
Di pagi yang cerah Cristhopan sudah terbangun dan segera membuka laptopnya,
"Ck, karena gadis ini aku jadi terlalu banyak membuang waktu" Gumamnya sambil menyeruput kopi yang sudah tersedia di meja.
Tok tok tok
"Masuk" Ia masih fokus pada pekerjaannya, Sesaat ia terdiam, "Jangan masuk, Bicara saja disitu" Ujar Cristhopan, Ia melirik ke arah Zenya yang masih terlelap, tubuhnya masih bertelanjang, "Gadis itu pasti akan murung lagi jika ia mengetahui kalau ada orang yang masuk disaat ia masih bertelanjang bulat"
"Tuan, Ada berita penting dari Kediaman Tuan Besar Alexander" Ucap Billy di balik pintu
"Oh, Yasudah, Kita bicara di balkon" Cristhopan bangkit, Ia menutup pintu dengan sangat hati-hati.
"Roy!" Roy segera menghampiri
"Iya Tuan? Ada yang bisa saya bantu"
"Panggil Sisi, Beritahu dia untuk melayani Zenya, Kau tidak usah masuk kedalam, Suruh saja Sisi untuk menyiapkan segala sesuatu kebutuhan untuk Zenya" Roy membungkuk, Setelah itu ia bergegas kembali ke dalam,
"Ada apa?" Cristhopan menarik sebatang rokok, Billy mendekat, Ia menyerahkan korek yang sudah menyala.
"Tuan, Sepertinya, Kita memang harus segera pergi Ke Kediaman Alexander, Tuan Besar sudah pulang sepekan yang lalu, Dan anda masih belum datang untuk mengunjunginya"
Cristhopan memandang jauh pemandangan sekitar, Ia menyesap dan menghembuskan asap rokok perlahan.
"Ya, Tapi apa yang diinginkan oleh Pak tua itu, Aku masih belum bisa mendapatkannya" Cristhopan menatap lurus
"Baik, saya harus bagaimana menyampaikannya pada orang suruhan Tuan Besar?" Billy sedikit was-was,
"Beritahu saja dia, Aku masih ada sedikit urusan pekerjaan, Masih banyak yang harus ku urus disini"
"Baik Tuan,"
Billy izin untuk menelepon orang suruhan Tuan Besar Alexander, Ia sebenarnya takut jika Tuan Besar Alexander akan marah, Karena alasan semacam ini sudah sangat sering di gunakan oleh Cristhopan.
"Mudah-mudahan Tuan Besar tak akan mempermasalahkannya" Gumam Billy
Cristhopan duduk di kursi santai, Ia membiarkan tubuhnya terkena paparan sinar matahari,
"Akankah Zenya bisa menerimaku?" Tiba-tiba terbesit pertanyaan itu dalam di dirinya.
"Ck, Aku berpikir apa? Gadis itu selalu menganggap bahwa aku adalah seorang monster, Bagaimana bisa aku berpikir kalau aku akan berada dalam hatinya" Tiba-tiba raut wajahnya berubah masam, Billy yang memperhatikan mulai salah tingkah
"Tuan pasti sedang memikirkan Nona Zenya, Karena seumur hidup, hanya ada Dua orang yang bisa membuat Tuan muda menjadi sangat emosional, mood nya bisa langsung berubah-ubah jika ia sedang menghadapi mereka. Jika sampai hal ini terdengar oleh Tuan Besar, Tuan Muda akan ada dalam bahaya"
*
*
Di sebuah Mansion besar, Ada seorang pria tua dengan kisaran umur lima puluh delapan tahun, tengah duduk di kursi santai di taman belakang rumahnya, Dengan sebatang rokok yang terhimpit diantara jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Tuan Besar, Asisten Pribadi Tuan muda Cristhopan sudah memberikan jawaban, Tuan muda Cristhopan meminta sedikit waktu, Di karenakan masalah pekerjaan yang masih banyak tertunda"
__ADS_1
"Cih, Bocah berandalan! Dia selalu membuat alasan seperti itu setiap kali aku memanggilnya, Apa masih suka bermain wanita?"
Ternyata orang itu adalah Tuan Besar Alexander, Usianya memang sudah tua, Tapi kegagahan dan kewibaannya tidak luntur oleh usia, Ia masih sangat di kagumi dan di segani.
