CINTA KEDUA

CINTA KEDUA
CK 21 - TERLALU BERHARAP


__ADS_3

Zenya segera pamit setelah ia mendapat pesan singkat dari Cristhopan,


"Apa, Apa dia tahu jika aku pergi bersama Tuan Randhika?" Gumamnya, Ia berjalan perlahan ke arah lobby, Disana sedikit redup, Tentu saja, Karena waktu sudah menunjukan pukul 19.00 lewat, tinggal tersisa sebagian pegawai yang mengambil lembur.


Ia ragu, langkah nya maju mundur, Ia sudah memutuskan untuk menunggu nya disini, tapi tak ada keberanian untuk menyampaikan hal tersebut.


"Jika sudah datang, kenapa tidak langsung ke atas saja." Zenya terkejut, Ia segera menoleh ke sumber suara.


Grep!


Pria itu memegang paksa lengan Zenya


"Kau kenapa.." Zenya terhenyak Ia mencoba menghentikan tubuhnya yang terseret.


Laki-laki itu terus menyeret tubuh Zenya agar mengikutinya.


"Rhandika? Kenapa dia bisa ada disini? Apa dia sengaja mengikutiku ?"


"Tuan, Anda ini kenapa?" Zenya mencoba untuk melepaskan lengannya.


"Bagaimana kau dan Cristhopan bisa saling mengenal?" Randhika tak menjawab pertanyaan Zenya, Ia malah melayangkan pertanyaan yang lain, Dan terus menyeret tubuh Zenya, Zenya terkejut, "bagaimana Rhandika bisa mengetahui hal ini" Batinnya.


"Kenapa? Kau tak mau berbicara?" Rhandika menatap lekat manik-manik mata Zenya ,


"Kau barusan bertanya apa?" Ia berpura-pura tak mendengar.


Rhandika menelisik, Zenya yang merasa dirinya di awasi mulai salah tingkah,


"Tuan, Kenapa anda membawa saya kemari" Zenya yang baru menyadari kalau dirinya akan di bawa ke ruang kerja Cristhopan semakin memberontak


"Diam! Ikuti saja!"


"Cristhopan tak pernah mengirim pesan singkat kepada siapapun, Tapi tak disangka hari ini malah mengetahui jika ia mengirim pesan singkat pada gadis ini.."


Seperti biasa Rhandika langsung menerobos masuk keruang kerja Cristhopan "Crist, Aku membawa.."


"Ah!!"


Ternyata sang Presdir tengah melakukan hal yang tak senonoh di ruang kerjanya.


Ia yang sedang di layani oleh wanita, hanya menautkan satu alisnya kala Zenya dan Rhandika memergoki dirinya dan seorang wanita yang tengah berjongkok di hadapannya melakukan sesuatu yang tak pantas untuk di lakukan di tempat kerja.


"Mereka.. Dia.. Angeline primadona kampus? Ia mengulum..


Tidak.. Ternyata dia orang yang seperti ini..

__ADS_1


Crishtopan, ternyata orang itu bukan hanya sudah menjeratku, Dan dia sudah sering melakukan hal seperti itu disini, Bagaimana jika sekarang dia memintaku untuk melakukannya juga.. Tidak, Tidak boleh, Aku harus segera pergi" Zenya melepaskan cengkeraman Rhandika kala pria itu terfokus dengan kegiatan yang sedang di lakukan oleh Cristhopan


"Ada apa denganmu?" Rhandika mengejar Zenya kembali.


"Cristhopan, Ternyata kau memang orang yang seperti itu.


Aku harus segera meninggalkan tempat ini!"


Seorang penjaga menghadang langkahnya "Tuan ingin menemuimu."


Cristhopan membenarkan celananya, Ia mengejar Zenya lalu menarik lengan gadis itu lalu mendekapnya.


"Ahh!" Zenya meringis kala tubuhnya membentur dada bidang Cristhopan yang sekuat beton.


"Kau telah merusak hal baik yang kuberikan padamu." Terlihat sorot mata nya yang penuh amarah.


"Apa dia marah padaku karna sudah menghentikan aktifitasnya? Ini bukan salahku, ini salah Rhandika" Batin Zenya, Ia hanya menggeleng.


"Karena kau sudah datang dan hatiku juga masih belum merasa senang, bagaimana jika kau menggantikan dia bermain bersamaku, untuk menyelesaikan hal yang belum selesai ku lakukan tadi." Cristhopan memangku Zenya, Ia duduk di kursi kebanggannya, "Ayo, kau mau mulai dari mana?" Senyum licik yang tampak menyeramkan tergurat jelas di wajah Cristhopan, Zenya yang semakin muak tentu saja mulai memberontak.


"Aku tidak mau.. Aku tidak mau menjadi seperti itu!" Cristhopan mendekap Zenya, menahan tubuhnya agar tak bisa lari.


"Cih, ini bukannya gadis yang bernama Zenya itu? Di kampus ia terlihat alim dan polos, tak di sangka ia berani merangkak ke ranjang Tuan Cristhopan" Batin Angeline.


"Tuan! Kau jangan seperti ini! Kau tidak tahu malu? Disini banyak orang" Cristhopan tak berucap sepatah katapun lagi, Ia mencengkram rambut Zenya, terus memaksanya agar ia mau melakukan apa yang sedang di lakukan Angeline tadi.


