Bingkai Cinta Untuk Sarmila

Bingkai Cinta Untuk Sarmila
BAB 49


__ADS_3

Dua hari kemudian


Hari ini di gang sepakat 3, daerah Sawah Lebar beda dari biasanya. Setelah menjalani proses layaknya calon pengantin. Sarah akhirnya bisa bernafas lega. Gerbang gang sepakat di hiasi janur kuning melengkung. Di depan gerbang pun di kasih tanda sedang ada keramaian.


Acara hanya memakai tenda saja. Gang yang sempit membuat akses masyarakat jadi terhambat. Panggung yang bernuansa putih pun akan menjadi saksi insan yang saling mencintai. Panggung itu akan menjadi saksi dua anak manusia akan melepaskan status mereka. Halaman rumah nenek Seruni di sulap menjadi tempat Sarah dan Anjas akan mengikrarkan janji sehidup semati.


Lala dan Mila sudah sibuk mondar-mandir mempersiapkan acara. Sarah melihat kakak dan adiknya sangat sibuk menjadi gerah sendiri.


“Ayuk, setelah saya tolong dandan mereka berdua, ya.”


“Oh Iyo, Mbak.” Jawab periasnya.


Sarah duduk di depan cermin, para perias akan mengubah gadis itu menjadi ratu semalam. Sarah sudah disiapkan gaun pengantin yang mewah. Tentu saja itu pilihan dari calon mertuanya, Bu Melani. Bu Melani punya banyak usaha seperti Kost-kostan, bedengan keluarga, dan usaha ojek pengkolan milik Anjas.


Setelah selesai di rias Sarah pun di suruh duduk di kamar pengantin. Menunggu instruksi keluar dari pihak panitia. Sarah memakai gaun adat khas rejang.


Baju kurung lengan panjang berbahan kain beludru bertabur lempeng logam warna kuning emas. Umumnya warna baju yang dipilih adalah merah tua, lembayung, biru, dan hitam. Songket berbahan sutera bermotif emas dan digunakan sebagai bawahan.


Pending sebagai ikat pinggang. Konde yang dilengkap dengan tusuk konde dan mahkota dengan hiasan sungting atau kembang goyang. Mengenakan gelang, anting, dan kalung.


Fera, Intan dan bude Lia pun turut hadir. Sebagai permintaan dari Sarah. Bude Lia diminta duduk di kursi samping pelaminan sebagai pengganti ibu Aminah. Karena yang Sarah tahu kalau bude Lia adalah kakak dari ibunya.


Bude Lia sebenarnya enggan duduk bersanding bersama Rohim. Entah masih grogi atau mungkin takut jadi bahan pembicaraan. Setelah Sarah dan Lala membujuknya, bude Lia akhirnya menerima permintaan kedua keponakannya.


Mobil milik keluarga dari mempelai pria pun memasuki area tempat acara. Anjas sudah gagah menggunakan pakaian adat suku rejang. Di dengan pendamping pengantin yaitu Rudi. Sementara pengantin pendamping pihak wanita adalah Eva.


Acara dimulai dengan tari sekapur sirih. Tari itu digunakan sebagai penyambut orang yang akan masuk dalam sebuah tempat yang baru. Menandakan mereka menerima kehadiran orang baru tersebut.


Acara akan dimulai para bidadari tampil cantik mempesona, tidak terkecuali Mila. Danu yang hadir terpesona dengan kecantikan Mila.


“Calon istriku cantik sekali” bisik Danu ke teman yang dia ajak.


“Kamu sudah melamar Mila?” tanya temannya.


“Sudah” jawab Danu singkat


“Diterima nggak?”


“Belum ada Jawaban”


“Lah kenapa di bilang calon istri.” Protes temannya.


Danu diam saja. Baginya yang penting sudah mengutarakan perasaannya.


“Bisa di mulai akad nya”


“SAUDARA ANJASMARA, SAYA NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN ENGKAU DENGAN SARAH AMILIA BINTI ROHIM DENGAN MASKAWINNYA BERUPA SEPERANGKAT ALAT SHOLAT, TUNAI”

__ADS_1


“SAYA TERIMA NIKAHNYA SARAH AMILIA BINTI ROHIM DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DI BAYAR TUNAI”


“ SAAH”


“ SAAAAAAH” diikuti para undangan.


Alhamdulillah Sarah dan Anjas sudah resmi menjadi suami istri. Sarah yang mendengar dari dalam kamar pengantin pun terharu. Sekarang dia bukan seorang gadis lagi. Sekarang dia adalah seorang istri.


“selamat ya, Sarah. Sekarang kamu sudah menjadi istri Anjas.” Ucap Mila.


“Kak Sarah selamat, ya.” Lala pun ikut memberi selamat kepada kakaknya.


Suasana acara berjalan dengan lancar. Sarah masih tidak percaya kalau sekarang dia sudah menikah. Matanya mengarah ke Sarmila, sang kakak.


