
Mereka sudah selesai dengan urusan tanda menandatangani, Cristhopan mengajak Zenya untuk mengikutinya ke ruang kerja, Ia membaca buku-buku yang harus sedikit di pelajari olehnya. Cristhopan mulai berkutat dengan laptopnya.
Tok tok tok
"Tuan, Waktunya sudah lewat untuk makan siang, Tapi anda dan Nona Zenya sama sekali belum makan apa-apa sejak sarapan tadi" Sisi yang bertugas sebagai Asisten rumah tangga di villa itu meminta agar Tuannya dan Zenya segera bergegas mengisi perut mereka yang belum di isi sejak pagi.
"Baik, Siapkan hidangannya" Cristhopan bangkit, tangannya mengulur ke arah Zenya, "Mari, kita makan siang" Ucapnya Lembut. Zenya hanya mengangguk, Sebenarnya ia malas harus makan satu meja dengan orang ini, Namun apa daya, Ia tak bisa menolak.
"Gadis ini mulai mengerti cara bersikap padaku?"
Zenya dan Cristhopan sudah berada di ruang makan, terdapat berbagai hidangan menggugah selera tersusun rapi, Disana terdapat pula beberapa hidangan kesukaan Zenya, Rasanya ia ingin segera mencomot ikan mas yang di beri bumbu kuning itu, Tapi rasa gengsi nya melarang ia untuk melakukan itu.
"Tahan Zenya! Kau harus bisa menjaga image!" Batinnya.
Cristhopan yang sedari tadi memperhatikan Zenya hanya tersenyum kecil, Ia bisa menebak apa yang ada di fikiran gadis itu, "Pffftt.. Lihat gadis bodoh itu, Aku yakin dia sudah sangat ingin menghabiskan hidangan ini, Lihat air liur yang hampir menetes itu. Secara, aku sudah menyuruh pelayan agar memasakkan hampir semua hidangan kesukaannya." Ternyata Cristhopan sudah merencanakan semuanya. Ia mempunyai Billy, tentu saja informasi kecil begini sudah pasti dengan mudah ia dapatkan.
__ADS_1
"Kenapa kau malah 'bengong?" Hardik Cristhopan kasar.
"Tidak, Aku tak apa" Zenya berbicara tanpa melihat ke arah Cristhopan.
"Segera habiskan makanannya, Setelah itu kau harus menemaniku, jadi kau butuh banyak energi" Zenya terhentak, wajahnya memerah, "Dasar orang gila, Sudah lihat disini banyak orang, masih saja menggodaku begitu" Tanpa menyahuti nya lagi Zenya menyendok ikan mas kesukaannya itu, tak lupa ia menambahkan beberapa cabe rawit merah yang ada di kuah nya.
"Yummy.. Yummy.. Akhirnya aku bisa makan enak juga" Batinnya "Mudah-mudahan orang gila itu tidak berulah" Zenya mulai menyantap hidangannya, Tanpa menawari ataupun melayani Cristhopan terlebih dahulu.
Satu alis Cristhopan terangkat "Gadis ini bukan hanya bodoh, tapi juga idiot. Dia sama sekali tak manawari atau melayaniku terlebih dahulu. Apa dia sengaja? Tapi lihat, Sepertinya ia sudah tak makan selama sepuluh tahun, rakus dan jorok sekali cara makannya" Cristhopan bergidik ngeri, Ia semakin memperhatikan kala Zenya makan hanya dengan menggunakan tangannya saja, Ia begitu menikmati.
"Ekhem" Ia berdehem, Zenya melotot, Ia sadar bahwa ia telah melupakan sesuatu yang sangat penting.
"Astaga dragon! Aku melupakannya" Ia nyengir, "Hehe Tuan, Apakah anda ingin mencoba ikan mas nya?" Zenya cengengesan sambil mengangkat tinggi tangan kotornya yang masih memegang sedikit daging ikan mas.
"Kenapa bertanya? Sudah jelas kau harus melayaniku!" Cristhopan berdecak, Terdapat intonasi seperti sedang menyindir.
__ADS_1
"Maaf Tuan, Saya segera melayani" Sahut Zenya malas
Zenya pun berinisiatif melayani Cristhopan makan, tanpa mencuci ataupun mengelap tangan yang sudah terlumuri bumbu, Ia mengambil sumpit yang bekas di pakai nya. "Tuan mau makan dengan apa?" Tanya nya dengan mata yang bergulir mencari hidangan yang kira-kira cocok dengan selera Tuan muda nya, Tak lupa ia mencapit-capit sumpit yang ada di tangannya.
"Coba kau pilihkan untukku" Cristhopan menyandarkan bahunya, tangannya ia lipat tepat di depan dadanya.
"Hmmm kalau begitu, Cobalah ikan mas ini, Ikan nya di masak dengan sempurna, sampai cucuk-cucuk tulangnya pun bisa di makan" Zenya sangat antusias, Tanpa memikirkan apa-apa lagi, ia segera menyumpit ikan itu lalu menyuapkannya pada Cristhopan,
"Celaka, Tuan biasanya tidak ingin barangnya disentuh oleh siapapun, Apalagi makanannya di sentuh oleh orang lain. Lihat tangan Zenya, itu kotor! Dan Daging itu, Zenya menyumpitnya menggunakan sumpit yang sudah ia pakai " Billy yang berada di ruang makan itu gemetar, Ia panik sendiri kala hal yang paling di benci oleh tuannya itu di lakukan oleh Zenya. Ia tahu bahwa Cristhopan tak akan mentolerir siapapun yang melakukan kesalahan di hadapannya, Sekalipun itu perempuan.
●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●
Hy sahabat online~ Terimakasih kepada kalian yang setia membaca Cinta Kedua ~ Terus beri dukungan kepada Author ya, Dengan cara Like, koment, dan Viote. Tambahkan sebagai Favorit juga agar kalian tak ketinggalan Update dari Cinta Kedua~ Terimakasih~
__ADS_1