Calibra: Rasa Yang Tertunda

Calibra: Rasa Yang Tertunda
CALIBRA | BAB 40


__ADS_3

"Audi belum ada ke sini, Mi?" Ibra bertanya pada maminya.


Safa yang tengah mengupas apel di samping Ibra kontan menggeleng. "Enggak. Emang Audi ada bilang mau ke sini lagi, Mas?"


Ibra berkedip. "Enggak, sih," ringisnya samar.


Safa menghela nafas. "Ya udah, sih, kan dia gak ada bilang mau ke sini. Kamunya ngarep banget."


Ibra merasa tertohok. Ia memang berharap besar Audi menjenguknya lagi.


"Shireen masih sering ngunjungin kamu, ya?"


Ibra menoleh dan menatap maminya heran. Kenapa tiba-tiba wanita itu membahas Shireen?


"Gak sering juga, cuman sesekali."


"Sesekali dalam setiap hari?" Safa melirik Ibra dengan kedua alis terangkat.


"Mami kenapa, sih?" Ibra merasa risih dengan pandangan seolah menghakimi itu.


Safa kembali membuang nafas sambil menyimpan pisau dan apel yang belum selesai dikupas. Ia menghadap penuh pada Ibra, menatap putranya itu dengan lekat.


"Bukannya apa, ya, Mas. Cuman kan kalian itu udah cerai, kalau bisa jangan terlalu sering-sering banget ketemu. Mami kurang suka aja liatnya."


"Gak sering. Baru kemarin sejak aku sakit aja."


"Ya tapi dia datang hampir setiap hari. Emang kamu gak risih? Kayak dia masih ada hubungan aja sama kamu."


"Kemarin ada Audi, lho. Dia mikir apa soal kamu nanti?"


Seolah tersadar, Ibra pun menyimpulkan Audi tak lagi kemari karena Shireen. Padahal Ibra sudah bilang ia tak lagi ada hubungan apa-apa dengan mantan istrinya itu.


"Yang kamu bilang mau lamar Audi ... itu kamu serius, kan, Mas?"


"Mami tanya seolah itu sesuatu yang pantas dipermainkan," cetus Ibra sedikit tak senang. "Tentu saja Ibra serius sama Audi."


"Terus kenapa sampai sekarang Mami sama Papi belum dapat hilal buat lamarin dia? Kamu udah hampir 7 bulan cerai, ini udah cukup banget, kok, buat nikah lagi," ujar Safa polos.


"Ya Mami kan tahu sebelumnya hubungan kita seperti apa. Ibra perlu memperbaiki dulu semuanya. Gak semudah itu karena Audi orang yang sangat realistis." Ibra masih berusaha sabar menyahuti.


Memang, Audi adalah satu dari sekian wanita yang mampu mengabaikan cinta. Meski sekuat apapun perasaan pada seseorang, jika dirasa itu tidak layak Audi tak akan segan melepas dan membuang segala sesuatu yang bersangkutan.


Mendengar alasan Ibra, Safa justru mencibir. "Kamu memang titisan papimu, suka ngulur-ngulur masalah." Ia bahkan mendelik pada Edzar yang tengah duduk di sofa.


Pria yang ditatap malah memasang raut bingung. "Kenapa?"


"Tau, ah. Katanya pada pintar, camlaude, mana? Ngurus jalan hidup aja terseok-seok."


Jika Kanjeng Mami sudah mengomel, Ibra bahkan Edzar sekalipun tak mampu berkata.


"Apa semua ini karena Rega?" tanya Safa lagi tiba-tiba.

__ADS_1


Wanita itu kembali menoleh pada sang putra yang tengah meringis berusaha menggaruk bahu.


"Jangan bilang karena hutang budi kamu sama Rega, kamu jadi gak berani tegas sama Shireen?"


"Mam," tegur Edzar. "Sudah cukup."


"Cukup apanya, sih? Ini Mami lagi usahain kehidupan anak kita!"


"Gara-gara sesuatu yang katanya hutang budi atau apalah itu." Safa mengibas tangan. "Ibra jadi menderita karena terikat seumur hidupnya."


"Kamu sadar gak, sih, lagi nyiksa diri sendiri?"


Menghela nafas, Edzar membenarkan kacamata menatap sang putra yang termenung.


"Mas?"


Ibra mendongak. "Hm?" gumamnya mengangkat alis.


"Jadi gimana?"


Berbeda dengan Ibra, Safa mendelik dan memilih membuang muka melihat kelembekan suaminya.