"Tuan Cristhopan, Kau dan dia?" Angeline yang sudah kepanasan karna iri hati pun mulai ingin menjilat kembali.


"Sama denganmu, Malam ini aku mau di temani dia, kau kembalilah dulu ke asrama."


"Cristhopan tak pernah membiarkan seorang gadis seperti ini untuk masuk kedalam ruangannya,


Tapi hari ini ia telah memecahkan rekor lagi, Entah apa yang sedang di fikirkannya, Tapi aku rasa ada sesuatu hal yang menarik di belakangnya" Rhandika yang sudah sangat mengetahui seluk beluk Cristhopan mulai tertarik dengan kehidupannya yang sekarang, Pasalnya seorang Cristhopan bukanlah orang yang suka bersenang-senang dengan seorang wanita, Apalagi di jam kerja seperti sekarang. Rhandika curiga jika Cristhopan mengundang Angeline kemari, semata-mata hanya untuk memperingati Zenya.


"Aku sudah menyerahkan masalah pemilihan peran untukmu pada bagian pemilihan peran di lokasi syuting, Kau tinggal membawa kartu namaku dan pergi untuk mencari ketua mereka, Dia akan mengaturkan semuanya untukmu." Cristhopan menyerahkan kartu namanya pada Angeline.


Angeline tersenyum manja sembari meraih kartu nama yang sudah ada di depan mata "Tuan, tadi kau berkata jika aku boleh pergi ke villa pribadimu untuk 'bermain'? Apakah benar?"


"Sungguh pemandangan yang sangat menjijikkan" Zenya mengerling kan matanya.


"Datanglah jika ada waktu, Zenya juga sering datang, kalian bisa datang bersama." Cristhopan berbicara sambil melirik ke arah Zenya, Ada makna yang tersirat, Ia menautkan satu alisnya, Seringai di wajahnya tak lupa ia perlihatkan.


"Zenya, lain kali jika kau ingin pergi kesana panggil aku sekalian, Kita bisa pergi bersama. Tuan, Aku pergi dulu,


Ya.." Angeline langsung pergi berlalu meninggalkan ruangan itu, Ia tampak sangat senang karna tujuan nya sudah tercapai.

__ADS_1


"Cukup, sekarang kau boleh lepaskan aku tidak?" Punggung Angeline sudah tak terlihat, Zenya kembali memberontak.


"Dia sudah pergi, dan sekarang kau langsung menyuruhku untuk melepaskanmu? Zenya, Bisakah kau manja sedikit?" Telunjuk Cristhopan meraih dagu Zenya.


"Kenapa, Masih ingin terus melihat?" Hardik Cristhopan pada Rhandika yang masih berpangku tangan menyaksikan aksi yang menarik itu.


"Jika kau tidak keberatan." Ucapnya dengan seulas senyum licik.


Zenya terhenyak


Cristhopan mulai memaksa untuk mencium bibir Zenya, Tangannya sudah menelusup masuk kedalam kemeja yang Zenya kenakan.


"Jangan, Cristhopan aku tidak mau, Kau bajingan!" Zenya mencoba terus meronta, tapi bukannya berhenti ia malah semakin bringas, Satu kakinya menghimpit paha Zenya, memaksa Zenya agar membuka lebar ke dua kakinya. Tangan nya sudah menyentuh gumpalan daging yang timbul padat berisi.


"Tidak, tolong jangan lakukan ini! Daripada aku dihina seperti ini, Lebih baik kau bunuh aku saja!


Jika harus hidup serendah ini, melepaskan harga diri di hadapan semua orang.. Lebih baik aku memilih mati!" Zenya menggigit tangan Cristhopan. Cengkeraman tangannya mulai mengendur, setelah itu sikutnya mulai beraksi, menghantam bagian intim Cristhopan dengan keras


"Aw!!" Cristhopan memekik, Zenya akhirnya bisa kabur.


"Hei!"


"Aku bebas" Zenya lari dengan tergera-gesa, heels yang ia kenakan menginjak ujung karpet yang sedikit naik,


Bruk!! Duakk!!


"Kau.." Cristhopan segera bangkit, matanya melotot, Kala melihat darah segar keluar dari sisi samping kepala Zenya, Tangannya segera meraup tubuh yang sudah tak berdaya itu.


"Dasar gadis bodoh! Apa yang sudah kau lakukan!" Cristhopan meneriaki Zenya yang sudah mulai hilang kesadaran.


"Jangan.. jangan biarkan orang lain melihatnya, jangan.." Lirih Zenya dengan mata yang sudah tertutup sempurna


"Tidak, Zenya! Sadar!!" Cristhopan histeris, Ia menenggalamkan wajah Zenya yang sudah bersimbah darah dalam pelukannya.


"Kenapa masih melamun? Cepat bawa mobilku keluar!" Cristhopan berteriak histeris pada Rhandika,


Rhandika langsung tersadar, ia segera keluar dan menyiapkan mobil.


"Zenya tolong bertahan"


**○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○


Hy sahabat online~ Terimakasih kepada kalian yang setia membaca Cinta Kedua ~ Terus beri dukungan kepada Author ya, Dengan cara Like, koment, dan Vote. Tambahkan sebagai Favorit juga agar kalian tak ketinggalan Update dari Cinta Kedua~ Terimakasih**~


__ADS_1


Alexander Family


__ADS_2