CINTA KEDUA

CINTA KEDUA
CK 25 - PENJILAT 2


__ADS_3

Zenya kembali bergegas masuk ke dalam asrama, Ia langsung memasukkan semua kebutuhannya ke dalam tas


"Jika ada satu saja barang yang tertinggal, Aku sudah pasti akan berakhir!" Zenya terus mengomel, Ia mengumpat dan menyumpah serapahi Cristhopan, Setelah di rasa semuanya sudah lengkap, Ia bergegas untuk turun dan kembali menghampiri mobil Cristhopan


Ia langsung membuka pintu belakang, Alangkah terkejutnya ia kala melihat di dalam mobil ada Angeline yang sedang lengket memegang lengan Cristhopan sambil bersandar di lengannya yang kekar.


"Owh, maaf, Aku salah masuk"


Zenya langsung menutup pintu belakang, Dan langsung berinisiatif untuk duduk di bangku depan.


"Celaka, Nona Zenya malah duduk di sampingku, Bukannya mengusir atau mengambil tempatnya dari Angeline, Ia malah duduk di depan. Tuan pasti sudah cemburu" Billy bercucuran keringat dingin, Ia terus melirik ke arah kaca kecil di dalam mobil itu, Terlihat raut wajah Cristhopan yang gelap. Matanya menyorotkan kekesalan.


"Tidak kusangka Cristhopan akan berinisiatif mengundang Angeline ke Villa, Kalau begitu malam ini, Aku tidak perlu melayaninya kan?" Lain hal nya dengan Billy, Zenya yang polos hanya berpikir soal keadaannya malam ini, Ia berpikir jika dirinya akan selamat malam ini jika ada Angeline yang akan menemani Cristhopan.


Muahh~


Zenya yang melirik kala mendengar suara kecupan kembali terhentak kala Cristhopan berbalik menatapnya.


"Angeline menciumnya dan dia tidak mempermasalahkannya?Wah sepertinya malam ini memang akan menjadi malam yang tenang."


"Tuan Cristhopan, Boleh tidak aku memanggil mu dengan sebutan "Crist"?" Angeline bersikap manja


Cristhopan tak menghiraukan ucapannya, ia malah memergoki kembali Zenya yang sedang mengintip.


"Hmph" Cristhopan mendengus kesal, Zenya sama sekali tidak bereaksi.


*


*


Di dalam sebuah mobil yang beriringan dengan mobil milik Cristhopan, Terdapat dua orang lelaki yang sedang mengintai, Mereka terus memperhatikan dari dekat,


"Sepertinya kali ini kau memang salah lihat, Pria itu masih sama seperti sebelumnya, Tidak pernah memiliki hati yang tulus untuk seorang wanita." Ucap seseorang di dalam mobil tersebut


"Memang dia tak pernah membawa wanita mainannya ke Villa pribadi miliknya, Bisa dibilang wanita yang di bawa ke Villa pribadi keluarga Alexander, memang agak sedikit berbeda. Tapi.. Aku menemukan sesuatu yang sangat menarik." Timpal yang satunya.


"Cih, Wanita yang duduk di sisinya terlihat sama saja seperti wanita yang sebelumnya, Apa yang berbeda?"


"Yang duduk di depan, Dia berbeda."


*


*


Mereka sudah memasuki wilayah Villa pribadi milik Cristhopan, Mobil pengintai tadi sudah jelas sudah tidak mengikuti Cristhopan lagi, Karena mereka hanya mencoba memastikan.


Di dalam Villa, Para pelayan sudah menyajikan hidangan, Sudah waktunya jam makan malam, Zenya yang sudah biasa duduk di sebelah kanan, segera menarik kursinya, Ia terkejut kala Angeline tiba-tiba saja merebut tempat duduknya.


"Tempat duduk dudukku sudah di dudukki, Jadi jangan salahkan aku." Zenya tak masalah jika ia tak duduk di dekat Cristhopan, Tapi itu akan membuatnya kesusahan untuk melayani Cristhopan makan.


"Siapa yang mengizinkanmu untuk duduk disana?" Zenya berpikir Cristhopan berbicara pada Angeline "Kemari, berdiri disini." Ternyata ia salah, Sudah pasti dia yang akan di tindas disini.


