Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 141


__ADS_3

Malam hari nya Zia mengeluh karena perut nya sakit, bahkan saat ini Zia tengah membangun kan Adam untuk membantu nya mengobati perut nya.


"Gus" ucap Zia.


"Ya Zia ada apa, mau ke kamar mandi" tanya Adam.


"Gus perut aku sakit" ucap Zia.


Adam bangun dia melihat jam yang ada di ponsel nya.


"Zia baru pukul 12 malam" ucap Adam.


"Gus perut aku sakit" ucap Zia.


"Kamu gak makan sih jadi nya begini kan" ucap Adam.


"Gus sakit" ucap Zia meringis kesakitan.


"Aku elus ya" ucap Adam yang langsung mengelus perut Zia dengan lembut.


"Makan nya kalau besok makan dulu jangan langsung makan yang Macam macam" ucap Adam.


"Ya deh ya" ucap Zia.


"Mau apa sekarang" tanya Adam.


"Aku mau minum obat saja" ucap Zia.


"Obat apa" tanya Adam.


"Obat magh" ucap Zia.


"Baik lah aku akan ambil kan obat obatan di UKS" ucap Adam.


"Jangan lama perut aku sakit" ucap Zia.


"Ya kamu sabar" ucap Adam.


Adam keluar dari rumah, dengan memakai kaos polos dan sarung andalan Adam saat ini Adam berjalan ke arah UKS Karena akan mengambil obat.


"Gus" sahut Luthfi.


"Ya ada apa" tanya Adam menatap pada Luthfi.


"Kamu belum tidur".


"Masih jaga" ucap Luthfi.


"Oh" ucap Adam.


"Mau ke mana" tanya Luthfi.


"Mau ambil obat magh buat Zia dia sakit perut" ucap Adam.


"Kenapa bisa" tanya Luthfi.


"Entah tapi pas buka tadi Zia tak makan nasi" ucap Adam.


"Oh baik lah aku antar" ucap Luthfi.


Mereka berdua berjalan ke arah ruang UKS.


"Ambil lah aku akan tunggu di sini" ucap Luthfi.


"Baik lah" ucap Adam yang langsung masuk ke dalam ruang UKS.


Luthfi melihat seseorang yang mengendap endap, menuju ke sana karena UKS ini dekat dengan kamar santri putri dan yang Luthfi lihat adalah santri putra membuat nya menjadi curiga.


"Apa jangan jangan orang itu hendak berbuat ja hat" gumam Luthfi.


Luthfi bersembunyi di balik tembok yang sedikit gelap.


Orang itu celingak celinguk menatap ke arah sekitar.


Dengan cepat Luthfi memegang tangan nya dan memelintir kan tangan nya ke belakang.


"Aaaaa ampun" ucap Orang itu.


Luthfi merasa tak asing dengan suara orang itu.


"Kau Gus Farid" tanya Luthfi.


"Ya aku Farid" ucap nya dengan meringis kesakitan.


"Gus Farid sedang apa di sini" tanya Luthfi.


"Gus santri putra datang ke kamarku katanya dia merasa sakit kepala aku di suruh mengambil obat, aku takut apa lagi sekarang malam" ucap Farid.


"Huh aku pikir" ucap Luthfi.


"Bisa tolong aku carikan obatnya" tanya Farid.


"Ya ayo" ucap Luthfi.


Adam juga sejak tadi belum keluar namun yang paling penting Farid orang nya sangat penakut dia takut kalau malam hari sendirian ke luar.


Tiba tiba saja ada yang memegang bahu Farid, hal itu sontak saja membuat Farid ketakutan setengah mati.


"Aaaaaaa" teriak Farid.


Luthfi yang mendengar pun langsung menutup telinga nya.


"Ada apa" tanya Adam yang melihat Farid berteriak.


"Gus kau mengagetkan aku saja" ucap Farid saat tau kalau yang memegang bahu nya adalah Adam.


"Hanya memegang bahu" ucap Adam.


