
Audi melepas helm dan memberikannya pada Ibra. "Makasih," ucapnya singkat seraya berbalik hendak memasuki lobi.
Ibra menahan tangannya membuat Audi berhenti. "Mas yang harusnya makasih sama kamu, Cla. Kamu sudah mau jalan-jalan bareng Mas."
Audi memutar matanya malas. Jalan-jalan apanya? Orang mereka cuma berkeliling Tanah Abang. Mentok-mentok Ibra membawanya ke lapangan tembak.
Namun Audi malas berdebat. Ia hanya bergumam menanggapi Ibra. Mereka baru saja pulang usai magrib. Jika kalian bertanya-tanya kenapa bisa selama itu, itu karena Ibra memaksanya menunggu hingga lelaki itu selesai briefing sore.
Audi sudah seperti pacar yang menunggui kekasihnya bekerja. Belum lagi ledekan rekan-rekan Ibra yang benar-benar mengira mereka sepasang kekasih, meski Audi berkali-kali membantah dan berkata bahwa ia adalah adik Ibra.
"Mas senang banget hari ini," lanjut Ibra tersenyum. "Kamu membuat Mas semangat."
Sesaat keduanya saling beradu tatap, hingga Audi yang lebih dulu tersadar pun langsung membuang muka. "Mas Ibra berlebihan."
Ibra kembali mengulas senyum. "Apa pun itu, Mas tetap senang."
"Terserah. Udah malam, Mas Ibra balik gih," usir Audi tak acuh.
Pria itu terkekeh. "Kamu udah berani ngusir-ngusir ya sekarang. Padahal dulu nempel terus."
"Ya itu kan dulu! Sekarang aku udah gede! Udah, ah, sana pulang!"
Sebenarnya Audi risih karena jantungnya tak mau berhenti berdisko sejak tadi. Ia tak tahan dan ingin segera terlepas dari Ibra.
Ibra semakin menarik tangan Audi untuk mendekat. Ia menatap gadis itu lembut seraya mengusap halus punggung tangan Audi.
"Iya, Mas tahu kamu udah dewasa. Gak kerasa malah. Dulu kamu cuma sepinggang Mas," kekeh Ibra sambil mengusap dan merapikan rambut Audi yang berkibar kecil tertiup angin.
Tanpa aba-aba lelaki itu mencondongkan wajahnya mengecup kening Audi.
Audi tersentak dan terpaku mendapat perlakuan Ibra tersebut.
Ia baru tersadar saat Ibra sedikit mengguncang bahunya hingga pandangan mereka kini saling bertemu.
"Sana masuk. Mas pergi kalau kamu udah masuk."
Audi tergagap. "A-ah ... iya."
__ADS_1
Setengah linglung ia berbalik ketika Ibra melepas genggamannya. Audi berjalan memasuki lobi sambil berkali-kali menoleh ke belakang.
Ibra masih setia di atas motornya, menatap Audi sambil tersenyum teduh. Perasaan Audi semakin kacau usai Ibra mengecup keningnya barusan.
Hingga sampai di kamar pun Audi masih seperti kehilangan fokus. Tian yang melihat kedatangan gadis itu jadi terheran. Ia yang sedang menelpon suaminya kontan mengucap salam sebelum memutus sambungan.
"Kamu udah pulang? Lama amat, tadi ke mana aja?"
Audi sedikit terlonjak mendengar suara Tian. Ia benar-benar melamun sejak tadi. Beruntung ia masih bisa kembali ke kamar tanpa banyak drama.
"Ah, itu ... tadi nungguin Mas Ibra briefing sore dulu, terus ... makan," ringis Audi sambil menggaruk tengkuk.
"Pantes. Kirain mau langsung dianter abis makan siang. Kamu emang betah di sana? Pasti bosen nungguin sendiri." Mendadak Tian merasa bersalah karena meninggalkan Audi seenak jidat.
Namun Audi segera menggeleng. "Enggak, kok. Banyak mba-mba kowad yang nemenin."
"Oh, gitu? Sukur, deh." Tian kembali ke sofa dan melesakkan diri di sana. "Mandi, gih. Abis itu istirahat biar seger. Karena kamu udah makan jadi Mba mau cari makan sendiri sekarang," ucapnya sambil mengotak-atik ponsel.
Audi merengut disertai ringisan. "Maaf ..."
"Udah sana. Gak usah segala minta maaf. Lagian emang Mba yang belum lapar tadi."
