
Adam dan keluarga Yasya sampai di pesantren Al hikmah, di sana mereka langsung di persilahkan masuk oleh keluarga Farida.
Mereka di suguhi cemilan dan minuman oleh keluarga Farida.
"Apa kamu anak nya Ustadz Zakaria" tanya Abi nya Farida.
"Ya" ucap Adam.
"Pantas kalian sangat mirip" ucapnya.
"Dia ini teman nya Yasya, Ustadz, Gus Adam ini datang karena permintaan Yasya Sendiri" ucap Abi nya Yasya.
"Oh ya, apa kau sudah menikah" tanya Abi nya Farida.
"Sudah Ustadz belum lama ini saya sudah menikah" ucap Adam.
"Oh" ucapnya.
Sejak tadi Farida tak ada di sana saat turun dari mobil dia langsung masuk ke dalam kamar nya.
"Sebentar ya saya panggil kan dulu Farida" ucapnya.
"Ya Ustadz" ucapnya.
"Pesantren nya rapih ya" ucap Adam pada Yasya.
"Ya Gus" ucap Yasya.
"Gus Adam kenapa istri nya gak ikut" tanya Umi nya Yasya.
"Ini Umi, sekarang Zia di tugas kan ngajar" ucap Adam.
"Ngajar apa" tanya Umi.
"Ngajar bahasa Inggris karena kemarin kita dapat kabar kalau Pak Didin ngundurin diri katanya dia sudah tua, dan otomatis kita akan susah dapat guru lagi, nah Ustadz Hasan merekomendasikan Zia untuk mengganti kan nya" ucap Adam.
"Oh" ucap Umi.
"Emangnya istri kamu lulusan apa" tanya Umi.
"Universitas di kota Umi, dia ambil jurusan bahasa" ucap Adam.
"Oh kalau begitu bagus" ucap Umi.
"Ya Umi" ucap Adam.
Mereka menunggu lama sekali dan terlihat dari arah kamar Farida kalau Abi nya sekarang terlihat marah.
Lalu dari arah belakang datang Umi dan Farida yang langsung duduk di sana.
"Bagai mana Ustadz" tanya Abi nya Yasya.
"Ustadz saya sangat malu sekarang, biar Farida saja yang menjelaskan nya" ucap Abi nya Farida.
"Bagai mana Neng" tanya Umi Yasya menatap pada Farida.
"Maaf Umi aku tak bisa menerima Gus Yasya aku tau dia baik tapi hati ku tak cocok pada Gus Yasya" ucap Farida.
"Tak masalah" ucap Yasya yang berusaha tabah mendengar hal itu.
"Tapi aku punya satu permintaan" ucap Farida.
"Apa" tanya Yasya.
"Aku ingin menikah dengan Gus Adam" ucapnya datar tanpa takut.
"Apa" tanya Adam terkejut bahkan semua orang yang ada di sana pun terkejut sedang kan Abi nya Farida hanya mengusap wajah nya gusar.
"Mustahil" ucap Adam.
"Tapi Gus Adam, aku sudah yakin pada diri ku sendiri kalau kau adalah jodoh ku" ucap Farida.
"Kau tau betul bukan aku sudah punya istri" ucap Adam.
"Tapi apa tak bisa kau jadikan aku istri kedua mu, lakukan lah Sunnah Rasulullah supaya agama mu sempurna" ucap Farida.
"Hah Sunnah Rasulullah" tanya Adam.
"Ya ayo lah Gus bahkan aku sangat yakin kalau Kak Zia tak akan marah" ucap Farida.
"Kau salah arti dalam kata Sunnah Rasulullah Farida, jangan pernah lupa kalau Nabi Muhammad tak menikah saat istri pertama nya Siti Khodijah masih hidup" ucap Adam.
"Lalu apa kak Zia harus meninggal dulu" tanya Farida.
"Hidup mati seorang manusia itu tak ada yang tau Farida" ucap Adam.
"Gus apa salah nya kalau aku ingin menjadi istri kedua mu, bahkan saat Nabi Muhammad menikah dengan istri nya yang lain pun tak ada istri beliau yang tak memperbolehkan nya" ucap Farida.
Adam menarik nafas nya.
"Ya kau benar tapi kita hidup di jaman berbeda, aku adalah laki laki dengan satu istri satu wanita mana mungkin aku membagi kan posisi Zia pada orang lain" ucap Adam.
"Apa yang kau harap kan dari Zia, aku lebih unggul dari nya, aku akan pasti kan kalau kau tak akan malu jika menikah dengan ku" ucap Farida.
"Walau pun Zia seperti itu tapi istri ku" ucap Adam.
"Seharusnya aku sadar dari kemarin, kalau kau memang tak suka pada ku, dari mulai kau ingin pagi sekali mem video call Gus Adam padahal kau tau siang nya kita akan datang ke pesantren nya, dan permintaan mu untuk mengajak Gus Adam datang kemari aku paham sekarang" ucap Yasya.
"Gak ada yang minta Pendapat mu" ucap Farida ketus pada Yasya.
"Yasya sebaik nya kita pulang saja" ucap Umi nya Yasya.
