CINTA KEDUA

CINTA KEDUA
CK 40 - MASALAH BARU


__ADS_3

Perempuan itu nampak terlihat tak suka kala pria yang menghentikan Zenya berbicara akrab pada Zenya.


"Kenapa, Safir?" Tanya laki-laki itu berbalik.


"Untuk apa kamu berbicara pada orang baru ini?" Tanya gadis itu merengek


"Hhhhh, Aku hanya menyapa nya, Apa itu sangat menganggu-mu?" Ucap lelaki yang di sapa Vincent itu, Pria itu terlihat tak suka.


"Kau!" Pekik Safir.


"Aku adukan pada Rebecca, Kau pasti tidak akan bisa berkutik lagi" Ancam Gadis itu penuh percaya diri.


"Silahkan saja, Kau pikir siapa yang bisa mengatur kehidupan pribadiku?" Ucap Pria itu dengan seringai di wajahnya.


Zenya yang tercegat keributan yang disebabkan oleh dua orang yang tidak di kenal nya pun hanya bisa menghela nafas lalu menghembuskannya kasar.


"Kau lihat saja! Rebecca akan datang dan mencari wanita ini!" Telunjuk Safir mengarah pada Zenya


Zenya menaikkan kedua alisnya "Aku?" Ucapnya dengan nada penekanan penuh kebingungan.


"Kenapa kalian ribut dan melibatkan aku? Ayolah, bahkan kita tidak saling mengenal!" Ujar Zenya sambil mengerlingkan bola matanya.


"Kau! Sudah berani berbicara dengan dia, Itulah alasannya kenapa kau juga terlibat" Ucap gadis itu sambil menunjuk ke arah Zenya dan Vincent secara bergantian


"Oh tuhan! Aku bahkan belum sehari berada disini, tapi sudah di pertemukan dengan orang-orang aneh seperti ini" Gumam Zenya jengah.


"Hhh, Aku tidak ada urusan dan tidak ada masalah dengan kalian, Sekarang masih banyak yang harus ku kerjakan" Zenya hendak melipir, Namun Safir menahan tangannya.


"Kau berani pergi disaat aku belum selesai bicara?" Ucap gadis itu penuh intimidasi


"Nona, Tolong lepaskan tanganku" Zenya menarik lengannya,


"Kau sungguh berani!" Safir mengangkat tangannya seperti hendak menampar Zenya,


Grep!


Vincent menahan tangan Safir yang sudah melayang dan hampir mengenai pipi Zenya,


"Kau ini kenapa?" Bentaknya pada Safir.


"Kau berani membentakku?" Nada bicara Safir tak kalah tinggi.


"Kau!" Vincent mencengkeram tangan Safir, lalu menariknya entah akan pergi kemana


"Vincent! Lepaskan! Aku akan buat perhitungan pada gadis itu! Dia sudah berani melawan padaku!" Safir menjerit-jerit dan meronta untuk melepaskan tangannya, Zenya yang keheranan hanya bisa mematung sambil memeluk dokumen di dada nya.


"Ada-ada saja" Zenya menghela nafas panjang, Setelah itu bergegas pergi ke tujuan awalnya.

__ADS_1


*


*


Diam-diam ada yang tertawa melihat aksi tadi, Fiona berpangku tangan di balik tembok yang tak jauh dari lokasi kejadian kegaduhan Zenya barusan.


Ia terlihat tersenyum sinis kala Safir menganggu Zenya,


"Lihat saja Zenya, Hidupmu tak akan aman disini" Ucapnya, Ia ikut pergi setelah melihat kegaduhan itu selesai.


"Aku yakin Safir bukan orang sembarangan. Dan lelaki yang bernama Vincent itu, Aku harus mencari tahu apakah benar dia adalah saudara laki-laki dari Tuan Cristhopan Alexander" Gumam nya sambil berjalan melewati taman.


Saat hendak masuk ke kelas, Sudut matanya menangkap Safir yang tengah berbicara dengan seorang wanita yang cantik, Ia terlihat sangat elegant dan sombong.


Terlihat Safir berbicara dengan ekspresi yang penuh kekesalan.


Fiona menaikkan ujung bibirnya, Ia menautkan satu alisnya "Ini kesempatan" Gumam nya sambil berjalan mendekati Safir.


"Hy~" Sapa nya ramah, berharap Safirpun membalas sapaan nya dengan ramah.


"Hy?" Safir mengangkat satu alisnya, Ia menatap jijik ke arah jabatan tangan yang dilayangkan oleh Fiona,


Fiona tersentak kala melihat ekspresi itu, buru-buru ia menarik uluran tangan tersebut, hatinya sudah di liputi rasa kesal.


"Mau apa kau menghalangi jalanku?" Ucap Safir Sombong,


"Emh, Itu.." Tiba-tiba saja Fiona menjadi gugup, gadis yang berdiri di samping Safir melipat tangannya di dada, Menunggu Fiona mengeluarkan kalimat.


"Tidak, Bukan itu.. Aku tadi melihatmu terlibat masalah dengan Zenya" Fiona jadi kikuk.


"Kamu? Kau? Menyebut aku dengan sebutan kamu? Haaaaahhh, bisa gila aku lama-lama" Safir terlihat kesal, Ia mengibaskan tangannya seolah itu adalah kipas.


Fiona menutup mulut dengan satu tangannya "Apa aku salah bicara?" Gumam nya dalam hati, Kini badannya mulai terasa lemas.


