
Adam berjalan ke arah gerbang pesantren itu.
Sedangkan Zia saat ini dia tengah di Sandra Oleh laki laki yang pernah hadir di masa lalunya itu.
"Lepas kan aku Akash" geram Zia.
"Aku rindu padamu Zia" ucap Akash mendekat kan wajah nya pada Wajah Zia.
Posisi Zia saat ini tengah bersandar ke tembok, dan Akash mengunci pergerakan Zia sehingga membuat Zia sudah untuk bergerak.
Akash merasakan ada orang yang akan datang, tangan Akash dengan kasar menarik kepala Zia dan mendekatkan nya pada leher Akash.
"Astaga Zia itu sangat sakit Ahh" ucap Akash menaikan suaranya sedikit supaya terdengar oleh Adam.
Adam yang mendengar pun langsung mendekat pada orang itu, tak paham pada apa yang terjadi Adam seketika langsung sakit hati melihat istrinya berduaan dengan laki laki lain.
"Zia" teriak Adam.
Zia yang berusaha melepaskan diri pun langsung tersentak mendengar ucapan Adam.
"Gus" ucap Zia yang seketika langsung bisa lepas dari pelukan Akash.
Tak hanya Adam, Luthfi juga melihat kejadian itu dengan cepat Luthfi maju ke depan dan langsung memukuli Akash secara berutal.
Bughh
Bughh
Plakk
Hughh
"Berani sekali kau menyentuh Zia" geram Luthfi.
"Aku tak salah, lihat bekas merah di leher ku itu semua karena salah Zia" ucap akash sambil menunjuk kan leher nya yang merah.
Zia tersentak kaget.
"Bukan aku pelaku nya, dia yang paksa" ucap Zia.
Adam tak bisa berpikir jernih pemandangan tadi begitu terlihat jelas oleh Adam.
"Gus kau percaya kan pada ku" tanya Zia.
Zia hendak memegang tangan Adam Namum dengan cepat Adam menepis tangan nya supaya Zia tak memegang nya.
"Kau bo doh kalau harus mempercayai Zia, wanita seperti dia hah murahan" ucapnya pada Zia.
Luthfi tersulut emosi dia melayangkan beberapa pukulan lagi pada Akash sehingga membuat Akash jatuh tersungkur ke tanah.
Rena datang ke sana karena ingin melihat ribut ribut, namun Rena terkejut saat melihat Luthfi memukuli orang lain.
"Ada apa ini" tanya Rena.
Luthfi langsung menghentikan aksi nya karena Akash juga sudah terjatuh ke tanah.
"Gus jangan percaya pada nya ini semua akal akalan dia saja" ucap Zia.
Namun wajah Adam tak bisa di ekspresikan lagi, karena saat ini Adam Sangat tersulut emosi.
Amarah tengah menguasai hati nya bahkan saat ini egois Adam membuat nya tak percaya pada Zia.
Hujan tak berhenti sejak tadi bahkan pakaian Adam dan semua orang di sana juga sudah basah karena kehujanan.
Terlintas di pikiran Adam, kalau pernah Adam dapati Zia yang tengah melihat lihat akun sosial media nya Akash, saat itu Zia juga ketiduran dan ponsel nya Zia lupa kembali kan.
"Gus" ucap Zia namun tak ada jawaban dari Adam.
"Aku sudah bilang kan Zia aku akan datang lagi, dan sekarang aku datang untuk membawa mu pulang" ucap Akash yang langsung berdiri sambil merasa kan pukulan yang di berikan Luthfi.
"Diam kau" ancam Zia.
Zia mendekat pada Akash.
Plakk
Zia menampar Akash dengan cukup keras.
"Tutup mulut mu aku benci kau Akash" ucap Zia sambil menetes air mata nya.
"Zia mana mungkin kau membenci aku, bukan nya aku calon suami mu" ucap Akash.
"Diam aku sudah punya suami" geram Zia.
"Tapi Zia bukan kah kau yang minta aku untuk datang" tanya Akash.
"Dengan penghia natan yang pernah kau lakukan, tak Su di aku bertemu dengan mu lagi" ucap Zia.
"Tapi Zia jangan egois aku sudah cerai kan Istri ku hanya untuk kembali pada mu" ucap Akash.
Adam mendekat pada Akash, dengan sorot mata tajam Adam melayangkan pukulan pada Akash hanya dengan satu pukulan saja Akash langsung tersungkur ke tanah.
Bughh
"Sebaik nya kau pergi dari sini" ucap Adam.
"Aku akan datang lagi Zia" ucap Akash sambil berdiri tertatih tatih.
Adam menatap pada Zia dengan tatapan tajam, Zia pun langsung menunduk kan kepala nya.
"Hari ini aku akan pulang kan kamu Zia" ucap Adam dengan nada ketus dan dingin.
"Kau mencerai kan aku" tanya Zia.
Adam tak menjawab dia hanya langsung pergi dari sana meninggal kan Rena dan Luthfi yang tengah bertanya tanya.
Zia kemudian menyusul Adam masuk ke dalam pesantren.
