
Selamat datang di penerbangan Lion Air dengan tujuan Bengkulu. Penerbangan ke Bengkulu akan kita tempuh dalam waktu kurang lebih 6 jam dan 45 menit, dengan ketinggian jelajah 32.000 kaki di atas permukaan air laut. Perlu kami sampaikan bahwa penerbangan ini adalah tanpa asap rokok, sebelum lepas landas kami persilahkan kepada anda untuk menegakan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka dihadapan anda, mengencangkan sabuk pengaman, dan membuka penutup jendela. Atas nama Lion Air kapten Anton dan seluruh awak pesawat yang bertugas mengucapkan selamat menikmati penerbangan ini, dan terima kasih atas pilihan anda untuk terbang bersama Lion Air."
Mila mendengar suara operator pesawat langsung melaksanakan instruksi. Begitu juga dengan Bude Lia. Dia pun duduk dengan tenang sambil memandang arah kaca jendela.
Pesawat pun akhirnya lepas landas. Pesawat akhirnya mulai mengepakkan sayapnya.Mila akhirnya merasakan kalau dirinya sudah dalam pesawat. Pesawat dalam posisi stabil. Semakin tinggi pesawat, hanya terlihat peta dari atas langit lama lama pemandangan itu tertutup awan.
"Mila," sapa bude Lia.
"Iya, Bude."
"Rumahmu di daerah mana?" tanya bude Lia.
"Aku tinggal di sawah lebar, Bude. Di gang samping universitas dehasen." jelas Mila.
"Oh, begitu. Ibumu kerja apa?"
"Ibu dulu buruh cuci keliling, Bude. Sekarang dia sudah di surga. Saya hanya punya dua adik yang masih sekolah. Satu masih kuliah semester tiga dan yang satu lagi masih kelas 1 SMP."
Bude Lia mendengar cerita tentang Mila sedikit mengiba. Seorang gadis muda yang harus menjadi tulang punggung keluarga. Membiayai kedua adiknya, sementara sang nenek juga sedang sakit. Bude Lia pun mengalihkan pandangannya ke jendela pesawat. Bude Lia memandang gulungan awan di balik jendela pesawat.
Teringat masa kecilnya punya ibu baru yang sangat sayang padanya. Lia sejak kecil hanya tahu kalau ibu kandungnya meninggal dunia saat melahirkan dirinya. Meskipun hanya tinggal berdua dengan sang ayah. Dia tidak pernah kekurangan kasih sayang.
Saat Lia memasuki usia 11 tahun, Seorang wanita bekerja di rumahnya. Saat itu ayahnya sukses sebagai bos sawit yang mempunyai beberapa pegawai. Meskipun bukan bos besar, tapi cukup lancar usahanya.
Lia punya teman bermain bernama Aminah. Jarak usia mereka terpaut 6 tahun. Karena ibunya Aminah seorang janda yang harus menghidupi anaknya. Ibunya Aminah termasuk pekerja di tempat usaha ayahnya. Wanita yang baik dan sangat sayang padanya. Itu yang membuat Lia setuju saat ayahnya meminta restu ingin meminang ibu Seruni. Mengingat dia dan Aminah berteman baik sejak kecil. Lia dan Aminah sangat senang ketika kedua orang tua mereka sudah terikat tali pernikahan. Tandanya mereka saudara sekarang.
Setelah menikah, ayahnya mengajak pindah ke Curup. Mereka pun di boyong ke daerah tersebut. Masih berbentuk pedesaan kecil. Belum serame seperti sekarang. Keluarga kecil mereka tinggal di Air Rambai. Ayahnya Lia bolak balik dari Curup ke Bengkulu demi mengurusi usaha sawitnya.
Setelah 8 tahun pernikahan, sang ayah jatuh sakit. Hingga akhirnya meninggal dunia. Satu bulan pertama sepeninggalan ayahnya, masih ada kasih sayang seorang ibu. Namun setelah beberapa bulan kemudian, sikap Seruni berubah. Wanita itu lebih mementingkan anaknya, yaitu Aminah. Lia merasa tidak di perhatikan lagi oleh ibu tirinya. Kalau mau makan harus setelah mereka makan, tapi Aminah sering diam-diam memberi kakak tirinya makan yang enak.
