CINTA KEDUA

CINTA KEDUA
CK 30 - WAKTUNYA TIBA


__ADS_3

"Bekas sayatan?"


Zenya menghentikan aktifitas makannya sejenak, Matanya membulat, Ia mengingat kembali kejadian waktu itu.


"Aku tak pernah melihat Angeline setelah aku minum satu gelas, Apa jangan-jangan Cristhopan sudah memperlakukan Angeline dengan kejam?" Zenya bergumam


Velia terus memperhatikannya "Ze, Kenapa?" Tanyanya sembari memasukan makanan ke dalam mulut.


"Ah, nggak, Aku 'gak papa" Zenya tersenyum kaku.


"Zenya kenapa lagi sih?" Batin Velia yang semakin penasaran dengan keadaan sahabatnya itu.


Zenya sudah tak fokus, Ia memikirkan apa yang terjadi dengan Angeline, Ia malah berasumsi jika sebenarnya Devon sudah tahu dengan apa yang terjadi dengan Angeline, Dan Angeline sengaja menjadikan Zenya sebagai kambing hitam agar ia bisa melampiaskan semua amarahnya pada Zenya.


"Angeline pasti kesal karena Cristhopan lebih memperhatikan aku ketimbang memperhatikan dirinya. Tapi, Aku juga tak pernah meminta Cristhopan untuk bersamaku, Malah aku selalu menyuruhnya agar terus menempel pada Angeline" Zenya jadi dibuat galau.


"Haduh, Aku sudah harus prepare untuk pergi lusa, Jika pikiranku kacau begini, Bisa jadi berantakan semuanya" Zenya menekuk wajahnya, Ia menatap aspal.


"Zenya, Kamu ini kenapa sih? Kok dari tadi diem sendiri?"


"Ah maaf Vel, Yaampun aku jadi mengabaikan kamu, Aku lagi mikirin perlengkapan buat besok, Kayaknya masih ada yang harus di beli, jadi kayaknya aku harus belanja dulu, karena kalau nanti belanja disana aku bakal kerepotan. Diwilayah baru, Aku pasti harus adaptasi dulu" Zenya nyengir


Velia bersemangat "Bagus! Aku lihat akhir-akhir ini kamu lagi banyak pikiran, Aku juga jadi badmood karna lihat kamu gak semangat, Gimana kau sekarang kita shopping aja? hitung-hitung refreshing!" Velia mengacungkan kedua tangannya keatas


Zenya tersenyum kala melihat semangat Velia, Ia segera mengangguk dan mereka mulai menuju pusat perbelanjaan di kota.


*


*


Zenya mulai memilih dan memilah barang yang akan dibelinya. Tak jarang ia meminta pendapat pada Velia disaat ia bingung memilih warna, ataupun type barang yang hampir sama.


Diseberang toko tempat Zenya berbelanja ada seorang pria yang menatapnya tajam, Orang itu berpakaian serba hitam, mengenakan topi, memakai masker, dan kacamata.


"Jadi ini wanita yang bernama Zenya Agatthe, Selama ini aku sudah menduga orang yang salah" Gumam pria tersebut.


Ia ingin melangkah, tapi langkahnya terlihat ragu, Ia melihat sekitar, dan terlalu banyak orang di store tersebut.

__ADS_1


"Sepertinya aku tidak boleh sembarangan lagi, jika aku sampai gagal dan membuat kesalahan lagi, Tuan pasti marah besar. Dan lagi, Sudah pasti banyak kebencian yang tersebar dari orang-orang terdekatnya akibat ulahku. Lihat saja, gadis itu kedepannya pasti akan mempunyai nasib yang sangat mengenaskan" Pria itu mengeringai di balik maskernya, Ia berlalu dan keluar dari store tersebut.


Zenya dan Velia masih berbelanja, Kedua gadis itu tak menyadari sedikitpun jika mereka berdua sedang di intai.


*


*


Di tempat yang berbeda dengan waktu yang sama,


Seorang pria tengah berdiri menghadap jendela yang besar, disuguhi dengan pemandangan hijau yang menyegarkan mata, Ia tampak sangat tenang dan santai, Tubuh nya tegap, dan otot-otot besarnya sedikit terlihat dibalik kemeja putihnya,


"Tuan muda, Kali ini Tuan muda pertama Alexander melakukan pergerakan yang misterius, Orang-orang yang mencurigakan di blokir masuk ke kota A. Mereka bisa membedakan turis, pekerja yang sering keluar kota, dan mata-mata. Sangat banyak yang mengintai pergerakan keluarga Alexander, dan tidak ada satupun dari mereka yang berhasil masuk, Termasuk orang-orang suruhan kita" Seorang wanita yang terlihat gagah berbicara pada laki-laki dihadapannya.


