CINTA KEDUA

CINTA KEDUA
D U A


__ADS_3

Jangan lupa vote


>


______________________________________


Sebulan kemudian


Mereka berdua kembali ke Indonesia setelah liburan Honeymoon yang sangat panjangnya.


Ningsieh yang lelah itu ketiduran di sofa. Kailo melihat gemas istrinya itu. Ia mengangkat Ningsieh ke tempat tidur. Ningsieh menggeliat seperti anak bayi baru lahir.


Tiba tiba Ningsieh membuka matanya.


Ia terkejut melihat Kailo.


"Mas,kamu udah mandi belum sih?" Tanya nya


"Belum Dek,kenapa?" Bingung nya


"Hoek...Hoek...!" Ningsieh berlari cepat ke kamar mandi


Di kloset ia memuntahkan isi perut nya yang memang air semua karena perutnya belum ia isi sama sekali.


Ningsieh mengelap bibirnya lemas. Kailo khawatir melihatnya. Ia segera menghubungi Pak Broto dokter pribadi nya.


"Ningsieh badan kamu anget,kamu sakit ya?"


Ningsieh menggeleng cepat


"Aku cuma kelelahan aja Mas... mungkin kecapekan karena kelamaan di pesawat"


"Ya udah sini Mas papah ya"


Kailo memapah Ningsieh.


*


*


*


"Bagaimana keadaan Istri saya Dok? Ada ada yang mengkhawatirkan?"


Tanyanya panik


Dokter itu melepaskan tetoskop nya.


"Selamatnya Kailo. Istrimu hamil. Tidak ada yang mengkhawatirkan hanya saja perlu dijaga untuk kehamilan Trimester pertamanya"


Ningsieh terkejut mendengar pernyataan dokter. Ia hamil? Alhamdulilah keinginan mereka berdua telah terwujud.


"Alhamdulilah,sudah berapa minggu?" Tanya Kailo senang


"Untuk mengetahui itu,silahkan langsung cek up ke dokter kandungan saja ya"


"Baik baik"


"Vitamin ini bisa di tebus di Apotek. Saya permisi dulu Assalamualaikum Wr.b"


"Waalaikumsalam Wr.b" jawab mereka berdua


"Mas...Mas Adik hamil!"


"Alhamdulilah Dek, Mas benar benar bahagia mendengar hal ini. Gak sia sia sebulan kamu Mas tembak terus" ucap Kailo vulgar


Ningsieh malu,wajahnya memerah.


"Ngomong apa sih Mas... Mas kabarin Bunda ya"


Raut wajah Kailo langsung berubah.


"Nanti saja ya Dek" Cegahnya membuat Ningsieh heran


"Kenapa?"


Kailo menggidikan bahunya


"Sudah kamu istirahat dulu Ningsieh,Nanti masalah ini biar Mas yang urusi"


Ningsieh mengangguk.


*

__ADS_1


*


*


*


*


Kailo dan Ningsieh keluar dengan raut wajah yang gembira.


Bagaimana tidak? Ningsieh sudah 3 minggu mengandung anaknya.


Dokter berpesan untuk tidak terlalu sering melakukan hubungan **** dulu. Sampai dimana kondisi kehamilan sudah benar benar sehat.


Kailo mengangguk.


Mereka pulang.


Disana Dewi sudah duduk manis dengan majalah Nova ditangan nya.


"Kamu sudah hamil belum?" Tanyanya sengit


Ningsieh terkejut,tak lama ia tersenyum. Ningsieh mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


Ia menyerahkan dengan lembut kepada mertuanya.


"Ini Bun. Ningsieh sudah mengandung 3 minggu" jawabnya senang ditambahi dengan anggukan Kailo


"Cepat juga kamu hamilnya,saya kira seperti--"


"Seperti siapa Bunda?"bentak Kailo


"Ah sudah lah! Bunda mau pulang dulu"


Kailo membuka pintu dengan lebar.


"Jangan terlalu dipikirkan omongan Bunda ya Ningsieh" ucapnya lembut, Ningsieh mengangguk


"Iya Mas... aku bisa memahami Bunda. Bunda ingin punya cucu" jawab Ningsieh sedih sambil membenarkan rambutnya yang masuk ke matanya.


"Kita minum obat yuk Dek, Biar Mas masakan Sup buat kamu" Ningsieh mengangguk


Kehamilan ini membuat Ningsieh mudah lelah. Ia hanya mengangguk ketika Suaminya akan membuatkan Dirinya dan jabang bayi makanan.


