ada teman teman kakak nya di sana.


Rena tersenyum pada mereka, lalu dia masuk ke dalam.


"Ning Rena sekarang kelas berapa" tanya Yasya.


"Mau SMA Sekarang" ucap Adam.


"Sudah besar ya, padahal aku tau betul saat dia masih bayi" ucap Yasya.

__ADS_1


"Ya" ucap Adam.


bersambung


__ADS_2