Dia adalah sosok yang mendirikan C.L.A management, Sekaligus Ketua Kelompok Mafia yang sebenarnya, Walau sekarang semua bisnis di kendalikan oleh para cucunya, Tapi sebenarnya ialah yang masih memegang andil kemudi bisnis keluarga.
"Tuan, Saya mendapat informasi, Kali ini ada seorang wanita yang sudah di bawa pulang ke Villa Pribadi miliknya" Benz-Orang kepercayaan Alexander yang mengurusi semua cucu keluarga Alexander mulai memberitahukan informasi tentang para cucu pria tua tersebut.
"Cristhopan? Dia membawa seorang gadis? Hahahahaha" Gelak tawa Tuan besar Alexander menggema disana.
"Kau tahu sendiri Cristhopan, Bocah itu sangat gemar bermain wanita, Ia tak segan di layani oleh dua, ataupun tiga wanita sekaligus" Itulah Cristhopan yang di ketahui oleh Tuan Besar, Sangat liar, Dan suka bermain wanita. Tapi kenyataannya, Ia tak pernah menyentuh Wanita lain selain mantan kekasihnya.
"Ehm, Ini sedikit berbeda, Perempuan itu, Tuan Muda Cristhopan mendapatkan nya karena sebuah transaksi" Benz menjelaskan informasi yang lain
"Transaksi? Jadi dia seorang budak?" Tuan besar Alexander menghisap rokoknya.
"Saya, Untuk saat ini saya belum bisa memastikan, Karena sering kali Tuan muda Cristhopan memperlakukannya dengan kasar, menjadikannya seperti seorang budak, Tapi adakalanya ia menyayanginya. Dan yang lebih menarik, Gadis itu, Ia sangat keras menolak Cristhopan, Bahkan ia selalu memanggilnya seorang bajingan atau brengsek" Benz sedikit kurang nyaman,
"Apa? Ada wanita yang menolak pesona seorang Cristhopan Alexander? Hahahahaha ini sangat lucu! Hahaha aku harus segera bertemu Cristhopan untuk menertawakan masalah ini" Tuan besar Alexander sangat senang, "Akhirnya, Ada juga wanita yang menolak pesona bocah ambisius itu, Jadi ia memeliharanya karena wanita itu menolaknya?" Tuan besar Alexander menyeringai.
"Gadis itu pasti sudah terlalu menerima banyak siksaan dari Cristhopan, Bocah kurang ajar itu pasti akan menyiksa siapapun yang berani menentangnya. Ambisinya sangat besar, Ia tidak suka dikalahkan atau di remehkan oleh siapapun, Bahkan saat ia masih bocah berumur tujuh tahun, Ia sudah menghabisi satu kelompok berandalan jalanan yang mencoba mengusik kinerja Keluarga Alexander, Mereka di tembak tepat di bagian kepala dan jantung, Dia yang paling berbahaya" Tuan Besar Alexander memang suka bernostalgia, Setiap cucunya memiliki karakter dan keahlian masing-masing.
"Iya Tuan, Kita harus lebih menekan dan mengendalikan Tuan muda Cristhopan, Jika tidak, Saya takut jika suatu saat ia membrontak" Benz membenarkan posisi kacamatanya,
"Tidak, Dia yang paling setia, Walaupun dia sangat membenciku, Tapi dia adalah orang yang paling mengerti balas budi. Sekarang cukup awasi pergerakannya, Walaupun ia mempunyai nama yang besar, dan urusannya semakin menumpuk, ia tak akan mengesampingkan perintahku" Benz mengangguk, Ia membungkuk dan segera berlalu saat Tuan Besar Alexander mengibaskan tangannya.
"Hhhhh" Ia menghela nafas panjang
*
*
"Eerrgghh, Awh!" Zenya melenguh kala ia mencoba untuk bangun, Sekujur tubuhnya terasa sangat pegal dan kaku
"Kau sedang mencoba untuk menggodaku di pagi hari?" Suara bariton Cristhopan menyadarkannya, Zenya melirik tajam ke arah Cristhopan yang tengah duduk di samping jendela
"Dia gila? Dialah yang menjadi penyebabnya, Sekarang masih berani berkata bahwa aku sedang menggodanya? Lucu sekali" Zenya berdecak kesal.
Ia meregangkan tubuhnya, Bibirnya ia gigit untuk menahan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya.