"Wanita ini, dia sama sekali tidak perduli tempat duduknya di rumah ini di duduki oleh orang lain, Kalau kau memang ingin seperti itu, Akan ku biarkan kau tetap berdiri saja." Cristhopan kesal karna Zenya sama sekali tak melakukan perlawanan pada Angeline.

__ADS_1


Walaupun agak kesal, Tapi Zenya masih mencoba untuk melayani Cristhopan,


"Tuan, Aku akan mengambilkan sup untukmu" Ia menyendok sup, lalu menuangkan pada mangkok khusus milik Cristhopan


"Crist, Kau cicipi ini juga" Dengan 'sok tahu Angeline menaruh daging sapi menggunakan sumpitnya dan ia meletakkan daging tersebut tepat di mangkok yang berisi sup pemberian Zenya.


"Roy!" Cristhopan mengetatkan rahangnya, Ia sudah terlihat seperti akan murka.


"Pelayan, Gantikan set mangkok dan piring untuk tuan." Roy-Kepala pengurus rumah tangga di Villa pribadi milik Cristhopan.


Para pelayan langsung mengambil satu set baru, dan membuang set yang lama.


Angeline menautkan kedua alisnya, Ia agak terkejut dengan apa yang terjadi, Setelah para pelayan selesai mengganti, Roy langsung menarik tubuh Angeline.


"Nona, tempat dudukmu di sebelah sini."


"Aku duduk disini saja" Angeline mencoba untuk tersenyum


"Seorang bawahan yang lebih rendah dari Billy malah berani berbicara seperti itu padaku?! Apa dia tidak takut kelak setelah aku menjadi pemilik Villa pribadi Tuan Cristhopan, Akan kuhabisi dia." Batin Angeline.


"Pfftt.." Zenya menahan tawa.


"Tak di sangka Angeline berani membangkang langsung maksud dari perkataan Cristhopan, Sepertinya dia juga tidak menyangka akan ada orang yang berani menentangnya secara langsung." Zenya menutup mulut menggunakan tangannya,


"Apa yang kau lakukan?" Cristhopan menaih pinggang Zenya, menariknya agar duduk di pangkuan Cristhopan,


"Ck, dia masih tahu cara menertawai orang?" Cristhopan tersenyum sinis


"Lanjut suapi aku" Cristhopan menatap lurus kearah Zenya, Zenya pun menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"Aw!" Ia memekik kala Roy menarik paksa lengannya


"Cristh Kau tidak lihat, Dia malah berani bersikap kurang ajar seperti ini padaku!" Angeline berbicara dengan nada yang sangat memelas


Cristhopan tak perduli, Ia malah membuka mulut dan menyuruh Zenya untuk segera memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Kenapa begitu masuk ke Villa, sikap dia kepadaku berubah menjadi dingin seperti ini!" Angeline berdecak, Matanya mendelik tak puas.


Di bawah meja, Tangan jahil Cristhopan mulai beraksi, Ia mengelus-elus paha Zenya


"Tuan!" Zenya menghentikan tangannya.


"Tuan, Kita makan saja ya?" Pintanya


"Aku memang sedang makan, memangnya aku sedang apa?" Cristhopan tersenyum jahat.


Zenya mengerucutkan bibirnya


"Sekarang dia terlihat seperti seekor anak anjing yang sedang memelas" Cristhopan tersenyum gemas.


"Ayo kita ke atas" Cristhopan berbisik di telinga Zenya,


Zenya mengerutkan keningnya, Tanpa basa-basi lagi ia mengangkat tubuh Zenya lalu membopongnya menaiki anak tangga

__ADS_1


"Tuan, Anda baru saja makan.." Zenya mencoba menghentikannya


"Ya, baru selesai makan, Sangat pas untuk melakukannya, Akan ada banyak keringat yang keluar, Butuh banyak energi." Cristhopan menyeringai


Angeline kebingungan, Ia bangkit dan segera mengejar Cristhopan "Crist"


"Tuan tidak suka jika orang lain memanggil namanya, Lebih baik kau segera menggantinya, Jika tidak, itu hanya akan membuat tuan semakin membencimu." Roy menghadang Angeline, Ia terus memaksa menerobos, Akhirnya roy menyuruh beberapa penjaga untuk menahan Angeline.


