
Baskara baru saja berniat melajukan motornya, ketika sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu gerbang kostan Nilam.
"Siapa sih, kok parkir di depan pintu gitu." dengus Nilam dari belakang punggung kekasihnya.
"Sabaaar," sahut Bas mengusap lengan yang memeluk erat perut rampingnya.
Namun beberapa saat, tangan Nilam yang semula bertaut di depan Bas, perlahan terlepas saat menyadari siapa penumpang mobil yang terparkir sembarangan itu.
"Mba Laksmi," ucap Nilam pelan.
Perasaan tidak enak mulai merayap di hatinya.
"Pasti ada masalah sampai di datang ke mari." gumamnya dalam hati.
"Lam, itu kakak perempuannya Pandu, kan?" tanya Baskara yang ternyata juga ikut memerhatikan.
"Hmmm," sahut Nilam singkat.
Dalam hati Nilam khawatir. Laksmi datang pasti ingin mencari masalah dengannya.
Apa lagi yang wanita itu mau? Kenapa selalu mengusik kehidupannya? Padahal dirinya sama sekali tidak pernah menganggu Pandu dan keluarganya.
Nilam turun dari motor Bas, saat Laksmi sudah semakin dekat.
Wajah wanita itu nampak emosi, menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Jangan takut, mas ada di sini." bisik Bas, memberi ketenangan. Ia juga ikut turun dari motor.
"Mba Laksmi," sapa Nilam dengan tersenyum tipis. Namun, bukannya membalas sapaan Nilam, Lakmsi justru melayangkan tamparan ke pipi Nilam, hingga gadis itu mundur beberapa langkah karena terkejut.
"HEEI!!!" teriak Baskara marah, dan mendorong tubuh Laksmi dengan keras.
Setelahnya, ia segera menghampiri Nilam yang masih memegang pipinya, yang memerah.
"Kamu nggak pa-pa, Lam?" tanyanya khawatir.
Nilam menggeleng.
Seolah mendapat kekuatan dari langit ia menegakkan kepala, menatap tajam ke arah Laksmi.
Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Nilam, namun sorot matanya menegaskan jika dia tengah marah.
"Apa maksudmu bersikap sekasar itu pada Nilam?" tanyanya dengan nada rendah yang menakutkan.
"Mas, udah ... Aku bisa atasi sendiri." Nilam berusaha melepaskan cengkraman itu.
Laksmi yang baru saja mengalami kekerasan fisik, wajahnya memucat dan nafasnya terengah.
"Ada keperluan apa kamu ke mari?" tanya Nilam setelah berhasil melepaskan tangan Bas.
Wajah ketakutan Laksmi seketika hilang, saat mendengar suara Nilam.
__ADS_1
"Sebenarnya aku nggak Sudi datang menemui mu di sini. Tapi aku harus melakukannya ...."
"Jangan berbelit, aku nggak punya banyak waktu mendengar ocehanmu." potong Nilam.
Laksmi sedikit terkejut dengan sikap Nilam yang berubah drastis. Wanita itu mengatur nafasnya, agar bisa lebih tenang saat berucap.
"Berhenti menganggu Pandu! Dia sudah bahagia dengan keluarganya. Jangan menjadi orang yang tidak tau diri, dengan selalu menjadi bayangan hitam rumah tangga mereka." ucap Laksmi.
Nilam sudah menduga, wanita di depannya ini pasti berniat mencari masalah prihal pertemuannya dengan Pandu beberapa jam yang lalu.
"Dia sudah bahagia bersama Via, mereka akan segera memiliki anak. Kamu hanya bagian masa lalunya, hanya setitik debu, tidak berarti apa-apa. Jangan merendahkan harga dirimu, dengan menjadi orang ke tiga." tegasnya lagi.
Nilam tersenyum sinis mendengar ucapan Laksmi.
Bagian mananya dia mengganggu kehidupan keluarga itu lagi? Bahkan tidak sekali pun terlintas dalam benaknya, untuk sekadar mencari tahu, apalagi ingin merusak hubungan Pandu dengan istrinya.
"Pandu tidak seistimewa itu di mataku, hingga aku harus menghabiskan waktu dengan mengusik kehidupannya. Lagipula, seharusnya kamu berkaca terlebih dahulu sebelum bicara, siapa yang menjadi pengganggu? Kamu lupa apa yang kalian lakukan dulu? Siapa yang menghadirkan orang ke tiga di antara aku dan Pandu? Siapa yang merendahkan harga dirinya demi mendapatkan sesuatu yang diinginkan? Siapa yang membuka pa**ha lebar-lebar, hingga ada janin di dalam rahimnya? Padahal jelas-jelas saat itu dia hanyalah seorang teman, dan tau jika Pandu memiliki kekasih." balas Nilam.
"Aku, sama sekali tidak tertarik dengan kehidupan yang kalian jalani. Mau dia bahagia atau tidak, itu bukan urusanku. Untuk apa kau mengabiskan waktumu datang ke mari, dan membuat masalah di sini?"
"Ternyata ini wujud aslimu." ucap Laksmi, saat menyadari sejak awal Nilam sudah berkata tidak sopan dengannya. Tidak lagi santun dan memanggilnya dengan sebutan 'mba'.
"Pandai sekali kamu memainkan kata-kata ya." Laksmi menelisik tubuh Nilam dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.
"Kalau kamu tidak tertarik dengan kehidupan adikku, untuk apa kalian bertemu lagi? Kenapa kamu muncul, mengganggu kehidupan mereka?"
__ADS_1
"Tanya adikmu. Apa yang dia mau dariku? Bahkan sampai memohon agar aku mau berbicara dengannya.Katamu, dia sudah bahagia dengan kehidupan rumah tangganya. Bukankah seharusnya kamu tidak perlu khawatir denganku yang kau anggap hanya setitik debu?"
"Kau!" Laksmi tidak bisa melanjutkan ucapannya. Dia kehabisan kata. Semua kalimatnya dibalas tepat oleh Nilam.