CINTA KEDUA

CINTA KEDUA
S A T U


__ADS_3

Jangan lupa vote!


_____________________________________


SAH...


"Alhamdulilah..."


"Alhamdulilah ya Dek,sekarang kita sudah Sah di mata agama dan hukum" ucap sang suami


Pengantin berbaju putih itu telah diselimuti dengan rasa berbahagia.


Sekarang Status Ningsieh Juwanti sudah berubah,ia sendiri tidak menyangka akan menikah diusia 22 tahun. Sedangkan suaminya berusia 25 tahun.


"Alhamdulillah, tolong jaga anak Ibu ya Le!" Ujar Sari ibu dari Ningsieh


"Pasti Bu,akan ku jaga anak Ibu sampai akhir hayat"


"Bagus jangan sia-sia kan semua usaha yang telah kalian perjuangkan." Ucap Rasno Ayah Ningsieh


"Selamat Ya Ning,jadi pengantin baru lebih baik liburan aja kemana gitu" ucap salah satu teman sekolah mereka


"Sayang,nanti kita mau Honeymoon kemana?" Tanya Kailo mesra


Ningsieh berbisik pada suaminya itu.


"Jangan dibahas sekarang Mas,ramai orang Aku malu"


Kailo dapat memahaminya,ia segera mengangguk.


Setelah acara selesai,Ningsieh masih sibuk mengagumi buku pernikahan mereka yang mana hijau miliknya,dan merah milik suaminya.


"Asyik banget Dek" ucapnya pelan


"Ah Mas... Ningsieh masih gak percaya aja kalau kita udah nikah. Rasanya itu kaya terbang ke langit" Ucap nya berbunga bunga


"Terbang ke langit sih, Terbang Dek. Tapi ini kan udah malam,gak bagus pakai korset terlalu kencang bisa sesak nanti"


Kailo benar benar gemas melihat aksi Ningsieh yang tak terduga. Karena gemas Kailo menarik istri mungilnya itu ke pangkuannya. Satu demi satu Kailo buka.


Pipi Ningsieh benar benar terasa sangat panas. Panas bukan karena sakit demam tetapi Akward atau Canggung dengan keadaannya saat ini.


Ningsieh benar benar penasaran apa itu dengan malam pertama. Lalu mengapa banyak pasangan pengantin yang menanti malam pertama?.


Ningsieh pernah mendengar cerita bahwa malam pertama itu sangat mengasyikan,tetapi pengalaman salah satu temannya bahwa malam pengantin itu agak menyakitkan baginya.


Intinya sekarang Ningsieh akan mencobanya. Ia akan menyerahkan benda berharga yang benar benar ia jaga. Dan hanya suaminya kelak lah yang boleh memasukinya.


Setelah Kailo benar benar membuat tubuh Ningsih tanpa selembar benang pun. Pria bertubuh besar dan tinggi membawa Istrinya ke ranjang.


______________________________________


"Pagi Mas!" Sapa Ningsieh pada Kailo


Kailo mengedarkan pandangan nya. Ia sedikit terkejut melihat Ningsieh yang berjalan kearahnya dengan kondisi yang bertatih-tatih .


"Sakit sekali kah Dek? Bagaimana kalau ke Dokter aja?" Kailo benar benar khawatir dengan keadaan Ningsieh


Ningsieh membenarkan anak rambutnya.


"Ih gak kok Mas,ini wajar. Setiap wanita yang baru pertama kali melakukan **** memang begini"


"Tapi aku gak sanggup lihat kamu kesakitan Dek!"


"Ya gak usah dilihat Mas" Ningsieh terkekeh pelan


Kailo maju dan menciumi Ningsieh dengan gemas. Ningsieh seperti memberontak manja.


"Ih udah Mas... mending sarapan saja ya. Aku udah masak" ajaknya


K


ailo menarik pipi Ningsieh


"Auwww... Mas nakal ya!"


"Kan nakal hanya untuk istri seorang"


"Yuk turun Mas. Kita makan"


"Iya"

__ADS_1


"Huaaaaaaa!" Jerit Ningsieh menggelegar saat Kailo menggendong nya paksa


Kailo duduk,tetapi ia memangku tubuh mungil Ningsieh


"Tu...turun aja Mas... Ningsieh malu"


"Gak apa Dek,Kita Kan udah sah"


"Ta..tapi Malu Mas"


*


*


*


"Dek,nanti malam kita ke tempat Bunda ya. Bunda ngajakin makan malam"


Ningsieh mengangguk


"Iya Mas,Mas... anu... yang soal Honeymoon...Ningsieh mau" Ucap nya gagap karena malu


Kailo berteriak Yessssss! Didalam hatinya.


"Mau dimana Dek?"


"Ke Bali gimana Mas?"


Kailo menganggukkan kepalanya.


