Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 167


__ADS_3

Malam harinya benar saja Adam datang lagi ke rumah Zia, namun tetap saja tak ada jawaban dari Zia.


Adam pulang lagi dengan perasaan kecewa karena dia terpaksa harus berangkat ke luar negeri dengan Masalah nya dengan Zia.


"Zia kenapa kau keras kepala begini" gumam Adam.


Adam menarik nafas nya dalam dalam.


"Ya Alloh aku serahkan semua nya padamu" ucap Adam.


Malam ini entah kenapa Zia merasakan sakit di perut nya, dia tak bisa lagi menahan nya Zia sampai membalur perut nya dengan minyak kayu putih tapi tetap saja tak membuat rasa sakit nya hilang.


"Kalau saja ada gus Adam" batin Zia.


Zia merebah kan tubuhnya di atas ranjang.


"Pokok nya besok aku harus periksa ke bidan rasanya sakit sekali" ucap Zia.


Keesokan harinya benar saja Zia memeriksa kan ke bidan dengan alasan berbohong pada orang tuanya kalau Zia akan menemui Rena padahal dia mau ke bidan.


Zia masuk ke rumah bidan yang ada di sana, bahkan Zia juga sudah mengambil nomor namun sayang dia mendapatkan kan nomor 10 yang sudah Zia yakini kalau itu akan membuat nya lama menunggu.


Zia duduk bersama dengan ibu ibu yang ada di sana bahkan banyak yang membawa bayi ke sana.


"Neng sakit apa" tanya salah satu ibu itu.


"Akhir akhir ini saya merasa tak nyaman Bu mungkin saya sakit" ucap Zia.


"Oh kamu istri nya Ustadz Adam kan" ucap Ibu itu.


"Oh ya Bu" ucap Zia.


"Baik lah saya duluan" ucapnya yang langsung masuk ke dalam karena sudah di panggil.


Zia menunggu sendirian di sana.


Sedangkan di pesantren, Aulia tengah kebingungan dia paham betul pada sikap Adam bahkan mendengar kabar kalau Adam akan bercerai pun membuat Aulia semakin merasa bersalah.


"Bagai mana ini aku gak mungkin membiarkan Gus Adam dan ustadzah Zia berpisah" batin Aulia.


Namun untuk menjelaskan pun Aulia tak mungkin bisa karena dia tau sekeras kepala apa Zia.


Bahkan Adam saja tak pernah Zia temui apa lagi dia yang jelas jelas membuat permasalahan itu.


Aulia masih memikirkan hal itu dia sampai memikirkan nya siang dan malam tapi tak dia temukan jawabannya.


Aulia juga bahkan sudah bertanya pada Luthfi tentang cctv mesjid.


Namun Abah tak menaruh cctv di mesjid hanya di luar mesjid saja itu pun hanya menampakkan halaman mesjid saja.


"Harus apa aku" batin Aulia.


Aulia bahkan pernah akan bertanya pada Rosa tapi sayang sudah dua hari ini dia tak ada di pesantren entah kemana dia sekarang.


Aulia berpikir kalau Rosa seperti menghindarinya hal itu lah yang membuat Aulia sangat Curiga padanya.

__ADS_1


"Aku akan coba mencari dia" gumam Aulia yang langsung berjalan ke arah kamar Rosa tak perduli pada para santri yang sekarang tengah ujian.


Di kamar Adam saat ini dia tengah memasukan semua kebutuhan Adam seperti sabun dan obat obat yang harus dia bawa untuk jaga jaga.


Adam juga memasukan changer karena tak mau ponsel nya Sampai habis baterai.


"Apa aku temui lagi Zia" gumam Adam.


Adam melihat foto pernikahan nya.


"Zia kenapa kamu keras kepala, padahal aku tak melakukan apa apa, Zia aku mohon sadar lah aku sayang mencintai mu" gumam Adam.


Umi datang ke sana melihat putranya yang tengah bicara sendiri.


"Dam kau jadi berangkat sekarang" tanya Umi.


"Ya umi aku akan berangkat" ucap Adam.


