
"Ck lihat gadis ini, Dia berani menatapku seperti itu? Sungguh sudah terlalu baik padanya" Gumam Cristhopan,
Zenya sudah tersulut emosi, Ia tidak memikirkan jika prilaku nya bisa membuatnya menyesal di kemudian hari.
"Zenya, Kau tidak lupa kan bahwa Tuan Cristhopan itu siapa?" Velia membisik dengan suara yang di tekan.
"Cepat minta maaf padanya!" Velia menyenggol bahu Zenya.
"Tak mau! Biarkan saja dia mengamuk disini" Lirih Zenya, Velia membulatkan matanya.
"Kau terlalu banyak melamun sampai menjadi gila, Zenya?!" Pekik Velia
"Hhhh, Velia tak tahu hubungan ku dan Cristhopan, Dia tak tahu segila apa pria ini" Gerutu Zenya dalam hati.
"Kenapa gadis kecil? Aku berbuat salah pada mu?" Cristhopan menyeringai, Ia maju satu langkah agar bisa semakin dekat dengan Zenya, ia menyondongkan wajahnya agar bisa sejajar dengan tinggi badan Zenya.
"Cih" Decak Zenya tepat di depan wajah Cristhopan.
"Kau sungguh sudah terlalu berani" Bisik Cristhopan, Zenya terbelalak, Ia perlahan mundur
"Silahkan Tuan mengambil pesanan anda" Zenya membungkuk penuh hormat, Velia di buat sangat bingung melihat tingkah laku sahabatnya itu.
"Apa yang ada di kepala gadis ini" Pekik Velia dalam hati.
"Oh tidak, Silahkan Nona mengambil terlebih dahulu" Cristhopan menyeringai
"Baiklah kalau begitu, Terima kasih untuk kemurahan hati Tuan, Kalau begitu saya tidak akan sungkan" Zenya segera mengambil dua ice cream yang sudah tersedia, Ia segera menarik lengan Velia lalu membungkuk dan berlari terburu-buru mungkin.
"Ck, Mau kabur begitu saja?" Desis Cristhopan.
Velia kewalahan, Ia terus memaksa untuk berhenti
"Ze, kenapa? Kau lari dari Tuan Cristhopan begitu saja?" Pekik Velia
__ADS_1
"Kau pikir aku mau berlama-lama berhadapan dengan pria aneh itu?" Gumam Zenya.
"Apa? Kau bicara apa?"
"Tidak, Ayo cepat lari dan kembali ke asrama!"
"Zenya, Aku ingat dia sangat takut kepada Tuan Cristhopan, waktu itu aku pun merasa ia seperti tengah menghindari seseorang, Apa itu Tuan Cristhopan? Kalau di pikir-pikir Zenya adalah orang yang sangat patuh dan penuh sopan santun, Bersikap seperti itu pada orang besar seperti Tuan Cristhopan, Ini bukan gaya nya" Velia berasumsi sendiri, Ia sudah ngos-ngosan.
"Zenya, Sudah, Aku- aku sudah tak sanggup ber- berlari.." Velia berhenti, Zenya pun sudah merasa cukup lelah,
"Ini sudah jauh kan?" Gumam nya dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"Sebenarnya- Sebenarnya kau ini kenapa?" Velia berjongkok, ia merasakan jantung nya yang berdetak sangat cepat.
"Kau bilang, Dia tidak bisa di provokasi, Tadi aku kehilangan akal ku sesaat, Berprilaku seperti itu pada Tuan Cristhopan, Kau pikir kita selamat kalau aku tidak cepat lari" Zenya pun ikut berjongkok.
"Lalu, Lalu kenapa kau bertindak di luar nalar seperti tadi? Seharusnya kau berpikir begini sejak tadi" Velia memekik
"Kau pikir Tuan Cristhopan akan melepaskan kita walaupun sudah berlari? Zenya.. Kau tahu, Dia adalah seorang CEO iblis" Velia menyipingkan matanya.
"Kau tidak mungkin tidak tahu tentang Tuan muda pertama keluarga Alexander, 'kan? Kau sudah beberapa kali terlibat dengannya, Maksudku, beberapa kali bertemu dan berbicara dengannya, Bahkan kau pernah datang ke kantornya" Velia berbicara dengan sangat serius.
"Kau mengetahui sesuatu tentang nya?" Zenya menatap penuh selidik
"Siapa yang tidak tahu tentang mereka" Velia mengerlingkan bola mata nya.
"Apa yang kau tahu?"
"Semua orang tahu mereka itu orang terkaya Di Negara ini, Mereka memegang andil perekonomian Negara, menyeimbangkan dan menstabilkan perekonomian Di Negara ini. Mereka mempunyai bisnis yang luas dan banyak, Mendongkrak kesejahteraan rakyat, Bahkan ada rumor yang mengatakan bahwa keluarga Alexander mempunyai berbagai jening bisnis dari mulai yang halal sampai yang haram" Velia berbicara dengan sangat serius.
"Tapi sebagian orang percaya kalau itu hanyalah sebuah rumor belaka, Walaupun mereka memang sombong dan angkuh, menurutku itu wajar saja" Velia menaikkan kedua bahu nya.
"Yang haram dan halal?" Gumam Zenya
__ADS_1
"Kau sudah berurusan dengan orang yang salah, Dia berinvestasi cukup besar untuk kegiatan sekolah, Dan kau yang menjadi perwakilan sekaligus wajah kampus, Pastinya untuk kedepannya kau pasti akan lebih sering bertemu dengan nya Zenya, Saat waktu itu tiba baik-baiklah kau menghadapi pembalasannya. Orang kaya sangat pendendam" Velia berbisik mencoba menakut-nakuti Zenya, Raut wajah Zenya sudah berubah cemas.
"Gila! Mati aku!" Pekik Zenya dalam hati.
"Kau jangan bercanda!" Zenya menepis tangan Velia,
"Hahaha sekarang baru merasa takut?" Ejek Valia
"Sudah, Jangan di bahas! Sekarang mau pulang atau tidak! Pekerjaanku masih banyak!" Zenya berjalan mendahului Velia,
"Merajuk!" Desis Velia.
*
*
Cristhopan sudah duduk di dalam mobil sambil memegan ice cream yang masih utuh. Matanya menatap ke arah luar jendela, Terkadang ia tersenyum samar.
"Tuan sungguh membeli ice cream?" Gumam Billy yang terus memperhatikan melalui cermin kecil.
"Billy" Ia terhenyak
"Ya, Tuan!"
"Apa ice cream sungguh enak?" Cristhopan bertanya tanpa mengalihkan pandangannya.
"Emh, Saya ingat rasa enak, dulu saya sering memakannya"
Hy sahabat online~ Terimakasih kepada kalian yang selalu setia membaca Cinta Kedua ~
Terus beri dukungan kepada Author ya, Dengan cara Like, koment, dan Vote.
Tambahkan juga sebagai Favorit, agar kalian tak ketinggalan Update dari Cinta Kedua~
__ADS_1
Terimakasih~