"Oh ya Gus sudah dapat" tanya Luthfi.


"Sudah, aku duluan ya" ucap Adam.


"Ya" ucap Luthfi.


"Sedang apa Gus Adam" tanya Farid.


"Katanya Zia sakit perut jadi dia mengambil obat magh" ucap Luthfi.


"Enak ya yang sudah menikah ada teman tidur" ucap Farid.


"Makan nya nikah Gus" ucap Luthfi.

__ADS_1


"Kalau nikah aku mau tapi bagai mana caranya aku tak punya wanita mau nikah dengan siapa aku" ucap Farid.


"Yang jelas bukan dengan ku" ucap Luthfi.


"Aku normal Gus, aku memang belum laku tapi aku tak akan melupakan kodrat aku" ucap Farid.


"Syukur lah" ucap Luthfi.


Adam kembali lagi ke kamar nya.


"Zia minumlah obat ini dengan air ini" ucap Adam.


"Terima kasih" ucap Zia yang langsung meminumnya sampai habis.


"Ayo tidur lagi" ucap Adam.


"Bisa kau peluk aku" tanya Zia.


"Baik lah" ucap Adam.


Adam melihat Zia yang baru saja terlelap, Adam melepaskan pelukannya dia berjalan ke dapur karena akan mengambil wudhu.


Untung saja tadi saat tarawih Adam tak melaksanakan Sholat Witir jadi dia bisa sholat tahajud.


Adam menggelar sajadah di lantai kamarnya, Adam melaksanakan sholat Tahajud tak lupa juga Adam melaksanakan sholat taubat.


Sholat tahajud sudah Adam laksana kan.


Adam bangun lagi hendak melaksanakan sholat Taubat.


"Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillahi ta'ala." Artinya: "Saya niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Swt."


Hadits riwayat Ibnu Majah menyampaikan Rasulullah SAW pernah bersabda.


Yang Artinya: Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertaubat.


Setelah selesai sholat Taubat Adam menengadahkan tangan nya dan berdoa.


Allahumma anta robbii laa ilaha illaa anta kholaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatho'tu a'udzu bika min syarri maa shona'tu abuu ulaka bini' matika 'alayya wa abuu u bidzanbii faghfirlii fainnahuua laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.


Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yang sedapat mungkin aku lakukan."


"Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yang telah aku lakukan.


Subuh pun tiba, di mesjid terdengar suara Fauzi yang tengah membangunkan para santri dengan speaker mesjid.


Adam terbangun dia lupa kalau semalam dia ketiduran bahkan baju Koko dan sarung khusus Adam sholat pun masih belum Adam ganti.


"Apa aku harus bangun kan Zia" gumam Adam.


Adam merasa tak tega pada istri nya.


"Baik lah kamu jangan puasa hari ini Zia, aku akan ingat ingat untuk membayar fidyah nanti" gumam Adam lagi yang langsung keluar dan makan sahur bersama dengan yang lain.


"Gus kemana Zia, tumben makan di sini" tanya Farid.


"Dia sakit perut" ucap Adam.


"Oh bagai mana semalam apa langsung sembuh" tanya Farid.


"Ya untung nya Zia Langsung tertidur lagi" ucap Adam.


"Gus kenapa kau tak mencoba untuk memeriksa Zia, siapa tau saja ada hal yang membuat mu Senang" ucap Farid.


"Ya siapa tau saja Zia hamil, karena yang aku dengar tanda tanda hamil itu adalah mual muntah pusing" ucap Farid.


"Wah tokcer sekali" ucap Dika.


"Ah kalian ini" ucap Adam malu.


"Gak papa kalau emang benar kan bagus" ucap Farid.


"Aku coba ajak" ucap adam.


"Ya itu lebih baik Gus Adam" ucap Andi.


"Aku berharap Zia bisa segera sembuh karena kasihan Umi gak ada yang bantu" ucap Adam.


"Kenapa gak panggilan kita saja Gus" ucap Andi.