"Iya, Tidak apa-apa, Cristhopan memang selalu melakukan hal di luar prediksi. Kemarin ada selentingan kabar bahwa kali ini Dia menyimpan seorang gadis kecil di sampingnya" Laki-laki itu berbicara dengan suara yang amat sangat lembut,


"Ya Tuan, Tapi kita belum bisa mengkonfirmasi dengan sangat jelas karna kendala ini, Kita masih belum berani memberikan informasi yang penting seperti ini tanpa adanya kejelasan yang tepat" Perempuan itu membungkuk tanda meminta maaf.


"Kenapa memangnya? Jika ia memiliki seorang gadis bukankah itu hal yang mudah diberitahu, dan pasti akan sangat mencolok" Kali ini Pria itu menggunakan ekspresi, Ia tampak sangat penasaran.


Pria itu tersenyum, "Jadi, Aku sudah keduluan lagi oleh Cristhopan?" Wanita itu terkejut, ia membulatkan matanya, Badannya mulai gemetar, Entah apa sebabnya, padahal Pria yang ia panggil Tuan muda itu tidak marah, Malah ia tersenyum sangat manis, hingga membuat mata nya tak terlihat.


*


*


Di tempat yang berbeda pula,


Seperti biasa, Cristhopan tengah menyesap sebatang rokok, Ia duduk di kursi kebesarannya, Billy juga berada di tempatnya, Mereka terlihat seperti baru selesai berdiskusi.


"Tuan, Nona Zenya sudah hampir selesai berbelanja" Billy mengupdate informasi mengenai Zenya,


"Ya, Biarkan dia pulang bersama temannya itu" Cristhopan menghembuskan kepulan asap perlahan,


"Apakah tidak usah di jemput?" Billy mengetik sesuatu di ponselnya


"Tidak usah, Cukup ikuti dia dari jarak dekat, Dan jangan sampai ia atau temannya menyadari jika mereka sedang di awasi" Cristhopan mulai memijat pangkal hidungnya.

__ADS_1


"Baik Tuan, Apakah malam ini harus menyuruh Nona Zenya untuk kembali ke Villa?" Billy mulai bertanya lagi, Cristhopan menautkan kedua alisnya.


"Hhhh," Ia menghela nafas panjang.


"Tidak usah, Biarkan ia bersama sahabatnya hingga keberangkatannya ke kota B, Zenya takut jika sahabatnya mengetahui tentang hubungan aku dan dirinya. Sahabatnya sudah mulai penasaran, Ia akan semakin penasaran jika sampai Zenya tidak menginap di asrama lagi," Billy terkejut, Ia segera berdehem dan merubah ekspresi wajahnya


"Bisa-bisanya seorang Tuan muda pertama keluarga Alexander, Cristhopan Alexander memikirkan perasaan orang lain. Nona Zenya, Ia sudah terlalu sangat penting di hati Tuan. Ini pertanda baik, Tapi ini pula bisa jadi malapetaka yang sangat mengerikan" Batin Billy


"Baik Tuan, Saya akan segera kabarkan kepada orang-orang di lapangan" Cristhopan tak merespond, Ia memejamkan mata.


*


*


Zenya dan Velia sudah selesai, mereka keluar dari store dengan tangan yang penuh dengan tas belanja. Zenya membeli peralatan yang agak besar juga, Mereka sedikit kesusahan.


"Ze, Gimana ini" Velia menghentikan langkahnya


"Yaudah, pesen taksi online dulu aja, Habis itu kita angkut barangnya kebawah" Zenya menaruh tas belanjaan miliknya, Setelah itu ia merogoh ponsel dan mulai membuka aplikasi taksi online.


Di sudut lain, Sudah ada yang mengintai mereka lagi,Seorang Pria dengan sweater berwarna abu-abu dan mengenakan topi hitam, Tak lupa masker yang menutupi sebagian wajahnya.


"Vel, udah dapet nih, Ayo kita angkut sebagian" Zenya mulai berjalan, dan pria itupun mulai membuntuti, Ia sangat mencurigakan.


Zenya dan Velia masih bisa bersenda gurau walau merasa letih, Sesekali mereka tergelak dengan candaan satu sama lain.


Saat hendak berbelok, tiba-tiba Pria yang mengenakan sweater itu mengeluarkan senjata tajam berupa pisauu belatii dari saku Sweaternya, Ia mendekati Zenya dan mengarahkan benda tajam tersebut ke arah Zenya,


"Haha, Iya Vel, Lagian sih kamu segala nolak cinta nya. Sekarang kan jadi kepikiran" Zenya masih berbincang-bincang dengan Velia, Hinggga akhirnya


"Aaaaawwhhh!!"


○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○


Hy sahabat online~ Terimakasih kepada kalian yang setia membaca Cinta Kedua ~ Terus beri dukungan kepada Author ya, Dengan cara Like, koment, dan Vote. Tambahkan sebagai Favorit juga agar kalian tak ketinggalan Update dari Cinta Kedua~ Terimakasih~


__ADS_1


__ADS_2