CINTA KEDUA

CINTA KEDUA
T I G A


__ADS_3

Jangan lupa vote


______________________________________


Ningsih menggunakan daster panjang tanpa lengan. Perutnya sudah terlihat membesar. Wajar saja karena ia sudah hamil 5 bulan.


Bi Erni pembantu rumah tangga mereka mengizinkan dirinya untuk berhenti bekerja karena anaknya sakit keras dan harus dirawat.


Kedua pasangan itupun menyetujuinya. Mereka memberikan uang lebih untuk Bi Erni.


"Iya Mas... jangan lupa istirahat ya disana jangan lembur terus!" Suaranya terdengar lembut di telepon


Sudah 4 hari Kailo keluar kota. Ningsih menolak untuk ditemani siapapun di rumah ini. Ia merasa bisa mandiri dan tidak ingin merepotkan orang orang.


Namum ia salah besar.


_


_


_


_


_


Keesokan harinya


"Pak ini berkas berkasnya mohon di tanda tangani!" Ucap sekertaris Kailo . Letta.


Kailo mengambil berkas tersebut dan membacanya dengan seksama setelah selesai membacanya ia menandatangi berkas tersebut. Lalu menyerahkan lagi pada Letta .


"Baik Pak terima kasih" sekertaris berkacamata itu pergi meninggalkan ruangan Kailo.


Hati Kailo merasa tak enak. Ia merasa akan ada yang hilang darinya.


Tetapi Kailo hanya berdoa agar tidak terjadi apa apa pada Keluarga kecilnya yang sebentar lagi akan hadir malaikat kecil mereka.


_


_


_


_


_


"Iya Bu Ningsih baik baik aja kok. Jangan khawatir" ucap Ningsieh sembari mengelus perutnya


"....."


"Ibu hati hati ya liburan jangan lupa pulang bawa coklat Belgia ya"


"....."


"Iya Bu,Assalamualaikum"


Ningsieh memutuskan sambungannya pada ibunya


Baru beberapa menit ia mendiamkan ponselnya. Ponselnya kembali berdering.


Malam ini benar benar ramai Ningsieh mengira bahwa ia sendiri di rumah akan terasa sepi. Namun salah.


Kailo menghubunginya .


Kali ini mereka melakukan Video Call. Ningsieh tersenyum.


"Capek ya Mas?" Tanya wanita itu lembut


"Tidak sayang!" Bantah nya cepat


"Kalau lelah istirahat lah Mas... jangan paksa dirimu" suara Ningsieh begitu lembut untuk menenangkan suaminya


"Aku ingin melihat wajahmu... mana anak kita?" Tanya nya lembut


Ningsieh menunjukan perut buncitnya.


"Ayah! Ini aku... aku nyaman di perut Mama" suara Ningsieh mengikuti suara anak bayi Kailo terkekeh melihat tingkah laku Ningsieh


"Jangan nakal nakal di perut Mama ya Dedek... temani Mama terus!" Ucap Kailo lembut

__ADS_1


Kailo memperhatikan pergerakan Ningsieh yang membuat susu seperti biasanya.


Ningsieh meminum Susu tersebut.


Shit!


Kailo juga laki laki. Nafsunya bangkit ketika melihat istrinya itu meminum susu. Ningsieh terlihat sangat cantik seperti itu.


"Mau minum juga Mas?" Goda Ningsieh


Glek!


"Ah iya Dek, Mas haus. Bentar Mas ambil air dulu"


Kailo meminum air mineral.


"3 hari lagi Mas pulang" ucap Kailo


"1 hari bagiku begitu berat... apalagi 3 hari Mas" ucap Ningsieh


"Sama seperti ku Ningsieh... aku ingin pulang,dan memelukmu dan....dan anak kita"


"Iya Mas" suara Ningsieh terdengar bergetar


"Ningsieh? Ada apa?"


Ningsieh mencengkeram perut nya .


Tangan kanannya mencengkeram sisi meja.


"Ma...aass" suaranya terputus putus


"Sa...sakit !"


"NINGSIEH! JANGAN BERGERAK AKU AKAN MENYURUH ORANG KE SANA!" ucapnya berteriak saat melihat Ningsieh berjalan menuruni tangga


Ningsieh berfikir bahwa ia harus segera ke rumah sakit untuk menyelamatkan anak mereka.


Ningsieh merasakan dingin di area pahanya. Daster Ningsieh dipenuhi darah. Ia terkejut...


"Masssssssss.... Bibiiiiiiiii" teriaknya panik


Ningsieh terpeleset karena darahnya sendiri.


"A..anakku!" Ucap nya sebelum menutup mata.


*


Aroma obat obatan terlalu menusuk di indra penciuman Ningsieh hingga membuat ia terbangun.