"Ya Umi" ucap Yasya.
"Baiklah Ustadz kami mohon maaf sebesar besarnya kami pamit" ucap Abi nya Yasya.
"Maafkan Keluarga saya Ustadz" ucap Abi nya Farida.
"Assalamualaikum" ucapnya.
__ADS_1
"Waalaikum salam".
Adam juga ikut dengan mereka untuk pulang.
"Gus Yasya aku sangat minta maaf" ucap Adam.
"Gus seharusnya aku yang minta maaf karena sudah memaksa mu datang kemari tapi kau malah di hadap kan dengan masalah ini" ucap Yasya.
"Tak masalah Gus" ucap Adam.
"Seharusnya saat kemarin Farida bilang untuk mengajak mu aku tolak saja permintaan nya" ucap Yasya.
"Sudah lah sudah terjadi juga" ucap Umi Yasya.
"Ayo pulang saja" ucap Abi nya Yasya.
Mereka pulang dari sana dan di saat yang sama Farida keluar dari rumahnya hendak menyusul Adam.
"Wanita itu sangat tak punya malu" ucap Umi nya Yasya.
"Sudah Umi" ucap Yasya.
"Tapi Yasya kau hanya diam saja saat dia berkata begitu kalau Umi yang ada di posisi mu Mungkin Umi sudah ji tak kepala nya" ucap Umi.
"Sudah Umi" ucap Abi nya Yasya.
"Mungkin belum jodoh nya saja" ucap Yasya.
"Tak apa Gus jodoh gak akan kemana" ucap Adam yang sekarang Posisi nya merasa serba salah apa lagi perjodohan ini batal karena Farida ingin menikah dengan Adam.
"Ya Gus" ucap Yasya.
Sedangkan di pesantren sekarang Zia tengah mengajar kelas 1 SMP, di kelas ini Dia masih aman karena pelajaran nya tak terlalu susah.
"Baik lah kita belajar tentang Alphabet dulu" ucap Zia.
"Ada yang tau Alphabet" tanya Zia menatap pada santri karena mereka tak ada yang menjawab.
Namun sesuai dugaan para santri tak tau Alphabet.
"Kalau gak tau Alphabet bagai mana kalian bisa belajar" tanya Zia.
"Apa alphabet itu benda" tanya salah satu santri.
"Biar aku jelaskan" ucap Zia
"Alphabet itu adalah abjad, kalian tau Abjad" tanya Zia.
"Huruf" sahut santri.
"Nah alphabet itu adalah abjad dalam bahasa Inggris" ucap Zia.
Zia menuliskan Abjad di papan tulis, dari A sampai Z, Zia tulis kan di sana.
"Sama kan ada dua puluh enam" ucap Zia.
"Ya" serempak.
"Apa yang lain nya sama" tanya Santri yang lain.
"Yang lain misal huruf J di baca nya jadi Jay" ucap Zia.
"Paham" tanya Zia.
"Paham kak" ucap santri serempak.
"Baik lah kita akan belajar spell ada yang tau arti nya spell" tanya Zia.
"Artinya spell ayo, ada yang tau" tanya Zia pada santri yang sekarang hanya diam saja.
"Baiklah spell itu artinya mengeja suatu kata, contoh nya nama aku Aziya Spell nya adalah ei-zi-ai-way-ei begitu, kalian paham" ucap Zia.
"Oh paham kak" ucap santri serempak.
"Baik lah kalian tulis ini di buku kalian dengan kata baca bahasa Inggris nya ya" ucap Zia menunjuk tulisan di papan tulis.
"Untuk pekerjaan rumah sekarang adalah tuliskan 5 kata bahasa Inggris dengan spell nya" ucap Zia.
"Baik kak" ucap santri serempak.
"Sekarang waktunya istirahat kalian boleh istirahat" ucap Zia.
"Kak apa kau hanya mengajarkan Inggris saja" tanya santri yang lain.
"Ya aku hanya Inggris saja" ucap Zia.
"Padahal seru di ajari oleh kak Zia, tak kaya pak Didin yang langsung nulis" ucap santri.
"Jangan begitu, kita akan bertemu Minggu depan" ucap Zia.
Semua santri keluar karena akan istirahat, Zia melihat Adam baru saja pulang ke pesantren.
Zia mendekat pada Adam yang sekarang tengah berjalan masuk.
"Gus sudah pulang" tanya Zia.
"Ya" ucap Adam.
"Baik lah ayo masuk" ucap Zia.
Mereka masuk ke dalam rumah Abah sekatang Abah sedang tak ada karena mengajar di kelas dan Umi sedang belanja.
"Apa pernikahan nya jadi? Kapan Gus Yasya akan menikah" tanya Zia.
"Pernikahan nya gagal, kau tau kisah cinta Gus Yasya seperti kisah cinta Salman Al farisi" ucap Adam.
"Apa" tanya Zia.
"Kisah cinta Gus Yasya sama seperti cerita cinta Salman Al farisi" ucap Adam.
__ADS_1
"Cerita Gus aku gak tau" ucap Zia.