"Gus tunggu" ucap Zia sambil berlari dan tak memperdulikan baju nya yang basah.
Adam tak menjawab dia hanya berjalan dan langsung masuk ke dalam rumah.
Sedangkan Rena saat ini tengah bertanya tanya.
"Ada apa ini Gus" tanya Rena.
"Zia pacaran dengan laki laki itu" ucap Luthfi.
__ADS_1
"Aku gak percaya" ucap Rena.
"Tapi itu kebenaran nya Ning" ucap Luthfi.
"Aku tetap gak percaya" ucap Rena yang langsung pergi dari sana meninggal kan Luthfi yang masih ada di sana.
"Berat sekali kehidupan Gus Adam" gumam Luthfi.
Sedangkan Adam sekarang tengah memasukkan pakaian Zia ke dalam tasnya, hingga hampir semua pakaian Zia masuk ke dalam tas itu.
Zia memeluk Adam dari belakang.
"Maafkan aku, aku tak tau kalau dia datang" ucap Zia.
"Lepaskan aku" ucap Adam dengan nada dingin.
"Gus kau tak percaya pada ku" tanya Zia.
"Pernah satu malam aku dapati kau sedang melihat lihat akun sosial media laki laki itu, jadi ini Zia balasan rasa sayangku pada mu" ucap Adam.
"Gus bahkan aku tak melakukan apa apa" ucap Zia.
"Aku lihat dengan mata kepala aku sendiri Zia" ucap Adam.
"Tega sekali kau bicara begitu" ucap Zia yang langsung menangis.
Adam mengambil handuk untuk mengeringkan rambut Zia yang basah.
Adam membuka kerudung Zia dan mengering kan rambut Zia yang basah.
"Ganti pakaian mu" ucap Adam.
Namun Zia hanya diam saja dia tetap saja menangis karena kecewa pada Adam yang tak percaya padanya.
Adam membuka kancing baju gamis Zia, hingga terpampang jelas tubuh polos Zia di hadapan Adam.
Tak ada niat adam untuk melakukan apa apa, karena rasa amarah nya tengah menguasai hatinya.
Di satu sisi Adam marah melihat Zia dan Akash berduaan namun di sisi lain Adam juga tak rela kehilangan Zia.
Adam yang melihat Zia hanya diam saja langsung mengambil salin Zia yang sudah dia masukan ke dalam tas.
Adam memasangkan gamis pada tubuh Zia.
Adam juga yang memakaikan kerudung pada Kepala Zia.
"Jangan menangis" ucap Adam.
Dengan cepat Zia memeluk Adam dengan sangat erat, tak ada penolakan dari Adam namun Adam malah membalas pelukan Zia.
Tak terasa air mata Adam terjatuh juga, Walau pun Adam seorang laki laki tapi tetap saja dia rapuh kalau menyangkut istri nya.
Adam dengan cepat langsung menghapus air mata nya.
"Aku akan mengganti pakaian ku" ucap Adam.
Adam mengganti pakaian nya yang basah, ada rasa sesak di dada Adam karena melihat itu.
"Huhhh ini lebih baik" gumam Adam.
Hujan sudah mulai reda, Adam langsung mengambil tas itu sedang kan Zia hanya mengikuti saja dari belakang.
"Aku mau pulangkan Zia" ucap Adam.
Hal itu membuat Abah dan Umi yang ada di sana langsung terkejut.
"Kenapa pulang" tanya Umi.
"Hanya ingin merenungkan masalah saja" ucap Adam.
"Ada masalah apa" tanya Abah.
"Sesuatu yang patal Abah" ucap Adam.
"Masalah apa" tanya Abah.
"Akan adam cerita kan nanti, sekarang kami akan ke rumah papah Topan" ucap Adam.
Zia mengalami tangan Abah dan Umi.
"Aku pamit" ucap Zia.
"Ya nak hati hati di jalan" ucap Umi.
Umi dan Abah tak bisa berbuat apa apa karena itu masalah Adam mereka tak berhak ikut campur.
Adam dan Zia berjalan untuk pulang ke rumah orang tua Zia.
Namun Rena langsung mendekat pada mereka.
"Gus, kak Zia tak salah" ucap Rena.
"Jangan membela Ning" ucap Adam.
"Gus tapi aku benar kak Zia tak salah" ucap Rena.
"Sudah Ning tak apa" ucap Zia.
"Tapi kak" ucap Rena.
Luthfi datang ke sana.
"Sebaik nya kau jangan ikut campur Ning ini masalah Gus Adam" ucap Luthfi.
"Tapi Gus" ucap Rena marah.
Tapi Adam tak mengindahkan Rena mereka kembali berjalan.
Rena menatap pada Adam dan Zia.
"Kak Zia" gumam Rena.
"Ini semua salah mu Gus" ucap Rena pada Luthfi.
"Kenapa jadi salah aku" ucap Luthfi.
"Karena kau yang salah" ucap Rena yang langsung pergi meninggalkan Luthfi.
__ADS_1
Sedangkan Zia dan Adam di perjalanan mereka tak terlibat percakapan.