Ningsieh merasakan sakit di perut nya. Ia meraba perut nya...


Datar?


"Bayiku? Bayiku?" Ucap nya panik


"Dek! Dek!" Ucap Kailo


"Kemana anak kita Mas? Dia baik baik saja kan?"


"Tenang Dek..."


Ningsieh mengigit bibir pucatnya kuat kuat.


"Katakan Mas! Apa yang terjadi dengan Bayiku!" Bentak Ningsieh


Kailo memeluk istrinya.


"Allah lebih sayang dengan anak kita Ningsieh..." Lirihnya pelan di telinga Kailo


Ningsieh menggelengkan kepala nya tidak percaya.


"Gak! Gak mungkin! Katakan itu bohong ! Katakan Massssssssssssss! Hiks"


Kailo mempererat pelukannya pada Ningsieh.


Ningsieh memberontak terpaksa Dokter memberikan obat bius untuknya.


Kailo mencium dahi Ningsieh.


Kenapa ini harus terjadi?

__ADS_1


Kailo keluar dari ruangan Ningsieh. Dewi sudah berkacak pinggang.


"Katakan saja padanya bahwa ia tidak akan bisa hamil lagi!" Bentaknya marah


"Bunda ngomong apa sih?" Ucap Kailo marah


"Dokter berkata akan sulit hamil Ningsieh kedepan nya. Kamu tau? Bunda ingin punya cucu! Ceraikan saja istrimu yang cacat itu!"


Kailo benar benar marah ketika Dewi menyuruhnya untuk bercerai dari Ningsieh. Ia mencintai Ningsieh dan akan menerima kekurangan Ningsieh.


"Kailo mencintai Ningsieh Bun! Dan selamanya Ningsieh Juwanti tetap akan kucintai"


"Keluarga kamu akan hambar Kailo! Kalau wanita cacat itu tidak akan memberikanmu Anak! Lebih baik kamu poligami saja!"


"Poligami?"


"Iya Poligami. Kamu tetap mencintai Ningsieh tetapi memiliki anak dengan wanita lain."


Kailo menggeleng


"Bunda perempuan! Apa Bunda ngak punya perasaan sebagai perempuan? Dimana hati Bunda sebagai wanita?"


"Lihat saja kau akan menyesal Kailo!"


Dewi dan Kailo melihat Sari dan Rasno berlari terburu buru. Dengan cepat Dewi pergi. Ia benci melihat keluarga Ningsieh.


"Bun...Bunda!" Panggil Kailo pada ibunya.namun ibunya tak ingin berhenti.


"Bagaimana keadaan Ningsieh Kailo? Bagaimana dengan cucu Ibu?"


"Bagaimana dengan Ningsieh Kailo?" Tanya Rasno


Kailo menghela nafas...


Ia juga harus mengatakan hal ini.


"Ningsieh baik baik saja Bu, Pak... namun anak kami tidak dapat di selamat kan."


"Innalilahiwainallilahi rojiun... Cucu kita Pa! Cucu kita!"


"Bu maafkan saya yang tidak bisa menjaga istri saya dengan baik... ampuni saya!" Ucap Kailo terdengar frustasi


Rasno mengangkat menantunya


"Semua kehendak Allah... hidup dan mati sudah ditentukan yang maha kuasa..."


*


*


*


*


*


Keluarga mereka sedang berduka.


Kailo terlihat lesu karena kotak berhasil mengajak Ningsieh berbicara.


Ningsieh masih berada di kamar bersama Dewi.


"Kamu sudah jadi wanita cacat! Ceraikan suamimu! Atau kau di Poligami?"


Ningsieh masih tak menjawab.ia kehilangan anaknya sekaligus menjadi wanita cacat. Apa kesalahan hamba Ya Allah?


"Kamu jadi bisu sekarang Ningsieh?" Bentak Dewi sekaligus menjambak rambut panjang Ningsieh


Ningsieh menangis. Dari awal kah hubungan mereka tak direstui? Hingga sampai anak pun Allah tak ingin memberikan kepercayaannya pada Ningsieh.


"Bagus! Kalau kamu diam berarti kamu setuju untuk di poligami"


Entah bagaimana perasaan Dewi? Tidak ada wanita yang ikhlas di poligami. Banyak wanita berkata ikhlas lahir batin namun apa? Apa yang mereka lihat saat sang suami bersama istri muda berdua? Ia jelas cemburu.


Ningsieh akui ia bukan bidadari surga yang reka di poligami. Ia juga tidak ingin berbagi suami dengan wanita lain.


Maka dari itu Ningsieh tidak menggunakan hijab. Karena ia merasa belum pantas untuk memakainya.


Dewi yang kesal sendiri ia keluar dari Kamar anaknya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2