"Jam berapa" tanya Umi.


"Pesawat nya berangkat pukul 1 sore" ucap Adam.


"Hubungan kalian" tanya Umi.


"Aku pasrah umi lagi pula Zia juga tak mau menemui Ku, hanya bicara dengan umi dan Ning Rena saja tak membuat Zia luluh padaku" ucap Adam.


"Jangan menyerah kita gak tau takdir seperti apa kan, ini cobaan rumah tangga kamu Dam jadi nikmati lah" ucap Umi.


"Y" ucap Adam.


"Muhun Umi" ucap Adam.


"Gitu dong" ucap Umi.


Balik lagi ke Aulia ya..


Aulia berjalan ke arah kamar Rosa dia berpapasan dengan dua santri putri.


"Apa Ning Rosa ada di kamarnya" tanya Aulia.


"Ada kayanya dia sedang berkemas" ucap Para santri.


"Berkemas" tanya Aulia.


"Ya" ucapnya.


"Baiklah terima kasih" ucap Aulia.


Aulia berjalan ke arah sana dia tak paham pada ucapan kedua santri itu.


"Mau berkemas kemana Ning Rosa" gumam Aulia.


Sesampainya di sana Aulia melihat kalau kamarnya Ning Rosa tak di kunci dia langsung mau masuk tapi dia menghentikan langkahnya karena mendengar Rosa yang tengah bicara di telepon.


"Ya Ning aku sangat senang, kau yang sudah mendukung aku" ucap Rosa yang terdengar jelas oleh Aulia.

__ADS_1


"Aku juga ikut Senang, akhirnya Adam dan Zia bisa berpisah juga" ucap seseorang di balik telpon itu.


"Aku akan pulang sekarang aku akan menemui mu" ucap Rosa.


"Ya kau datang lah aku menunggu mu" ucap Orang itu.


"Aku pasti datang, misi ku sudah berhasil untuk menjauh kan mereka" ucap Rosa.


Rosa mematikan ponsel nya dia menaruh nya kembali di atas nakas kemudian dia mengemasi semua barang barangnya.


"Apa jangan jangan Ning Rosa menyebut kan nama Gus Adam dan Ustadzah Zia karena ini semua akal akalan Ning Rosa, gak bisa di biarkan" geram Aulia.


Aulia masuk ke dalam dia menarik tangan Rosa.


"Ikut dengan ku dan jelas kan pada Gus adam dan ustadzah Zia" ucap Aulia.


"Apa maksud mu" tanya Rosa.


"Aku tau semuanya" ucap Aulia.


"Lalu apa yang akan kau perbuat" tanya Rosa.


"Aku akan memasukan mu ke penjara" ucap Aulia.


Rosa terkejut mendengar hal itu dia melepas kan tangan Aulia yang memeganginya lalu Rosa juga mendorong Aulia menjauh dari nya.


Hingga dia bisa lari dari sana meninggal kan Aulia.


"Hey Rosa jangan lari kamu" geram Aulia.


Aulia mengejar Rosa namun dia sudah cukup jauh tapi masih di pesantren belum keluar dari pesantren.


"Ning Rena jangan biarkan Rosa kabur" teriak Aulia.


Rena yang ada di sana pun langsung terkejut mendengar nya.


Rena langsung memegangi tangan Rosa yang akan berlari itu.


"Ada apa" tanya Rena.


Aulia dengan ngos ngosan karena berlari.


"Ning ayo bantu aku membawa dia ke Gus Adam" ucap Aulia.


"Tapi ustadzah Gus Adam gak ada dia mengambil tiket di rumah Gus Ilham" ucap Rena.


"Bantu aku antarkan aku dan Rosa ke rumah Zia" ucap Aulia.


"Dasar kau iblis kau tak bisa memperlakukan aku begini Aulia" geram Rosa.


Aulia memegang tangan Rosa yang berontak itu.


"Ning tolong ambil kan tali sama lakban" ucap Aulia.


"Hey Aulia kalau kau sampai berani melakukan itu pada ku maka aku tak akan segan segan menyakiti mu" geram Rosa.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2