Setelah mereka khidmat berdoa, Danu mendatangi pak penghulu.


“ Sepertinya hari ini akan ada 2 pengantin yang akan menikah”


Rohim kaget, siapakah yang akan menikah.


“Saudara Danu dan saudari Sarmila bisa kesini sebentar”


Mila dan Danu duduk bersama. Danu meminta izin Rohim untuk menikahi Sarmila. Rohim tidak masalah asal Sarmila juga tidak keberatan.


“Sarmila, maukah kau menikah denganku. Jika bilang iya hari ini kita langsung ke penghulu. Jika tidak kamu berdiri dan kembali ke tempat duduk”


Sarmila diam. Dia bingung mau bilang apa. Akhirnya Sarmila mengiyakan permintaan Danu. Mungkin mereka tidak pacaran tapi mereka bisa pacaran setelah menikah.


“SAUDARA DANU PUTRA, SAYA NIKAHKAN DAN KAWINKAN ENGKAU DENGAN SARMILA BINTI ROHIM DENGAN MAS KAWIN EMAS 2 GRAM DI BAYAR TUNAI.”


“SAYA TERIMA NIKAHNYA SARMILA BINTI ROHIM DENGAN MAS KAWIN EMAS 2 GRAM DI BAYAR TUNAI”


“SAAAAH”


“SAAAAAH” diikuti dengan para undangan.


Bude Lia menangis melihat Mila akhirnya menemukan pendamping hidup.


Mila menangis entah ini tangisan bahagia atau bukan. Yang pasti saat ini dirinya sudah resmi menjadi istri Danu.


Pelaminan yang tadi untuk sepasang di rombak menjadi 2 pasang. Hari ini Sarah dan Mila menjadi ratu semalam, aura kecantikan mereka terpancar.


Awalnya Mila malu bersanding karena tidak punya baju pengantin, tapi siapa sangka ternyata gaunnya yang dulu dia lihat sudah di depan mata.


“ Gaun ini” batin Mila.


Gaun yang dulu pernah dia lihat bersama Danu sekarang akan dia kenakan. Mila pikir tidak akan bisa menggunakan gaun itu karena terlihat mewah dan megah. Sudah pasti harganya mahal.

__ADS_1


“Cantik mbak, pinter suami mbak milihnya.”


Suami! Ah Mila lupa kalo Danu sudah resmi jadi suaminya. Ternyata Danu benar benar membeli gaun ini, Mila sangat berterimakasih pada suaminya.


“ Wah, kamu cantik Mila.” Puji Eva.


Tiba tiba Eva menangis, dia bilang sedih karena bakal jauh dari Mila.


“Aku masih di sini. Kan belum ada keputusan dari mas Danu mau bawa aku kemana.”


“Ciyeee, udah panggil mas ya.” Goda Eva


“Ya namanya juga sudah bersuami, va.” Jawab Mila saat masih di rias


Eva Senang lihat Mila sudah move on dari Ammar. Sedari kecil Mila hidupnya penuh tangisan. Di hina, di kaitkan dengan masa lalu orangtuanya. Eva bangga Mila tumbuh jadi anak yang kuat. Eva berharap Danu bisa memberi kebahagiaan untuk Mila.


Eva iseng membuka Facebooknya dan menulis status


“Selamat bahagia sahabatku” sekaligus memposting photo Mila yang sedang ijab Kabul.


Tak lama banyak komentar miring ada juga yang memberi selamat


( Wah cowoknya cakep, kok mau ya sama si perawan tua)


( Akhirnya laku juga)


( Selamat ya Mila, semoga samawa)


( Samawa,ya Mila. Itu brondong apa duda)


( Sold out)


Dan masih banyak komentar lainnya. Eva kesal melihat komen mereka.


Danu dengan gagahnya memakai setelan putih senada dengan baju pengantin yang di kenakan Mila, Mila terlihat lebih cantik dari Sarah. Para tamu takjub dengan gaun yang di pakai Mila.


“Makasih ya Danu”


“Eits, jangan Danu lagi. Panggil apa kek Abang kek sayang kek.”


“Iya mas Danu”


“Nah gitu dong, kan romantis jadinya”


Aku tidak pernah menyangka akan bersanding denganmu. Begitu banyak hal yang kita lalui dalam tali persahabatan. Bahkan tidak pernah terpikirkan akan berada di sini. Tapi kita sengaja dipertemukan Tuhan.


Entah untuk saling duduk berdampingan atau saling memberi pelajaran.Entah untuk saling mengirim undangan pernikahan, atau duduk bersama di pelaminan.

__ADS_1


Sungguh menakjubkan bagaimana suatu hari seseorang masuk ke dalam hidupmu, dan tiba-tiba, kamu tidak bisa mengingat bagaimana kamu hidup tanpa mereka.


Aku akan meminta Allah untuk mempersatukan aku denganmu dua kali. Pertama di dunia dan yang kedua di surga. (Sarmila)


__ADS_2