"Kau harus melihat posisimu! Sudah sangat berani kamu berbicara tidak sopan pada Nona muda keluarga Stuart?" Pekik Safir yang hampir berteriak.


Fiona membelalakkan matanya, "Celaka! Jika dia adalah Nona muda keluarga Stuart, Sudah jelas perempuan yang di sebelahnya adalah, Rebecca Alexander?" Dada nya kini berdegup kencang.


"Nona muda? Ah! Nona, Maafkan kelancangan saya! Saya sudah sangat bodoh karena tidak mengenali anda" Ucap Fiona sambil terus membungkuk berulang-ulang


"Cih!" Safir mendelik


Gadis yang diyakini adalah Rebecca Alexander itu menyunggingkan sudut bibirnya.


"Sudahlah Safir, Tadi dia berbicara tentang Zenya, Memang siapa gadis yang kau maksud?" Tanya gadis itu dengan wajah yang sangat sombong.


"Itu.. Dia gadis pertukaran pelajar yang tadi sempat bermasalah dengan Nona Safir" Fiona kini sangat berhati-hati.

__ADS_1


"Haha, Ooooh gadis itu, Safir! Nama gadis yang sudah membuatmu kesal setengah mati" Ejek Rebecca


"Rebecca! Aku serius! Aku sangat kesal dengan gadis itu" Safir merengek


"Ya, Ya, Aku tahu, Memang kapan kau merasa tidak kesal" Ejeknya lagi, Safir langsung mengerucutkan ujung bibirnya.


Rebecca menggelengkan kepala sambil tersenyum aneh, Ia kini berpaling menatap Fiona,


"Jadi, Kau kemari dengan tujuan apa?" Tanya nya.


"Emh, itu.. Saya hanya mau mengingatkan kepada Nona. Zenya, Gadis itu tampilannya saja yang polos, Tapi sebenarnya hatinya seperti rubah. Dia licik dan penuh trik" Fiona mulai melancarkan aksinya.


"Seekor rubah? Maksudmu? Dia jelmaan binatang?" Rebecca mempermainkan Fiona,


"Tidak Nona, Bukan seperti itu. Maksud saya dia sangat suka bermain trik, Dia penuh siasat dan sangat licik. Jika Nona bertemu dengannya, Akan sangat sulit untuk mengetahui niat hatinya, Ia akan terlihat seperti gadis biasa yang polos dan baik hati. Tapi sebenarnya, Dibalik dirinya itu, Ia menyimpan begitu banyak penyakit hati dan dia sangat pendendam, Saya yakin dia nanti akan membuat perhitungan dengan Nona Safir" Ujar Fiona sangat berusaha untuk meyakinkan dua Nona keluarga besar tersebut.


"Cih, Dia berani membuat perhitungan dengan siapa? Aku?" Ujar Safir penuh kesombongan.


"Ya Nona, Tentu saja anda"


Rebecca menyipingkan matanya, "Kau pikir, seorang nona keluarga besar bisa begitu saja di tindas oleh rakyat jelata?" Rebecca menyunggingkan ujung bibirnya.


"Bagaimana cara gadis itu membalas Safir?" Sambung Rebecca


"Dia tidak akan melakukannya sendiri, Dia bukanlah gadis bodoh. Ber-urusan dengan seseorang yang memiliki reputasi tinggi harus di balas dengan orang yang lebih tinggi juga" Fiona mulai membuat kedua gadis itu penasaran sekaligus jengkel.


"Kau pikir siapa yang lebih tinggi dariku? Hanya Rebecca yang mempunyai reputasi yang sama. Bahkan seorang Rektor tak bisa berkata apa-apa jika mendengar nama keluargaku" Safir sudah tersulut emosi.


"Tentu saja, Zenya akan menggaet beberapa pria kaya, Dia sudah sangat sering melakukannya"


"Siapa yang berani melawan keluargaku?" Safir tak terima, Ia merasa di remehkan.


"Siapa tahu, seseorang yang baru saja tergoda oleh Zenya akan datang kemari dan membalaskan dendamnya" Fiona semakin memancing.


"Siapa? Dia pasti hanya ingin mencari mati" Safir mendelik


"Kau terlalu berbelit-belit. Siapa orang dengan reputasi tinggi yang sudah tergoda oleh gadis itu?" Rebecca penasaran,


"Kemarin, Zenya terkena masalah di kampus, Ia melawan anak dari seorang rektor, Karena merasa ia tidak akan menang melawan orang tersebut, awalnha ia sempat mengalah, Tapi beberapa hari kemudian, Gadis yang pernah bermasalah dengannya tiba-tiba hilang, setelah ditemukan pun ia tak mau bertemu dengan orang lain, Seseorang telah merusak wajahnya. Diduga itu adalah pembalasan dendam dari Zenya, semua sudah menduga ini adalah ulahnya, karena bukan kali pertama ia menggunakan tangan orang lain untuk membalaskan dendam nya. Dan kali ini, orang yang berada di belakangnya bukanlah orang yang sembarangan, Orang itu adalah, Tuan muda Cristhopan Alexander!"


"Cristhopan? Alexander?"


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°•••••••••••••••••••••


Hy sahabat online~ Terimakasih kepada kalian yang selalu setia membaca Cinta Kedua ~


Terus beri dukungan kepada Author ya, Dengan cara Like, koment, dan Vote.

__ADS_1


Tambahkan juga sebagai Favorit, agar kalian tak ketinggalan Update dari Cinta Kedua~


Terimakasih~


__ADS_2