"Gak lah umi gak mau merepotkan" ucap Adam.


"Padahal kami tak akan merasa di repotkan" ucap Andi.


Abah datang ke sana.


"Assalamualaikum" ucap Abah.


"Waalaikum salam" serempak para santri putra menjawab.


"Alhamdulillah ya sekarang sudah 20 hari kita melaksanakan ibadah puasa, dan malam ini adalah malam ke 21 hari dan tepatnya malam ini adalah malam Lailatul Qadar malam yang baik dari pada seribu bulan, untuk itu kita akan memperbanyak melaksanakan tadarus, wirid, dan sholat sholat Sunnah yang lain ya" ucap Abah.


"Ya Abah" serempak.


"Alhamdulillah kelas sudah selesai di bangun dan mulai Senin besok kita akan belajar lagi di kelas, mungkin kalian akan beberapa hari saja menempati kelas karena setelah itu kalian akan pulang untuk melaksanakan idul Fitri bersama dengan keluarga" ucap Abah.


"Baik lah hanya itu saja yang bisa Abah sampai kan, silahkan di lanjutkan makannya" ucap Abah.


"Siap Abah" serempak.


"Gak kerasa ya udah mau makan Lailatul Qadar, padahal aku masih merasa baru kemarin kita melakukan puasa" ucap Dika.


"Begitu lah waktu sangat cepat" ucap Farid.


"Kita hanya hidup di tiga hari jadi pantas saja kalau terasa singkat" ucap Luthfi.


"Kau benar" ucap Adam.


"Maksud nya tiga hari itu apa" tanya Andi.


"Tiga hari, kemarin hari yang tak mungkin terulang dan hanya akan menjadi kenangan, sekarang waktu yang akan kita lalui dan besok waktu yang entah akan datang atau bisa jadi umur kita hanya sampai di hari ini saja" ucap Luthfi.


"Ya sih, tapi aku berdoa supaya aku ingin menikah dahulu" ucap Dika.


"Kenapa kau mengatur Alloh" tanya Luthfi.


"Aku tak mengatur" ucap Dika.


"Kau berkeinginan untuk menikah dahulu sebelum mati, kenapa kau mengatur Alloh bahkan bisa saja kau hidup hanya sampai besok atau lusa, atau kau hidup sampai usia mu tua sampai kau menjadi kakek, gak ada yang tau kan bahkan hari ini yang akan terjadi juga kita gak akan tau, lalu kenapa kau mendikte Alloh" ucap Luthfi.


"Ya kau benar, Astaghfirullah aku baru saja mendikte kekuasaan Alloh" ucap Dika.

__ADS_1


"Ya penting nya bersyukur atas apa yang di berikan itu ya ini" ucap Adam.


"Kau benar" ucap Dika.


Setelah selesai makan Adam Langsung pulang ke rumah, Adam masuk ke dalam kamar dia melihat Zia yang masih tertidur.


Adam mendekat pada Zia.


"Zia bangun sudah pagi" ucap Adam.


"Jam berapa" tanya Zia.


"Jam lima" ucap Adam.


Mata Zia langsung terbuka.


"Jam lima aku terlewat sahur" ucap Zia.


"Aku sengaja tak membangun kan mu, kamu sakit kan" ucap Adam.


"Gus aku kan mau puasa" ucap Zia.


"Kalau sakit jangan memaksakan" ucap Adam.


"Aku baik baik saja" ucap Zia.


"Hari ini jangan ya, sebaik nya kita ke dokter saja untuk di periksa" ucap Adam.


"Aku gak mau" ucap Zia.


"Hanya di periksa tak akan di suntik" ucap Adam.


"Tapi aku gak mau di periksa aku baik baik saja" ucap Zia.


"Ya sudah kalau sakit lagi biar kita periksa ya" ucap Adam.


"Ya" ucap Zia.


Siang nya Umi sibuk memasak karena akan membuat nasi kuning untuk para santri, kebiasaan di sana kalau ada acara selalu membuat nasi kuning.