Cristhopan merebahkan tubuh Zenya di atas kasur, Ia mulai mengungkungnya, "Tuan, Anda baru selesai makan, Tidak baik begini." Zenya memegang kuat jas yang masih di kenakan Cristhopan, Bajunya sekarang sudah mulai acak-acakkan.


"Kau tidak pernah membaca buku, Tidak pernah tahu kalimat "Bercinta dengan hangat"?" Cristhopan melonggarkan dasinya.


"Sudah mengikutiku selama beberapa hari ini, Kau masih belum mengerti dan masih belum belajar patuh padaku?" Cristhopan menautkan alisnya, Tangannya mengusap pelan bibir Zenya


"Tuan, Aku mohon kau jangan begini, Maksudku bukan begitu, Anda Baru saja selesai makan, Aku takut nanti perutmu sakit, Asam lambung bisa naik dengan cepat, Lagi pula aku belum mandi, Tubuhku masih kotor sekali, Bahkan aroma tubuhku bau polusi udara." Zenya mengelus pipinya lembut, Ia memaksa wajahnya agar bisa terlihat sedang tersenyum dengan tulus.


"Kau sekarang sedang mengingatkanku untuk mandi ya? Baik, Mandi dulu. Bersama" Zenya terhenyak, Cristhopan memangku tubuh Zenya, Ia menyuruh Zenya agar mengaitkan kakinya pada tubuh Cristhopan,


"Tuan, kata Dokter Misha lukaku tidak boleh terkena air dulu." Zenya mencoba mencari alasan.


"Kalau begitu ikuti ucapanku dan jangan bergerak, Aku akan membantu memandikanmu." Cristhopan memeluk tubuh Zenya dari belakang, Ia membantu mengikatkan rambut Zenya,


"Tuan!" Zenya memekik, Ia menengadah kala tangan Cristhopan sudah mulai masuk menelisik ke arah mahkotanya.


"Jangan, Ahh"


"Kenapa menghentikanku? Tubuhmu sangat menikmatinya" Cristhopan mulai menciumi tengkuk Zenya, Terus menyusuri tubuh Zenya seinci demi seinci.


"Tuan, Sudah.. Kau sudah berjanji akan membiarkanku belajar malam ini" Ucap Zenya dengan suara yang parau.


"Selesaikan dulu ini, Setelah itu aku akan melepaskanmu" Cristhopan berjongkok, Ia menyuruh Zenya agar membuka sedikit kakinya


"Tuan, Kau mau apa?" Zenya was was


"Ssstt, jangan banyak bicara, Kali ini aku akan membiarkanmu menikmati kenikmatannya" Cristhopan memutar kran air, Membiarkan air hangat mengguyur tubuh mereka, Ia mulai menenggelemkan wajahnya pada kue pai milik Zenya, Hidungnya sudah menggesek


"Ah! Tuan, Tidak" Zenya menggeliat, Tubuhnya gemetar


Ia semakin meracau kala Cristhopan mulai menyesap dan ******* miliknya perlahan, Cristhopan menciumnya sesaat "Lihatlah ini begitu kecil dan ranum" ********** lagi sekali, Ia tak tahan ingin menyesapnya lagi,


"Arrrghh, Tuan~ Tidak, Cristhopan! Kau bajingan,Aahhh" Zenya mencengkram bahu Cristhopan dengan kuat, Setelah beberapa saat cengkraman itu mulai melemah


Setelah di rasa Zenya sudah puas dengan permainannya, Ia segera bangkit dan menyiapkan pedangnya untuk segera menusukk bagian inti tubuh Zenya,


"Kenapa? Kau sudah merasakan kenikmatannya?" Ucap Cristhopan mendesah


"No, tidak! Tuan aku tidak sanggup" Rintihan Zenya bagai musik di telinga Cristhopan, dadanya semakin bergemuruh kala mendengar Zenya bersuara.


"Argh, Zenya, tubuhmu selalu terasa nikmat"


○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○


Hy sahabat online~ Terimakasih kepada kalian yang setia membaca Cinta Kedua ~ Terus beri dukungan kepada Author ya, Dengan cara Like, koment, dan Vote. Tambahkan sebagai Favorit juga agar kalian tak ketinggalan Update dari Cinta Kedua~ Terimakasih~

__ADS_1



__ADS_2