"Kita seminggu ya disana" ucap Kailo pelan


*


*


*


"Bunda mau kalian cepet punya anak,bunda gak sabar ngendong cucu. Temen temen arisan Bunda udah pada gendong cucu semua." Ucap Dewi dengan nada yang keras


Kailo mengelus lembut pungguk Ningsieh.


"Kamu anak Bunda satu satunya Kailo. Penerus Perusahan Putra!."


"Mas udah!... Bunda, Ningsieh pasti akan memberikan cucu untuk Bunda dan Mas Kailo"


Dewi mengangguk,ia menatap sinis menantu cantiknya itu. Seperti menatap Ningsih seakan musuh lamanya.


"Berikan Bunda cucu laki laki yang Sehat!"


"InsyaAllah Bunda... jenis kelamin apapun yang Allah berikan akan kami terima"


"Kami???" Jika perempuan cepat gugurkan! Dan kandung kembali cucu laki laki"


'BRAK'


Kailo menggebrak keras meja makan,untung tak ada Ayahnya. Jika ada bisa lebih runyam hubungan ini.


Ningsieh mengira Bunda Dewi akan lebih luluh dan baik padanya setelah ia menikah dengan Putra Kailo. Anak tunggalnya.


"Bunda gak berhak buat membunuh Janin jika anakku perempuan! Coba Bunda pikir,jika Omma ingin anak laki laki dan malah mengandung Bunda. Lalu Omma menggugurkan kandungannya bagaimana perasaan Bunda?"


Dewi emosi...


'PLAK'


"Kamu udah mulai ngebantah Bunda! Udah Bunda kasih tau dari dulu untuk tidak menikah dengan wanita ini!" Dewi marah dan menunjuk muka Ningsieh .


Air mata Ningsieh menetes,Kailo memeluk Ningsieh .


"Ayo kita pulang Ningsieh"


*


*


*


"Ningsieh,maafkan Mas... Mas tetap akan sama Ningsieh" ucap Kailo menenangkan Ningsieh


"Mas... Kuharap besok Mas dan Bunda sudah baikan tidak seperti musuh"

__ADS_1


"Ningsieh! Biarkan Bunda untuk sadar dulu... biarkan Bunda tau kalau kamu itu memang wanita yang baik untuk aku... memang wanita yang benar benar ditakdirkan untuk Aku"


"Mas..."


"Tolong dengerin perintah Mas yang ini. Masalah Bunda dengan Mas,biar Mas yang menyelesaikannya"


"Bener Mas?"


"Iya Ningsieh,kamu siap siap. Jangan lupa minum Vitamin,lusa kita berangkat ke Bali"


Ningsieh mengangguk.


Ia sangat berharap bisa mengandung,Ningsieh takut jika ia tidak bisa mengandung. Dewi akan menjodohkan nya dengan wanita lain yang bisa mengandung anak dari pria yang ia cintai.


"Ningsieh Mas yang masak ya"


"Jangan Mas! Biar Ningsieh saja yang masak"


"Berdua gimana?" Ningsieh berfikir sejenak


"Gak usah Mas,nanti bau Dapur"


"Biarkan aja,biarkan kita sama"


*


*


*


Ningsieh menghela lega ketika sudah sampai di salah satu hotel bintang lima yang ada di Bali. Ia melepas jaket yang menutupi tubuhnya.


Ningsieh menunggu Kailo untuk datang kemari. Kailo sedang membeli sesuatu di bawah.


Ningsieh melihat pintu hotel terbuka,pastilah Kailo. Karena hanya ia dan Kailo saja yang memegang. Tidak ada pihak ke empat.


"Beli apaan sih Mas?" Tanya Ningsieh lembut


"Kamu tutup Mata ya,kalau ku suruh buka. Maka buka lah"


Ningsieh mengangguk,ia menutup matanya.


Ningsieh mendengar langkah langkah kaki memasuki kamar.


Ningsieh merasa capek karena 20 menit sudah ia berdiri dengan memejamkan matanya.


"Mas... kakiku keram deh"


"Mana sini Mas pijit"


"Ngak usah Mas..."


"Ngak apa"


Kailo memijat kaki Ningsieh, Kailo memberi jempol pada orang yang mau membantunya bekerja sama.


"Buka mata ya Dek...1...2...3..."


Mulut Ningsieh terbuka lebar. Ia tak percaya. Bagaimana bisa ini dilakukan secepat ini?


Ningsieh menatap suaminya dengan terharu.


"Terimakasih Mas..."


Kailo mengecup dahi mulus Ningsieh.


Bersambung


Alur 80% berbeda karena lebih panjang dan lebih rapi. Hanya saja Ending nya akan tetap sama.


Jadi kalian kalau gak baca ulang akan Nyesel loh😂.


Ada beberapa pemeran yang ganti nama tetapi ada yang tetap.


Dewi:Ibu Putra Kailo


Malik:Ayah Putra Kailo


Sari:Ibu Ningsieh Juwanti


Rasno:Ayah Ningsieh Juwanti 

__ADS_1


__ADS_2