CINTA KEDUA

CINTA KEDUA
E N A M


__ADS_3

Jangan lupa vote


________________________________________


Sudah hampir 5 bulan Ningsieh selalu mengikuti ke mana suaminya pergi.


Dan hasilnya bukan hanya kantor saja yang di kunjungi Kailo tetapi tempat di mana Maya berada.


Saking karena terbiasa dengan semua ini Ningsieh sampai tak bisa menangis lagi,dan tentu saja semua ini hanya bisa ia serahkan kepada Tuhannya.


"Kenapa matamu memerah Ningsieh?" Tanya Kailo tak enak


"Ah! Gak kok Mas...tadi habis masak gak sengaja kelilipan" bohong nya


"Kamu gak usah bohongi aku Ningsieh! Aku suami mu...aku mengenal mu..." Ningsieh memalingkan mukanya ke arah lain. Tak sanggup Ningsieh untuk berkata kata lagi.


"Aku akan ke Luar Kota selama dua minggu!" Ucapnya


"Perihal???" Tanya Ningsieh


"Pekerjaan,istriku...ku harap kau baik baik di rumah ya!" Ucap Kailo pelan


"Jangan tinggalkan Aku! Maaf aku bukan wanita yang sempurna untukmu Mas...tapi...aku selalu berusaha yang terbaik!" Lirih Ningsieh


"Mengapa kau mengatakan ini? Seakan aku akan pergi meninggalkan mu selamanya?"


"Bukan! Aku hanya tidak sanggup...sikap mu denganku sudah berubah Mas..."


"Mas pergi! Kamu di rumah baik baik ya..."


Ningsieh POV


Entah yang kulakukan ini termasuk dosa atau tidak...


Jika kalian berada di posisi ku, Ku rasa tidak akan sanggup.


Aku bukan wanita suci... wanita Ahli surga...namun aku selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik.


Aku wanita biasa...


Perasaanku lemah... aku tidak sanggup bila di poligami...


Aku tidak rela di madu...


Sejujurnya hati wanita mana yang rela di madu? Mereka berusaha untuk merelakan tetapi tidak sepenuhnya...


Karena merelakan sepenuhnya itu bukanlah hal yang mudah.


Namun nyata nya sekarang aku telah di poligami. Wanita cantik bertubuh jenjang itu sudah menikah siri dengan Mas Kailo.


Sekarang aku tahu...


Mas Kailo pergi ke luar kota selama dua minggu karena ingin bulan madu dengan istri barunya.


Tetapi mengapa mereka tidak meminta izin denganku?.


Rasanya lemas sekali,tak mampu aku mengendap-endap seperti selingkuhan yang takut ketahuan istri sah nya.


Mungkin Mas Kailo bisa menceraikan ku...


Entah mengapa bodohnya aku masih menonton semua kegiatan mereka di sini. Kaki ku bagai terpaku di atas tanah ini.


"Semoga cepat punya anak ya Maya...jangan buat kecewa seperti Istri Mandul nya Kailo" ucap Ibu mertua ku.


Aku tidak mandul Bu!


Jeritku dalam hati.


Kulihat suamiku masuk dan merangkul Maya. Bu Dewi ke laut dari sana. Aku tidak buta! Aku dapat melihat!.


Ck... aku mempunyai Hatinya tetapi tidak dengan raga nya.


Mungkin ini adalah cobaan untuk ku...


Ku putuskan untuk pulang...namun pikiran ku mengajak ku ke suatu taman.

__ADS_1


POV END


Dalam diam Ningsieh tetap menangis...


Taman yang begitu sepi tak ada orang yang mengunjunginya.


Rambut hitam nan panjang Ningsieh menari nari di udara karena tertiup angin.


Bolehkah Ningsieh merasa kecewa?


Perasaanya tidak sanggup namun ini baru saja permulaan.


Sudah ribuan kali ia berusaha tegar namun air mata tetap mengaku deras memenuhi wajahnya.


Kenangan kenangan indah yang mereka buat dulu itu telah terburai entah berantah.


Kalimat yang Kailo janjikan sudah menjadi bualan bagi Ningsieh.


Sementara itu di sisi lain juga ada seseorang yang sedang melawan gejolak batin.


Ya seorang itu adalah Kailo. Dewi selalu memaksa anaknya untuk menikahi wanita pilihan nya.


Dewi sangat membenci menantunya. Dari awal Dewi sudah memperingati Kailo untuk menikahi perempuan lain saja.


Ada perasaan sedih ketika Kailo sendiri mengkhianati Ningsieh,namun ini harus ia lakukan agar memiliki anak.


Ningsieh pasti bisa mengerti kan nya.


Wanita ber lingerie merah sexy itu merangkul pundaknya.


"Ini sudah malam loh! Kenapa gak tidur? Aku merajuk loh!" Ucap nya di buat buat sexy


Awalnya Kailo tidak mendengarnya namun ketika Maya menciumi leher Kailo. Gejolak nafsu Kailo bangkit dan langsung membara.


