Bingkai Cinta Untuk Sarmila

Bingkai Cinta Untuk Sarmila
BAB 76


__ADS_3

"Kak Mila kenapa?" tanya Lala ketika seorang petugas kesehatan datang ke rumahnya.


Tadi saat Mila drop, Lala sudah mencoba menghubungi Danu. Tapi hasilnya nihil, orang yang dicari tidak mengangkat telepon. Lala mengomeli merutuki kakak iparnya. Di saat genting seperti ini, lelaki itu malah susah di hubungi.


Dia ingat sama bidan Ratna yang dulu pernah memeriksa neneknya. Lala pun meninggalkan rumah untuk menemui bidan Ratna. Hanya itu yang dia pikirkan saat ini. Karena rumah bidan Ratna hanya keluar gang sebentar. Tak membutuhkan waktu yang lama membawa wanita itu ke rumah mereka.


"Kakakmu sepertinya ada masalah sama lambungnya, dek." jawab Bidan Ratna.


"Lambung kak Mila kenapa?"


"Kakakmu menderita gejala asam lambung."


"Asam lambung?" Lala masih belum paham.


"Asam lambung yang tinggi memiliki gejala yang sangat mirip dengan kondisi gangguan pencernaan lainnya. Namun, beberapa ciri-ciri asam lambung tinggi yang paling umum dirasakan oleh orang-orang adalah sebagai berikut: Perut terasa tidak nyaman, biasanya bertambah parah ketika perut kosong. Mual atau muntah.


Seperti yang kakak kamu alami. Jadi mungkin ada makanan atau minuman yang mungkin sebenarnya sensitif di lambungnya kakakmu. Mungkin berupa kopi atau mungkin juga teh. Usahakan minum air putih terlebih dahulu."


"Jadi kak Mila bukan hamil?"


"Kamu kok menebak kakakmu hamil. emangnya kamu tahu gejala hamil seperti apa?" tanya bidan Ratna.


"Soalnya dulu waktu di sekolah ada guru yang mual-mual di kamar mandi sekolah. Terus nggak lama kami dengar dia hamil. Katanya kalau perempuan mual dan muntah biasanya hamil." jelas Lala.


"Enggaklah, Lala. Enggak semua mual dan muntah selalu di kaitkan dengan kehamilan. Kalau laki-laki yang mual dan muntah apa harus di kaitkan dengan kehamilan juga. Enggak kan?" Lala hanya menaikkan bahunya. Dia tidak terlalu paham. Tapi paling tidak dia tahu setelah mendengar penjelasan bidan Ratna.

__ADS_1


"Kak Mila, ini aku ada kasih obat untuk kakak. Diminum ya, usahakan selama mengkonsumsi obat kakak jangan minum yang bisa memicu asam lambung. Jauhi dulu semua yang berbau manis."


"Terimakasih, Ratna."


"Sama-sama, Kak saya pamit dulu." bidan Ratna pun meninggalkan rumah mereka diantar Lala sampai depan pintu.


Lala kembali ke dalam rumah sekaligus mengambil segelas air putih untuk Mila. Gadis usia 13 tahun itu duduk di samping ranjang kamar Mila. Memijit kaki Mila sebagai tanda bakti sebagai adik. Selama ini Mila punya banyak waktu merawat dirinya dalam keadaan apapun. Waktu nenek Seruni sakit, Lala pernah demam. Mila pun harus membagi waktu mengurus Lala dan nenek Seruni. Meskipun Lala tahu sampai akhir hayatnya nenek Seruni tetap membenci Mila.


"Lala kira kakak tadi hamil. Padahal kalau pun iya Lala senang ada teman main." Mila hanya menyunggingkan senyuman.


"Kamu jangan bilang soal ini sama mas Danu, Ya. Kalau dia tahu aku nggak jadi hamil pasti kecewa sekali." jelas Mila.


"Enggak, Kak. Kak Danu harus tahu keadaan kakak. Jangan kayak kak Sarah ngumpet-ngumpet dari suaminya. Nggak bagus, kata ustad yang di mesjid kalau sudah nikah nggak boleh bohong sama suami." kata Lala.


Flashback on


"Bu, haid itu apa sih?" tanya Lala.


"Kamu tahu darimana soal haid?"


"Dari ceramah di masjid tadi. Katanya kalau sedang haid tidak boleh ngaji tidak boleh sholat bahkan katanya masuk mesjid pun tidak boleh."


"Emang betul yang kamu dengar dari ceramah.


perempuan akan mengeluarkan darah setiap bulan dan itu disebut menstruasi. Darah yang keluar bukan karena terluka, ini bersifat alami. Tampon atau pembalut berfungsi untuk menampung darah, sehingga tidak tembus ke pakaian dalam”

__ADS_1


"Kalau haid itu umur berapa?"


"perempuan mendapatkan menstruasi pertama kali saat usia antara 10 dan 15 tahun. usia rata-rata adalah 12 tahun, tapi tubuh setiap perempuan memiliki jadwal sendiri. Meskipun tidak ada usia yang pasti, ada beberapa petunjuk menstruasi akan terjadi. Biasanya, jika seorang gadis mendapat menstruasi sekitar 2 tahun setelah *********** mulai berkembang"


"Kalau darahnya keluar terus apa nggak mati,Bu?"


"Enggak, Nak. Itu sama dengan pembersihan diri. Kan yang keluar cuma darah kotor. Jadi setelah selesai haid darah kamu sudah bersih."


"Lala masih bingung, Bu."


"Nanti kalau kamu sudah besar pasti akan paham" Bu Aminah membelai rambut anak bungsunya.


Flashback off


"Kenapa sampai sekarang Lala belum haid kak. Katanya batas usianya 10 sampai 12 tahun. Sekarang sudah lewat dari usia itu."


"Kak Mila dulu haid pas umur 18 tahun, La. Sarah pas umur 16 tahun. Setiap perempuan punya fase yang berbeda-beda, Dek"


Lala hanya manggut-manggut saja. Walaupun dia pun masih bingung sama penjelasan sang kakak. Dia pun berpindah tempat duduk pada akhirnya keluar dari kamar.


"Kakak Lala lapar, kakak istirahat dulu." Pamit Lala di ikuti anggukan kepala dari Mila


...*****...


Ini jawaban buat yang kemarin nanya kenapa Lala bisa tahu gejala hamil.

__ADS_1


__ADS_2