Lia tahu kalau Aminah tak sejahat ibu tirinya. Namun karena kekecewaan akibat pilih kasih, Lia sedikit terbersit kebencian pada Aminah. Lia tahu Aminah suka sama Rohim sejak zaman sekolah. Lia juga tahu Rohim lebih memilih dirinya ketimbang Aminah. Itu yang dia manfaatkan untuk menyakiti hati Aminah.
__ADS_1
Orangtuanya Rohim ternyata lebih menyukai Aminah ketimbang dirinya. Lia kecewa, kenapa hidup lebih berpihak ke Aminah daripada dirinya. Hingga saat pulang nonton layar tancap, malam naas itu terjadi. Dimana mereka tanpa sadar melakukan hal yang belum boleh.
Ketika mendengar Aminah akan menikah dengan Rohim, Lia kabur meninggalkan rumah. Dia memilih melepaskan lelaki yang sangat dia cintai demi adiknya. Lia mendapati sudah berbadan dua. Dia tetap membesarkan anaknya yang diberi nama Alya.
****
Beberapa jam kemudian
Para penumpang yang terhormat, sesaat lagi kita akan mendarat di Bandara Fatmawati Bengkulu. perbedaan waktu antara Lampung dan Bengkulu adalah 4 jam. Dari Bandara Raden inten lalu menggunakan sistem transit di Jakarta. Jarak Jakarta dan Bengkulu hanya 45 menit saja.
Kami persilahkan kepada anda untuk kembali ke tempat duduk anda masing-masing, menegakan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka di hadapan anda, dan mengencangkan sabuk pengaman. Akhirnya kami seluruh awak pesawat Lion Air di bawah pimpinan kapten Anton mengucapkan terima kasih telah terbang bersama kami, dan sampai jumpa di lain penerbangan lain waktu. Terima kasih.
Mila masih tertidur pulas. Sampai pada akhirnya pesawat turun landas membuat dirinya terbangun. Mila memandang bandara kebanggaan kota Bengkulu. Bandara yang selama ini hanya dia datangi untuk menjemput sang ibu pulang dari TKW.
"Bude, kita sudah sampai." jawab Mila.
"Siapa yang jemput kita?" tanya bude Lia.
"Eva, temanku." jawab Mila.
"Va, kenalkan ini atasan aku. Dia kesini mau mencari keluarganya." Mila menjelaskan tujuan bude Lia pada Eva.
"Bude sementara mau kan menginap di tempat saya?" tawar Mila.
"Saya pulang ke rumah Vika saja." jelas bude Lia.
"Owh, begitu."
Mereka pun berangkat ke kediaman nenek Seruni. Mila menanyakan soal Sarah pada Eva. Eva hanya menceritakan kalau Sarah tidak pernah pulang ke rumah.
Tiba mereka di kediaman nenek Seruni. Mila pun turun terlebih dahulu dari mobil. Diikuti oleh Eva.
__ADS_1
" Assalamualaikum" suara orang di luar
Tulang boro membuka pintu dan kaget melihat tamu yang datang.
"Dahlia!" panggil Tulang Boro.
Semua para warga berlari ke depan melihat siapa yang di panggil tulang boro.
"Dia siapa tulang boro? tanya para warga
"Kakaknya Aminah" jawab Tulang Boro
Bude Lia terdiam melihat lelaki yang berada di hadapannya, Boro ada saksi hidup perjalanan cintanya dengan Rohim. Dia, juga kaget kenapa boro ada di rumah neneknya Mila.
"Assalamualaikum, tulang boro.Gimana nenek?" tak lama Mila datang.
"Ka ... Kalian berangkat bersama?" tanya tulang boro
"Oh ini bude Lia, majikan Mila tulang." Mila memperkenalkan Bude Lia pada lelaki yang sudah seperti ayahnya sendiri.
"Kakak" Lala berlari memeluk Mila
"Nenek,kak" Lala masih terisak-isak
"Dimana nenek?"
"Di rumah sakit,kak"
"Sarah,mana.. apa dia kesini?" Lala menggeleng.
"Kak Mila tenang saja. Tadi Anjas menjemput Sarah ke kampus. Nenek kemarin masih di rawat di rumah. Tapi tadi nenek drop lagi. Jadi di bawa ke rumah sakit M. Yunus." Rudi muncul menjelaskan kronologi yang terjadi.
__ADS_1
"Ya Allah, terimakasih Rudi. Kamu masih mau membantu kami."
Bude Lia masuk ke rumah kediaman Seruni dan melihat seisi rumah, dia kaget melihat photo keluarga Seruni.