Bingkai Cinta Untuk Sarmila

Bingkai Cinta Untuk Sarmila
BAB 73


__ADS_3

"Ando, Makwo mau pergi ada urusan. Jadi nanti ada Danu tolong kamu pantau dia."


Ando baru selesai membersihkan diri dan berpakaian rapi pun mengiyakan permintaan makwonya.


"Makwo bagaimana dengan penjualan counter bang Ammar. Apa ada yang membeli?"


"Loh, bukannya sudah diambil alih sama keluarga Vika?"


"Yang diambil cuma cafe Makwo. Kalau counter tidak. Karena sudah di beli oleh bang Ammar."


"Oh begitu, yasudahlah Makwo mau pergi ada urusan. Makwo sudah dapat titik terang dimana anak kandungku berada." Ando melihat secercah kebahagiaan di wajah makwo Rubiah.


"Iyakah Makwo, dimana?"


"Nanti kalau sudah ketemu pasti makwo kabari, Do. Oh ya kalau kamu mau keluar rumah, tunggu Danu datang. Biar dia yang jaga mama kamu dan juga Ammar. Makwo pamit dulu." Ando mengantar Makwo sampai depan pintu serta mengalami kakak ipar mamanya


Pagi ini abang sayur berdiri di depan pagar rumah Ammar. Suara teriakan memberi tanda kalau dia sudah datang. Samar-samar Ammar mendengarkan rumpian ibu. Mereka bilang kasihan sama Ando harus mengurusi ibunya yang stroke sekaligus kakaknya yang lumpuh.


"Bang, perawatnya sudah datang." Suara Ando memanggilnya dari luar kamar.


"Masuk!" aku  memutar badannya dengan kursi roda


Di hadapannya ada seorang lelaki yang masih sebaya dirinya, ah mungkin diatas dirinya, tapi kelihatan dari wajahnya masih muda.


"Pria itu seperti kaget melihatku, apa mungkin kami pernah bertemu? Aku  tidak ingat itu. Apa mungkin karena aku sering kontrol di rumah sakit dan dia sudah tidak asing dengan wajahku, aku juga tidak tahu."


"Kamu ingat saya?" Danu berjalan mendekati Ammar.


"Siapa kamu?" Tentu saja Ammar  masih asing dengan wajah lelaki di depannya.


"Aku adalah perawatmu sekarang"

__ADS_1


"Ngomong gitu aja kok mikirnya lama" Omel Ammar seperti biasa menampakkan keketusannya.


"Bisakah kamu mengajak aku jalan-jalan? aku bosan di rumah terus."


"Nama bapak siapa?" tanya Danu.


"Kenapa kamu nanya begitu? apa mereka belum memperkenalkan aku?"


"Katanya anda kehilangan ingatan. Saya bertanya karena mau mengasah ingatan anda. Sekali lagi saya bertanya, siapa nama anda?"


"Ammar"


"Pernah menikah!"


"Belum. Bisa tidak menanyakan pertanyaan wajar!" Protes Ammar.


"Bisa sih, tapi bagaimana kita bisa  maju ke depan bagaimana bisa kita sembuh kalo yang sepele saja di abaikan."


Cerewet banget perawat itu


"Danu putra."


"Sudah menikah?"


"Sudah."


"Siapa nama istrimu?"


"Sar .... " Danu terdiam


" Sar... Siapa?" Gertak Ammar

__ADS_1


" Sarla"


"GITU aja lama banget jawabnya!"


"Abang jangan gitulah, dia nanya sudah sopan."


Danu tetap melancarkan aktivitasnya untuk membantu mengembalikan ingatan Ammar. Meskipun dia sempat takut jika ingatan Ammar kembali, sudah pasti akan mencari Mila. Mengingat dulu Ammar yang katanya kabur dari pernikahan karena Mila.


"Kamu nginap?"


"Tidak, pak saya pulang."


"Jangan panggil saya pak, panggil saja bang ammar. Umurmu berapa?"


"30 tahun."


"Waaw lebih tua dari saya. Kalo begitu panggil saya Ammar saja."


"Emang amar umurnya berapa?"


"29 tahun"


Sebenarnya obrolan ringan ini terkadang yang membuat pikiran jadi lebih rileks. Nggak mikir soal kerasnya kehidupan apalagi soal nyinyiran tetangga yang membebani pikiran.


Setelah berbincang sedikit dengan Ammar, Danu pun memasuki kamar mama Diana. Tentu memeriksa kondisi kesehatan pasiennya. lelaki itu pun memeriksa catatan obat milik Diana. Apakah obatnya habis atau mungkin masih banyak.


"Selama dua bulan disini bagaimana progres mama saya?" tanya Ando yang mendadak muncul di belakang Danu.


"Saya selalu rutin memberinya obat. Ada satu dua obat yang sudah kadaluarsa. Tapi maaf, Bu Rubiah melarang saya membuangnya."


"Makwo Bia melarang membuang obat rusak? buat apa?"

__ADS_1


"Saya tidak tahu, pak. Saya sudah memeriksakan obat milik Bu Diana. Sekarang dalam masa pemeriksaan di lab. Saya merasa tidak ada perubahan sejak memakai obat ini. Sehingga lebih bagus di ganti yang lebih baik dosisnya."


"Apa maksud makwo melakukan semua ini?" batin Ando.


__ADS_2