Kailo membalas ciuman istrinya juga. Maya mendesah saat tangan Kailo menyusup ke dalam Celana dalam nya.


❤️❤️❤️❤️❤️


Ningsieh melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda karena pernikahan mereka.


Besok tepat 2 minggu setelah ke pergi an Kailo dan mungkin besok juga Kailo akan pulang.


Ningsieh mengunjungi salah satu Butik yang ia bangun dengan hasil kerjanya sendiri sebelum menikah dengan Kailo.


"Bagaimana dengan pekerjaan kalian?" Tanya Ningsieh pada salah satu anak buah nya


"Maaf Bu,beberapa hari yang lalu ada seorang Direktur yang memesan Jas,dan yang menangani nya adalah Ani... tetapi Ani izin sudah 2 hari karena Ani sedang mengidam."


Ningsieh mengangguk paham


"Kapan Jas nya mau di pakai?" Tanya Ningsieh


"Lusa Bu"


"Kamu siapkan bahan nya biar saya yang menangani nya ya"


"Ta..tapi Bu!"


"Kerjakan saja atau bonus kalian saya potong!"


"Baik"


Ningsieh menerima barang yang ia butuhkan. Ningsieh sendiri yang akan mendesain kan Jas nya. Karena pelanggan nya meminta untuk di desain kan yang bagus.


*


*


*


Ningsieh menggambar Jas di atas kertas putih yang ia siapkan.


Bukan Ningsieh namanya jika tidak bisa bekerja.


Setelah mendesain dengan waktu yang bisa di bilang cukup singkat. Ningsieh membuat pola pada kain,membuat dan menjahit.

__ADS_1


Karena semalam penuh Ningsieh lembur. Maka keesokan hari nya ia bangun kesiangan.


Ningsieh hanya mengerjakan dalam waktu 1 hari.


Ningsieh tidak mau butiknya di cap yang aneh aneh oleh pelanggannya.


Jas hitam itu begitu elegan membuat pemakaian terlihat berwibawa.


Rancangan ini khusus Ningsieh sendiri yang membuatnya.


Ia berharap semoga pelanggan nya menyukainya.


"Kamu memang istri yang pengertian Dek... lembur demi membuatkan Mas Jas ini" ucap Kailo sambil mengambil Jas yang ada di pelukan Ningsieh


Ningsieh merasa tidak nyaman,ada yang menarik Jas dari genggamannya. Ningsieh terbangun dan melihat suaminya yang sudah dua minggu tidak ada di rumah.


"Mas..."


"Makasih ya Ningsieh kamu sudah capek capek lembur demi aku..."


Ningsieh bingung dengan ucapan suaminya ini.


"Maksud nya Mas?"


"Ini Jas nya buat Mas kan Dek?" Tanya Kailo ,Ningsieh menggeleng tidak


"Bukan itu buat Pelanggan ku... mau di gunakan besok,tetapi si Ani izin karena sedang hamil."


Wajah senang Kailo yang tadi begitu membara jadi luntur karena Ningsieh berkata seperti itu.


"Apa harus kamu sendiri yang buat Dek? Karyawan butikmu kan banyak!"


"Mereka tidak bisa mengerjakan dalam waktu yang dekat Mas...biar aku saja yang membuatkan langsung" jawab Ningsieh lalu pergi dan menarik Jas hitam di tangan Kailo


Ningsieh akan mengemasnya untuk sang pelanggan.


*


*


*


Ningsieh menunggu pelanggannya untuk datang mengambil Jas hitam nya. Tanpa Ningsieh ketahui Kailo diam diam mengikuti nya.


"Selamat datang di Butik Ningsieh!" Ucap pelayan Butik


Pria itu berjalan ke kasir menanyakan pesanannya.


Kasir tersebut mengatakan Bos mereka yang membuatnya langsung.


Pria itu berjalan di mana Ningsieh berada.


"Mas Danu?" Tanya Ningsieh


"Eh Ningsieh...apa kabar?"


"Baik Mas...tumben mampir kesini?"


"Kamu kelihatan lebih kurus dari terakhir kita bertemu. Aku hanya mau mengambil pesanan ku ...katanya kamu yang membuat langsung ya?"


Ningsieh mengangguk.


"Wah sepertinya aku Spesial nih" gurau pria tampan itu


Ningsieh tersenyum.


"Aku gak tau kalau yang pesan itu Mas Danu...maaf kalau Jas nya gak sesuai apa yang Mas mau." Ucap Ningsieh sambil menyerahkan paper bag batik


Danu membuka nya. Ia terkagum kagum dengan hasil karya Ningsieh .


"Ini lebih dari Ekspektasi ku Dek... terima kasih"


Garis senyuman tercetak manis di pipi Ningsieh ketika ada yang menghargai hasilnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2