Malam semakin larut. Audi tak bisa tidur karena memikirkan kebersamaannya dan Ibra seharian ini. Sekeras apa pun Audi berusaha mengenyahkan bayang-bayang Ibra, aksi keren dan heroiknya tadi seakan menambah nilai plus untuk Audi terus mengaguminya.
Membuang nafas, Audi menarik selimut hingga sebatas leher. Matanya tak juga mau terpejam. Rasa kantuk seolah hilang dan enggan membawa Audi ke dalam tidurnya.
Perhatiannya teralih ketika ponselnya yang dalam keadaan mati tiba-tiba menyala. Dengan malas Audi menjulurkan tangan mengambil benda pipih itu dari atas nakas.
Ternyata hanya sebuah permintaan pesan di instagram. Audi menerima dan membaca pesan tersebut yang ternyata dari akun bernama Gina.
Kontan Audi mengernyit, ia sedikit menoleh ke belakang melihat Mbak Tian yang sudah lelap mendengkur, lalu kembali membaca isi pesan Gina.
Regina_96 : Jadi kamu yang tadi sama Ibra?
Regina_96 : Kupikir kamu masih sekolah, ternyata udah lulus sarjana.
Audi mendengus menyadari Gina tengaj menstalking instagramnya. Audi pun tak mau kalah, ia mengklik akun Gina dan tak bisa untuk tidak tertawa ketika melihat pengikutnya yang masih di bawah 5 ribu.
__ADS_1
Tiba-tiba Audi merasa sombong dan jadi sok ngartis. Oh, tidak. Jangan sampai ia terkena star syndrom.
Satu pesan kembali datang. Mungkin Gina sudah melihat pesannya telah dibaca oleh Audi.
Regina_96 : Pantas Ibra mau, title mu lumayan juga.
Audi berdecak. Ini tante maunya apa, sih? Dari tadi bahas Ibra mulu. Jangan-jangan dia lagi cemburu gara-gara melihatnya dan Ibra tadi siang?
Hoho... Jangan pikir Audi akan diam saja. Audi pun dengan cepat membalas pesan Gina dengan raut sombong. Meski begitu Audi tetap mau meninggalkan kesan elegan.
Claudia.Halim : Hehe ... iya, Tante :D
Kalimat yang begitu singkat, namun menohok. Gina pasti kesal Audi panggil tante. Siapa suruh mengira dia anak kecil.
Seolah belum puas memanasi Gina, Audi memposting sebuah video yang sempat diambilnya tadi sore. Mulanya Audi tak berniat mempublikasikan video tersebut, tapi mengetahui Gina yang kepanasan dan kepoin instagram miliknya, Audi pun dibuat tak tahan untuk tidak bersikap julid.
Audi membagikan video itu di story instagramnya. Tak lupa ia menyematkan caption 'tadi sore' disertai emot senyum misterius, lalu sebuah lagu bertema romantis.
Audi terkikik geli. Dalam video itu memperlihatkan kaki Audi yang terbalut flatshoes merk terkenal, lalu perlahan naik memperlihatkan barisan tentara di tengah lapang. Audi mengambil video itu saat Ibra briefing sore tadi.
Story itu mendapat banyak tanggapan dan komentar, dan sudut bibir Audi berkedut ketika mendapati nama Gina menjadi salah satu yang melihat story-nya.
Rupanya wanita itu mengikuti akun Audi.
Audi tak hentinya terkikik, namun kikikan itu harus berhenti ketika tahu Ibra juga melihat story-nya.
Astaga, apa yang sudah Audi lakukan? Ia lupa bahwa Ibra juga bisa melihat statusnya tersebut.
Dasar Audi bodoh! Bisa-bisanya kamu membuat story menggelikan seperti itu, terlebih ini menyangkut sepupu yang sudah membuatmu patah hati!
Ya Tuhan, kira-kira apa yang Ibra pikirkan setelah ini. Apa dia akan menganggap Audi masih menyukainya?
Tidak, Audi harus menghapus story itu.
Telat! Ibra keburu mengirim DM.
Eh, bukan. Hanya pemberitahuan bahwa Ibra menyebut namanya dalam status lelaki itu.
__ADS_1
Dengan jantung dag dig dug Audi mengklik story yang baru Ibra unggah barusan. Ternyata pria itu membagikan video Audi. Parahnya Ibra menyertakan tag plus emot senyum penuh love.
Apa maksudnya?