Bahkan mereka hanya diam saja hingga sampai di kediaman orang tua Zia.
Sesampainya di kediaman Zia.
"Assalamualaikum" ucap Adam.
"Waalaikum salam, ayo masuk nak" ucap Topan.
"Ya pah terima kasih" ucap Adam.
Mereka semua duduk di ruang tamu.
"Ada apa nak Adam" tanya Topan yang cemas karena Adam membawa tas Zia.
"Pah ada hal yang mau saya bicarakan, saya akan pulang kan Zia" ucap Adam.
"Hah ada apa" tanya Topan dan Nita yang terkejut.
"Ada masalah dalam rumah tangga kami" ucap Adam.
"Masalah apa nak Adam maafkan Zia" ucap Topan.
"Tidak pah jangan begitu, Zia tetap istri saya" ucap Adam.
"Tapi apa salah Zia nak Adam" tanya Nita.
"Mah mamah bisa tanya saja pada Zia" ucap Adam.
"Apa Zia melakukan sesuatu" tanya Topan yang sudah tersulut Amarah.
"Ya pah" ucap Adam.
Topan bangkit dari duduknya, dia menatap pada zia bahkan tangan Topan sudah akan menampar Zia.
"Kau membuat malu saja Zia" ucap Topan yang hendak memukul Zia.
Zia hanya menutupi wajahnya dengan tangan nya guna menghalangi tamparan papahnya.
Namun Zia merasa kalau tamparan papahnya itu tak ada, Zia melihat ternyata tangan Topan di pegang oleh Adam.
"Jangan main kekerasan pah, mau bagai mana pun Zia adalah istri saya dan saya tak akan rela jika istri saya di sakiti orang lain" ucap Adam.
Zia menatap haru pada Adam walau pun begitu Adam tetap peduli padanya.
"Aku titip Zia, aku janji setelah selesai masalah ini aku akan jemput Zia lagi" ucap Adam.
"Ya" ucap Topan malu karena dia baru saja akan menampar putri nya.
"Aku pamit assalamualaikum" ucap Adam.
"Waalaikum salam" ucap Nita dan Topan.
Sepulang nya Adam, Zia hanya diam saja walaupun di todong banyak pertanyaan dari papah dan mamah nya.
Zia tak menjawab dia hanya langsung masuk ke dalam kamarnya dan langsung menangis sesenggukan.
"Aku tak percaya kau meragukan aku Gus" ucap Zia.
Adam pulang ke pesantren dia memilih berdiam diri di kamar karena ingin merenungi kesalahan nya itu.
Sedang kan di luar pesantren ada seorang wanita yang berdiri di sana bersama dengan Akash.
"Berikan uang nya aku butuh" ucap Akash.
"Tenang lah" ucap wanita itu.
"Aku terpaksa melakukan ini karena aku butuh uang, kalau aku tak butuh uang tak mungkin aku Melakukan ini" ucap Akash.
Wanita itu memberikan uang pada Akash.
"Ambil lah, kalau aku butuh kau lagi aku akan hubungi kau" ucap Nya.
"Ogah aku gak mau pukulan suaminya Zia masih terasa sampai sekarang" ucap Akash.
"Gus Adam itu orang yang gampang Kasihan dia tak mungkin mencelakai mu" ucapnya.
"Baik lah aku pergi" ucap Akash.
Wanita itu tersenyum dia merasa menang sekarang, karena sudah bisa memisahkan Zia.
"Aku lama menunggu hal ini, semoga setelah ini mereka berpisah" gumam nya.
Pagi hari nya Adam terbangun dari tidurnya tanpa buka puasa dan tanpa sahur, hidup tanpa Zia membuatnya merasa sangat kesepian.
(Makan nya Gus Adam jangan memilih ego lihat kan kesepian kalau gak ada Zia)
Adam keluar dari kamar nya, terlihat kalau ada Umi dan Abah yang sekarang ada di kursi ruang tamu.
"Dam kamu tak buka tak sahur juga" ucap Umi.
"Ya umi" ucap Adam dengan mata merah karena semalaman melaksanakan sholat tarawih bahkan sampai sholat taubat pun Adam lakukan hingga Adam tertidur pagi sekali.
"Kalian ada masalah apa" tanya Abah.
"Hanya masalah biasa" ucap Adam.
"Oh ya tapi kenapa Zia kamu pulang kan" ucap Abah.
"Bah aku hanya mau merenung saja" ucap Adam.
"Jangan begitu Dam, kalau kau ingin melakukan sesuatu pikir kan lah dahulu, jangan mengambil keputusan dengan tergesa gesa" ucap Abah.
"Nanti setelah pikiran aku sudah tak mumet lagi aku akan jemput Zia" ucap Adam.
"Ya segera lah jemput Zia" ucap Umi.
"Ya Umi" ucap Adam.
"Kamu jangan khawatir tugas kamu sudah di kerjakan oleh Gus Luthfi" ucap Abah.
"Ya Abah" ucap Adam.
*siapa wanita itu apa orang yang dekat dengan Zia..
lihat Jawaban nya di bab selanjutnya ya*.
__ADS_1
bersambung