"Suatu ketika Salman Al farisi dia berkeinginan untuk menikah dan diam diam dia menyukai wanita Sholehah dari kalangan Anshar, karena Salman Al farisi tak tau bagai mana cara nya mengkhitbah kan wanita keturunan Anshar, lalu dia meminta teman nya yang bernama abu Darda yang merupakan penduduk asli Madinah, lalu mereka mempersiapkan semua dan datang ke kediaman wanita itu tapi sayang Salman Al farisi di tolak wanita itu lebih suka pada Abu Darda" ucap Adam mencoba menjelaskan masalah yang di hadapi Gus Yasya.
"Aku tebak kalau Farida mau pada mu kan" tanya Zia yang di balas anggukan kepala oleh Adam.
"Aku sudah duga itu, baik lah apa kau terima" tanya Zia.
"Mana mungkin Zia di hati ku ini hanya ada kamu, aku laki laki dengan satu wanita dan satu istri" ucap Adam.
"Oh baik lah kalau begitu ayo lakukan lagi" ucap Zia.
"Zia sekarang masih jam sepuluh nanti ya" ucap Adam.
"Ya aku ada jadwal ngajar kelas 1 SMA sekarang" ucap Zia.
"Oh ya bagai mana lancar" tanya Adam.
"Lancar" ucap Zia sambil mengalungkan tangan nya di leher Adam.
Saat ini Zia hendak menci um Adam, namun tiba tiba saja Umi membuka pintu nya, replek saja Zia mendorong Adam Sehingga membuat Adam terduduk di kursi.
"Awss" Adam meringis kesakitan karena pinggang nya terkena kayu yang ada di kursi itu.
"Adam sudah pulang" tanya Umi.
"Ya Umi baru saja" ucap Adam.
"Oh baik lah Umi akan ke dapur dulu" ucap Umi membawa barang belanjaan.
"Umi biar aku yang bantu" ucap Zia membawa belanjaan ke dapur.
"Ya terima kasih Neng" ucap Umi.
"Sama sama".
Sekarang Adam masuk ke dalam kamar nya karena akan ganti baju, namun Zia diam diam ikut ke sana karena akan mengerjai Adam.
Adam saat ini tengah mencari baju nya yang menggantung di lemari.
"Di mana baju yang warna coklat" gumam Adam sambil mencari.
Zia memeluk Adam dari arah belakang, dan sontak saja hal itu membuat Adam kaget.
"Astaghfirullah Zia aku pikir siapa" tanya Adam.
"Gus kau terkejut seolah kau sedang melihat hantu" ucap Zia.
"Mana ada aku sedang melihat istri ku yang cantik dan se ksi ini" ucap Adam.
"Gus kau bicara begitu pada ku" ucap Zia.
"Kenapa apa salah memuji istri sendiri" ucap Adam.
"Tak salah cuman aku aneh saja dengar nya" ucap Zia.
"Zia sebenarnya aku sudah lama membeli ini tapi aku berani memberikan ini pada mu sekarang" ucap Adam.
"Apa" tanya Zia.
Adam membawa paper bag dari dalam lemari nya dia memberikan nya pada Zia.
"Aku membelinya saat di London aku harap kau suka" ucap Adam.
Zia membuka nya dan melihat baju itu.
Mulut Zia tenganga melihat baju yang Adam belikan itu.
"109,36 astaga Gus ini kalau di rupiah kan bisa sampai dua juta loh" ucap Zia.
"Ya tapi apa kau suka" tanya Adam.
"Suka tapi Gus buat apa kau membeli baju semahal itu hanya untuk baju ling erie seperti ini" ucap Zia.
"Zia aku tak tau apa yang di sukai wanita lalu aku tanya pada teman ku dan teman ku bilang kalau wanita suka ini, emang kau suka ya" tanya Adam.
"Gak terlalu suka sih" ucap Zia.
"Oh tapi pakaian mu banyak yang seperti ini" ucap Adam.
"CK dulu saat aku pakai kau tak suka" ucap Zia.
"Ya dulu kan aku aneh saja Zia" ucap Adam.
"Baik lah terima kasih karena kau sudah jauh jauh membelikan ini untuk ku" ucap Zia.
"Ya sama sama" ucap Adam.
Kringg
Bel masuk berbunyi kembali.
"Tumben istirahat sekarang cukup lama ya" ucap Zia.
"Mungkin Gus Luthfi lupa membunyikan bel" ucap Adam.
"Ya mungkin" ucap Zia.
"Kau ngajar kan sekarang, baik lah semangat ya" ucap Adam.
"Ya Gus baik lah aku ke sana sekarang" ucap Zia.
"Ya" ucap Adam.
Zia kembali membawa buku buku nya dan langsung berjalan ke arah kelas 1 SMA karena akan mengajar di sana.
"Assalamualaikum" ucap Zia.
"Waalaikum salam" serempak.
__ADS_1
"Baik lah aku sekarang yang akan menggantikan Pak Didin mengajar, buka buku kalian" ucap Zia yang langsung mengajar para santri sesuai dengan pelajaran yang sudah Pak Didin berikan dulu namun Zia mengulang kembali dan menjelaskan nya secara rinci.
bersambung