"Gak suami gak anak, jadi laki-laki semuanya pada lemah," gumamnya tak bisa didengar. "Yang gahar, dong. Title doang jaksa sama perwira, giliran begini nilainya nol besar."


***


"Gimana keadaanmu?"


"Siap, sudah mulai membaik, Komandan."


"Gak sakit?"


"Siap, tidak, Komandan!"


"Masa gak sakit?"


Pfftt...


Asisten jenderal yang mendengar justru menahan tawa.


"Lima sama sebelas jahit masa kamu gak sakit? Si Tono yang sejahit aja meringis-ringis."


Itu kan Tono. Ingin sekali Ibra menyanggah. Masa dirinya dibandingkan dengan junior yang suka membuat ulah.


Alhasil Ibra hanya bisa tersenyum tipis.


"Keluargamu sudah ada yang jenguk?"


"Siap, sudah, Komandan!"


"Calon istri?"

__ADS_1


"Siap, ..." Ibra sedikit menjeda ucapannya. "Siap, ada, Komandan!"


"Nah, gitu, dong. Jangan lama-lama menduda."


"Siap!"


Lagi-lagi Asisten Jenderal menahan senyum.


"Saya gak bisa lama, ada pelatihan fisik sore ini. Kamu cepat pulih, jangan lama-lama sakitnya, malu sama sabuk hitam."


"Siap, Komandan!"


"Assalamualaikum."


"Siap, waalaikumsalam!"


Akhirnya Ibra bisa bernafas lega. Sedari kemarin banyak orang dari satuannya datang menjenguk, namun dari semua itu masih tak terlihat batang hidung Audi sekalipun.


Berkali-kali Ibra mengirim pesan dan mencoba peruntungan melakukan panggilan, namun tak ada satupun yang dihiraukan.


Apa benar karena pertemuan dengan Shireen kemarin? Itu adalah perkenalan pertama Audi dan mantan istrinya.


Jujur saja Ibra juga resah setelahnya, memikirkan Audi yang berubah kembali enggan padanya sungguh membuat Ibra ketar-ketir.


Tak jarang Ibra juga membuka youtube serta instagram guna melihat aktifitas terbaru Audi. Tapi video terakhir yang diunggah sekitar 2 hari yang lalu. Itu berarti Audi belum melakukan syuting lagi, atau bisa jadi masih dalam proses pengeditan.


Entah kalau syuting iklan. Ibra kurang tahu keseluruhan jadwal gadis itu. Hanya saja Ibra penasaran kenapa Audi mengabaikan pesan-pesannya.


Beralih pada aplikasi bergradasi pink, Ibra menemukan postingan baru beberapa jam lalu, bahkan ada yang lebih baru yaitu sekitar 56 menit.


Story gadis itu juga aktif dan diperbarui terus. Sebagian besar produk endorse yang diterimanya.


Ada yang menarik perhatian Ibra sejak tadi. Foto selfie Audi di sebuah tempat makan yang Ibra tahu berkawasan di salah satu mall.


Gadis itu berfoto dengan kamera depan, tersenyum lebar dengan dua jari terangkat. Di belakangnya terdapat puluhan piring berisi banyak menu makanan Korea.


Namun bukan itu yang membuat Ibra salah fokus, melainkan sebuah tangan yang sedang terulur mengambil salah satu makanan di meja. Dari posisinya si pemilik duduk di samping Audi.


Tangan itu terlalu kekar untuk ukuran seorang wanita. Lagi pula, Ibra melihat jelas manager Audi ada di seberang gadis itu.


Siapa itu?


Belum juga terjawab, sebuah postingan menarik lainnya muncul di timeline dengan judul yang membuat Ibra seketika terpaku.


[TERCIDUK! BEBAS SYUTING, AKTOR GAVIN LEE KEDAPATAN MAKAN BARENG SELEBGRAM CANTIK!]


Apa-apaan ini? Kenapa postingan seperti ini bisa muncul di berandanya? Padahal Ibra tak pernah mengikuti akun gosip manapun.


Tapi sebentar, foto yang sedang ia lihat ini, dari mulai tempat, suasana, serta objeknya sama persis dengan yang baru Ibra lihat di postingan Audi.


Baju yang dipakai gadis di foto ini juga sama dengan yang Audi pakai. Ibra juga melihat jelas ada Tian, manager Audi. Bedanya, sekarang sosok pria di samping Audi terlihat jelas meski hanya bagian belakang.

__ADS_1


Mengingat rentang waktu dari postingan Audi, bisa Ibra simpulkan foto ini diambil saat makan siang.


Audi habis makan dengan seorang pria? Siapa tadi? Aktor? Berita macam apa ini?


__ADS_2