Jadi Umi sibuk mempersiapkan semua nya, Zia dan Rena membantu umi memasak hanya mereka saja yang di boleh kan Umi untuk membantu karena Umi tak mau merepotkan orang lain.


"Kak kenapa gak puasa" tanya Rena.


"Aku gak sahur, lagi pula semalam aku sakit perut" ucap Zia.


"Oh" ucap Rena.


"Umi sebenarnya ada apa sih kok umi masak nasi tumpeng lagi" tanya Zia.


"Sekarang kan malam Lailatul Qadar" ucap Umi.


"Malam Lailatul Qadar itu apa" tanya Zia.


"Malam Lailatul Qadar itu malam yang lebih baik dari seribu bulan karena keistimewaan di malam Lailatul Qadar ini adalah malam di turun kan nya Al Qur'an Selain menjadi malam diturunkannya Al Quran, keistimewaan lain dari malam Lailatul Qodar adalah turunnya para malaikat atas ijin Allah untuk mengatur segala urusan" ucap Umi.


"Oh ya kapan" tanya Zia.


"Gak ada yang tau tepatnya malam yang ke berapa tapi dari malam ke 21 sampai terakhir puasa bisa saja malam malam yang ganjil seperti 21, 23" ucap Umi.


"Oh, apa saja yang kita lakukan saat malam Lailatul Qadar" tanya Zia.


"Perbanyak Doa dan Salat Malam. Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi untuk mendoakan para umat Islam yang beribadah pada malam penuh kemuliaan ini.


I'tikaf


Membaca Doa Lailatul Qadar


Memperbanyak Istighfar pada Waktu Sahur"


"Kalau doa Lailatul Qadar itu seperti apa" tanya Zia.


"diriwayatkan dalam hadits Imam At-Tirmidzi,


Yang Artinya, "Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, 'Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai lailatul qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?' Rasulullah saw menjawab, 'Bacalah, 'Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī,''" (HR At-Tirmidzi)." Ucap Umi.


"Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī" ulang Umi.


"Oh akan aku ingat" ucap Zia.


"Berarti malam ini kita sholat Lailatul Qadar ya Umi" tanya Rena.


"Ya malam ini" ucap Umi.


"Baca niat nya gimana" tanya Zia.


"Ushalli sunnatan fi lailatul qadri rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahita'ala"


Yang Artinya: "Saya niat sholat sunnah Lailatul Qadar dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala." Ucap Umi.


"Oh berapa rakaat" tanya Zia.


"2 rakaat saja" ucap Umi.


"Oh" ucap Zia.


Sore hari nya para santri sudah bersiap akan buka puasa, sedang kan Zia sekarang sudah banyak makan karena tadi dia jajan ke pasar.


"Jangan di habiskan" ucap Adam.


"Gus kamu kan ada itu" ucap Zia.


"Ya deh iya" ucap Adam tersenyum melihat Zia yang tanpa malu makan di depan Adam padahal belum buka puasa.


Adzan Maghrib berkumandang di mesjid dengan cepat Adam langsung berdoa dan meminum air yang sudah zia siapkan.


"Mau langsung makan atau mau Sholat dulu" tanya Zia.


"Mau sholat dulu" ucap Adam.


"Baik lah bareng" ucap Zia.


Mereka melaksanakan sholat dengan berjamaah di rumah.


Setelah selesai mereka makan dengan lahap para santri juga Langsung makan semua nya.


Hingga malam hari mereka melaksanakan Sholat Isya di lanjutkan dengan sholat tarawih dan di akhiri dengan Sholat Lailatul Qadar bukan itu saja bahkan para santri juga banyak yang melakukan tadarus.


Bahkan ada para santri yang hampir khatam Al Qur'an padahal masih ada waktu beberapa hari lagi.


Abah cukup senang karena kegigihan mereka tapi untuk yang tidak bisa menyelesaikan Abah tak marah justru Abah memaklumi hal itu.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2