"Mas!" Panggil Ningsieh


"Ada apa Dek?"


"Makasih ya..."


_


_


_


_


_


Sebulan kemudian


"Dek,kamu mau nitip apa?" Tanya Kailo lembut


"Ehhhm... Ningsieh mau Bakpao yang deket SMA kita dulu Mas inget gak?" Ucap Ningsieh


Kailo sejenak berfikir


"Oh iya Mas inget kok. Nanti sehabis pulang dari kantor Mas belikan. Kan bukanya malam"


"Iya Mas. Makasih ya"


"Iya Istriku...toh untuk kamu dan anak kita"


"Iya Mas"


"Mas kerja dulu ya,jangan aneh aneh di rumah" ucap Kailo mengingatkan Ningsieh


"Iya Mas,hati hati ya Ke Kantor jangan mengendarai kendaraan dengan kecepatan penuh"


"Iya Istriku"


Ningsieh melihat kepergian suaminya. Entah mengapa kehamilannya berjalan ke usia 7 minggu ia sudah mengidam berbagai macam hal.

__ADS_1


"Sehat sehat terus ya nak" ucap Ningsieh sambil mengelus perutnya yang sedikit buncit.


Tidak peduli anak perempuan atau anak laki laki ia akan tetap menerimanya asalnya anaknya sehat sehat.


"Assalamualaikum" ucap Dewi


"Waalaikumsalam Bunda."


"Kailo udah berangkat?"


"Udah Bunda"


"Oh bagus,tolong cucikan baju Bunda


. Bunda takut kalau dibawa ke Laundry akan merusak bahan tile mahal ini" ucap nya dengan nada sombong


"Iya Bunda,akan Ningsieh cucikan" ucap wanita cantik itu


"Ningsih tolong ya! Potong rambut kamu! Bunda risih lihat rambut panjang"


"Tapi Bun! Mas Kailo suka rambut panjang ku!"


"Saya orang yang melahirkan Kailo. Kailo tidak akan melawan saya!"


"Iya Bun"


Semoga Allah memberikan Ningsih kesabaran yang lebih banyak menghadapi mertua seperti Dewi.


Apalah daya Ningsieh hanya manusia biasa. Ia bisa saja lelah,itu hal yang wajar. Karena manusia memiliki batas kesabaran.


"Ningsieh!" Teriak Dewi dari dapur


"Ini barang apaan?" Ucap nya marah saat melihat Ningsieh yang berlari ke arahnya.


Bahaya orang hamil lari lari an!


"Bun itu barang yang akan dibuang ke tempat pembuangan sampah" jawab Ningsieh sambil ngos ngosan


"Cepet buang! Bunda jijik! Bunda Jijik! Huekkkk..."


"Iya...Bun Ningsieh buang sekarang yah"


"Udah cepet sana! Jadi menantu kok gak becus. Bagaimana Kailo bisa menikah sama kamu? Apa jangan jangan Kailo kamu pelet ya?"


'Bruk' Ningsieh menjatuhkan sampah itu ke lantai


"Astafirllah Bunda... itu Musrik... Ningsieh gak pernah melakukan hal Musrik seperti itu!"Ucap Ningsieh pasrah


"Kamu!"


'Plak'


Dewi melayangkan tangannya ke pipi Ningsieh .


Ningsieh diam menerima tamparan Dewi. Awalnya terasa perih dan sakit,apalagi saat cincin cincin yang berada di tangan Dewi mengenai gusi nya. Lama kelamaan rasa sakit itu menghilang.


"Sudah Bunda?" Ucap nya pelan sambil menahan air mata nya


Apakah Dewi masih tidak menerimanya sebagai Menantu?


Pernikahan mereka berdua masih seumuran jagung.


*


*


*


*


*


Kailo mendapati istrinya menangis sambil menyembah Allah.


Setelah melihat sang istri selesai sholat. Kailo mendekati Ningsih.


"Kenapa Ningsieh? Mas sudah belikan Bakpaonya"


"Ah Mas... Ningsieh berdoa agar anak kita lahir sehat... sampai Ningsieh terharu... makasih ya Mas..."


"Iya Dek... ayo dimakan dulu,mumpung masih hangat"


"Iya Mas"

__ADS_1


Kailo menggandeng Ningsieh . Ia diam diam membuatkan Ningsieh susu untuk nya.


Bersambung


__ADS_2