"Kau memperlihatkan ekspresi seperti itu, Benar-benar ingin menggodaku ya" Cristhopan menghampiri, Ia sudah mulai naik ke atas ranjang, Zenya beringsut mundur
"Tidak, Ini ulahmu, Kau masih tidak memiliki kesadaran setelah menyiksaku semalaman!" Zenya menyibak selimut yang menutupi tubuhnya, Memperlihat bekas sesapan yang menjadi merah keunguan ulah gigitan Cristhopan
"Kau menyalahkanku? Kau yang merasakan kenikmatannya semalam" Cristhopan menyeringai, Ia terus merangkak maju.
"Kau! Jangan coba menyen- Awwhh"
Brak!
Zenya terjatuh dari ranjang
__ADS_1
"Ppfftt" Cristhopan menahan gelak nya
"Butuh bantuan gadis kecil?" Cristhopan mengulurkan tangannya,
"Tidak perlu" Zenya mengerlingkan matanya, Sesaat setelah itu ia berusaha untuk berdiri
Cristhopan beranjak dari ranjang, Ia menghampiri Zenya lalu membopong tubuhnya,
"Argh kau! Apa yang kau lakukan!" Zenya melotot, tangannya memukul bahu Cristhopan yang tegap.
"Mandi, memangnya kau mau aku melakukan apa lagi?" Cristhopan tersenyum licik, Zenya mengerlingkan matanya dengan bibir yang sudah mengerucut.
Didalam kamar mandi sudah tersedia bathup dengan air yang sudah wangi wewangian bunga, Ini aroma kesukaan Zenya,
Zenya memejamkan matanya, menghirup aroma tersebut dengan perlahan
"Hmmm, ini sangat wangi" Gumamnya sambil memejamkan mata, Mencoba merelaks-kan tubuhnya.
Cristhopan masuk kedalam Bathup, Ia membawa tubuh Zenya masuk, Zenya melirik tajam manik-manik mata Cristhopan,
"Kenapa? mereka menyiapkan ini untukku, Aku sudah berbaik hati membiarkanmu menumpang disini"
Zenya tersenyum malas, "Ya tuan, saya mengerti, biar saya membantu anda mandi"
Zenya mulai ngeramasi Cristhopan, setelah itu ia menggosok punggung Cristhopan dengan lembut, Cristhopan mengerjapkan mata, Ia tak berbicara sepatah katapun.
"Tubuh Pria ini sangat putih dan bersih, Aku tak pernah memperhatikan tubuhnya, Ternyata di balik otot-ototnya yang menonjol, terdapat banyak bekas luka, Kenapa seorang Presdir mempunyai bekas luka sebanyak ini" Zenya menyentuh bekas luka yang paling dalam. Usapan tangan Zenya membuat Cristhopan membuka matanya,
"Kenapa? Kau baru mengetahui bahwa ditubuhku terdapat banyak bekas luka?" Zenya terhenyak,
"Sa-saya terlalu kurang memperhatikan" Zenya gelagapan,
"Cih, Kau memang tidak pernah perhatian padaku, Tidak seperti aku yang selalu memperhatikanmu, Aku sangat tahu betul tentang dirimu, Bahkan aku mengetahui sesuatu yang mungkin kau sendiri tidak mengetahuinya" Cristhopan menoleh kesamping
"Ada apa ditubuhku" Tanya Zenya yang sebenarnya tidak penasaran
"Ada bekas luka goresan di punggungmu, Walaupun sudah samar, Ada tanda lahir di pinggang sebelah kiri, Dan ada tahi lalat di anu mu" Zenya terbelalak kala ia mendengar ucapan yang terakhir, Matanya melotot, wajahnya memerah.
"Kau! Kau mencoba menggodaku lagi?" Zenya refleks memukul pelan punggung Cristhopan
"Tidak, Aku tidak bercanda, Aku sudah menduga jika kau tidak mengetahuinya" Ucap Cristhopan dengan nada yang serius.
"Tidak kau pasti berbohong!" Zenya menutup wajahnya.
"Jika kau tidak percaya coba periksa, Aku sudah sering melihatnya, Bahkan melumattnya" Cristhopan membalikkan tubuhnya, Ia menyeringai
"O-owh!"
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
Hy sahabat online~ Terimakasih kepada kalian yang setia membaca Cinta Kedua ~ Terus beri dukungan kepada Author ya, Dengan cara Like, koment, dan Vote. Tambahkan sebagai Favorit juga agar kalian tak ketinggalan Update dari Cinta Kedua~ Terimakasih~
__ADS_1